Pacar Galak

Pacar Galak
Mematahkan Rindu


__ADS_3

Putri berusaha dengan tenang dan santai menghadapi senior yang selalu mencari masalah dengannya.


Ia mematikan kran air dari wastafel dan melangkahkan kaki keluar toilet tanpa mempedulikan tatapan membunuh dari Helena.


Belum sempat ia berlalu dari pintu keluar toilet itu, kedua orang teman Helena berhasil mencegat tangannya.


''Jangan kabur lu,'' bentak salah satu teman Helena yang bernama Astri.


Putri menghela nafas dengan pelan, pasalnya ia sangat lelah untuk meladeni tingkah para seniornya yang


selalu saja mencari ribut dengannya.


''Ada masalah apa lagi? sampai kalian main keroyokan kaya gini? lepasin tangan gue!!'' bentak Putri dengan kasar berusaha melepaskan tangannya dari genggaman kedua sahabat Helena.


''Gue peringatkan! jangan pernah menggoda Victor lagi, karena dia sudah menjadi milik gue,'' ucap Helena masih dengan tatapan tajamnya.


Kebetulan pada saat Raysa mengajak Putri untuk menemui Victor tadi, Helena tidak sengaja melihatnya, jiwanya serasa panas melihat Putri yang kembali dekat dengan Victor, apalagi mengingat tatapan Victor yang begitu ramah kepada Putri, sedangkan kepada dirinya, Victor begitu kaku dan dingin.


''Hahah, kenapa? lu cemburu?'' tawa Putri sinis.


''Gue nggak pernah tuh yang namanya menggoda lelaki, dan gue juga tidak pernah tuh dipermalukan di depan semua orang hanya karena ingin berambisi mendapatkan laki-laki yang sudah jelas milik wanita lain.''


''Tuh!! di depan lu ada kaca gede, makanya ngaca! jangan merasa seolah-olah lu yang teraniaya, lu yang tersakiti, karena yang tersakiti di sini bukan lu, tapi gue!!'' bentak Putri.


''Dan satu lagi!! yang menjadi wanita penggoda itu, lu!! bukan gue! paham?'' ucap Putri dengan penuh penekanan, kemudian ia kembali melangkahkan kakinya keluar dari toilet, belum sempat beberapa langkah, Putri dihentikan dengan tangannya yang di tarik kasar oleh Helena.


"Plaak!!"


Helena berhasil mendaratkan tamparannya tepat di pipi mulus Putri, ia begitu sangat geram mendengar semua ucapan Putri yang begitu menyinggungnya.


Dengan sekuat tenaga Helena mendorong Putri ke tembok toilet, membuat Putri mengaduh kesakitan.


"Berhenti!!" ucap suara lelaki yang menggema menahan amarahnya, siapa lagi kalau bukan Victor.


Setelah Putri pamit untuk ke toilet tadi, Victor pun juga berniat untuk ke toilet, ketika memasuki toilet, ia mendengar suara gaduh dari toilet wanita.

__ADS_1


Karena yang ia tau Putri juga masuk ke toilet itu, ia pun panik, takut terjadi apa-apa dengan Putri, mengingat kejadian yang menimpa Putri yang pernah diceritakan oleh Doni sahabatnya.


Ia berusaha mengintip dan mendengar apa yang terjadi di toilet wanita, dan ternyata dugaannya benar, kalau saat ini Putri berada dalam masalah.


Helena begitu kaget melihat Victor yang mendapati dirinya menganiaya adik kelas, dengan secepat kilat ia melepaskan tangannya dari kerah baju Putri dan menjauh dari Putri.


Sedangkan Victor melangkahkan kaki mendekati Helena dan Putri.


"Lu sudah gila?!" bentak Victor menatap Helena dengan sinis.


"Ini bukan seperti yang lo lihat Vic, gue mendorongnya karena dia berusaha menyakiti gue, makanya gue memberikan perlawanan kepadanya," ucap Helena menatap Victor dengan tatapan sendunya agar Victor mempercayai semua ucapannya.


"Hahaha...lu pikir gue percaya dengan semua sandiwara yang lu buat? gue bukan orang bodoh yang bisa lu bohongi dengan muka polos lu yang menjijikkan ini," ucap Victor menunjuk ke arah Helena dengan geram.


