Pacar Galak

Pacar Galak
Di Waktu Yang Sangat Tepat


__ADS_3

Langit yang cerah di pagi hari, membuat semua orang bersemangat untuk menjalani hari-hari yang akan mereka lalui.


Seperti yang saat ini kita lihat di SMA Satu Nusa, beberapa murid dan guru-guru disibukkan dengan acara perlombaan basket yang akan diadakan hari ini, para anggota osis yang berpartisipasi dalam setiap perlombaan di sekolah, disibukkan dengan menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk acara perlombaan nanti.


Victor dan teman-temannya yang lain sedang berganti pakaian di ruang ganti. Tiba-tiba datanglah salah satu temannya yang berlari tergesa-gesa sambil memanggil nama Victor dengan sangat panik.


''Vic..! Vic...! gawat Vic...!'' ujar Amron yang tersengal-sengal karena berlarian dari toilet. Membuat semua orang yang ada di sana kaget sekaligus bingung melihat Amron yang begitu panik.


''Lu kenapa sih, kaya orang dikejar setan aja,'' oceh Doni sambil meneguk minum di botolnya.


''Kenapa?'' tanya Victor dengan muka datarnya.


''Lu harus lihat video ini, bener-bener anjing bat tu si Damar,'' ucap Amron berdecak kesal sambil memperlihatkan hpnya kepada Victor dan teman-temannya yang lain.


Victor melihat video itu dengan saksama, kemudian ia mengepalkan kedua tangannya, pertanda kalau ia saat ini sedang emosi.


Di dalam video itu, terlihat Damar dan beberapa temannya sedang memindahkan sesuatu ke dalam sakunya, tampaknya ia sedang merencanakan sesuatu untuk mengalahkan tim Victor.


''Kita harus berhati-hati, jangan sampai bubuk cabai itu mengenai mata kita, memang tidak bisa dibiarkan, dia sangat licik,'' ucap Victor masih dengan menahan emosinya.


''Apa perlu kita perlihatkan video ini ke pak Prapto, Vic? biar pak Prapto yang menanganinya,'' ucap Doni memberi ide.


''Nggak usah Don, biarin ini menjadi urusan gue.''


''Kalian hanya perlu berhati-hati pada saat lomba, jangan sampai bubuk cabai itu mengenai mata kalian, kita harus lebih ekstra hati-hati,'' ucap Victor dengan tampang dinginnya.


''Apa kalian semua sudah siap?'' tanya Victor kepada teman-temannya.


''Sudaaah!!'' ucap mereka serempak, dan mereka semua melangkahkan kaki menuju lapangan basket yang sudah riuh dengan suara penonton yang sangat antusias sekali untuk menonton pertandingan yang sudah lama mereka nanti-nantikan.


Terlebih dahulu Victor mengirim sebuah pesan kepada Raysa.


^^^Victor^^^

__ADS_1


^^^Gimana? lu dan Putri sudah ada di dalam kerumunan penonton itu?^^^


^^^Tidak berapa lama^^^


^^^Raysa^^^


^^^Sudah, gue sudah di sini bersama Putri dan yang lainnya.^^^


^^^Victor^^^


^^^Oke^^^


Di lapangan, sudah terlihat para cheerleader bersorak dan menari-nari untuk memberikan semangat kepada semua anggota basket yang akan bertanding, Helena yang memimpin anggota cheerleadernya, tampak memukau dengan pakaian yang terlihat begitu seksi, menari dengan lemah gemulai membuat semua mata tertuju kepadanya.


Setelah beberapa saat, pertandingan pun dimulai, semua penonton bersorak-sorai menyambut para anggota lomba untuk memberi semangat dan dukungan kepada mereka, Victor dengan gagahnya menggiring bola mengoper ke satu teman ke teman yang lain hingga bisa memasukkan bola ke ring basket.


Membuat Damar dan beberapa temannya berdecak kesal, memang ia akui bahwa Victor dan teman-temannya memang jago dalam bermain basket, makanya ia membuat rencana licik untuk mengalahkan mereka.


Damar pun memulai aksinya dengan mengeluarkan bubuk cabai itu, ia letakkan di telapak tangannya, pada saat mengejar bola dari lawan, dengan hati-hati ia melemparkan bubuk cabai itu, agar tidak diketahui oleh wasit, alhasil tiga orang teman Victor merasakan perih yang amat sangat di bagian matanya, membuat mereka menjadi susah untuk melihat dan mengejar bola.


