Pacar Galak

Pacar Galak
Tertangkap Basah


__ADS_3

Rendi dan Putri telah sampai di parkiran sekolah, mereka melangkahkan kaki menuju kelasnya, tanpa mereka ketahui ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan.


Dia adalah Victor, Victor merasa kesal melihat Putri berjalan dengan lelaki lain, dengan tampang bete Victor juga melangkahkan kaki menuju kelasnya.


''Kenapa lu bro? ditekuk gitu mukanya masih pagi, woi...! udah badmood aja,'' ledek Wiliam .


Victor hanya menghela nafas dengan kasar mendengar ucapan Wiliam yang meledeknya.


''Lu udah pada sarapan?'' tanya Victor kepada kedua sahabatnya itu.


'' Belum...!'' ucap Doni dan Wiliam serempak.


''Kalau gitu, kita makan di warung bu Tejo, yuk...!'' ajak Victor.


''Gak mau ah, bentar lagi kan guru kita masuk, gue ga mau bolos, ntar emak gue ngomel,'' ucap Doni.


''Ah, cupu lu Don, bentar doang kok, nanti bilang aja kita dari toilet, '' rayu Wiliam.


Setelah sok berpikir dengan keras, akhirnya Doni mau ikut bersama Victor dan Wiliam, karena termakan rayuan muslihatnya Wiliam.


Mereka melewati gerbang sekolah belakang, agar tidak diketahui oleh satpam sekolah ataupun para guru, setelah dirasa sudah aman, mereka langsung melangkah menuju warung bu Tejo.


Warung bu Tejo adalah tempat dimana Victor dan sahabatnya nongkrong, disaat pergantian jam pelajaran ataupun setelah pulang sekolah.

__ADS_1


Setelah tiba di warung bu Tejo, Doni dan Wiliam berebutan mengambil gorengan karena mereka sudah sangat lapar, sedangkan Victor terlebih dahulu menuju lemari pendingin untuk mengambil air mineral karena ia merasa sangat haus sekali.


Ketika sedang enaknya menikmati gorengan, mereka dikejutkan dengan kedatangan pak Boy, guru yang terkenal killer di sekolahnya.


Pak Boy berhenti di warung bu Tejo karena kerongkongannya terasa kering dan ia merasa haus, berniat untuk membeli air mineral.


Ketika memasuki warung itu, Ia mengernyitkan dahinya karena melihat muridnya berkeliaran di warung pada saat jam pelajaran, dengan tampang marah ia menegur muridnya.


''Kalian sedang apa disini...? bukannya belajar malah keluyuran...!'' bentak pak Boy dengan raut muka marahnya.


''Ng......ngga pak kita cuma sarapan disini, karena tadi di rumah gak sempat, pak!'' jawab Doni dengan gugup sambil tersenyum kecut.


''Jangan banyak alasan, ikut saya...!'' bentak pak Boy sembari meninggalkan warung bu Tejo.


Victor, Doni dan Wiliam mengikuti pak Boy dari belakang, mereka sangat cemas dengan pikiran mereka masing-masing, entah apa yang akan terjadi setelah ini.


Doni mendengus kesal, ''Gara-gara lu ni Wil, gue jadi dihukum,'' ucap Doni dengan muka kesalnya sambil menatap ke arah Wiliam.


''Lah, kok gara-gara gue sih? lu nya aja yang bodoh, mau ngikutin gue,'' jawab Wiliam tanpa dosa dengan wajah santainya.


Dan terjadilah perdebatan yang semakin membuat kepala Victor serasa ingin pecah, mendengarkan kedua sahabatnya yang saling adu mulut dan tidak mau mengalah satu sama lain.


''Kalian bisa diam gak...!'' bentak Victor dengan menatap tajam ke arah kedua sahabatnya.

__ADS_1


Membuat Doni dan Wiliam terdiam dan tidak berkata-kata lagi.


*


Bel pulang sekolah pun berbunyi, semua murid berhamburan keluar kelas,


Putri dan Rendi melangkah menuju parkiran karena mereka akan pulang bersama.


Tidak sengaja mereka mendengar para siswi di sekolah itu sangat heboh, sepertinya membicarakan hal penting, kalau tidak penting tidak mungkin akan seheboh ini.


Karena penasaran dengan apa yang di bicarakan sekelompok siswi tersebut, Putri dan Rendi menghampiri para siswi yang sedang bergosip itu.


Dan ternyata mereka menghebohkan idola mereka, siapa lagi kalau bukan Victor, Doni dan Wiliam yang menjalani hukuman di depan tiang bendera, karena mereka telah bolos di jam pertama dan ditangkap basah oleh pak Boy, guru terkiller di SMA Satu Nusa.


Bagaimana tidak heboh, seorang kapten basket yang cuek, dingin dan tampan, yang selalu di bangga-banggakan para wanita di sekolah ini, dihukum karena bolos sekolah di jam pertama belajar.


Tetapi mereka tidak mempermasalahkannya, karena bagaimanapun Victor, dia tetaplah Victor, pria tampan yang selalu membuat wanita berambisi untuk mendapatkannya.


Begitupun Doni dan Wiliam, walaupun tidak setampan Victor, tetapi mereka selalu dilirik adik-adik kelas, karena mereka sangat lucu dan menghebohkan, membuat orang yang mendengar perbincangan mereka selalu tertawa dengan ulahnya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2