Pacar Galak

Pacar Galak
Minta Ijin


__ADS_3

Victor menghampiri Putri yang sedang makan bersama ketiga sahabatnya dan ia langsung duduk diantara Putri dan Rendi.


"Eh.. ada pangeran ganteng,'' ucap Raysa sambil mengunyah makanannya. Victor hanya membalas dengan senyuman coolnya, membuat Raysa klepek-klepek saja.


Rendi langsung sadar diri dan menggeser duduknya agar tidak mengganggu Putri dan Victor, sambil menatap tidak suka ke arah Victor.


Victor yang menyadari tatapan itu memilih sabar dan diam agar tidak memperkeruh suasana.


Sedangkan Putri hanya asyik dengan makanannya tanpa menghiraukan Victor karena kebetulan ia juga sudah sangat lapar sekali.


''Gue dicuekin?'' tanya Victor sambil mengusap kepala Putri dengan sayang.


Deg...! jantung Putri berdetak kencang, ia langsung gugup diperlakukan seperti itu, apalagi di depan para sahabatnya, wajahnya pun merah merona.


"aaa....! ka Victor kok so sweet banget sih, jadi pengeeen..!'' ucap Raysa sambil memeluk lengan Riko yang sedang menyuap makanan ke mulutnya.


"Apaan sih lu Ray, ganjen amat,'' ucap Riko kesal sambil melepaskan tangannya dari pelukan Raysa.


''Dasar cacing pita ga ada romantis-romantisnya,'' balas Raysa sambil memutar males bola matanya.


''Emang dasar lu aja jomblo, jadi pengen dapat belaian, kasian amat dah🤣,'' ledek Riko sambil tetap mengunyah makanannya.


Raysa menatap Riko dengan kesal, moodnya jadi buruk setelah diledek oleh Riko.


''Sudah-sudah, kenapa kalian yang berantem sih? pusing gue dengarnya,'' ucap Rendi dengan wajah malasnya, membuat Riko dan Raysa terdiam.


Sedangkan Putri dan Victor hanya tersenyum mendengarkan perdebatan antara Raysa dan Riko.


''Vic, nanti gue pulang sama Rendi, boleh?'' tanya Putri dengan cuek tanpa menatap ke arah Victor.


Victor langsung kaget mendengar permintaan Putri yang tanpa dosa itu, padahal sebelumnya Victor sudah mengingatkan Putri, tapi kenapa sekarang dengan percaya dirinya ia minta izin untuk pulang dengan laki-laki lain, membuat Victor badmood saja.


''Gue bilang nggak boleh, lu mau nurut?'' tanya Victor dengan tampang dinginnya, membuat yang ada di sana langsung menciut karna mereka tau kalau Victor sedang marah.


Tetapi tidak untuk Putri, ia dengan santainya masih mengunyah makanannya, ''Kenapa nggak dibolehin? setelah pulang sekolah nanti, gue mau singgah ke toko buku sebentar, novel yang waktu itu gue cari-cari sudah ada, makanya gue mau kesana sama Rendi,'' ucap Putri.


''Kenapa nggak sama gue?'' balas Victor menatap tajam ke arah Putri.


Melihat tatapan itu nyali Putri juga menciut,


''Ooh..! yasudah kalau lu mau ikut, nanti gue tunggu di parkiran sepulang sekolah ya,''ucap Putri lagi.


''Boleh kan, Rend? nanti gue bareng Victor aja?'' tanya Putri kepada Rendi.


Rendi hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Putri, sedangkan Victor menatap Rendi dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, entah apa yang ia pikirkan.


''Kalau gitu, gue gabung sama temen gue dulu, jangan lupa nanti tungguin gue ya,'' ucap Victor sambil mengusap kepala Putri dengan sayang.


Putri membalas dengan senyuman imutnya, membuat Victor semakin gemas melihatnya.


*


Jam pulang telah tiba, Rendi, Riko dan Putri berjalan menuju parkiran, sedangkan Raysa sudah di jemput oleh mamanya di depan gerbang sekolah.


