
“Sesak..!”
Itulah yang dirasakan Rendi saat ini, hanya diam terpaku dengan semua kebenaran dan kenyataan yang ada, cinta yang dari dulu ia simpan dengan rapi, seketika porak poranda dengan kebenaran yang terungkap hari ini.
“Sakit..!”
Memang benar sesakit ini, terkadang kenyataan lebih sakit dari pada tertusuk belati yang hanya dirasakan tubuh sesaat, dikala sembuh rasa sakit itu pasti akan hilang.
Berbeda dengan kenyataan yang bersangkutan dengan hati ataupun perasaan, ketika hati tersakiti, maka siapapun tidak akan bisa menyembuhkan, kecuali diri kita yang harus berbenah untuk menata hati itu kembali.
Itupun tidak mudah, kita harus melewati semuanya dengan kuat, membangun kembali dinding yang sempat roboh, menata kembali apa yang telah kita impikan tanpa orang yang dulu pernah kita khayalkan untuk menjadi tempat kita pulang dan berkeluh kesah, perlahan kembali membuka lembaran baru untuk orang yang siap menerima kita dengan keadaan apapun, karena itu jauh lebih baik dari pada mengharapkan orang yang jelas hatinya bukan untuk kita.
Air mata yang sudah ia pertahankan sedari tadi, berhasil lolos dari kelopak matanya tanpa rasa bersalah, lelaki yang terlihat kuat, tenang dan penuh kelembutan itu, meluapkan isi hatinya di tepian danau, tempat dimana ia selalu menenangkan diri, dan tempat itu yang dari dulu sering ia kunjungi bersama Putri untuk sekedar membahas ataupun membaca novel.
“Aaakh..” teriaknya dengan frustasi. Ia mengambil batu dan melempar batu itu ke dalam danau dengan sekuat tenaga, seakan itu bisa melampiaskan kemarahan dan kekecewaannya.
“Gue sayang elu Puut....!!” Teriaknya dengan suara lantang, untung saja di sana terlihat sepi.
“Lu wanita pertama yang gue cintai setelah mama gue, dan selama ini gue memendam rasa itu untuk mengungkapkan di waktu yang tepat, tetapi apa yang gue dapat?” Gumamnya.
“Aaakh...” teriaknya lagi.
Ia memukul batang pepohonan yang cukup besar tepat berada di sampingnya, hingga terlihat darah bercucuran di tangannya yang tak dihiraukan sama sekali olehnya, semakin keras ia memukul, berharap rasa sakit dan kecewa dihatinya sirna dengan semua pukulan itu. (Tetapi tidak semudah itu fergusoh🤣.)
“Reend..!” Teriak Putri histeris melihat darah yang begitu banyak bercucuran di tangan Rendi.
Rendi yang seketika kaget melihat kedatangan Putri dengan sengaja memeluk Putri dengan erat, seketika jiwanya tenang memeluk gadis yang sangat ia sayangi itu.
Sedangkan Raysa menatap bingung ke arah Rendi yang memeluk Putri dengan erat, begitupun dengan Putri yang tersentak dikala Rendi memeluk erat tubuhnya, tetapi ia tetap berusaha tenang.
Flash back on
Setelah Putri menceritakan semua masalahnya kepada Rendi dan Raysa, dengan langkah terburu-buru ia meninggalkan kantin berniat ingin menghampiri Rendi, ia sangat yakin dengan keadaan seperti ini, pasti Rendi akan pergi ke danau untuk menyampaikan seluruh keluh kesahnya.
“Sepertinya gue harus menyusul Rendi,” ujar Putri yang sudah menghabiskan jusnya.
“Emang lu tau Rendi kemana?” Tanya Raysa dengan penasaran
“Biarin Rendi tenang dulu kali Put,” saran Riko.
“Gue yakin dia butuh gue Rik, gue duluan..!” Putri pun berlari meninggalkan Riko dan Raysa.
Riko dan Raysa serempak memanggil nama Putri, tetapi tidak diindahkan oleh pemiliknya.
Mereka pun mengikuti Putri menuju dimana Rendi berada.
Flash back off
__ADS_1
“Gue sayang sama elu Put!!” Kata-kata itu lolos begitu saja dari mulut Rendi tanpa menghiraukan orang sekitarnya.
Riko dan Raysa yang mendengarnya langsung terbelalak kaget, Riko tidak menyangka Rendi akan menyatakan perasaannya disaat kondisi seperti ini.
“Gue juga sayang lu Rend, sayang banget malah, makanya ketika lu cuekin gue tadi, gue sedih banget Rend!”
Riko dan Raysa semakin shock dengan jawaban dan pengakuan Putri.
“*Sebenarnya ada apa ini?” Batin Raysa yang terlihat bingung dengan kondisi saat *ini.
Putri menatap kedua bola mata Rendi yang terlihat sendu, “Rend, ada apa? Lu ada masalah apa? Kita udah sahabatan sejak lama Rend, apa lu nggak berpikir untuk cerita sama gue?” Tanya Putri dengan tatapan serius.
Riko dan Raysa menarik nafas dengan kasar, begitupun dengan Rendi.
“Tapi gue sayang sama lu lebih dari teman!! lebih dari sahabat! Gue sayang lu lebih dari apapun Put.!” Balas Rendi dengan sedikit membentak.
