Pacar Galak

Pacar Galak
Calon Mertua


__ADS_3

Putri dan Victor sudah sampai di parkiran, sebelumnya mereka singgah dulu ke lapangan basket, karena Victor harus minta izin keluar sebentar ke teman-temannya yang lain.


Doni, Wiliam dan teman-teman basketnya yang lain, nampak bingung melihat Victor menggandeng salah satu adik kelas mereka,


tapi mereka hanya bisa bertanya-tanya dalam diam dan tidak mau menyebarkan isu yang tidak pasti, karena mereka sangat takut jika Victor sang kapten basket akan marah.


Di sepanjang perjalanan pulang, Putri hanya diam, ketika Victor mengajak bicara ia masih tetap diam, Victor menghela nafas kasar melihat tingkah Putri yang dingin seperti es.


''Kalau sama bocah ingusan ramah banget, coba sama gue, kayak nenek sihir," batin Victor dalam hati.


Setelah beberapa lama, mereka sampai di depan rumah Putri, Putri langsung turun tanpa mengucapkan sepatah kata, ia terus berjalan memasuki gerbang rumahnya tanpa menoleh ke belakang.


Victor yang melihat tingkah Putri seperti itu hanya menggelengkan kepala, terlihat raut kecewa di wajahnya.


Langit mulai gelap, kilat petir pun menyambar, pertanda hujan akan turun, Victor terburu-buru memutar motornya, berharap sampai di sekolah ia tidak basah kuyup, tidak sengaja Victor mendengar ada yang memanggilnya dari belakang dan ia pun menoleh.


''Nak...! ayo masuk dulu, udah gerimis, kayanya mau hujan deras," ajak ibu-ibu itu.


Victor hanya diam menatap ibu itu dengan saksama, ia bingung harus menjawab apa, karena ia tidak tau siapa ibu itu.


Melihat Victor yang kebingungan, ibu itu langsung tersenyum, "Perkenalkan saya Sukma, ibunya Putri, kamu temannya Putri, kan?" tanya Sukma kepada pemuda tampan dihadapannya itu. Melihat pemuda ini Sukma teringat seseorang yang sangat mirip sekali dengan pemuda ini.


"Oh... iya tante, saya temannya Putri," ucap Victor gugup, karena baru pertama kalinya ia bertemu dengan calon mertuanya.


(cailah... yakin lu Vic mau dijadiin mantu, ledek author🤣)


"Ibunya cantik begini, gimana gak turun ke anaknya,'' batin Victor.


"Putri nggak nyuruh kamu masuk dulu ya? tante kira tadi kamu nak Rendi," ucap ibu Sukma sambil tersenyum.


Mendengar nama Rendi, Victor langsung badmood,


"Jadi bocah ingusan itu sering kesini? sampai ibunya cuma ingat nama Rendi doang, gak bisa di biarin," gumam Victor dalam hati.


"Nama kamu siapa nak?" tanya bu Sukma lagi.


"Perkenalkan, nama saya Victor, tante! saya pacarnya Putri," ucap Victor sambil tersenyum.


Victor emang sengaja mengatakan seperti itu, biar ibu Putri tau kalau ia pacarnya Putri.

__ADS_1


Ibu Sukma tersenyum mendengarkan pengakuan anak laki-laki tampan itu, dengan senang hati ia menyuruh Victor untuk masuk terlebih dahulu, karena sudah mulai turun hujan rintik-rintik.


Dengan senang hati Victor melangkahkan kaki mengiringi langkah ibu Sukma untuk masuk ke dalam rumah.


Ibu Putri sangat senang dengan kedatangan Victor, karena selama ini anak perempuannya itu tidak pernah memperkenalkan pacarnya ataupun teman laki-lakinya kepada orang di rumah ini.


Ibu Sukma mempersilahkan Victor untuk duduk terlebih dahulu, setelah itu ia memanggil bi iyem dan meminta tolong membuatkan minum untuk Victor dan dirinya.


Sembari menunggu minum dan Putri turun kebawah, ibu Sukma memulai pembicaraan agar suasananya tidak terlalu kaku.


''Kamu sekelas sama Putri, Vic? tanya ibu Sukma.


''Nggak, tante! saya kakak kelasnya Putri,'' balas Victor sambil tersenyum.


''Ooh...kakak kelasnya Putri, jarang-jarang loh Putri mau kenalin cowok ke tante,'' ucap ibu Sukma.