"Apa perlu gue perlihatkan ini kepada bapak kepala sekolah agar lu di skors, karena telah menganiaya adik kelasnya sendiri," ancam Victor sambil memperlihatkan video yang sempat ia rekam pada saat Helena menampar pipi Putri dan mendorong Putri ke tembok.


Melihat video itu, Helena terdiam mematung dan tubuhnya terasa kaku, karena Victor berhasil membuat nyalinya menciut dengan adanya video dirinya yang begitu anarkis.


"Hahah... kenapa lu diam? padahal gue ingin sekali mendengarkan pembelaan diri dari lu, ataupun klarifikasi tentang video ini."


"Sudahlah, gue sangat malas sekali berurusan dengan wanita penggoda seperti lu," remeh Victor yang membuat emosi Helena memuncak.


Helena berusaha melayangkan tangannya menampar pipi Victor, namun dengan cekatan Victor menangkis dengan tangan kirinya.


"Plaak!"


Kali ini, Victor yang berhasil melayangkan tamparan di pipi chuby Helena.


Putri yang begitu kaget langsung menutup mulutnya, karena ia tidak menyangka kalau Victor akan berbuat kasar kepada Helena.


"Jangan pernah sekalipun tangan kotor lu itu menyentuh gue.!"


Dan satu lagi!! tamparan buat lu tadi, adalah balasan untuk lu yang sudah berusaha menyakiti wanita gue, jangan pernah menyakitinya lagi, kalau sampai itu terjadi, lu berurusan sama gue," ucap Victor sambil memukul pelan dada bidangnya dengan sombong.


"Lebih dari ini pun akan gue lakuin kalau itu menyangkut wanita gue," ancamnya lagi dengan tatapan dingin menatap Helena.

__ADS_1


Kemudian Victor merangkul Putri dan membawa Putri menjauh dari sana.


"Ayo aku anterin ke kelas untuk mengambil tas, biar kita bisa pulang bareng," ucap Victor masih dengan merangkul Putri.


Putri sedikit kaget karena ia begitu nyaman berada dalam pelukan hangat Victor, hingga ia tidak menyadari kalau ia sudah terlalu lama dirangkul oleh Victor.


"Gue bisa sendiri!" balas Putri ketus.


"Put! kamu tau kan aku nggak suka dibantah, ayo aku anter!!" ucap Victor dengan lembut.


Putri pun akhirnya menuruti keinginan Victor yang ingin mengantarkannya ke kelas, karena ia sangat malas untuk memperpanjang perdebatannya saat ini.


"Kenapa lu belain gue? bukannya itu pacar lu?" sela Putri menatap punggung Victor dengan sinis.


"Kenapa? kamu tidak lagi sedang cemburu kan, sayang?" goda Victor sambil mencolek dagu runcing Putri dengan sayang.


Putri pun tersipu malu mendapat perlakuan seperti itu dari Victor.


Sungguh, ia sangat rindu masa-masa saat ia diperlakukan seperti tuan putri oleh Victor. Tetapi rasa gengsi dan egois yang begitu besar dalam dirinya mematahkan rindu yang beberapa minggu ini sudah ia kubur sedalam-dalamnya, karena ia tidak ingin merasakan kecewa seperti waktu itu, yang membuat hari-harinya suram untuk ia lalui.


Untuk menutupi rasa malunya, ia pun berucap, "Buat apa gue cemburu, gue malah bersyukur karena dijauhkan dari orang yang berkhianat seperti lu," ketus Putri.


"Ya, wanita penggoda memanglah cocok untuk lelaki pengkhianat seperti lu," ucap Putri lagi dengan cuek.


"Kamu sungguh memancing kesabaran ku sayang, apa aku perlu menciummu terlebih dulu di depan orang ramai seperti ini, agar mulut mu berhenti berceloteh yang tidak benar," balas Victor sambil mendekatkan wajahnya menatap Putri lebih dekat lagi dengan begitu intens.


Dengan reflek Putri mundur ke belakang dan menjauhkan dirinya dari Victor, yang sudah seperti singa yang begitu sangat kelaparan.


"Ayo kita mengambil tas," ucap Putri gugup karena ulah Victor yang membuat ia salah tingkah.


Sedangkan Victor hanya tersenyum menatap Putri yang gugup dan malu-malu terhadap dirinya.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih telah membaca novelku, jangan lupa like, koment, dan votenya ya guys.


__ADS_2