Pacar Galak

Pacar Galak
Meluluhkan Hatinya


__ADS_3

Setelah kepergian Damar dari ruangan itu, pintu pun dikunci oleh anak buahnya, sedangkan Wiliam terduduk lesu sambil memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa keluar dari ruangan yang sumpek dengan cahaya yang tidak terlalu terang itu.


''Brakh...!''


Wiliam dikagetkan dengan suara kayu yang jatuh di belakangnya, ternyata bukan hanya ada dia seorang di dalam ruangan itu.


''Kau siapa?'' bentak Wiliam sedikit berteriak, karena ia begitu kaget dengan adanya seorang lelaki yang sepertinya lebih tua darinya masih berpakaian rapi.


''Ssst... diam!'' bisik lelaki itu yang masih bersembunyi di balik lemari tua yang sudah lapuk dimakan rayap.


Kemudian lelaki itu, keluar dari persembunyiannya dan melangkahkan kaki menuju tempat Wiliam disekap.


''Nama gue Putra, gue akan menolong lu agar bisa keluar dari sini, lu teman Victor, kan??'' tanya lelaki itu.


''Iya, nama gue Wiliam, ada hubungan apa anda dengan Victor?'' tanya Wiliam penuh selidik.


''Gue abangnya Putri, lu pasti tau kan siapa Putri?''


Wiliam hanya mengangguk dengan kaget, karena bingung dengan apa yang baru saja diucapkan oleh lelaki di depannya itu.


''Kenapa abang mau membantu Victor? bukannya ia telah menyakiti adik lu, bang?'' tanya Wiliam dengan tampang lesunya.


Putra hanya tersenyum mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh anak remaja di depannya itu.


''Jadi Victor belum menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada kalian??? baiklah, lu harus mendengarkan cerita gue,'' ucap Putra sedikit antusias dengan suara yang masih sangat pelan, karena ia sangat takut apabila percakapannya didengar oleh preman yang berjaga di luar.


Putra menceritakan semua yang terjadi tanpa ada yang ia sembunyikan, Wiliam yang mendengar semua penjelasan Putra, langsung memasang muka kaget dan bingung, karena semua yang terjadi memang diluar dugaannya, apakah pantas ia masih dipanggil sahabat, dikala Victor sedang mempunyai masalah, ia tidak ada disampingnya, justru ia malah membenci sahabatnya sendiri.


Setelah Putra menceritakan semua yang terjadi, mereka pun terdiam, yang tercipta hanyalah suasana hening diantara mereka, terdengar deru nafas yang memburu, sambil mereka memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari ruangan itu.


''Bu, Putra kemana? kenapa ia belum pulang?'' tanya Pak Surya kepada istrinya.


''Putra tidak pulang hari ini yah, katanya ia ada urusan keluar kota bersama Hary,'' balas bu Ningrum.


''Ayo kita ke meja makan untuk makan malam yah, ayah duluan saja ke bawah, ibu mau memanggil anak gadis kita dan temannya dulu,'' ucap bu Ningrum dan berlalu meninggalkan suaminya, dan menuju ke kamar anak perempuannya itu.


Setelah berkumpul di meja makan, Putri pun bingung karena tidak melihat abangnya di meja makan.

__ADS_1


''Bu, abang kemana bu?''


''Abangmu lagi ada urusan keluar kota, nak! ayo kita makan, ibu sudah keburu lapar,'' ucap bu Ningrum antusias.


''Nak Raysa makan yang banyak ya, jangan malu-malu, anggap aja ini rumah sendiri,'' ucap bu Ningrum sambil tersenyum.


''Iya baik tante, terima kasih tante dan om, sudah menerima aku dengan baik di sini, selamat makan,'' ujar Raysa tersenyum senang.


Semua yang ada di sana pun tersenyum melihat senyum tulus dari wajah Raysa, mereka pun makan malam bersama tanpa ada yang bersuara, hanya dentingan sendok yang saling bertautan menemani makan malam mereka dengan tenang.


''Put, besok setelah absen pagi, kita nonton tanding basket yuk,'' ucap Raysa yang sedang asyik memainkan hpnya di kamar Putri.


Setelah selesai makan malam, Raysa dan Putri pamit kepada orang tua Putri untuk mengistirahatkan diri di kamar.


Kebetulan malam ini Raysa menginap di rumah Putri, karena besok mereka ingin berangkat sekolah bareng, tetapi mereka tidak belajar, karena sekolah mereka disibukkan dengan perlombaan basket.


