
Putri menunggu abangnya mengambil kendaraan di garasi. Tidak berapa lama Putra datang membawa motornya, Putri pun kaget karena abangnya membawa motor.
''Abang...! kok pake motor sih? aku nggak mau pake motor..!''
''Biar cepat dek.!'' balas Putra datar.
''Aku nggak mau, abang aja pergi sendiri kalau gitu.''
''Udah malam bang, masa abang tega aku kedinginan,'' Putri mengerucutkan bibirnya.
Putra mendesah frustasi melihat tingkah adiknya yang begitu menggemaskan, ia yang begitu menyayangi adiknya tidak tega melihat adiknya cemberut seperti itu.
Ia menarik nafas dengan pelan untuk mengontrol emosinya, dan ia pun berucap, ''Yasudah, abang ambil mobilnya dulu, tunggu di sini dan jangan kemana-mana,'' Putra berlalu dari sana menuju garasi untuk mengambil mobilnya.
''Kita mau beli makan dimana dek?'' tanya Putra setelah mereka memasuki mobil, dan Putra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
''Yang dekat pasar malam itu loh bang, di sana kan banyak jajanan,'' ujar Putri.
Putra tampak fokus melajukan mobilnya agar cepat sampai ditujuan.
Sekitar 20 menit Putra melajukan mobilnya, Putri mengagetkan Putra yang sedang fokus membawa mobil membuat Putra menjadi kaget dengan teriakan adiknya.
''Stop..!'' teriak Putri dikala ia melihat sosok wanita yang tadi ia telfon, mereka melewati depan kantor Putra, karena untuk sampai di pasar malam itu, memang harus melewati depan jalan kantor abangnya.
''Apaan sih deek..! jangan berteriak seperti itu, bikin kaget saja..!" bentak Putra yang sudah memberhentikan mobilnya.
Tanpa mendengar ocehan abangnya, Putri membuka pintu mobil yang kebetulan tidak di kunci dan kemudian ia berlari ke arah wanita itu.
''Kaak...!'' teriak Putri yang sudah melambaikan tangannya dan berlari ke arah Cantika.
''Maaf ya, kakak pasti menunggu lama,'' ujar Putri.
''Tidak apa-apa dek, kamu kemari bersama siapa?''
''Sama abang.''
''Ayo kak..! setelah ini kita ke pasar malam sebentar untuk membeli jajanan,'' Putri menggandeng tangan Cantika kemudian melangkah menuju mobil.
Cantika menghentikan langkah Putri dengan menarik tangannya.
''Kenapa kak?'' tanya Putri bingung.
''Kakak takut kalau pak Putra akan marah pada kakak, Cantika memasang wajah yang terlihat sedikit cemas.
''Tidak akan kak, serahkan semuanya kepada ku.'' Putri kembali menggandeng tangan Cantika menuju mobil.
Ia membuka pintu mobil bagian belakang dan mempersilahkan Cantika untuk masuk terlebih dahulu setelah itu ia pun masuk mobil mengikuti Cantika.
Putra yang begitu kaget dengan semua tingkah adiknya, menghela nafas kasar.
__ADS_1
''Dek..! kenapa kamu duduk di belakang, ayo temani abang di depan,'' ucap Putra sedikit kesal.
''Nggak mau bang, aku mau temani ka Cantika di belakang,'' balas Putri.
''Deek..! abang bukan supir kamu ya, pindah ke depan..!'' ucap Putra dengan tegas.
''Tapi bang...!''
''Tidak ada tapi-tapian, pindah ke depan sekarang..!'' Putra berucap sedikit membentak membuat Putri dan Cantika tersentak. Putri pun akhirnya pindah duduk ke depan.
''Abang kenapa galak banget sih..!'' ketus Putri cemberut.
''Kamu yang bikin abang galak, semua kemauan kamu selalu abang turuti, tetapi kamu tidak mau mendengarkan perintah abang, bagaimana abang tidak emosi.'' ucap Putra dengan tampang datarnya.
Putri hanya tersenyum kecut menatap abangnya. Kemudian dia memeluk abangnya dari samping.
''Terima kasih ya bang, sudah menjadi abang yang baik buat aku, aku sayang abang.''
Putra pun tersenyum melihat tingkah adiknya yang manja dan menggemaskan ini.
''Iya, sama-sama, sampai kapan kamu mau memeluk abang seperti ini? abang tidak bisa melajukan mobilnya nih.''
''Hehe iya bang,'' ucap Putri nyengir dan melepaskan pelukannya.
Kemudian Putra melajukan mobilnya kembali menuju pasar malam yang dimaksud adiknya itu.
''Bang, boleh ya kak Cantika ikut ke rumah kita, aku kesepian nggak ada ayah dan ibu, lagian abang juga sibuk dengan pekerjaan abang sendiri.''
''Yasudah, terserah kamu saja!''
''Yeee..!'' ucap Putri antusias, ia sangat senang karena abangnya memberi izin agar Cantika ikut main ke rumahnya.
Setelah tiba di pasar malam itu, Putri mengajak Cantika untuk turun dan memilih beberapa jajanan abang-abang di pinggir jalan.
Putri memilih untuk membeli cilok, dan batagor kesukaannya, sedangkan Cantika memilih untuk membeli seblak yang kebetulan ia inginkan dari kemaren.