Victor hanya tersenyum mendengar ucapan ibu Putri sambil menggaruk belakang kepalanya.


"Kalau Rendi, tante?" tanya Victor dengan tampang datarnya.


Ibu Sukma menatap tajam ke arah Victor, terlihat raut wajah kecemburuan di sana. Ibu Sukma kembali tersenyum melihat Victor yang sepertinya sangat cemburu dengan Rendi.


Victor masih memperlihatkan tampang datarnya tanpa menjawab pertanyaan calon mertuanya itu.


"Rendi pernah ke sini, sewaktu menjenguk Putri sakit, ia bersama dua temannya juga," ucap bu Sukma memberi pengertian, yang diangguki oleh Victor.


"Melihat dia, mengingatkan ku dengan seseorang," batin bu Sukma.


Victor dan bu Sukma tampak bercengkrama diselingi dengan tawa mereka yang memecah keheningan rumah itu, Victor merasa calon ibu mertuanya ini masih mempunyai jiwa muda, yang asyik untuk diajak bercanda dan berbicara.


Dan Victor tidak segan-segan menanyakan tentang apapun tentang Putri, termasuk makanan favorite Putri.


Ibu Putri sangat antusias sekali menceritakan tentang gadis kesayangannya itu. Membuat Victor merasa senang, karena sedikit demi sedikit ia jadi tau tentang Putri.


Sedangkan di kamarnya, Putri sudah selesai mandi dan ganti baju, ia pun turun kebawah karena ia sudah sangat lapar sekali dan ia juga berpikir kalau ibunya sudah pasti menunggunya di meja makan.


Ketika menuruni tangga, Alangkah terkejutnya Putri melihat pria yang ia rasa sangat menyebalkan itu sedang asyik bercakap dengan ibunya.


''Ngapain lu di sini?" bentak Putri tanpa menghiraukan ibunya, karena ia sudah merasa sangat kesal terhadap Victor.

__ADS_1


"Nunggu hujan reda," ucap Victor dengan santai sambil memberikan senyuman ke arah Putri.


"Hujannya udah reda, sono pulang!" ucap Putri lagi dengan memperlihatkan tampang tidak sukanya.


''Putri...!! Ibu tidak pernah mengajarkan kamu menjadi anak yang tidak sopan seperti itu!" bentak ibu Sukma memarahi anaknya,


"Dan lagian dia kan teman kamu, harusnya kamu berterima kasih karena ia sudah mau mengantarkan kamu pulang, ayo minta maaf!!" ucapnya lagi.


Putri pun menghela nafasnya dengan kasar, ia menundukkan kepalanya mendengarkan ibunya memarahinya karena ulah laki-laki dihadapannya ini.


Begitulah Putri, ia sangat menghormati ibunya, mendapatkan sedikit bentakan saja ia sudah begitu takut, sebisa mungkin ia menjaga hati ibunya agar tidak tersakiti oleh tingkahnya, makanya ia tidak pernah membantah perkataan ibunya, karena ia sangat menyayangi ibunya.


"Ayo nak! minta maaf!" ucap bu Sukma mengingatkan anaknya lagi.


Putri melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Victor duduk, karena ia tidak mau ibunya menunggu terlalu lama.


"Maafin gue ya!" ucap Putri sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Dengan senang hati Victor berjabat tangan dengan Putri, melihat Putri penurut seperti itu, membuat ia semakin menggemaskan saja, pikir Victor. Membuat Victor menjadi semakin menyukai semua yang ada dalam diri Putri.


Dibalik sikapnya yang jutek, cuek, mulut cabe, ada sisi kelembutan dalam dirinya yang jarang ditemukan oleh orang lain, dan sekarang Victor diberi kesempatan untuk melihat itu semua di dalam rumah ini.


Putri memang sangat berbeda kalau di rumah, ia menjadi wanita yang sangat lembut, hangat dan ramah, membuat Victor benar-benar ingin memilikinya.


"Iya, udah gue maafin kok," ucap Victor dengan senyum tampannya.


''Melihat Victor tersenyum seperti itu, membuat Putri gugup, entah perasaan apa yang muncul pada dirinya,'' batin Putri.


.


.


.


.


bersambung


Hai semua terima kasih sudah membaca novel aku sampai episode ini, jangan lupa like , komen dan vote nya di tunggu ya.☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2