Pacar Galak

Pacar Galak
Flash Back 3


__ADS_3

Surya menatap Ningrum dengan tatapan sendu, ia berusaha menguatkan hatinya untuk jujur kepada Ningrum tentang perasaannya, setelah itu ia akan pamit kepada Ningrum, karena ia berniat untuk keluar kota, memulai hidup baru tanpa ada bayang-bayangan Ningrum.


Ia tidak ingin merusak hubungannya dengan Diky cuma karena urusan perempuan, dan kali ini ia sangat yakin kalau Ningrum dan Diky telah berpacaran, mengingat kedekatan Diky dan Ningrum ia mengira kalau Ningrum akan menerima Diky, kemaren ia langsung pulang, tanpa ingin tau apa sebenarnya yang terjadi.


''Kamu mau berbicara tentang apa?'' tanya Ningrum yang melihat Surya hanya terdiam.


Setelah terdiam lama, Surya memulai pembicaraannya, ''Ningrum, aku ingin jujur tentang perasaan ku kepadamu, maafkan aku yang sudah lancang, seharusnya aku tidak membicarakan ini, tapi aku harus jujur agar hatiku lebih tenang, dan setelah ini akan aku pastiin kalau aku tidak akan pernah mengganggu hubungan mu dengan Diky, dan aku akan menjauh darimu,'' ucap Surya yang sudah tidak kuat menahan air matanya.


''Maksud kamu apa? menjauh bagaimana? bukannya setelah lulus kita akan memulai bisnis bersama dengan sahabat kita yang lain? memangnya kamu mau kemana?'' tanya Ningrum polos, bertubi-tubi pertanyaan yang ia lontarkan, sungguh ia tidak paham apa yang sebenarnya dimaksud oleh Surya.


''Ningrum.! aku mencintaimu,''


Deg...!!


Jantungnya berdebar kencang, panas menjalari seluruh tubuhnya, bibirnya kaku untuk berucap, perasaan yang sudah lama ia pendam, akhirnya terbalaskan. Ningrum terdiam membisu, ia tidak tau harus bagaimana mengungkapkan rasa senangnya saat ini.


''Maafkan aku Ningrum , maafkan..!!'' ucap Surya sambil menggenggam kedua tangan Ningrum yang dari tadi hanya terdiam menatapnya.


''Aku berjanji tidak akan mengganggu hubunganmu dengan Diky, makanya setelah wisuda nanti aku akan langsung keluar kota untuk mencari kehidupan yang baru lagi, agar hati ini tidak terlalu sakit,'' ujar Surya lagi.


Ningrum membulatkan matanya mendengar permintaan maaf Surya. ia tidak menyangka kalau Surya akan mengira ia sudah menjalin hubungan serius dengan Diky.


Hati Ningrum begitu sakit, mendengar Surya yang akan menjauh darinya, padahal baru sebentar ini ia merasakan kebahagian atas pengakuan Surya, tetapi setelah itu ia dijatuhkan lagi, bagaikan disanjung-sanjung setinggi langit kemudian dihempaskan ke samudera paling terdalam.


Ningrum menggeleng-gelengkan kepalanya, pertanda ia tidak setuju dengan semua ucapan Surya.


''Jangan pergi..!'' ucapan itu langsung terlontar dari mulut manis Ningrum.


Surya yang masih menatap Ningrum sedari tadi, merasa bingung dengan ucapan Putri.


''Sudah lama aku memendam perasaan ini, tetapi setelah perasaanku terbalaskan, kamu berniat ingin meninggalkanku dengan rasa yang ada,'' balas Ningrum dengan mata yang sudah berkaca-kaca menahan tangisnya.

__ADS_1


Surya kaget mendengarkan pengakuan Ningrum, ia tidak menyangka kalau Ningrum mempunyai rasa yang sama dengannya.


''Kamu serius?'' tanya Surya dengan sangat antusias.


Ningrum pun mengangguk sambil tersenyum, ia ingin meyakinkan Surya bahwa ia mempunyai perasaan yang sama dengannya.


Surya tersenyum senang mendengar pengakuan Ningrum, tidak menunggu waktu yang lama, raut mukanya berubah kembali menjadi masam, mengingat Diky sahabatnya.


''Bukannya kamu sudah bersama Diky?'' tanya Surya penuh selidik.


Ningrum kembali menggelengkan kepalanya lagi pertanda itu tidak benar.


''Aku sudah menganggap ia seperti saudaraku sendiri, tidak mungkin aku menjadikannya kekasihku,'' ujar Ningrum.


''Kamu menolaknya?''