''Nggak ah, males gue Ray, palingan setelah absen, gue ke toko buku aja, kalau waktu absen pulang, gue balik lagi ke sekolah,'' balas Putri yang sedang sibuk membaca novelnya.


''Yaah...! kok lu nggak asyik gitu sih Put, gue nggak mau tau, pokoknya lu harus ikut,'' balas Raysa dengan ketus.


Sedangkan Raysa sangat senang karena Putri mau ikut dengannya besok, kemudian ia terlihat sedang sibuk mengetik sesuatu di hpnya.


^^^Raysa^^^


^^^Akan gue pastiin Putri menonton lu bertanding besok, kak!^^^


Sepuluh menit kemudian.


^^^Victor^^^


^^^Baik, terima kasih atas bantuannya.^^^


^^^Raysa^^^


^^^Iya, sama-sama kak.^^^


"Dasar! kulkas tiga pintu, dingin bangat kaya batu es, tapi kenapa Putri betah menjalin hubungan dengan orang seperti dia ya? gue mah ogah," gumam Raysa di dalam hati sambil mengutak-ngatik hpnya, entah apa yang ia lakukan.

__ADS_1


Putri yang sedang asyik membaca novel sambil berimajinasi tinggi, telah tertidur dengan novel yang sudah berhamburan kemana-mana, Raysa yang melihat sahabatnya seperti itu hanya menggeleng-gelengkan kepala.


Ia menyusun novel Putri yang berserakan, dan menyelimuti Putri agar tidak kedinginan. Selang berapa saat terdengar bunyi ketukan pintu dari luar, Raysa pun bergegas membukakan pintu kamar Putri.


"Eh tante, ayo masuk tante, tapi Putrinya sudah tertidur tante," ujar Raysa dengan sopan.


"Ooh..! Putri sudah tidur, tumben sekali anak itu sudah tidur, biasanya ia nggak akan bisa tidur kalau tidak minum susu panas bikinan tante," ucap bu Ningrum sambil melangkahkan kakinya menuju kasur anaknya, sambil membawa dua gelas susu di atas nampan.


"Ya sudah, nih! tante juga bikinin buat kamu, ayo diminum!'' ujar bu Ningrum sambil mengambil satu gelas susu dan memberikannya kepada Raysa, dan Raysa meminumnya dengan sangat lahap.


''Nak, akhir-akhir ini Putri lebih banyak diam dan murung, ia tidak seperti biasanya, apa kamu tau penyebabnya?" tanya bu Ningrum kepada Raysa dengan suara lirih, agar Putri tidak terbangun mendengar percakapan mereka.


Raysa pun bingung bagaimana menjelaskannya kepada ibu sahabatnya ini.


Melihat Raysa yang terdiam, bu Ningrum kembali berucap, ''Tante tau kok nak, kalau Putri dan Victor sudah memutuskan hubungan mereka, tetapi apa benar kalau Victor itu selingkuh? seperti yang diceritakan Putri kepada tante?'' tanya bu Ningrum dengan keponya.


''Semuanya nggak benar tante, aku tau bagaimana Victor kok tante, ia sangat sayang kepada Putri, karena hanya Putrilah yang dapat meluluhkan hatinya selama ini, itu hanya sebuah kesalahpahaman tante,'' ucap Raysa menjelaskan.


Raysa menjelaskan semua yang dijelaskan Victor kepadanya waktu di sekolah tadi kepada bu Ningrum, bu Ningrum begitu kaget mendengar semua penjelasan Raysa,


''Kenapa Victor tidak jujur dari awal kepada Putri? biar Putri tidak salah paham dan berhati-hati,'' ucap bu Ningrum.


''Aku juga tidak tau tante, mungkin Victor punya alasannya sendiri tante, dan ia belum menjelaskan kepada Putri,'' balas Raysa.


Bu Ningrum menghela nafasnya dengan pelan, hatinya yang selalu bertanya-tanya tentang masalah anaknya sudah terjawab malam ini, membuat ia sedikit lega, karena ia bisa tau langkah apa selanjutnya yang seharusnya ia lakukan.


''Terima kasih ya nak, sudah mau menceritakan semuanya kepada tante, tante mohon untuk besok kamu jagain Putri ya, tante takut terjadi apa-apa dengan Putri, kalau ada apa-apa hubungi tante ya, dan sekarang kamu tidur lah, biar besok tidak telat ke sekolahnya.''


''Baik tante, aku tidur dulu ya, selamat malam,'' ucap Raysa sambil memberi senyumannya yang manis. Dan bu Ningrum pun keluar dari kamar anaknya sambil membawa nampan yang ia bawa tadi.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2