Pacar Galak

Pacar Galak
Video Call Pertama


__ADS_3

Putri dan ibunya telah berada di meja makan, tidak lupa mereka mengajak Victor untuk makan bersama, sebenarnya, Victor menolak untuk diajak makan bersama, karena teman-temannya yang lain pasti sudah menunggunya, tetapi ibu Putri tetap memaksanya, dan Victor tidak bisa menolak permintaan dari calon mertuanya itu dan akhirnya menerima tawaran ibu Putri dengan senang hati.


Mereka pun makan bersama menikmati makanan yang telah disajikan oleh bi iyem tanpa ada yang bersuara.


Setelah semua selesai makan, Putri membantu bi iyem membawa piring kotor ke belakang, sedangkan ibu Putri menemani Victor duduk di ruang tamu. Tidak berapa lama, Victor pamit kepada ibu Putri untuk kembali ke sekolah karena ia masih ada kegiatan di sekolah.


Setelah pulang dari rumah Putri tadi, mood Victor menjadi sangat membaik, dengan semangat ia berlatih basket dan membuat teman-teman yang lain menjadi bersemangat juga, karena melihat sang kapten basket mereka sangat bersemangat dan antusias.


*


Malam telah tiba, Putri pun sudah selesai dengan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya, kemudian ia duduk di balkon sambil membawa novelnya, jam masih menunjukkan pukul 9 malam, yang berarti ia masih mempunyai waktu 1 jam lagi untuk bisa membaca novelnya, karena biasanya ia akan tidur jam 10 malam.


Sedang asyiknya berimajinasi dengan novelnya, Ibu Putri masuk ke kamar dengan membawa segelas susu untuk anak gadis kesayangannya, ritual yang setiap hari ia lakukan dengan memberi segelas susu yang dicampur madu, agar anaknya bisa tidur dengan rileks, dan pada saat bangun pagi, badan menjadi lebih segar untuk menghadapi hari-hari yang mereka lalui.


Putri sedikit berbincang dengan ibunya, menceritakan apa saja kejadian di sekolahnya hari ini, bu Sukma selalu memberi semangat kepada Putri yang selalu membuat Putri meyakini dan percaya diri dengan apa yang akan ia capai setiap harinya.


Tiba-tiba Hp Putri berdering dan terteralah nama Victor di sana, Putri dengan sebalnya menaruh Hp di atas nakas di dekat tempat tidurnya kembali.


''Kok nggak di angkat telfonnya dek? angkat dong ibu kan pengen liat calon mantu,'' ucap ibu menggoda Putri.


''Ibuuu..'' ucap Putri merengek dengan malu, entah kenapa ia menjadi malu seperti itu.

__ADS_1


Bu Sukma pun meraih telfon yang ada di nakas, ia langsung mengangkat telfon yang ternyata itu panggilan video call dari Victor.


Dengan senang hati bu Sukma mengangkat telfon tersebut, Victor langsung tersenyum karena yang mengangkat telfonnya ternyata calon ibu mertuanya.


Mereka sedikit melakukan perbincangan yang diiringi dengan gelak tawa tanpa menghiraukan Putri.


Putri sangat kesal melihat kedekatan Victor dengan ibunya,


''Kenapa sih dia sok baik di depan ibu, siapa juga yang mau jadi pacarnya,'' gerutu Putri.


Tetapi kenapa setiap dia menatap gue, bikin gue salah tingkah dan deg-degkan ya?'' gumam Putri dalam hati, dan ia berusaha menenangkan perasaannya yang sedang bergejolak.


Setelah beberapa lama, bu Sukma mengakhiri perbincangannya dengan Victor, dan memberikan handphone tersebut kepada Putri, bu Sukma juga langsung pamit keluar kamar, ia sungguh merasa sangat lucu melihat tingkah anaknya yang masih malu-malu itu.


''Ngapain sih lu video call gue segala? males banget," ucap Putri kesal.


Victor hanya menahan senyum mendengar ucapan Putri.


''Jangan galak-galak, nanti cantiknya hilang," ucap Victor dengan tampang dinginnya.


Mendengarkan ucapan Victor, Putri menjadi salah tingkah, untung saja Victor tidak bisa melihat wajahnya yang sudah seperti udang rebus, kalau sampai Victor melihatnya, sudah dipastikan ia akan terus menggoda Putri yang masih malu-malu.

__ADS_1


''Sekarang tidur! besok pagi lu berangkat bareng gue, gue tunggu di depan rumah, jangan sampai telat,'' titah Victor kepada Putri, ia langsung mematikan telfon secara sepihak tanpa meminta persetujuan apapun dari Putri.


''Gue tau, pasti lu akan menolak berangkat bareng gue, tapi gue ngga mau tau! karena gue sudah terlanjur sayang sama lu, Put!'' gumam Victor.


"Mungkin sekarang lu nolak gue, tapi gue akan berusaha buat lu jatuh cinta sama gue," gumam Victor lagi,


Ia senyum-senyum sendiri membayangkan tingkah Putri yang selalu membuat moodnya membaik, sambil menatap langit-langit kamarnya, ia terhanyut ke dalam mimpinya yang indah.


Sedangkan Putri nampak kesal setelah Victor mematikan telfon tanpa meminta persetujuan darinya.


Ia frustasi sendiri, karena jantungnya selalu berdegup kencang ketika mendapat perlakuan apapun dari Victor.


Karena tidak mendapatkan jawaban dari pikirannya yang sudah melayang entah kemana, ia memutuskan untuk langsung tidur saja, dan ia pun tertidur dengan hati yang masih bertanya-tanya.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2