Pacar Galak

Pacar Galak
Emosi Yang Bergejolak


__ADS_3

Sambil menunggu semuanya datang, Cantika membuka novel online di handphonenya, untuk menghilangkan rasa bosannya menunggu, lebih baik ia membaca, pikirnya, Cantika mempunyai hobi membaca novel, bahkan sekarang ia memulai untuk membuat novel online.


Sedang asyik bergelut dengan novelnya, ia di kejutkan dengan kedatangan Ravel yang tiba-tiba memegang pundaknya, Cantika pun langsung menepis tangan Ravel dengan sopan.


Karena ia tidak menyukai laki-laki yang seenaknya menyentuh tubuhnya. Prinsipnya, hanya suaminya yang boleh menyentuh apapun yang ada pada dirinya.


Melihat penolakan Cantika kepadanya membuat ia kesal dan heran, karena setau ia, perempuan yang selalu ia dekati akan merasa senang di dekati laki-laki kaya sepertinya, apalagi kalau ia belanjakan, pasti perempuan itu akan luluh kepadanya dan akan memberikan apapun yang ia minta.


Bahkan jika ia meminta untuk tidur dengan wanita yang ia dekati, pasti wanita itu mau, asalkan belanja dan uang di kantongnya tercukupi, tetapi kenapa perempuan ini tidak ya? membuat saya penasaran saja, gumam Ravel dalam hati.


Tidak putus asa Ravel mencoba duduk di sebelah Cantika dan memulai pembicaraan.


''Cantika…! kenapa kamu sendirian? Bos kamu dan asistennya kemana? tanya Ravel basa-basi.


''Mungkin ia sedang dalam perjalanan kesini pak, sebentar lagi akan sampai," jawab Cantika seadanya.


Ravel pun memegang kembali pundak Cantika dengan intim, ia sangat bernafsu sekali melihat leher jenjang Cantika.


''Kalau di luar seperti ini, kamu tidak usah memanggil saya dengan sebutan formal, kamu boleh panggil saya Ravel atau mas juga boleh,” ucap Ravel menggoda sambil tersenyum.


Karena sudah muak dengan tingkah Ravel, Cantika pun menepis tangan Ravel dengan kasar.


''Maaf pak...! apa anda bisa menjaga sikap anda?”ucap Cantika dengan wajah yang sudah terlihat marah


''Hahaha...!'' Ravel pun tertawa mendengar penolakan Cantika. Sedangkan Putra dan Hary sudah berada di belakang mereka, dan mendengarkan semua perbincangan Ravel dan Cantika.


Putra pun menahan Hary yang ingin menyusul Cantika, karena ia ingin melihat kelanjutan apa yang akan terjadi.


''Saya menyuruh pak Putra agar kamu ikut makan malam bersama dengan saya, karena saya tertarik dengan kepintaran dan kecantikan kamu, dan kamu gak usah munafik, karena kamu juga sama seperti wanita-wanita saya, yang saya kasih uang, mereka akan langsung klepek-klepek dan mau memuaskan saya di atas ranjang.''


''Apa kamu mau saya ajak belanja dulu? dan setelah itu kita menginap di hotel mana yang kamu suka,” ucap Ravel dengan nada menggodanya.


Mendengarkan ucapan Ravel, Cantika langsung emosi, karena ia telah merasa dilecehkan, dan ia langsung menampar Ravel, ''Dasar lelaki brengsek, jangan pernah anda samakan saya dengan wanita-wanita anda, anda lelaki berkelas tetapi pikiran anda sangat dangkal sekali tuan.''

__ADS_1


''Apa anda juga menyamakan wanita yang melahirkan anda seperti wanita-wanita yang pernah anda tiduri? Hahahah...! sungguh bajingan sekali anda,'' ucap Cantika dengan memperlihatkan wajah mengejeknya.


Mendengarkan ucapan dan keberanian Cantika, Putra pun tersenyum senang.


''Wanita yang seperti inilah yang gue cari,'' gumamnya.


Sedangkan Ravel sudah sangat emosi karena merasa telah direndahkan oleh Cantika, Cantika mengambil hp dan tasnya berniat ingin meninggalkan tempat itu.


Tetapi ia langsung dicegah oleh Ravel, dengan memegang tangan Cantika dan berusaha ingin memeluk Cantika, yang langsung ditolak oleh Cantika, terlihat sekali wajah Cantika yang sudah mulai ketakutan, karena Ravel berbuat nekad di depan umum.


Melihat pemandangan itu, Putra langsung menghampiri Cantika dan Ravel, ia langsung memukul Ravel sejadi-jadinya, membuat orang yang ada disana pun sontak terkejut, sedangkan, orang yang ia pukul langsung tersungkur, Cantika sangat lega dengan kedatangan bosnya itu.


''Ada apa dengan anda pak Putra? sebentar lagi sekretaris anda ini akan saya jadikan pacar saya," ucap Ravel dengan percaya dirinya sambil berusaha berdiri.