''Rend, Put gue duluan ya, tidak apa-apa, kan? gue tinggal?'' tanya Riko kepada kedua sahabatnya.

__ADS_1


''Iya, tidak apa-apa Rik, hati-hati di jalan ya,'' balas Putri sambil melambaikan tangannya.


''Hati-hati ya bro,'' ucap Rendi juga yang di iyakan oleh Riko, kemudian Riko melajukan motornya meninggalkan parkiran sekolah.


Kini tinggallah Rendi dan Putri yang sedang menunggu Victor.


''Put, gue jadi nggak enak sama kak Victor, lu aja deh yang pergi berdua, gue nitip aja,'' ucap Rendi dengan serius.


''Tidak apa-apa, Rend! santai saja, kok lu kaya ngejauhin gue gitu sih?'' ucap Putri berbicara sedikit kesal.


''Bukan gue ngejauhin lu Put, gue nggak enak aja, kayanya kak Victor nggak suka deh kalau gue dekat-dekat sama lu,'' ucap Rendi lagi.


''Sudahlah Rend, jangan dipikirin, kan lu sama gue udah dekat sejak lama, sebelum gue kenal Victor gue lebih dulu kenal lu, ya seenggaknya dia harus mengerti,'' ucap Putri santai.


Rendi pun menurut saja apa yang diucapkan Putri, walaupun ia tetap merasa tidak enak, tapi ia tetap menjaga perasaan Putri yang berpikir kalau ia menjauh, karna mengingat perjanjian mereka sebelumnya.


Victor, Doni dan Wiliam sudah sampai di parkiran, kedua sahabat Victor itu pamit terlebih dahulu, Doni dengan sengaja menyapa Putri dengan lembut berniat untuk menggoda Victor.


''Eh...! ada neng cantik, ayo pulang bareng abang aja, kalau ama dia mah kaku kaya kanebo kering, ga bakalan asyik deh pulang bareng dia, mending sama abang,'' goda Doni.


Mendengar ocehan Doni membuat Putri tertawa, Doni yang melihat Putri tertawa sangat mengagumi wajah imut Putri, tidak tau kenapa ada yang beda dari perempuan ini, pikirnya.


''Dek adek jangan ketawa gitu, bikin abang gemes aja, sumpaah...! gue pengen nikung,'' oceh Doni serius.


Victor yang mendengar ocehan Doni langsung menimpuk muka Doni dengan jaketnya, begitu emosinya ia hingga mukanya merah padam sambil mengejar Doni dan ingin memukul Doni, tetapi Putri langsung menahan Victor, membuat langkah Victor terhenti.


''Brengsek lu ya Don, jangan becanda masalah seperti ini sama gue,'' ucap Victor dengan emosi yang masih menggebu, kalau tidak ada Putri sudah dipastikan akan terjadi pertumpahan darah disini.


Seketika nyali Doni menciut, niatnya hanya ingin bercanda saja, tetapi mulut nakalnya ini sudah keceplosan mengeluarkan isi hatinya.


Melihat situasi seperti itu, Wiliam langsung pamit dan membawa Doni pergi dari sana sambil mengoceh kepada sahabatnya itu.


Putri dan Victor sudah menaiki motor Victor, sedangkan Rendi menaiki motornya sendiri. Mereka pun melajukan motor ke toko buku yang mereka maksud.


Sampai di toko buku, Putri langsung saja masuk ke dalam meninggalkan Victor dan Rendi yang sedang memarkirkan motor mereka.


''Lu sering ke sini sama Putri?'' tanya Victor ke Rendi membuka pembicaraan.


''Dulu sih sering, sekarang udah jarang kak, '' ucap Rendi seadanya.


Victor mengangguk mengerti dengan ucapan Rendi. Mereka pun memasuki toko buku tersebut dan mencari dimana keberadaan Putri.


Putri dengan antusiasnya memilah buku yang ingin ia beli dari kemaren.


Sedangkan Victor dan Rendi hanya mengikuti dari belakang seperti bodyguardnya saja.