Karena kelicikannya itu, timnya sudah bisa memasukkan bola tiga kali berturut-turut, membuat tim Victor tertinggal jauh, Victor yang sudah tau akan terjadi kekacauan seperti ini, berdecak kesal melihat beberapa teman-temannya yang sudah tidak konsentrasi dalam bermain karena mata mereka yang sangat perih, tetapi ia, Doni dan teman-temannya yang lain, berusaha untuk menstabilkan kondisi buruk yang sangat tidak diharapkan.


Masih dalam permainan serius, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan teriakan Doni yang sangat keras.


Salah satu teman Damar berhasil membuat Doni terjatuh dengan kakinya, Doni jatuh berguling-guling, membuat cidera ringan di kaki sebelah kanannya, membuat ia tidak bisa melanjutkan pertandingan itu.


Victor merasa sangat geram dengan apa yang sudah diperbuat oleh Damar dan teman-temannya itu.


Setelah beberapa menit diberi waktu untuk beristirahat, babak akhir pun dimulai, dibabak inilah menjadi penentuan siapa yang akan menjadi pemenang nantinya.


m


Victor berusaha untuk menyemangati teman-temannya, walaupun dalam kondisi kekurangan anggota, mereka harus lebih bersemangat dan berusaha memberikan yang terbaik untuk para penonton dan pendukung mereka.

__ADS_1


''Tunggu!!'' teriak seseorang yang berlari sambil tergopoh-gopoh ke arah lapangan, membuat semua mata tertuju kepadanya.


Dengan senang hati Victor menebarkan senyuman tampannya itu, dikala sahabatnya yang bernama Wiliam itu berlari ke arah lapangan.


Setelah terbebas dari penyekapan itu, Wiliam diantarkan oleh Putra menuju sekolahnya, berharap masih bisa untuk mengikuti lomba tersebut, dan ia datang di waktu yang sangat tepat, saat teman-teman membutuhkan bantuannya.


Dengan segera Victor memeluk sahabatnya itu dengan erat dan berucap, ''Bagaimana lu bisa bebas, bro?'' tanya Victor penasaran.


''Nanti gue ceritain semuanya, sekarang kita fokus dulu ke perlombaan ini, Doni mana?'' ujar Wiliam.


''Doni cidera ringan di kakinya, ulah mereka,'' balas Victor sambil menunjuk ke arah Damar dan teman-temannya.


Wiliam yang mendapat kabar kalau Doni cidera, berusaha menahan emosinya, dan ia langsung mengganti baju basket di lapangan itu, setelah salah satu temannya memberikan baju itu, semua penonton berteriak sangat antusias melihat adegan yang di lakukan Wiliam di lapangan itu.


Babak yang ditunggu-tunggu pun telah tiba, Victor dan teman-temannya begitu bersemangat, terlebih setelah kedatangan Wiliam.


Damar yang melihat semua itu, menjadi sangat marah dan ingin memberikan pelajaran kepada preman itu, karena tidak becus mengawasi Wiliam.


Victor yang mendrible bola dengan lihai, mengoper bola ke satu teman ke teman yang lain, hingga grup mereka bisa memasukkan bola ke ring basket mencapai lima kali, sehingga tim yang dipimpin Damar tertinggal jauh.


Damar yang melihat timnya sudah kalah telak, merasa sangat frustasi, ia memaki teman-temannya di dalam hati, membuat ia tidak berkonsentrasi untuk mengejar lawan, hingga permainan itu dimenangkan oleh Victor dan kawan-kawannya.


Dengan senang hati Victor dan teman-temannya bersorak-sorai ketika mereka mengetahui kalau merekalah yang memenangkan perlombaan kali ini, begitupun penonton dan pendukungnya yang begitu bersemangat membuat suasana lapangan itu menjadi riuh.


Victor dan teman-temannya saling berpelukan, pertanda ia harus lebih kompak lagi dari pada hari ini, untuk lomba selanjutnya.


Sedangkan Raysa, Rendi dan Riko begitu heboh mengetahui kalau sekolah mereka yang memenangkan perlombaan itu, berbeda halnya dengan Putri, ia hanya terdiam menatap Victor dari kejauhan.


''Ciiee...! kenapa? ganteng yak, kalau ia berkeringat seperti itu?'' goda Raysa yang memergoki Putri menatap Victor dari kejauhan.


''Apaan sih lu, biasa aja keles,'' balas Putri dengan ketus, karena ia merasa malu dipergok oleh sahabatnya sendiri kalai ia sedang menatap Victor dalam diam.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2