Pacar Galak

Pacar Galak
Permintaan


__ADS_3

Raysa berceloteh kepada kedua sahabatnya,


''Duh...! mereka serasi banget ngga sih?'' tanya Raysa kepada Rendi dan Riko. Riko hanya mengiyakan ucapan Raysa sedangkan Rendi sepertinya tidak suka dengan apa yang di ucapkan oleh Raysa.


''Iya sih serasi, tapi apakah Putri bahagia dengan hubungan yang tidak didasari cinta seperti itu, malah seperti dipaksakan,'' ujar Rendi dengan tampang datarnya.


''Ih....! kok lu ngomongnya gitu sih, Rend?'' balas Raysa tidak suka.


''Gue yakin kok, Putri pasti bahagia sama kak Victor, walaupun Putri belum mencintai kak Victor sih, tetapi selagi kak Victor terus berusaha, dan selalu ada buat Putri, pasti rasa itu akan tumbuh dengan sendirinya, apa lu gak liat, sekarang sudah tidak ada penolakan dari Putri, mungkin saja sekarang benih-benih cinta itu sudah mulai ada,'' ucap Raysa panjang lebar.


Mendengar ucapan Raysa, membuat Rendi semakin badmood, ''Dih...! sok tau banget lu, kebanyakan nonton drama lu yak?'' ketus Rendi kepada Raysa.


“Dih...! kok lu yang nyolot, Rend?'' ucap Raysa dengan kesal.


Mendengarkan perdebatan antara Rendi dan Raysa, membuat Riko semakin pusing,


“Kok malah kalian yang berantem sih? biar aja itu menjadi urusan mereka, ayok kita ke kelas, bentar lagi bel berbunyi,” Perintah Riko dengan nada kesalnya sambil berjalan meninggalkan Rendi dan Raysa.


Sedangkan di tempat lain, Victor membawa Putri ke belakang sekolah yang terlihat sepi, Putri menjadi bingung kenapa Victor membawanya kesini


''Lu mau ngomong apa sih sebenarnya, sampai bawa gue kesini?'' tanya Putri sambil menatap Victor dengan bingung.


Victor menghela nafas pelan menahan emosi,


''Gue boleh minta sesuatu?'' Tanya Victor dengan wajah datarnya.


.“Lu mau minta apa?'' Tanya Putri penuh selidik, karena ia takut jika Victor meminta yang tidak-tidak kepadanya, mengingat Victor membawanya ke tempat sepi seperti ini.


‘’Gue minta, lu jangan dekat-dekat dengan cowok lain, walaupun itu sahabat lu sendiri,'' ucap Victor.


''Maksud lu apaan? Kenapa lu larang-larang gue dekat dengan cowok lain, jangan karna gue baikin, lu jadi seenaknya ngatur-ngatur gue kaya gini,'' bentak Putri dengan kesal.


''Lu ingat waktu gue nemenin lu di UKS? gue pernah bilang kalau lu jadi pacar gue, lu ga boleh dekat sama cowok lain, Ingat?'' tanya Victor sambil menatap Putri dengan tajam.


Putri pun terdiam dan ia teringat dengan ucapan Victor waktu di UKS itu.


Kalau lu diam, berarti lu ingat, dan sekarang lu sudah jadi pacar gue, jadi gue minta, lu jaga perasaan gue, seperti gue menjaga perasaan lu,'' ucap Victor menatap dalam mata Putri.


Tingkah Victor yang membuat jantungnya berdegup kencang, membuat ia selalu salah tingkah apabila menatapnya, membuat ia hanya bisa terdiam tanpa bisa berucap meluapkan isi hatinya.


Apakah itu yang dinamakan cinta? Batinnya.


Bel masuk pun berbunyi, Melihat Putri hanya terdiam membisu, membuat Victor berasumsi, kalau Putri paham dengan apa yang dia ucapkan.


Victor menarik tangan Putri dengan lembut, ''Ayo gue antar ke kelas! bel sudah berbunyi,'' ucap Victor dan Putri mengiringi langkah Victor dari belakang.


Di sepanjang perjalanan menuju kelas, banyak pasang mata yang melirik mereka, ada yang menatap kagum atau pun iri.

__ADS_1


Victor hanya melewati mereka dengan tatapan datar dan dingin, sedangkan Putri yang selalu bersikap cuek dan bodo amat hanya berjalan santai tanpa menggubris tatapan mereka.


Bahkan, ada senior yang menaruh hati kepada Victor, tampak tidak senang menatap Putri, terlihat mereka sangat tidak menyukai hubungan Putri dan Victor.


Setelah tiba di depan kelas Putri, Victor pun pamit untuk masuk ke kelasnya, karena ia juga akan mengikuti pelajaran selanjutnya.


Putri hanya mengangguk dan menatap kepergian Victor, setelah itu ia berjalan menuju bangkunya sambil tersenyum kecil.


''Cieee...! ada yang seneng nih, dianterin pangeran sampai depan kelas,'' ucap Raysa menggoda Putri.


Putri hanya tersipu malu mendengar ucapan Raysa, karena semua mata memandang ke arahnya dan membuat ia menjadi salah tingkah.


Tidak berapa lama, datanglah guru yang mengajar mereka, semua murid pun bersiap-siap untuk memulai pelajaran selanjutnya.


*


Jam pulang telah tiba, semua siswa berhamburan keluar gerbang, Raysa pamit pulang duluan, karena seperti biasa, mamanya sudah menunggu di depan gerbang, sedangkan Riko sudah duluan ke parkiran karena ia harus buru-buru untuk mengantarkan mamanya berbelanja, tinggallah Rendi dan Putri berjalan bersama menuju gerbang sekolah.


''Put...! lu beneran serius pacaran sama kak Victor? tanya Victor membuka pembicaraan.


''Maksud lu gimana?'' tanya Putri bingung.


''Gue tau semuanya kok,'' ucap Rendi tersenyum ke arah Putri.


''Jangan dipaksakan kalau lu ngga bisa, karena sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik, Put!'' ucapnya lagi.


''Iya sih, Rend! gue ngerti maksud lu, tapi ngga tau kenapa akhir-akhir ini, ada yang aneh sama perasaan gue ketika bertatap muka dengannya, sebelumnya gue belum pernah merasakan seperti ini, Rend!'' ucap Putri dengan serius.


Rendi menghela nafas mendengar pengakuan Putri, nampak raut kecewa di wajahnya mendengar pengakuan Putri tersebut, tetapi itu tidak ia perlihatkan kepada Putri, ''Kalau seperti itu, berarti lu sudah punya rasa sama dia, ya ngga papa sih, semoga kalian berjodoh ya, gue selalu mendoakan yang terbaik buat lu, Put!'' ujar Rendi.


''Tapi seandainya nanti lu butuh teman cerita, teman untuk berbagi suka atau pun sedih, gue akan selalu ada buat lu dan lu jangan sungkan sama gue,'' ucap Rendi lagi dengan tulus.


''Makasih ya Rend, lu emang sahabat gue paling ngerti gimana gue, apapun yang terjadi lu jangan pernah berubah ke gue ya Rend, gue ngga mau kehilangan sahabat seperti lu, '' ucap Putri berharap.


Dengan senang hati Rendi mengiyakannya. Karena ia juga tidak mau kehilangan Putri.


Mereka telah tiba di gerbang sekolah, rencananya, Rendi dan Putri akan pulang bersama dengan angkot, karena rumah mereka yang searah, kebetulan hari ini Rendi tidak membawa motor karena motornya masuk bengkel.


Sambil menunggu angkot mereka membicarakan tentang novel terbaru yang akan keluar minggu ini, dan mereka berencana sebelum pulang akan singgah terlebih dahulu ke toko buku langganan Putri dan ayahnya.


Ketika sedang asyik bercerita, ponsel Putri berdering, dan disana tertera lah nama Victor yang langsung di angkat oleh Putri.


''Lu ada dimana? Tanya Victor di sebrang sana.


''Gue ada di depan gerbang, lagi nungguin angkot, kenapa?'' Tanya Putri sedikit cuek.


''Sama siapa?'' Tanya Victor lagi, Putri pun terdiam sejenak, karena ia bingung harus ngomong apa, tetapi ia harus jawab jujur.

__ADS_1


''Sama Rendi,'' ucap Putri sedikit takut.


Mendengar pengakuan Putri, Victor menghela nafas menahan emosi dan berkata, ''Tunggu gue di sana...!'' perintah Victor sedikit membentak dan ia langsung mematikan telfon secara sepihak.


Sebenarnya Victor sudah tau kalau Putri ada di gerbang sekolah bersama Rendi, ia hanya memastikan Putri berbohong atau tidak, sedangkan ia berada di parkiran mobil bersama pengawalnya sambil melihat Putri dari kejauhan.


Putri meminta maaf kepada Rendi karena ia harus pulang dengan Victor dan rencana ke toko buku dengan Rendi ia batalkan dulu.


Rendi mengerti dengan keadaan Putri, dan ia pun mengiyakannya, walaupun ada sedikit kecewa terbesit dihatinya, tetapi ia berusaha menutupinya.


Angkot yang di tunggu-tunggu telah tiba, Rendi pun pamit kepada Putri.


Putri merasa lega karena Rendi sudah duluan pergi, sebelum Victor datang, ia takut nanti Victor akan berbicara yang tidak-tidak kepada Rendi.


Setelah kepergian Rendi, datanglah mobil Victor yang pintunya langsung dibukakan oleh pengawalnya.


Putri berterima kasih kepada pak Nanang yang tidak lain adalah pengawal Victor yang langsung diangguki oleh pak Nanang sambil tersenyum.


Di dalam mobil Putri hanya diam, ia hanya menatap keluar jendela sambil melihat jalanan kota.


Victor yang sebelumnya sangat kesal, menjadi bertambah kesal karena Putri hanya diam kepadanya tanpa menjelaskan apa-apa.


Victor pun memulai pembicaraan, ''Kenapa harus sama Rendi? teman lu dia doang?'' ketus Victor dengan nada kesalnya.


Putri pun terdiam sejenak dan memikirkan jawaban yang sekiranya bisa diterima Victor.


''Iya, maaf! kebetulan tadi Raysa sama Riko pulang duluan, jadi tinggal gue sama Rendi,'' jawab Putri seadanya.


''Lu mau pulang bareng dia juga?'' tanya Victor menatap tajam Putri.


''Iya, karena rumah kita searah, dan gue juga mau singgah ke toko buku, makanya kita bareng, karena ia mau ke toko buku juga,'' jawab Putri dengan tenang.


Victor bertambah kesal mendengar jawaban Putri.


''Gue nggak suka! kenapa lu masih nggak dengerin gue,'' bentak Victor.


''Gue udah ngomong baik-baik sebelumnya, trus lu maunya gue ngomong kaya gimana biar lu paham?'' bentak Victor lagi dengan tampang dinginnya, sambil menatap tajam ke arah Putri.


Nyali Putri menciut melihat tampang Victor yang dingin seperti kulkas tiga pintu.


.


.


.


selamat membaca guys☺️

__ADS_1


__ADS_2