''Rend, ayo kesini..! katanya mau cari buku bareng gue,'' ajak Putri kepada Rendi tanpa menghiraukan Victor.


Rendi sebenarnya ingin bergabung bersama Putri, tapi ia merasa tidak enak.


Dengan terpaksa Rendi mendekati Putri yang sudah memaksanya dan asyik memilih buku.


Victor menatap Rendi dengan tatapan tidak sukanya.


"Kenapa Putri begitu dekat dengan laki-laki itu, malah gue yang dicuekin di sini, sebenarnya pacar lu di sini siapa sih Put?'' gumam Victor dengan kesal.

__ADS_1


Setelah itu mereka sudah keluar dari toko buku, Rendi dan Putri sudah selesai membeli buku yang mereka inginkan.


Victor masih memperlihatkan tampang kesalnya dan Putri pun menyadarinya.


"Put, kak, gue duluan ya,'' Rendi pamit dan melajukan motornya.


"Iya, Rend! makasih ya udah nganterin gue, hati-hati di jalan," ucap Putri yang di angguki oleh Rendi.


Sedangkan Victor hanya diam sambil menghidupkan mesin motornya.


"Kok muka lu kaya gitu, Vic? lu marah sama gue? tanya Putri sambil memandang Victor.


"Menurut lu?" tanya Victor balik.


''Lu marah kenapa?'' tanya Putri sambil mendekat ke depan Victor.


''Harus gue bilang berapa kali kalau gue nggak suka lu deket sama cowok selain gue,'' ucap Victor dengan tampang dinginnya.


Putri terdiam seketika,


"Lebih galakan dia kalau marah, padahalkan gue yang lebih galak, kenapa gue jadi gugup gini sih liat dia marah kaya gitu," gumam Putri dalam hati.


''Iya, tap...., '' belum selesai Putri berbicara, Victor sudah memotong pembicaraannya.


''Gue tau, lu terpaksa sama hubungan ini, karna cuma gue doang yang menginginkan hubungan ini, tetapi setidaknya lu hargain gue dikitlah, gue berusaha buat lu ada rasa sama gue, tapi lu malah numbuhin rasa sama yang lain," ujar Victor kesal.


"Belum pernah gue se sayang ini sama cewek," ucap Victor dengan tampang datarnya.


"Kalau emang lu risih sama hubungan ini, gue bersedia mundur kok, mungkin gue udah gagal menumbuhkan rasa sayang lu ke gue," ucap Victor lagi dengan suara bergetar sambil memalingkan pandangannya ke arah lain.


Putri meraih tangan Victor dan menggenggamnya dengan sayang.


''Vic, maafin gue ya, lu nggak gagal kok, gue boleh jujur?'' tanya Putri kepada Victor masih menggenggam tangan Victor


Victor hanya mengangguk sambil menatap Putri dengan wajah datarnya.


''Nggak tau kenapa, akhir-akhir ini gue selalu deg-degan apabila menatap wajah lu, setiap lu memperlakukan gue dengan sayang, tiba-tiba rasa yang aneh itu muncul dalam diri gue, tapi gue nggak tau pasti itu apa," ucap Putri.


"Masa segini doang lu udah nyerah, kan sebelumnya gue belum pernah pacaran, jadi maklumin aja gimana gue bersikap." ucap Putri dengan polosnya.


Mendengar ucapan Putri, Victor merasa sangat senang, sedikit demi sedikit ia telah berhasil menaklukkan hati Putri. Ia mengusap kepala Putri dengan gemas.


''Gue juga baru merasakan hal seperti ini, gue bukannya mau menyerah, tapi gue nggak mau bikin lu risih kalau ada gue di dekat lu, gue orangnya cemburuan, maka dari itu gue nggak mau lu dekat-dekat sama cowok lain, karena lu itu punya gue,'' ucap Victor penuh penekanan.


.


.


.


.


Selamat membaca guys jangan lupa like, koment dan votenya ya.


Terima kasih😉

__ADS_1


__ADS_2