Dengan emosi yang sudah bergejolak, Putra memukul Ravel kembali, membuat Ravel tersungkur lagi.


"Hahaha…! Sepertinya anda terlalu percaya diri bapak Ravel yang terhormat, sedikit pemberitahuan buat anda, bahwa gadis yang ingin anda pacari ini adalah milik saya, pacar saya, atau lebih tepatnya wanita saya, jadi tolong anda buang jauh-jauh harapan anda, untuk menjadikan ia pacar anda, ataupun untuk menidurinya, karena saya jamin itu tidak akan pernah terjadi,” ucap Putra dengan santai sambil menyeringai tipis.


Sedangkan Hary yang melihat tingkah bosnya itu langsung tersenyum, "Sepertinya pak Putra menyukai gadis ini, tidak biasanya ia seperti ini,” pikirnya.


"Untuk acara makan malam hari ini saya batalkan, dan terima kasih telah membuang-buang waktu saya," ucap Putra dengan menatap tajam kearah Ravel.


Kemudian Putra menghampiri Cantika ia membuka jasnya dan memasangkan jas tersebut ke tubuh Cantika, ia langsung melingkarkan tangannya ke tubuh perempuan yang sudah ketakutan itu, dan membawanya pergi dari sana, sedangkan Hary dengan sigap mengambil mobil di parkiran menuju loby untuk menjemput bos dan sekretarisnya itu.


Mereka akan mencari tempat makan yang lain, karena mereka sudah sangat kelaparan setelah menghadapi masalah yang terjadi.


Ravel menatap kepergian mereka dengan sangat kesal.


"Brengsek..! awas saja kau pak Putra, akan saya balas semua ini, beraninya anda mempermalukan saya di depan umum," gumam Ravel sambil mengepalkan tangannya.


Di dalam mobil, Putra memilih duduk di belakang menemani Cantika, dan mereka hanya terdiam sambil berperang dengan pikiran mereka masing-masing.


Cantika pun memulai pembicaraan, “Pak..! terima kasih sudah membantu saya, kalau tidak, mungkin saya sudah dimakan sama pria hidung belang itu,” ucap Cantika bergidik ngeri sambil memperlihatkan wajah kesalnya yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


Putra hanya tersenyum mendengar ucapan Cantika, "Kamu pikir ia binatang," ucap Putra sambil memperlihatkan senyum tampannya.


''Saya juga minta maaf ya, tadi sudah mengaku sebagai pacar kamu, itu saya lakukan agar masalahnya cepat kelar saja, tidak bermaksud apa-apa kok, saya takut nanti pacar kamu marah," ucap Putra.


"Hehehe...! tidak apa-apa pak, justru saya yang berterima kasih, karena bapak sudah membantu saya, santai saja pak, saya masih jomblo kok, nggak bakalan ada yang marah," ucap Cantika sambil tersenyum ke arah Putra.


Mendengar pengakuan Cantika, tidak tau kenapa Putra merasa senang, walaupun ia sebenarnya sudah tau, sebelumnya kalau Cantika masih jomblo.


Melihat bosnya yang terlihat banyak bicara dengan Cantika, membuat Hary sangat yakin, kalau bosnya yang kaku itu menaruh rasa kepada Cantika, karena yang ia tau, bosnya ini tidak pernah banyak bicara kepada wanita selain kepada adik dan ibunya.


Mereka pun sudah sampai di restoran yang terlihat mewah, Hary langsung memesan private room yang hanya ada mereka di dalam ruangan itu, mereka memilih makanan dan pelayan restoran pun dengan sigap menyiapkan semua makanan yang mereka pesan.


Cantika merasa gerah karena jas Putra masih melekat di tubuhnya, ia pun membuka jas itu, dengan sopan ia memberikannya kepada Putra dan tak lupa ia mengucapkan terima kasih.


Hary langsung menelan air ludahnya, melihat pemandangan di depannya, bagaimana tidak, leher jenjang yang putih bersih memperlihatkan sedikit dada atasnya yang terbuka, membuat ia bergairah.


Melihat Hary seperti itu Putra langsung melemparkan jas yang diberikan Cantika tadi ke wajah Hary dan seketika pandangan Hary tertutup.


"Jaga pandanganmu Hary…!" bentak Putra kepada asistennya yang membuat Hary langsung tersadar, dan ia pun menundukkan pandangannya.


Putra mendekati wajahnya ke arah Cantika dan ia pun berucap, "Kenapa kamu berpenampilan seperti ini?" bentak Putra dengan kesal.


"Kenapa dengan penampilan saya pak? Apakah penampilan saya membuat bapak malu membawa saya ke tempat mewah seperti ini? maafkan saya pak, kalau begitu saya akan makan di mobil saja," ucap Cantika sambil menundukkan kepalanya dengan polos.


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2