
Victor menceritakan semua yang terjadi tanpa ada lagi yang ia sembunyikan dari Putra. Mendengar semua itu Putra sangat kaget ia tidak habis pikir dengan semua yang terjadi, dan ia sangat berterima kasih sekali kepada Victor karena telah menjaga adiknya walaupun dengan membuat Putri menangis.
Dan Putra juga meminta maaf kepada Victor karena sudah berprasangka buruk kepadanya.
Setelah menceritakan semuanya, Victor merasa lega karena sebenarnya ia sangat terbebani dengan semua ini, bahkan sahabatnya sendiri pun tidak tau tentang masalah yang ia hadapi saat ini, tetapi setelah menceritakan semuanya kepada Putra, setidaknya ia merasa lega karena Putra sudah tidak salah paham dengannya.
''Vic, ada yang bisa gue bantu gak?? Dan rencana lu selanjutnya apa?'' tanya Putra.
Victor menceritakan semua rencananya dan Putra hanya mengangguk-angguk mendengar semua penjelasan Victor.
Setelah mendengarkan semua rencana Victor, Putra pun pamit undur diri karena masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.
Tanpa aba-aba Hary sang asisten yang duduk berbeda tempat dengan Putra langsung mengiringi langkah Putra yang berjalan keluar dari cafe tersebut, sedangkan Victor masih duduk terdiam memikirkan semua masalahnya.
*
Pagi ini Putri sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah yang kebetulan hari ini ia akan diantarkan oleh Putra. Seperti biasa Putra akan selalu berceloteh menasehati adiknya agar tidak telat makan, supaya penyakitnya tidak kambuh lagi seperti kemaren, Putri yang mendengarkan celoteh abangnya hanya diam dan mengiyakannya biar urusannya tidak panjang, pikirnya.
Ketika menuju perjalanan ke sekolah, tidak sengaja Putra melihat sekretarisnya berjalan sendiri di tempat sepi yang tidak dilalui angkutan umum.
Putra pun memberhentikan mobilnya tepat di depan Cantika. Cantika yang melihat sebuah mobil menghampirinya menjadi kaget, begitupun dengan Putri, karena abangnya berhenti di depan wanita yang tidak ia kenal.
''Abang mau ngapain? Itu siapa?'' Tanya Putri penasaran.
''Itu sekretaris abang yang baru dek, boleh ya ikut kita, biar ia ga telat ke kantornya,'' balas Putra yang diiyakan oleh Putri.
Putra menurunkan kaca mobilnya, ia melihat Cantika dengan tatapan tajam, Cantika pun langsung kaget, dan ia mengutuki dirinya sendiri karena baru menyadari bahwa mobil yang ada di depannya ini adalah mobil bosnya.
Melihat abangnya yang masih diam menatap perempuan itu tanpa berkata apa-apa, membuat ia terheran.
''*Sebenarnya ada hubungan apa sih mereka, kenapa bertatapan kaya gitu doang, ga biasanya abang kaya gini, apa ia menyukai kakak ini?'' gumam Putri bertanya-tanya di dalam hati.
__ADS_1
Melihat abangnya masih diam, Putri pun angkat bicara, ''ayo kak, kita berangkat bareng," ajak Putri sambil tersenyum ramah.
Cantika membalas senyuman Putri, ''eh...nggak usah dek, biar kakak cari angkutan umum saja,'' balas Cantika karena melihat tatapan tajam Putra kearahnya.
''Tapi kan di sini sepi kak, lagian nggak ada angkutan umum juga yang lalu lalang di sini, ayo cepat naik kak, bareng kita aja,'' ajak Putri lagi.
Cantika berusaha menolak, tetapi sebelum ia angkat bicara, Putra sudah memotong pembicaraannya.
''Saya tidak menerima kata penolakan, naik...!!" bentak Putra masih dengan tatapan tajamnya, membuat Cantika menciut dan ia masih saja terdiam tanpa bergerak untuk membuka pintu mobil tersebut.
''Tunggu apa lagi, ayo naik.. !!! Waktu saya bukan untuk menunggu kamu saja,'' ucap Putra dengan tampang dinginnya.
Melihat tingkah abangnya, Putri hanya menggeleng-gelengkan kepala.
''Abangnya masih sama seperti dulu, masih tetap kaku terhadap setiap wanita. Tetapi kalau sama kakak ini tatapannya sedikit berbeda" gumam Putri.
