
Pagi ini Putra mempunyai jadwal untuk menginterview peserta yang telah di rekomendasikan oleh pihak HRD untuk menjadi sekretarisnya.
Sebelum melakukan interview dengan sang manager perusahaan, tentulah pihak HRD akan melakukan beberapa tes terlebih dahulu. Dan mereka yang mempunyai skill dan attitude yang baguslah yang lolos untuk ketahap selanjutnya.
Sebagai seorang manager, Putra harus mempunyai sekretaris, sebenarnya, sekretarisnya yang dulu sudah memilih resign dari perusahaan ini karena ia mengikuti suaminya tinggal di luar kota, makanya sekarang mereka sibuk mencari pengganti sekretaris yang ia rasa cocok menurut manager mereka.
Hary sang asisten Putra memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu, ia diberi kebebasan untuk keluar masuk dari ruangan Putra, karena ia adalah sang asisten Putra.
''Pak, para peserta interview sudah berkumpul di depan ruangan bapak, apakah interviewnya sudah bisa kita mulai?'' tanya Hary kepada sang managernya dengan sopan.
''Baik,'' ucap Putra tanpa menoleh kepada Hary, karena ia sedang memandangi laptopnya, sepertinya ia memang sangatlah sibuk.
Satu-persatu para peserta interview telah memasuki ruangan, Putra memberikan seputar pertanyaan tentang pengalaman dunia kerja, tetapi sepertinya belum ada yang cocok menurut Putra, kemudian peserta terakhir pun memasuki ruangan.
Wanita itu memasuki ruangan dengan tergesa-gesa, karena ia sudah terlambat beberapa menit.
Putra mempersilahkan wanita itu duduk, dan memperkenalkan dirinya serta menjelaskan visi dan misinya apabila diterima bekerja di perusahaan yang ia pegang saat ini.
Mendengarkan semua penjelasan dari wanita ini, Putra merasa cocok dengan visi dan misinya yang sederhana dan tidak dibuat-buat, wanita ini, juga tidak pernah membanggakan dirinya apabila berbicara, dan selalu menyebutkan kelebihan dirinya dengan kalimat yang sederhana.
''Sepertinya dialah orang yang gue cari," gumam Putra dalam hati.
Dengan memasang tampang dingin dan masih tanpa menoleh wanita itu, Putra berucap,
''Baiklah, untuk visi dan misi anda cukup memuaskan, saya terima anda berkerja disini, semoga anda bisa menggunakan kesempatan anda ini untuk menggali potensi anda, dan bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan ini.
''Mulai besok anda sudah bisa bekerja, dan nanti anda akan dihubungi lagi oleh asisten saya perihal pekerjaan dan aturan yang harus anda patuhi sebagai sekretaris saya,'' ucap Putra dengan tegas, yang langsung di iyakan oleh wanita tersebut.
Setelah itu, Putra mempersilahkan wanita itu untuk keluar dari ruangannya, karena interview hari ini sudah selesai dan ia juga akan bersiap untuk meeting selanjutnya dengan perusahaan lain.
Sebelum wanita itu melangkah keluar ruangan, Putra berucap kembali, ''Kenapa anda terlambat?'' tanya Putra.
__ADS_1
Wanita itu langsung menunduk karena takut kalau calon bosnya akan berubah pikiran.
''Maaf, pak! tadi sebelum berangkat saya ada sedikit kendala, dan rok saya sedikit robek, makanya saya pulang lagi dan mengganti rok yang baru agar saya lebih rapi untuk memasuki ruangan bapak,'' ucap wanita itu.
Putra pun menoleh ke arah wanita itu dan alangkah terkejutnya ia, karena wanita itu adalah wanita yang hampir ia tabrak tadi pagi.
"Kamu...!" ucap Putra dengan sedikit berteriak dan ia langsung berdiri dari kursinya menghampiri wanita itu.
Putra kembali meminta maaf kepada wanita itu karena ia merasa sangat bersalah, dan mendengar lagi pengakuan dari wanita itu kalau roknya sempat robek, membuat ia datang terlambat untuk mengikuti interview.
Wanita itu menerima permintaan maaf dari Putra, padahal ia berpikir akan dimarahi oleh Putra karena sudah berbicara kasar kepadanya tadi pagi.
Dari awal memasuki ruangan tadi, ia udah menyadari kalau pria yang ada di hadapannya itu adalah pria yang membuat ia datang terlambat.