Merasa puas mengelilingi pasar dengan membeli beberapa cemilan, mereka pun masuk kembali ke mobil untuk segera pulang, karena mereka tidak sabar ingin menyantap semua jajanan yang telah mereka beli.
Putra yang hanya menunggu mereka di mobil sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat kedua wanita yang membuatnya pusing.
''Abang cobain ini deh, enak banget,'' ujar Putri yang mengambil batagor dengan tusukannya dan mengarahkan ke mulut Putra.
Putra yang memang tidak suka dengan jajanan seperti itu, menggelengkan kepalanya.
''Nggak..! abang nggak mau,''
''Ah, abang nggak asyik, orang ini enak banget'' ujar Putri yang langsung mendaratkan batagor ke dalam mulutnya.
Putra hanya diam dan tidak mau berdebat dengan adiknya, mengingat di belakang masih ada Cantika, yang diam-dia mencuri pandang ke arahnya.
__ADS_1
Merasa ia dari tadi tidak mengajak Cantika untuk berbicara, ia pun buka suara.
''Saya dengar dari Hary besok kamu cuti dua hari,''
''Iya benar pak,'' jawab Cantika cepat.
''Wah..! kak Cantika besok cuti, kakak nginep di tempat aku aja ya kak, mau ya kak..!'' sambar Putri antusias.
''Deek..!'' sela Putra yang tidak enak dengan tingkah adiknya yang selalu ingin kemauannya dituruti.
Cantika pun merasa tidak enak dengan situasi seperti, ingin menolak takut Putri kecewa dengannya, kalau iya menuruti kemauan Putri iya tidak enak dengan bosnya, Cantika terlihat bingung untuk mencari alasan apa.
''Maaf Put, kakak kan nggak bawa baju ganti,'' kayanya nggak bisa nginep di rumah kamu, kakak main aja ya,'' balas Cantika dengan sopan.
''Deek..! jangan selalu kemauan kamu ingin dituruti, lagian Cantika mungkin juga ada urusan penting, jangan memaksakan kehendak mu sendiri.'' Nasihat Putra, wajah Putra berubah datar.
''Abang kenapa sih, aku kan cuma pengen ada temen, lagian abang selalu sibuk akhir-akhir ini, nggak ada waktu untuk menemani aku ke toko buku, selalu saja sibuk dengan pekerjaan,'' Putri mengerucutkan bibirnya dengan wajah yang terlihat kesal menatap keluar jendela.
Putra yang mengerti dengan suasana hati adiknya yang sedang kesal kepadanya berusaha untuk diam dan memikirkan bagaimana mencairkan suasana canggung saat ini.
Sedangkan Cantika merasa bersalah dengan semua yang terjadi dihadapannya sekarang, ia benar-benar tak enak hati dengan bos dan adiknya ini.
''Memangnya kamu mengambil cuti dua hari ada keperluan apa?'' tanya Putra yang terlihat kepo dengan apa yang Cantika lakukan.
''Tidak ada keperluan penting kok pak, saya hanya ingin beristirahat dan ingin menyelesaikan novel saya yang harus mengejar target bulan ini.'' Jelasnya.
''Dengan alasan itu kamu mengambil cuti dan membiarkan saya pusing sendiri mengurus laporan perusahaan? licik sekali kamu!'' ucap Putra dingin.
''Maaf pak, tetapi tugas saya sudah saya selesaikan semuanya hari ini, makanya saya pulang agak larut.
''Ya, tugas kamu sudah selesai, tetapi untuk presentasi dengan klien dua hari ini saya sangat keberatan untuk menggantikan tugas kamu,'' ucapnya lagi.
''Maaf pak..!'' balas Cantika sambil menunduk, ia merasa bersalah dengan semua ucapan yang dilontarkan bosnya itu, tetapi bukankah cuti adalah hak setiap karyawan? pikirnya.
Putra yang sebenarnya ingin selalu ada Cantika di sampingnya, mencari kesalahan-kesalahan sekretarisnya itu agar tidak terlalu sering untuk mengajukan cuti dengan alasan sepele seperti itu menurutnya.
''Ya sudah, apa kamu bisa menginap di rumah saya malam ini menemani adik saya? besok pagi akan saya antarkan pulang sebelum saya berangkat ke kantor.''
''Abang serius?'' tanya Putri sambil bergelayut manja di lengan Putra, dan Putra pun hanya mengangguk, ia begitu lega melihat adiknya tersenyum seperti itu, karena walau bagaimanapun ia merasa kesal kepada adiknya, ia tetap tidak tega melihat adiknya bersedih, sungguh ia menyayangi adik satu-satunya itu.
''Kak, mau ya menginap di tempat aku, aku nggak gangguin kakak saat kakak menulis novel kok, nanti kalau pakaian ganti, kakak pake baju aku aja.''
''Baiklah..!'' ucap Cantika yang membuat Putri begitu senang dan kegirangan.
Putra tersenyum kecut melihat adiknya yang begitu menginginkan Cantika, bahkan banyak teman perempuan Putra yang mendekati Putri untuk sekedar menarik simpatinya, tidak pernah Putri sedekat ini dengan mereka.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung