
Victor pun mengantarkan Putri untuk pulang, sepanjang perjalanan, mereka hanya diam, tidak ada yang memulai pembicaraan baik itu Victor maupun Putri.
Setelah sampai di depan rumahnya, Putri turun dari motor Victor.
''Makasih ya udah nganterin gue, ayo masuk dulu,'' ajak Putri kepada Victor.
''Kapan-kapan aja ya, soalnya gue mau buru-buru pulang, gue balik dulu ya!'' pamit Victor, Putri hanya mengiyakan perkataan Victor karena sudah merasa tidak enak hati.
Dengan langkah gontai Putri masuk ke dalam rumah, di sana sudah ada ibunya yang menunggu kepulangan anaknya, karena se-sore ini anaknya baru pulang.
''Dek, kok baru pulang? tadi lelaki yang nganterin kamu siapa? abang kamu mana? katanya pulang bareng abang?'' tanya ibu nya possesive.
Ya, ibu Putri memang lah seperti itu, ia akan possesive dalam segala hal tentang anaknya, ia selalu memantau pergaulan anaknya, ia takut anak-anaknya mengikuti pergaulan yang tidak di inginkan, karena melihat kondisi pergaulan yang rentan saat ini.
''Itu teman Putri, bu!'' ucap Putri dengan muka datarnya.
__ADS_1
Kemudian Putri menceritakan kejadian yang menimpanya tadi, dan ibunya terlihat khawatir mendengar cerita Putri.
Ketika mereka sedang serius berbicara, pintu rumah pun terbuka, dan disana berdirilah Putra dengan wajah yang sangat panik.
Seketika Putra merasa lega melihat Putri yang sudah ada di rumah,
''Putra...! kenapa kamu baru pulang? kenapa tidak menjemput adikmu?'' teriak ibunya menahan emosi.
''Apa kamu tau? adik mu hampir saja di celakai segerombolan laki-laki,'' ucap ibunya lagi.
''Maafkan Putra bu, tadi ada beberapa pekerjaan yang harus Putra selesaikan hari ini juga, Putra benar-benar lupa ngasih tau Putri kalau Putra hari ini pulang telat, ketika Putra sudah sampai di depan sekolah, sekolahnya sudah sepi dan Putra berniat ingin menghubungi Putri, tetapi hpnya mati bu,'' jelas Putra panjang lebar dengan muka yang sedikit memelas.
''Ya sudah sekarang kalian mandi lah, ini sudah mau malam, nanti ibu tunggu di meja makan,'' ucap ibunya. Mereka pun berlalu ke kamar mereka masing - masing.
*
__ADS_1
Di lain tempat Victor tengah selesai mandi, ia memakai celana pendek dan baju tipis yang sekenanya enak di bawa tidur, ia pun duduk di tepi kasur sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
Tidak tau kenapa dari tadi pikirannya tidak lepas dari Putri, rasanya ia mengagumi cewek itu dari pertama ia melihatnya, ada sesuatu yang berbeda darinya dengan sikap jutek dan acuh nya kepada Victor, membuat ia semakin menggemaskan di mata Victor.
Keesokan paginya, Putri sudah melakukan rutinitasnya seperti biasa, hari ini dia berangkat sekolah sendiri dengan angkutan umum, karena abangnya sudah berangkat keluar kota subuh tadi untuk urusan pekerjaannya.
Ayahnya yang bernama Ayah Surya Permana sudah berangkat menuju kantor PERMANA GROUP, sedangkan ibunya sudah ke butik untuk mengecek butiknya.
Ibu Putri yang bernama ibu Ningrum mempunyai butik yang sudah mulai terkenal di kotanya,
Putri berjalan ke depan untuk menunggu angkutan umum, ketika sedang menunggu tiba-tiba Rendi datang dengan motornya .
''Put...! ayo bareng gue!'' ucap Rendi sedikit berteriak.
''Eh... kok lu lewat sini Rend? emangnya rumah lu sekarang dimana?'' tanya Putri.
__ADS_1
''Rumah gue gak jauh dari sini Put, yaudah ayo naik sini, nanti kita telat,'' ucap Rendi.
Putri pun menaiki motor Rendi , dan Rendi pun melajukan motornya menuju sekolah sambil bersenda gurau dengan Putri.