Pacar Galak

Pacar Galak
Memberikan Coklat


__ADS_3

Putri yang sudah selesai dengan ritual mandinya, dengan segera mengenakan baju santainya. Ia berniat akan melanjutkan menulis novel onlinenya yang tertunda.


Ketika sedang sibuk menyisir rambutnya yang basah, Ia begitu kaget saat melihat ke arah luar, Victor yang baru keluar dari pintu rumahnya membuat ia semakin bingung.


Pasalnya, ia sudah nyampe rumah sekitar 1 jam yang lalu, tapi kenapa Victor baru keluar dari rumahnya, apa yang sedang ia lakukan? dengan siapa ia berbincang? semua pertanyaan itu berkecamuk di benak Putri.


Dengan langkah tergesa-gesa ia menuruni satu persatu anak tangga, ia mencari ibunya di dapur, tetapi wanita yang ia cari-cari tidak menampakkan batang hidungnya.


Ia melangkahkan kakinya ke ruang keluarga, ternyata ibunya sedang duduk di sana sambil menatap ponsel jadul dengan tatapan sendu.


''Ibu..!'' Putri menghampiri ibunya yang terlihat sedih.


''Ibu kenapa? ibu sedih?'' tanya Putri sambil memeluk ibunya.


Bu Ningrum menatap wajah imut anaknya itu, dan berucap, ''Ibu tidak sedih,'' balasnya dengan menyunggingkan sebuah senyuman membuat Putri terhipnotis untuk percaya akan ucapannya itu.


''Lalu ini apa?'' tanya ia lagi.


''Bukan apa-apa nak, itu punya ayah mu, tunggu sebentar ya, ibu simpan dulu di dalam kamar.''


Setelah meletakkan semua barang itu ke kamarnya, Ningrum kembali menghampiri anak gadis kesayangannya itu.


''Gimana sekolah kamu hari ini nak?'' tanya bu Ningrum.


''Seperti biasa aja sih bu,'' balasnya lagi.


''Kamu udah makan?''


''Sudah bu,''


''Makan dimana?''


Putri tertegun dengan pertanyaan ibunya kali ini, ia bingung harus menjawab apa. Tetapi ia harus jujur, karena ia tidak akan berani membohongi ibunya.


''Di rumah Victor, bu.'' Balas Putri dengan lirih.


''Oooh jadi tadi kamu dari rumah Victor, ngapain kamu ke sana? kenapa tidak pamit dulu sama ibu?'' tanya Ningrum dengan possessive.


''Maaf bu, tapi Putri nggak tau kalau dia akan mengajak ke rumahnya, ia memaksa Putri untuk menaiki motornya. Kemudian ia membawa Putri tanpa kasih tau mau kemana, kan Putri jadi kesal, kalau ibu mau marah, marahin dia aja, jangan Putri!'' ucap Putri merenggut.

__ADS_1


Ningrum yang melihat tingkah anaknya yang menggemaskan itu, hanya tersenyum geli.


''Yaudah, besok suruh dia ke sini, ibu akan tunggu kalian pulang sekolah, ibu akan menanyakan kepadanya langsung,'' ucap Ningrum yang selalu mencari cara agar Putri bisa selalu berdekatan dengan Victor, dan membuka hatinya kembali.


''Tapi bu..!''


''Ibu tidak menerima penolakan! Yasudah ibu mau ke dapur dulu,'' tegas bu Ningrum.


Putri yang berniat menanyakan keberadaan Victor tadi kepada ibunya, menjadi hilang akal memikirkan bagaimana caranya meminta Victor untuk pulang bersamanya lagi.


''Aduuh..! besok gimana yah? masa gue ngajak dia pulang bareng, gengsi dong gue, apalagi dia sudah merebut ciuman pertama gue, nanti dia pasti kegeeran deh, gimana caranya ya?'' gumam Putri. Terlihat wajahnya begitu panik memikirkan bagaimana menjalani hari esok.


......................


Keesokan harinya, Putri dan Raysa sedang asyik makan mie ayam yang sangat nikmat di kantin sekolah, setelah bel berbunyi beberapa menit yang lalu, mereka tergesa-gesa menuju kantin karena cacing-cacing di perutnya sudah meminta untuk diisi, apalagi Putri yang tidak bisa berlama-lama membiarkan perutnya dalam keadaan kosong.


Rendi dan Riko hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka melihat Raysa dan Putri yang sudah seperti orang kelaparan saja, bahkan mereka tidak menyadari akan kedatangan Riko dan Rendi yang mampir dulu ke toilet sebelum menuju kantin.


