Pacar Galak

Pacar Galak
Meragukan


__ADS_3

Setelah di antar Putra tadi, Putri dengan semangat berjalan menuju kelasnya. Ia sudah tak lagi bersedih seperti kemaren, karena ia ingin serius untuk belajar dan tidak mau nilainya turun karena urusan percintaannya. Dan sekarang Putri juga sudah tidak terlalu memikirkan Victor, ia menganggap hubungannya dengan Victor sudah berakhir dan tidak mau berurusan lagi dengan Victor.


Sesampainya di depan kelas, Raysa yang sudah terlebih dulu datang ke sekolah melihat Putri, ia langsung berteriak histeris, ia berlari ke arah Putri dan langsung memeluk Putri dengan erat, seperti sudah tidak bertemu bertahun-tahun saja.


Sedangkan Riko dan Rendi yang kebetulan juga sudah datang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Raysa yang seperti anak kecil.


''Lu beneran udah sehat, Put? padahal rencananya kita-kita mau jengukin elu nanti sepulang sekolah,'' ucap Raysa sambil menggandeng tangan Putri menuju tempat duduk mereka.


''Alhamdulillah Ray, seperti yang lu lihat sekarang, gue udah lebih membaik,'' balas Putri sambil memberi senyuman terindahnya.


Semua sahabat Putri pun membalas senyum Putri dengan senang hati, terlebih dengan Rendi, ia sangat senang melihat Putri hari ini yang kelihatan begitu fresh tidak seperti kemaren yang lemah dan lesu, seperti tidak ada gairah hidup saja.


Tapi Rendi masih meragukan Putri yang sedang baik-baik saja, sepertinya ia harus menanyakan sekali lagi kepada Putri, siapa tau Putri sudah mau cerita tentang masalah yang ia hadapi kemaren, pikir Rendi.


Ketua kelas Putri mengumumkan kalau hari ini mereka dikasih tugas karena guru-guru di sekolah mereka akan mengadakan rapat. Semua murid bersorak sangat senang karena mereka tidak belajar dijam pertama ini.


Begitulah kalau menjadi murid, hal yang membahagiakan bagi mereka apabila mendapat kabat kalau guru-guru sedang rapat, atau berhalangan hadir, karena dengan begitu mereka dapat bercengkrama dengan temen sebangku sambil mengerjakan tugas yang diberikan guru, bukankah begitu??


Putri dan ketiga sahabatnya sedang sibuk mengerjakan tugas yang diberikan guru mereka, dalam hal belajar mereka akan serius, dan mengerjakan semua tugas dengan sungguh-sungguh setelah itu baru mereka akan bercengkrama lagi seperti teman-teman mereka yang lain.


Ketika sedang asyik mengerjakan tugasnya, Putri dikagetkan dengan kedatangan Victor yang tiba-tiba.


''Put ikut aku bentar yok? aku mau ngomong sama kamu,'' ucap Victor dengan muka datarnya.


''Ngomong disini aja, lu mau ngomong apa?'' balas Putri cuek.


Victor kaget mendengarkan Putri yang cuek dan ketus seperti itu, ia sadar pasti Putri sangat marah terhadapnya.


''Aku maunya ngomong berdua aja, ayo ..!'' ajak Victor sambil menarik tangan Putri dengan lembut.


Putri langsung melepaskan tangannya yang di genggam Victor dengan kasar.

__ADS_1


''Jangan sentuh gue, gue nggak ada urusan lagi sama lu, dan sekarang lu boleh pergi,'' ucap Putri dengan ketus.


Semua orang yang ada disana terkejut melihat pertengkaran antara Putri dan Victor, apalagi dengan ketiga sahabat Putri, mereka sangat kaget atas perlakuan Putri kepada Victor.


''Put..! aku bisa jelasin semua, aku mohon kamu dengerin dulu semua penjelasan aku, setelah kamu mendengarnya, terserah kamu mau tetap marah sama aku atau tidak, aku mohon Put,'' ucap Victor dengan tampang memohonnya.


''Tidak ada yang perlu di jelasin lagi, sekarang lu keluar..!! ucap Putri sedikit membentak.


