Pacar Galak

Pacar Galak
Keluar Kota


__ADS_3

Hari ini Putra mendapatkan tugas dari perusahaan pusat untuk mengurus perusahaan cabang di luar kota, dengan sigap Hary sang asisten Putra menyiapkan semua keperluan mereka di luar kota nanti, dan tidak lupa mereka mengikutsertakan sekretaris baru Putra yang sudah masuk lebih dari 2 minggu ini.


Sekretaris baru yang bernama Cantika itu sangat bisa diandalkan, karena baru beberapa minggu bekerja dengan Putra, ia sudah bisa memperlihatkan kemampuannya dengan memenangkan satu tender, walaupun itu tender kecil, setidaknya untuk anak baru seperti ia, bisa dijadikan sebagai acuannya untuk meningkatkan kinerja kedepannya.


Mereka memulai perjalanan yang dikemudikan oleh Hary dan di sampingnya ada Putra, sedangkan Cantika duduk di kursi belakang mereka.


Seperti biasa, Putra akan berbincang-bincang apapun dengan Hary selama perjalanan, agar perjalanan mereka tidak membosankan.


Kedekatan Hary dan Putra menjadikan mereka tidak bisa dipisahkan, karena saling membutuhkan dalam pekerjaan, membuat mereka menjalin hubungan teman baik, tetapi apabila dalam bekerja, mereka akan tetap bersikap professional.


Yang apabila melakukan kesalahan, akan tetap dihukum walaupun mereka berteman baik.


Setelah beberapa lama berbincang mereka pun terdiam, Cantika yang merasa perjalanan ini membosankan, hanya menikmati sambil mendengarkan ocehan-ocehan kedua atasannya itu, kemudian Harry mengajak Cantika mengobrol agar ia merasa tidak bosan.


''Apa kamu udah menyelesaikan semua laporannya Cantika?” tanya Hary yang membuat Cantika kaget, karena barusan ia sedang melamun, entah apa yang ia pikirkan.


''Sudah pak, semua laporan yang akan di presentasikan pak Putra nanti, sudah saya kerjakan dan sudah saya kirim ke email bapak,'' ucap Cantika dengan santai.


''Nanti akan saya cek lagi, sampai di sana kita mempunyai waktu istirahat sampai sholat isya, kita akan menginap disana dan kamu akan tidur bersebelahan dengan kamar saya dan pak Putra, kalau ada apa-apa bisa menghubungi pelayan yang disana, atau boleh juga menghubungi saya,'' ucap Hary yang langsung di iyakan oleh Cantika.


Putra yang mendengarkan pembicaraan mereka hanya diam sambil melihat lurus ke jalan. Entah kenapa ada rasa aneh ketika ia melihat Hary dan Cantika begitu akrab, rasanya ia tidak terima.


Setelah beberapa lama, mereka sampai di tujuan dengan selamat dan mereka langsung memilih untuk beristirahat.


Putra dan Hary sudah menuju kamar hotel mereka, begitupun dengan Cantika yang kamarnya bersebelahan dengan Hary dan Putra.

__ADS_1


Dengan senang hati, Cantika memasuki kamar itu, ia langsung ke kamar mandi dan bergegas membuka pakaiannya berniat ingin berendam terlebih dahulu, sebelum berendam ia memasukkan beberapa tetes aromatheraphy yang disediakan pihak hotel ke dalam bath up, dan ia langsung berendam disana untuk meregangkan otot yang kaku selama perjalanan tadi.


Sudah 1 jam lebih Cantika berendam di bath up, membuat ia tertidur nyaman di sana, kemudian ia terbangun karena handphonenya yang terletak di atas nakas berbunyi, dan terteralah nama Hary yang langsung diangkat olehnya.


''Cantika.!! kamu lagi ngapain sih? kenapa lama mengangkat telfon saya?'' tanya Hary sedikit berteriak.


''Maaf pak! saya ketiduran, ada yang bisa saya bantu?'' tanya Cantika dengan sopan.