''Ray, Put, kalian udah kaya orang nggak makan seminggu aja, tau nggak?''


''Lapar banget, Rend!'' jawab Putri sambil nyengir.


Rendi hanya tertawa menatap wajah Putri yang begitu imut, sungguh ia begitu gemas dengan wanita itu, hingga ia tidak memalingkan pandangannya dari wajah Putri.


Mendapat tatapan tajam seperti itu, membuat Riko tertawa terbahak-bahak karena berhasil menjahili sahabatnya itu, Riko yang memang mengetahui perasaan Rendi kepada Putri, selalu berhasil menggodanya.


Sedangkan tatapan tidak suka menatap tajam ke arah Rendi dari kejauhan, siapa lagi kalau bukan Victor.


Sejak Putri memasuki kantin tadi, ia memperhatikan gerak-gerik Putri hingga menampilkan senyuman manisnya dikala Putri makan dengan begitu terburu-buru sehingga pipi chubynya itu membulat karena terisi penuh dengan makanan yang ia makan.


Hingga pandangan ia terganggu ketika Rendi mendatangi wanitanya, dan menatap wanitanya dengan tatapan yang tidak dapat di artikan, membuat ia menatap Rendi dengan tatapan membunuhnya.


Victor yang sudah terbakar api cemburu, mendesah pelan.


''Gimana hubungan lu dengan Putri?'' tanya Doni yang melihat kegelisahan temannya itu.


''Ya, begitulah Don, dia masih cuek aja sama gue, gue jadi nggak yakin ia mau menerima perjodohan itu.'' ucap Victor lirih.


''Semangat dong bro, justru cewek seperti itu yang harus berusaha lu dapatkan, cewek yang tidak sembarangan menerima lelaki yang datang ke kehidupannya, jarang-jarang loh Vic,'' ujar Doni.

__ADS_1


''Iya sih, gue nggak akan menyerah!'' ucapnya lagi.


''Nah gitu dong, ini baru Victor yang gue kenal,'' balas Doni dengan merangkul sahabatnya itu mereka pun tersenyum bersama.


Setelah ia menghabiskan makanannya, Victor menyusul Putri ke tempat duduknya, Putri yang juga sudah menghabiskan makanannya dengan lahap, sedang asyik bercanda dengan ketiga sahabatnya, membuat Victor selalu menahan emosinya apalagi melihat Rendi yang selalu menatap Putri dengan intens.


''Ini buat kamu..!'' ucap Victor yang mengeluarkan sebuah coklat persegi panjang berikatan pita merah hati dari saku celananya, dan diatasnya dihiasi dengan surat cinta berukuran kecil.


''Jangan lupa di makan ya!'' perintah Victor sambil mengelus kepala Putri dengan sayang.


Putri menatap Victor dengan sendu, sambil menerima pemberian Victor, ia tak habis pikir dengan Victor yang selalu bersikap romantis kepadanya, membuat dirinya begitu spesial dihadapan orang lain, sungguh lelaki seperti ini yang selalu ia damba-dambakan.


Sorot matanya tidak bisa berbohong, pancaran matanya yang berbinar menandakan kalau ia saat ini sangat senang sekali, membuat Victor tersenyum mengembang, kemudian ia berlalu dari sana.


Raysa yang begitu heboh dengan perlakuan Victor kepada sahabatnya, membuat orang disekitar menatapnya dengan bingung.


''Aduuuh...!! so sweet banget siih..!'' oceh Raysa tak karuan.


''Sumpah..! cowok lu keren abis Put, gue ga nyangka sebegitu spesialnya lu bagi dia, coba ama gue, cuek banget kaya bebek..!'' begitulah ocehan Raysa membuat semua orang menatapnya.


''Yaiyalah, emang lu siapanya? pembantunya juga kagak!'' sewot Riko menatap Raysa yang begitu lebay menurutnya.


''Apaan sih lu cebong panas, sewot aja!'' ketus Raysa.


''Lagian, timbang gitu doang heboh banget!'' oceh Riko lagi.


''Heh tiang listrik, lu nya aja yang kagak romantis, timbang gitu doang pale lu? bagi cewek hal-hal kecil gitu yang damagenya parah banget, bikin sayang terus jadinya.''


''Lu jomblo sih, jadi gak ngerasain!''


''Bodo amat!'' kaya lu yang nggak jomblo aja, sue...!!' umpat Riko.


Rendi begitu pusing mendengarkan perdebatan diantara mereka, hingga ia pun melerainya.


Sedangkan Putri yang acuh dengan perdebatan sahabatnya itu, berusaha mengejar dan memberhentikan langkah Victor.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2