''Iya..!'' balas Ningrum singkat.


Surya kembali menggenggam tangan Ningrum yang sempat terlepaskan dan berucap,


''Ningrum, aku menyayangimu, tetapi rasa ini hanya akan aku pendam sendiri, karena aku tidak mempunyai pilihan lain, aku harus pergi, aku tidak mau Diky terluka dengan hubungan kita nantinya, aku mohon terimalah perasaan Diky.!'' ujar Surya yang masih menggenggam tangan Ningrum dan menatap sendu matanya.


''Tidak..!'' bentak Ningrum dan melepaskan tangan Surya dengan kasar, membuat sang empunya begitu kaget dengan perlakuannya.


''Kalau kamu memang menyayangiku, kau tidak akan pernah melepaskan ku begitu saja kau pasti akan memperjuangkannya, kau terlalu egois, aku sungguh membencimu..!" ujar Ningrum dengan suara tinggi dan melangkahkan kakinya meninggalkan Surya.


Belum sempat Ningrum menjauh, Surya menarik tangan Ningrum yang membuat Ningrum jatuh ke dalam pelukannya, ia memeluk Ningrum dengan erat walaupun saat ini Ningrum sedang memberontak untuk di lepaskan.


''Maafkan aku...!'' tegasnya dengan lembut masih dengan memeluk Ningrum.


''Diky...!'' ucap Ningrum yang melihat Diky menatap matanya dengan sendu dari kejauhan.

__ADS_1


Diky, Heru dan Sukma menyaksikan semua yang terjadi diantara mereka. Sebenarnya Diky ingin mencari Ningrum untuk meminta maaf dan ingin menjalin hubungan baik lagi dengannya, karena ia sadar sebuah perasaan tidak akan bisa dipaksakan.


Setelah mengambil perlengkapan wisuda tadi, ia mencari keberadaan Ningrum, tetapi ia tidak menemukan Ningrum, ia hanya bertemu dengan Heru dan Sukma, dan mereka memberitahukan kalau Putri sudah pulang duluan, makanya mereka berjalan ke arah gerbang untuk pulang bersama, dan Diky berniat untuk bermain ke rumah Ningrum.


Tetapi belum sempat ia menuju gerbang, ia melihat pemandangan yang tidak mengenakkan, melihat sahabatnya mengungkapkan perasaan kepada wanita yang telah lama ia cintai.


Mirisnya, wanita yang selalu ia dambakan itu, juga menerima cinta sahabatnya, terjawab sudah pertanyaan ia selama ini, kalau Ningrum mencintai lelaki lain, yang ternyata itu sahabat baiknya.


Surya yang mendengar nama sahabatnya dipanggil, langsung melepaskan pelukannya. Ia melihat Diky, Heru dan Sukma saling menatapnya.


Sedangkan Putri langsung berlari mengejar Diky, bukannya malah menunggu. Diky juga berlari sekuat tenaga meninggalkan Ningrum yang berusaha mengejarnya. Ia begitu sangat kecewa saat ini, ia berlari menjauh meninggalkan semua.


Surya dan Heru yang juga mengejarnya tidak bisa untuk menghentikannya. Ia sudah berlari menuju taksi yang sempat ia hentikan di tengah jalan dan berlalu meninggalkan semua sahabatnya yang ada di sana.


''Sahabat macam apa kalian...!'' bentak Heru yang tidak terima dengan semua kekacauan sahabatnya, kemudian Heru dan Sukma meninggalkan Surya dan Ningrum tanpa mengucapkan apapun lagi.


''Ningrum terduduk lemah dan tak berdaya, ia tidak tau harus bagaimana lagi, ia mengeluarkan handphonenya dan berusaha untuk menghubungi Diky tetapi usahanya sia-sia, nomor yang ia hubungi tidak aktif.


Diky memang mematikan telfonnya, karena ia tau pasti Ningrum akan menghubunginya. Ia hanya ingin menyendiri untuk saat ini. Jujur saja, ia sebenarnya tidak marah, ia tidak kesal, tetapi ia hanya merasa kecewa yang sangat mendalam dengan semua kenyataan yang ada.


Surya yang melihat Ningrum seperti itu merasa bersalah, ia membujuk Ningrum untuk pulang bersamanya, karena dengan kondisi Ningrum seperti ini, ia tidak akan sampai hati meninggalkan Ningrum dan pulang sendirian.


Di dalam perjalanan pulang, hanya kata-kata maaf yang dapat ia lontarkan oleh Surya, karena ia merasa kalau semua kekacauan yang terjadi itu karena ulahnya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2