Pacar Galak

Pacar Galak
Dia Selingkuh..!


__ADS_3

Victor telah tiba di depan rumah Putri, dengan tidak sengaja, datangnya Victor berbarengan dengan datangnya Putra, yang kebetulan sudah pulang dari kantornya, karena ia merasa tidak enak badan.


Dengan bergegas Victor menghampiri dan menyapa Putra.


''Bang, gimana kabarnya?'' tanya Victor sedikit basa-basi.


''Eh, ada lu Vic? nih gue lagi kurang enak badan, jadi mau istirahat dulu, lu ngapain di sini, Putri bukannya masih di sekolah?'' tanya Putra.


''Putri tadi pingsan di sekolah bang, sakitnya kambuh lagi katanya, makanya gue ke sini mau jenguk dia.


''Ooh...! gitu, yasudah ayo masuk,'' ajak Putra sambil merangkul calon adik iparnya itu.


Putra mempersilahkan Victor duduk di ruang tamu dan minta tolong bi inem membuatkan minum untuk dirinya dan Victor.


''Tunggu sebentar ya, gue panggilin Putri dulu,'' ucap Putra sambil melangkah menuju kamar Putri.


Sepeninggalan Putra, lewatlah ibu Ningrum dari kamarnya, ia tidak melihat keberadaan Victor di ruang tamu, karena sibuk dengan hpnya, Victor pun berinisiatif untuk menyapa duluan.


''Assalamualaikum tante,'' sapa Victor.


''Waalaikumsalam, eh...! ada nak Victor, udah lama datangnya nak? tanya ibu Ningrum.


''Baru datang bu, ini nungguin bang Putra manggilin Putri,'' jawab Victor seadanya.


Sambil menunggu Putra dan Putri, Ningrum dan Victor pun asyik bercerita, entah apa yang mereka ceritakan.


Sedangkan Putra sudah berada di depan kamar Putri.


''Dek...!'' panggil Putra sambil membuka Pintu kamar adiknya.


Putri hanya menoleh ke arah pintu yang terbuka, kepalanya masih terasa pusing dan perutnya masih terasa mual.


Putra menghampiri adiknya yang terbaring lemah, sambil mengusap kepala Putri dengan sayang.


''Abang kok udah pulang?'' tanya Putri.


''Iya, abang lagi nggak enak badan dek, kamu kenapa sih? pasti telat makan lagi ya? kok kamu dibilangin bandel banget sih,'' ucap Putra kesal memarahi adik kesayangannya itu.

__ADS_1


Putri hanya diam mendengarkan celoteh Putra, ia sadar kalau sakitnya kambuh lagi, karena ia tadi telat makan.


''Tuh, ada Victor udah nungguin kamu di bawah, kamu kuat nggak jalannya? atau abang suruh dia kesini?'' tanya Putra.


Muka Putri langsung berubah datar, dia tidak ingin lagi bertemu dengan laki-laki itu.


''Ngapain dia kesini bang, suruh dia pulang aja,'' ucap Putri sambil memalingkan pandangannya dari Putra.


''Loh...! kenapa gitu dek? kalau ada masalah itu diselesaikan, bukan malah lari dari masalah,'' ucap Putra sambil tersenyum karena melihat tingkah adiknya yang masih kekanak-kanakan.


''Bang, dia sudah selingkuh sama cewe lain, dia udah nyakitin Putri, sakit rasanya bang lihat dia bermesraan dengan cewek lain, Putri nggak mau lagi ketemu sama dia, setelah ini Putri nggak mau pacaran lagi, kalau rasanya sesakit ini, sumpah sakit banget rasanya bang,'' adu Putri dengan bola mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


Melihat Putri seperti itu, Putra langsung memeluk adiknya agar memberikan suasana ketenangan pada adiknya.


Muka Putra berubah jadi datar, ia sepertinya harus berbicara dengan Victor apa yang terjadi sebenarnya.


''Yasudah, kalau gitu sekarang kamu istirahat aja, biar abang yang ngomong sama Victor, abang ke bawah dulu ya,'' pamit Putra yang di iyakan oleh Putri.


Putra menghampiri Victor dengan suasana hati yang tidak baik.


''Abang, kok udah pulang?'' tanya ibu Ningrum kepada anak laki-laki semata wayangnya itu.


''Putra lagi nggak enak badan, jadi Putra mau istirahat dulu ya bu," ucap Putra.


''Lu pulang aja sana, Putri mau istirahat katanya, nggak usah temui dia lagi,'' ucap Putra menatap Victor tidak suka.


Putra melangkahkan kakinya meninggalkan Victor dan ibunya, Ningrum hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anaknya, mungkin karena tidak enak badan kali ya, pikirnya.


Victor hanya terdiam menerima perilaku seperti itu dari Putra, ia yakin kalau Putri sudah menceritakan semuanya kepada Putra, makanya Putra langsung berubah seperti itu kepadanya.


Padahal tadi waktu baru datang, ia disambut hangat oleh Putra.


''Tante, sebelum Victor pulang boleh nggak ketemu Putri sebentar, sebentar aja kok tante,'' ucap Victor memohon.


Ningrum tersenyum mendengarkan permintaan Victor.


''Ayo! tante anterin kamu ke kamarnya Putri,'' ajak Ningrum sambil melangkahkan kaki ke kamar anak perempuannya yang diikuti oleh Victor dari belakang.

__ADS_1


Victor membuka Pintu kamar Putri dengan pelan, ternyata Putri sudah tidur, ia memasuki kamar itu dengan sangat pelan, takut membangunkan Putri yang sedang beristirahat.


Sesampai di dekat Putri, Victor pun mengusap kepala Putri dengan sayang.


''Maafin aku ya Put, aku nggak pernah selingkuh Put, hanya kamu di hati aku, ini sebenarnya yang aku takutkan, karena aku takut kamu salah paham, tapi aku harus melakukan ini, kamu yang sabar ya sayang, nanti setelah lomba, kamu akan tau sebenarnya apa yang terjadi, aku sayang kamu Put, maafin aku yang mengecewakan mu hari ini,'' lirih Victor masih dengan mengusap kepala Putri dengan sayang.


''Aku balik dulu ya Put, jaga kesehatan kamu, aku sayang kamu, ucap Victor.


Kemudian ia melangkahkan kaki keluar kamar Putri yang ternyata Ningrum sudah menunggunya di luar kamar Putri.


''Makasih ya tante, udah izinin aku ketemu Putri, kalau gitu aku balik ke sekolah lagi ya tante, nanti kalau Putri udah bangun tolong bilangin kalau aku titip salam,'' ucap Victor sambil menyalami calon Ibu mertuanya itu.


''Iya, nak! nanti tante sampaikan ke Putri, kamu hati-hati ya, jangan ngebut,'' pesan Ningrum kepada Victor yang diangguki oleh Victor.


Victor pun melajukan motornya menuju sekolah, perasaannya saat ini sungguh tidak tenang mengingat Putri yang ingin meminta putus dengannya.


Sungguh ia sama sekali tidak ingin melepaskan Putri walau apapun yang terjadi, karena ia sudah sangat mencintai Putri.


Setelah Victor pergi, Putri hanya melamun di sudut kamarnya sambil menatap ke luar jendela.


Sebenarnya ketika Victor masuk ke kamarnya, ia hanya berpura-pura tidur, ia sangat badmood sekarang ini mengingat kejadian hari ini di sekolahnya.


Ia sangat kecewa sekali dengan tingkah Victor hari ini, pasalnya Victor tidak memberi kabar kepadanya, tetapi ia malah sibuk bermesraan dengan perempuan lain. Apalagi disaat keadaan sakit seperti ini, ia tetap cuek kepada Putri.


''Dia memang sudah berubah,'' lirih Putri.


Untuk menghilangkan galau yang sedang melanda dirinya, Putri menyibukkan diri dengan membaca novel sambil memasang headset ke telinganya, lalu menghidupkan musik yang ia rasa cocok dengan suasana hatinya saat ini.


Ketika sedang asyik membaca novel, Putri di kejutkan dengan kedatangan Putra. Putra langsung merangkul adiknya dengan sayang. Ia ingin menghibur adiknya yang sedang galau itu.


.


.


.


terima kasih udah mampir jangan lupa, like , koment dan votenya ya,

__ADS_1


__ADS_2