''Sekarang kamu siap-siap, pertemuan dengan klien akan dipercepat menjadi sore ini, karena mereka ada keperluan mendadak, saya dan pak Putra akan menunggu kamu 15 menit dari sekarang, dan saya tidak ingin kamu terlambat, kamu mengerti?” ucap Hary dengan nada penuh ancaman.


“Iya, baik pak...!'' ucap Cantika sedikit gugup, Seketika Hary langsung mematikan telfon dan Cantika membuang handphonenya kesembarang arah, ia langsung membersihkan badannya.


Ia sangat kesal kepada kedua bosnya yang sangat galak dan menyebalkan itu.


“K**alau sama gue galak banget, coba kalau kalian ngomong berdua kaya orang pacaran, ciih…! Menjijikkan! apakah kalian itu ganteng- ganteng tapi gay?” gumam Cantika sambil mempercantik dirinya di depan kaca.


Walaupun penampilannya sederhana, tetap membuat ia sangat cantik dengan penampilan apa adanya.


Setelah semuanya selesai Cantika keluar dari kamar hotelnya, ia kaget karena kedua bosnya sudah menunggu di depan kamarnya dari tadi.


“Maaf pak! membuat bapak menunggu, tapi saya tidak telat kan, pak?'' tanya Cantika sambil tersenyum dengan percaya dirinya, karena ia yakin kalau ia tidak telat.


Melihat Cantika yang tersenyum seperti itu membuat Putra tidak bergeming.


“K**enapa wanita ini sangat lucu dan menggemaskan,” gumam Putra di dalam hati. Putra pun langsung mengalihkan pandangannya kearah lain dan tampangnya langsung berubah datar.

__ADS_1


“Kamu sangat percaya diri ya, coba kamu lihat sudah berapa panggilan tak terjawab di handphone kamu? Kenapa kalau saya yang menelfon tidak kamu angkat, sedangkan Hary yang menelfon langsung kamu angkat? Tanya Putra dengan nada cemburu yang menampakkan tampang dinginnya.


Melihat Putra marah seperti itu, Cantika langsung menciut.


"Maafkan saya pak, saya ketiduran, dan saya tidak mendengar kalau handphone saya berbunyi," ucap Cantika dengan sedikit takut.


"Saya membawa kamu kesini untuk bekerja, bukan untuk bersenang-senang, sekali lagi kamu melakukan kesalahan, saya pastikan kamu akan mendapat hukuman,” ucap Putra yang langsung melangkah meninggalkan Cantika yang diiringi oleh Hary sang asistennya.


Sambil mengikuti kedua bosnya itu dari belakang, Cantika ngedumel di dalam hati.


“Dasar beruang kutub, kalian yang nyuruh gue istirahat, ya gue tidur lah, emang gue anak SD yang kalau disuruh istirahat malah pergi cari makan ke kantin kejujuran,” gumam Cantika di dalam hati.


Rapat pun berjalan dengan lancar, salah satu dari klien rapat tadi, yang bernama Ravel mengajak Putra untuk makan malam bersama malam ini, dan tidak lupa ia menyuruh Putra untuk mengajak sekretarisnya.


Ravel laki-laki kaya yang hanya menilai perempuan dengan uang itu, sepertinya sangat tertarik dengan Cantika, makanya ia menyuruh Putra untuk mengajak sekretarisnya itu.


Acara makan malam pun telah tiba, Cantika yang memakai dress selutut yang atasannya sedikit terbuka, dengan rambut diikat rapi ke atas, menampakkan leher jenjangnya membuat ia sangat anggun malam ini, dengan sedikit polesan make up natural membuat kecantikannya memang terpampang natural, karena ia memanglah tidak menyukai make up yang terlalu menor.


Tidak berapa lama, Cantika sudah sampai di tempat acara makan malam sebelum jam yang telah di tentukan, karena ia tidak mau telat dan membuat kesalahan lagi, yang membuat bosnya naik pitam nantinya.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih untuk teman-teman yang masih mau membaca novel ini, jangan lupa like, coment, dan votenya ya,


__ADS_2