Pacar Galak

Pacar Galak
Pertemuan


__ADS_3

Pagi ini Putra sangat bersemangat sekali mengawali paginya, sambil bersiul-siul kecil, ia berjalan menuju meja makan untuk sarapan pagi dan menyapa semua anggota keluarganya yang sudah menunggunya.


Mereka sarapan pagi dengan tenang, hanya dentingan sendok yang menemani sarapan pagi mereka, setelah selesai makan, Putra mengajak adiknya untuk berangkat bersama, Putri mengiyakannya dan mengikuti langkah Putra menuju mobilnya.


Saat mereka ingin memasuki mobil, tidak sengaja mereka melihat sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah mereka, mereka hanya menatap bingung dan bertanya-tanya, siapa yang se-pagi ini bertamu ke rumah mereka, tidak berapa lama keluarlah Victor dari dalam mobil mewah tersebut, yang terlebih dahulu pintunya telah dibuka oleh sang pengawalnya.


Victor berjalan menghampiri Putri dan abangnya.


''Selamat pagi, bang! perkenalkan nama saya Victor, calon adik iparmu,'' ucap Victor dengan tampang datarnya sambil berjabat tangan dengan Putra.


Putra menatap Victor dengan saksama, kemudian ia melirik Putri dan bertanya, ''Apa benar yang dia katakan, dek? kok kamu nggak pernah cerita sama abang kalau kamu sudah punya pacar?'' tanya Putra penuh selidik.


Membuat nyali Putri seketika menciut, belum sempat Putri menjawab pertanyaan abangnya, Victor langsung menyanggah ucapan Putra.


''Kita baru jadian kemaren bang, makanya sekarang baru mau dikenalin ke abang, ya kan, sayang?'' ucap Victor dengan percaya dirinya.


''Nggak! kita belum jadian,'' ucap Putri ketus.


Putra menatap bingung ke arah dua orang yang ada di depannya ini.


''Ini maksudnya gimana sih? abang jadi bingung,'' ucap Putra sambil menggaruk belakang kepalanya.


''Aku belum jadian sama dia bang, dia aja yang ngaku-ngaku, sampai ibu juga mengira aku pacaran dengannya, padahal aku belum menjawab apa-apa, lagian siapa juga yang mau pacaran sama cowok kasar seperti dia,'' ucap Putri dengan ketus.


Putra merasa sangat heran melihat tingkah adiknya, pasalnya, pemuda di depannya ini sepertinya pria baik-baik, dan sangatlah tampan, melihat dari mobil yang ia pakai, bisa dipastikan kalau dia adalah anak konglomerat di kota ini, yang pastinya menjadi dambaan setiap kaum wanita, tetapi berbeda dengan Putri, adik kesayangannya ini malah menolak pemuda itu.

__ADS_1


Tapi tidak bisa dipungkiri, kalau Putra merasa sangat bangga dengan adiknya, karena adiknya tidak memandang seseorang dari fisik ataupun harta, dan tidak sembarangan menerima laki-laki untuk dijadikan kekasih hatinya.


Victor mendekati Putra, lalu ia berbisik,


''Bang, ijinkan saya mendekati adik anda,'' ucap Victor serius.


''Saya akan berusaha untuk membuat ia jatuh cinta dengan saya,'' ucapnya lagi yang terdengar samar di telinga Putri.


Setelah agak lama berpikir dan menimbang-nimbang, Putra pun berucap, ''Baiklah saya akan lihat sampai mana usahamu untuk mendapatkan hati adik saya yang galak ini,'' ujar Putra sambil terkekeh dan mengusap kepala adiknya dengan sayang, Putri hanya mendengus kesal karena digoda Putra.


Melihat tingkah kakak beradik ini membuat Victor sedikit tersenyum dan memperlihatkan tampang datarnya kembali.


''Saya akan berusaha bang,'' balas Victor singkat.


''Paham, bang!'' balas Victor sambil menatap tajam ke arah Putra, pertanda ia sangat serius dengan setiap ucapan yang ia keluarkan dari mulutnya.


Setelah menyelesaikan kesalahpahaman itu, Victor pun meminta izin untuk berangkat bersama dengan Putri, dan Putra mengijinkannya, sebenarnya Putri menolak untuk berangkat sekolah bersama dengan Victor, tetapi karena abangnya tiba-tiba ada keperluan mendadak, jadi dia terpaksa mengikuti kemauan Victor.


Sedangkan abangnya tersenyum jahil setelah melihat kepergian Victor dan Putri, karena tadi dia hanya berpura-pura ada urusan, padahal ia hanya mengerjainya adiknya itu.


*


Putra mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, yang diiringi dengan nyanyian-nyanyian kecil.


Karena terlalu asyik mendengarkan musik, dengan tidak sengaja ia hampir menabrak seorang perempuan yang berjalan tergesa-gesa.

__ADS_1


Untunglah ia langsung rem mendadak, dan berusaha mengendalikan kemudi mobilnya.


Putra keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri wanita itu.


''Kamu tidak apa-apa? ada yang sakit? tanya Putra pelan.


''Lu punya mata nggak sih?'' bentak wanita itu dan kemudian ia pergi meninggalkan Putra yang terdiam karena telah dibentak olehnya.


Putra hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah wanita itu.


''Dasar mulut cabe," gumam Putra dalam hati.


Setelah ditinggalkan wanita itu, Putra masuk ke mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Setelah beberapa lama, akhirnya sampailah Putra di kantor, ia memasuki ruangannya dengan raut muka yang masam, ia duduk di meja kerjanya, sambil merengut kesal mengingat kejadian pagi ini.


Ia masih membayangkan wajah wanita yang telah memarahinya tadi.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2