Putra merasa sangat senang karena maafnya telah diterima oleh wanita itu, tetapi seketika tampangnya berubah datar, karena mengingat perkataan wanita itu tadi pagi.
"Kenapa anda mengumpat kasar seperti tadi kepada saya? apa bahasa keseharian anda diajarkan seperti itu?" tanya Putra dengan penuh selidik,
"Maaf pak, tadi karena saya terburu-buru, makanya saya sangat kesal, sekali lagi maafkan saya pak, saya akan berusaha untuk tidak mengulanginya,'' ucap wanita itu dengan sedikit takut.
"Yasudah, sekarang saya maafkan, tapi jangan sampai anda mengulanginya lagi, dan ingat satu lagi, saya tidak mau karyawan saya datang terlambat, apalagi anda yang akan menjadi sekretaris saya, tidak ada dispensasi apapun, dan anda harus menerima apapun hukuman dari saya, anda mengerti?'' tanya Putra dengan sedikit mengancam.
Seketika nyali wanita itu menciut, "i..iya baik pak, akan saya usahakan," ucap wanita itu dengan terbata, dan setelah itu ia diizinkan untuk keluar dari ruangan Putra.
Sedangkan Putra kembali ke tempat duduknya dan sedikit meregangkan otot-ototnya yang kaku, bayangan wanita yang akan menjadi sekretarisnya terlintas dibenaknya, tidak tau kenapa ia menyukai apa yang ada pada diri wanita itu, kecantikannya, kesederhanaan dan kepolosan wanita itu menambah nilai plus di hadapan Putra.
"Hmm....namanya tadi siapa ya? Putra pun mendesah pelan, ini karena gue ga fokus kali, mendengarkan dia memperkenalkan diri,
nanti aja deh gue tanya Hary,'' gumamnya di dalam hati.
Setelah itu, Hary memasuki ruangannya, Hary menanyakan perihal hasil interview tadi, siapa yang akan diloloskan dan berhasil menjadi sekretaris bosnya.
__ADS_1
Kemudian Putra menjelaskan, bahwa yang akan menjadi sekretarisnya adalah wanita terakhir yang memasuki ruangannya tadi.
Hary pun bingung dengan pilihan bosnya tersebut, karena ia sangat paham sekali dengan watak pria yang ada dihadapannya ini, ia sangat tidak menyukai karyawan yang datang terlambat, tetapi sekarang bosnya memilih peserta yang sudah jelas-jelas datang terlambat.
Hary hanya menerima keputusan dari bosnya dan ia akan mempersiapkan semuanya.
"Siapa nama wanita itu? saya tidak ingat namanya,'' tanya Putra kepada Hary.
Lagi-lagi Hary menggelengkan kepala, ia tidak habis pikir dengan bosnya, kenapa kalau tentang wanita, daya ingat otak bosnya akan selemah ini,'' apakah ia akan menjomblo seumur hidup? mengingat tentang wanita saja sangat payah," gumam Hary di dalam hati.
"Namanya Permata Cantika, pak! panggilannya Cantika,'' ucap Hary seadanya.
"Nama yang bagus," gumamnya sambil tersenyum yang terdengar samar oleh sang asistennya.
Ya, wanita itu bernama Permata Cantika, dengan perawakan kulit putih, rambut agak ikal, dengan berat badan ideal, menampakkan aura kecantikan walaupun tanpa polesan make up yang mencolok, wajah yang hanya di olesi bedak tabur dan bibir yang diolesi lip tint terlihat lebih segar, memperlihatkan kalau ia adalah wanita yang sederhana.
"Nanti kamu berikan cv dan berkas-berkasnya kepada saya, saya akan mengenalinya lebih dalam, karena saya tidak mau salah dalam memilih orang untuk bergabung dengan saya," ujar Putra dengan serius.
Hary hanya mengangguk dan mengiyakan apa yang diperintahkan oleh bosnya, setelah itu mereka mempersiapkan diri untuk meeting selanjutnya.
Hary mempersiapkan apa yang akan diperlukan oleh bosnya untuk menjalani meeting hari ini, karena meeting hari ini adalah meeting bersama perusahaan yang sangat berpengaruh besar dalam perusahaan yang dipegang oleh Putra saat ini.
Maka dari itu, sebagai seorang asisten, ia harus lebih teliti mempersiapkan keperluan putra, agar nantinya tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan pada saat meeting berjalan.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih ya guys sudah membaca novel ku sejauh ini, mohon dukungannya dan jangan lupa ,like koment dan Votenya teman-teman, di tunggu 🙏☺️