''Tapi Put..''


''Gue bilang, keluar..!!''ucap Putri masih dengan nada sedikit membentak.


Karena tidak ingin membuat keributan disana, Victor pun keluar dengan tampang dinginnya membuat semua yang ada di sana sangat takut melihat Victor.


Seketika tubuh Putri bergetar menahan emosinya yang belum bisa ia luapkan, tetapi tetap ia simpan karena ia tidak mau memperpanjang masalah.


Raysa yang melihat itu langsung histeris dan memeluk Putri untuk menenangkan Putri.


''Put apa yang terjadi? tolong ceritain ke gue Put,'' ucap Raysa sedikit memaksa.


''Udahlah Ray, biarin Putri tenang dulu, nggak usah banyak tanya, kalau situasinya udah pas pasti Putri bakalan cerita,'' ucap Rendi dengan tatapan geram. Ia geram bukan karena Raysa melainkan karena Victor yang sudah membuat Putri seperti sekarang ini.


''Sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka, kenapa Putri sampai sebegitu marahnya. Gue harus cari tau, kalau sampai Victor macam-macam, awas aja lu ya,'' geram Rendi lagi.


Mengingat ucapan Rendi ada benarnya juga, Raysa pun berusaha diam walaupun ia masih penasaran dengan Putri apa yang sebenarnya terjadi.


Menyadari kalau ia menjadi pusat perhatian teman-teman sekelasnya Putri pun ingin pamit untuk ke toilet.


"Gue mau ke toilet dulu ya," pamit Putri.


"Put gue ikut ya," ucap Raysa.

__ADS_1


"Tidak usah Ray gue pengen sendiri dulu," balas Putri sambil berlalu.


Raysa pun hanya mengangguk membalas perkataan Putri, walaupun ia sangat khawatir dengan keadaan Putri, tetapi ia harus menghargai keputusan Putri untuk menyendiri dulu.


Tiba di toilet Putri membasuh mukanya dengan air mengalir, agar pikirannya sedikit lebih tenang.


Baru beberapa menit menenangkan diri, Putri dikejutkan dengan suara perempuan yang tak lain itu adalah Helena.


"Jadi lu disini? hahaha... kenapa muka lu seperti itu?bdiputusin Victor ya, hahaha makanya lu bocah tengil jangan sok kecantikan deh, sok-sok mau ngelawan gue lagi.''


"Btw kemaren itu gue udah jadian loh sama Victor, gue seneng banget akhirnya gue jadian sama pujaan hati gue, yang sebelumnya direbut sama wanita penggoda kaya lu," ucap Helena memanfaatkan kejadian kemaren Untuk memanasi Putri.


"Hahahaha .... wanita penggoda??" tanya Putri mengulang ucapan Helena sambil memutar bola matanya malas.


"Bukannya lu wanita penggodanya? lu yang merebut Victor dari gue? secara gue kan pacarnya sedangkan lu masih ngejar-ngejar dia, kasian amat sih!''


"Yasudah lah ya, lu ambil aja tuh bekas gue, emang penghianat seperti Victor cocoknya sama wanita penggoda kaya lu, serasi banget dah kayanya," ucap Putri sambil berjalan keluar toilet.


Dengan kesal Helena mengejar Putri keluar toilet dan langsung menampar pipi Putri.


"Brengsek lu ya beraninya lu ngehina gue kaya gitu," bentak Helena.


Putri pun kaget dan langsung memegang pipinya, ia berusaha untuk mengontrol dirinya agar tidak terpancing oleh perbuatan Helena.


"Hahaha..! lah, kok lu marah sih? bukannya gue ngehina lu, tetapi ini sesuai fakta yang gue omongin, karena gue tidak punya kerjaan untuk mengarang-ngarang cerita kaya lu, udah ah males gue ngeladenin lu,'' ucap Putri, dan ia pun berjalan menuju kelas sambil menahan kesal.


"Kayanya hari ini gue apes banget dah, ketemu penghianat dan ditampar si brengsek itu, bikin gue badmood saja, celoteh Putri sambil berjalan dengan cepat menuju kelasnya.


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2