“Lu harusnya sadar Put, gimana perlakuan gue ke elu.”
“Gue terima kalau lu jadian sama Victor, tapi gue ngga terima kalau lu akan menikah secepatnya ini hingga tidak ada ruang buat gue,
“Gue kecewa, benar-benar kecewa, sekarang lu boleh pergi, gue tidak akan pernah ganggu lu lagi,” ujar Rendi dengan nafas naik turun menahan emosi.
Sedangkan Putri tanpa sadar menutup mulutnya, mendengarkan semua penjelasan Rendi tentang perasaannya yang membuat Putri menjadi kaget.
Begitupun Raysa yang tidak tau dengan perasaan Rendi selama ini kepada Putri. Ia pun kecewa dengan semua ini, karena sejak bertemu dengan Rendi ia melabuhkan cintanya hanya untuk Rendi, menurutnya Rendi adalah tipe cowo idaman yang pantas untuknya,
''Rend!!!'' teriak Riko yang mengejar Rendi, ia berusaha menyusulnya.
Sedangkan Raysa menghampiri Putri yang masih bingung.
''Ray..! kenapa jadi gini sih, gue bingung,'' ujarnya.
''Gue juga Put, kok Rendi sukanya sama elu sih, harusnya sama gue dong, soalnya kan gue juga suka sama dia,'' balas Raysa dengan polosnya.
''Aduuh Ray, pusing gue, udah yok balik ke sekolah,'' ajak Putri yang sudah meninggalkan tempat itu dan Raysa pun mengikutinya.
****************
Jam pulang pun telah tiba, semua siswa dan siswi berhamburan keluar gerbang sekolah, tepat setelah gerbang dibuka oleh securty sekolah.
Putri dan Raysa pun melangkah keluar kelas tanpa adanya Riko dan Rendi.
Sejak kejadian tadi pagi, Rendi dan Riko tidak menampakkan batang hidungnya di sekolah ini, untung saja hari ini guru-guru sedang mengadakan rapat dan setiap kelas hanya diberikan tugas oleh guru melalui ketua kelas mereka masing-masing.
Putri yang badmood dari pagi, hanya melangkah dengan gontai menuju pintu gerbang sekolah, ia berniat menunggu abangnya di sana, karena barusan ia mendapat chat dari Putra bahwa ia akan menjemput adik kesayangannya itu.
''Put, sekarang Rendi ada dimana ya? gue kepikiran tau sama dia, pasti dia down banget sekarang nih,'' ujar Raysa dengan wajah memelasnya.
__ADS_1
''Ia gue juga lagi mikirin Rendi dari tadi, gue gak nyangka aja kalau dia punya perasaan sama gue,'' balas Putri yang sudah duduk di bangku halte sembari menunggu abangnya, begitupun dengan Raysa yang kebetulan menunggu mobil jemputannya.
''Tetapi lu suka juga sama dia?'' selidik Raysa.
''Suka..!'' ujar Putri dengan santai, terlihat raut muka Raysa yang tidak terima, tetapi ia berusaha untuk tidak memperlihatkannya kepada Putri.
Putri tersenyum simpul menatap wajah Raysa yang terlihat ditekuk.
''Kenapa? lu cemburu?'' Putri menatap manik mata Raysa yang terlihat sendu.
''Nggak,'' balas Raysa dengan gelengan kepalanya.
''Katanya lu suka sama Rendi, masa ngga cemburu sih?'' tanya Putri penuh selidik.
''Ngga, gue ngga cemburu, gue ngga papa kok, Rendi buat lu aja,'' balas Raysa yang memaksakan senyumannya.
''Dasar lemah, baru segitu aja udah nyerah, perjuangin dong,'' ledek Putri dengan tertawa puas.
''Apaan sih Put, ngeselin banget lu, lagian gimana gue nggak nyerah, Rendinya aja udah nyatain perasaan sama lu, ditambah elu yang beneran suka sama Rendi, kan jadi klop banget.''
''Gue mah bisa apa kalau udah kaya gitu, makanya gue pasrah aja pas elu bilang suka sama Rendi.'' Ketus Raysa.
''Trus lu percaya gue suka sama Rendi?''
''Percayalah..! secara lu dekat banget ama dia kaya perangko,'' cemberut Raysa.
''Ulu uluuu, gemoy banget yang lagi cemburu,'' goda Putri yang mencubit kedua pipi Raysa dengan gemas.
''Dengerin gue, biar lu nggak salah paham, gue emang suka sama Rendi, dari dulu malah, tetapi gue suka sama dia cuman sebagai sahabat gue doang, nggak lebih, lu tau kan hati gue buat siapa? masih sama, dan belum berubah sampai saat ini,'' jelas Putri dengan percaya diri.
''Siapa? kak Victor?'' tanya Raysa dengan penasaran.
''Iya,'' Putri menggangguk pertanda setuju dengan ucapan Raysa.
Tanpa mereka ketahui ada seseorang yang sejak tadi mengikuti mereka dan mendengar semua percakapan itu membuat ia tersenyum senang.
.
.
.
Bersambung
Selamat membaca para reader yang berbahagia 😚
Besok weekend pada kemana nih? Jangan lupa baca novel aku yah.
__ADS_1
Besok Aku update lagi ya,