Tidak ingin berlama-lama menunggu, Putri keluar dari mobil membuka pintu belakang dan menarik tangan Cantika untuk memasuki mobil tersebut, Cantika kaget dan hanya mengikuti apa yang diinginkan adik bosnya ini.
Sedangkan dua gadis yang ada dibelakangnya itu sibuk bercerita entah apa yang mereka ceritakan, sesekali Putra melirik spion mobilnya melihat Putri dan Cantika, pasalnya adiknya itu susah dekat dengan orang baru, tetapi dengan Cantika ia langsung akrab seperti itu.
Ketika mereka telah duduk di mobil, Putri langsung mengulurkan tangannya, ''Kenalin kak nama aku Putri adik kesayangannya bang Putra, ucap Putri dengan wajah sumringahnya.
''Ramah sekali ia, beda banget sama si beruang kutub ini ,'' celoteh Cantika di dalam hati.
Cantika membalas uluran tangan Putri sambil tersenyum, ia begitu gemes melihat wajah Putri yang imut dan natural tanpa polesan make up, mungkin hanya taburan bedak bayi aja yang ia pakai, begitu pikirnya.
''Nama aku Cantika, sekretarisnya pak Putra, kok kamu menggemaskan banget sih," ucap Cantika sambil mencubit manja pipi Putri.
Putri pun hanya tersenyum karena sudah hal yang biasa baginya diperlakukan seperti itu.
Tanpa menunggu waktu lama, mereka sudah langsung akrab, Cantika menceritakan pengalama-pengalaman lucunya, membuat Putri tertawa terpingkal-pingkal, dan ia sangat menyukai Cantika yang memperlakukannya dengan baik.
__ADS_1
Putri pun sangat senang, karena ternyata Cantika mempunyai hobi yang sama dengannya, bahkan ia kagum melihat Cantika, karena Cantika adalah seorang penulis novel online yang novelnya banyak digemari muda-mudi jaman sekarang ini. Mereka juga bertukar nomor ponsel karena Cantika berencana ingin membawa Putri ke toko buku ternama yang sering ia kunjungi apabila nanti ada waktu senggang.
Tidak berapa lama tibalah Putri di sekolahnya, ia pun pindah ke depan untuk menyalami abangnya sebelum meninggalkan mobil tersebut.
''Aku berangkat dulu ya bang, abang hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut,'' ucap Putri memperingati abangnya.
''Iya dek, kamu yang rajin juga ya sekolahnya, jangan telat makan lagi, nanti abang akan telfon kamu jam istirahat untuk mengingatkan kamu makan,'' ucap Putra possesive karena adiknya sangat susah untuk urusan makan.
''Iya bang,'' balas Putri sambil mencium punggung tangan abangnya, Putra pun membalas dengan mengacak rambut adiknya yang menggemaskan itu.
Melihat tingkah bosnya itu, Cantika pun terheran-heran, pasalnya ia tidak pernah melihat Putra se-sumringah itu kalau di kantor, bahkan Cantika tidak pernah membayangkan wajah bosnya itu tersenyum. Tetapi melihat kehangatan adik kakak itu, Cantika meyakini kalau Putra adalah orang baik dan sangat perhatian, seperti perhatiannya kepada adiknya sendiri.
''Aku pamit dulu ya kak, jangan lupa kabari aku kalau kakak ada waktu ya,'' teriak Putri sambil menoleh ke arah Cantika dan Cantika pun mengiyakan ucapan Putri dengan senang hati.
Setelah kepergian Putri, terciptalah suasana hening, Cantika pun tidak tau harus berbicara apa, karena ia dari tadi sibuk dengan Putri sampai ia mengabaikan bos galaknya itu.
''Pindah ke depan..!!'' perintah Putra tanpa menatap ke arah Cantika.
''Tidak usah pak, saya disini saja,'' balas Cantika sopan.
''Kamu pikir saya ini sopir pribadi kamu ha? Cepat pindah..!!'' bentak Putra.
Cantika pun dengan tergesa-gesa pindah ke depan karena mendengar bentakan Putra.
''Saya tarik lagi kata-kata saya, kalau kamu itu orang baik pak, kamu orang ngeselin yang pernah saya kenal, dasar kulkas tiga pintu," ucap Cantika pun ngedumel di dalam hati.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung