Pacar Galak

Pacar Galak
Kopi Tanpa Gula


__ADS_3

''Put, sebenarnya hubungan lu sama kak Victor gimana sih? trus nasib apa yang ia tau tentang lu,'' tanya Raysa yang begitu penasaran dengan semua cerita Putri.


Setelah terjadi sedikit konflik antara Victor dan Putri yang menjadi pusat perhatian semua siswa-siswi, mereka pun memutuskan untuk langsung ke kantin.


''Lu balikan lagi sama si Victor gendeng?'' tanya Riko sambil mengunyah mie ayamnya dengan lahap.


''Nggak..!'' ketus Putri yang sedang asyik mengutak-ngatik hpnya sambil meminum jus yang ia pesan kepada pemilik kantin.


''Lu utang cerita sama kita,'' sambar Raysa.


Sedangkan Rendi hanya diam menatap Putri dengan tampang kesal, ia tidak terima kalau Putri berpacaran dengan Victor, mengingat Victor pernah menyakiti Putri dulu.


''Gue nggak bakal bisa balikan lagi sama Victor,” Putri menatap ke sembarang arah untuk menutup kesedihannya.


Sedangkan ketiga sahabatnya menatap Putri dengan bingung.


“Maksud lu gimana sih? Tadi aja kak Victor ngomong penuh penekanan banget sama lu Put, gue yakin kak Victor masih sayang banget sama lu, lu juga masih sayang kan sama kak Victor?” Pertanyaan Raysa membuat Rendi menatapnya dengan malas.


“Gue nggak bisa apa-apa Ray,” Putri menekuk wajahnya dan berusaha menahan air matanya.


“Put, jelasin ke gue, maksudnya apa?” Raysa terlihat kesal dengan Putri yang menurutnya sok misterius saat ini.


“Ray!!”


Putri sudah tidak bisa menahan air matanya hingga air yang menganak sungai di pelupuk matanya berhasil lolos begitu saja, Raysa yang terlihat panik melihat Putri menangis seperti itu langsung memeluk Putri, ia tidak tega melihat Putri seperti itu, walaupun saat ini ia tidak tau permasalahan apa yang disembunyikan Putri dari mereka.


“Put! Kalau lu belum siap cerita nggak papa, lu nggak usah cerita dulu, tenangin diri lu dulu.” Riko yang sudah menghabiskan semangkuk mie ayam dengan kilat, mengelus pucuk kepala Putri dengan, baru kali ini Riko terlihat serius dan penuh perhatian.


“Gue mau cerita sekarang, karena kalian sahabat gue..!” Ucap Putri dengan tegas.


“Gue akan dijodohkan dengan anak sahabat ayah gue, dan pernikahannya akan dilangsungkan minggu depan.'' Ujar Putri.


“Apa..???” Ujar mereka serempak.


“Lu serius? Jangan ngadi-ngadi dah, kita masih sekolah cuy, udah main nikah-nikah aja,” Riko yang mendengarnya terlihat panik, ia tidak bisa membayangkan gimana perasaan Rendi saat ini.


Ya, Riko telah mengetahui bagaimana perasaan Rendi kepada Putri, Riko memergoki foto Putri yang begitu banyak tertempel di dinding kamar Rendi pada saat itu ia bermalam di rumah Rendi.

__ADS_1


Sejak saat itu Riko mengetahui semuanya dan memilih untuk diam, karena itu sesuai dengan permintaan Rendi. Ia tidak ingin Putri ataupun Raysa tau dengan perasaannya saat ini, ia akan mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya kepada Putri, begitu pikirnya.


“Put, lu bercanda kan? Lu ngeprank kita kan?” Ujar Raysa berusaha meyakinkan Putri kalau yang barusan ia dengar hanyalah sebuah candaan.


“Ray, gue serius, gue nggak bercanda!” Jelas Putri dengan sesenggukan.


Raysa kembali merangkul tubuh Putri yang terlihat bergetar menahan tangis, ia berusaha menenangkan Putri.


“Put, kenapa bisa seperti ini? Apa yang membuat orang tua lu mau menikahkan anaknya secepat ini, gue nggak habis pikir,” Riko benar-benar frustasi di buatnya. Apalagi melihat wajah Rendi yang semakin muram menahan kesedihan, terlihat air mata yang sudah tidak bisa ia bendung lagi di kelopak mata indahnya itu.


Padahal Riko berniat, ketika Putri dan Victor sudah pasti tidak mempunyai hubungan lagi, ia akan mencomblangkan Rendi dan Putri, tetapi kenyataan tidak semanis itu, bahkan lebih pahit dari kopi tanpa gula, membuat Riko menarik-narik rambutnya dengan sedikit kasar.


“Gue pamit...!!” Kata-kata itu berhasil lolos dari mulut Rendi, suaranya bergetar menahan tangis, ia langsung meninggalkan ketiga sahabatnya tanpa menghiraukan panggilan mereka.


“Reend!!” Ujar mereka bersamaan.


“Woi Rend, mau kemana lu?” Teriak Raysa yang tetap tidak dihiraukan oleh Rendi.


“Dasar teman nggak punya otak, teman lagi sedih gini ditinggalin,” teriak Raysa dengan penuh emosi.


“Lagian temen lu tuh, nggak ada akhlak banget, bikin kesel aja,” oceh Raysa lagi.


“Gue bilang udah ya udah.! nggak usah emosi-emosi deh, lebih baik kita dengerin cerita Putri.


“Rendi kenapa Rik?” Tanya Putri dengan tatapan kosong, air matanya kembali menganak sungai di pelupuk matanya. Ia sangat sedih melihat Rendi yang terlihat cuek kepadanya, padahal ia ingin sekali Rendi mendengarkan semua ceritanya, karena selama ini Rendi yang selalu setia mendengarkan keluh kesahnya.


“Put, gue nggak tau Rendi kenapa, tapi yang pasti, ia nggak seburuk yang kalian pikirkan, mungkin saja dia juga lagi ada masalah,”


“Sekarang kita tidak usah membahas Rendi, gue ingin lu ceritain ke kita gimana bisa lu dijodohin sama orang tua lu.” Riko berusaha membuat mereka tenang agar mereka tidak terlalu jauh berpikiran buruk tentang Rendi.


Sebenarnya Putri sangat malas untuk membahas ini, tetapi mau bagaimana lagi, ia harus menceritakan kepada sahabatnya.


“Ayah gue marah karena gue mendapatkan surat panggilan dari kepala sekolah,”


“Ayah gue kecewa banget saat tau gue bolos sekolah, dan disaat itu gue bolos bersama Rendi dan Victor, ayah gue mengira kalau Victor dan Rendi penyebab gue bolos, ditambah lagi dengan kedekatan gue dan Victor yang sebelumnya memang sudah diketahui ayah dan ibu gue.''


"Ayah gue berpikiran kalau Victorlah yang membuat gue berubah jadi anak yang tidak penurut.''

__ADS_1


“Ayah gue memutuskan untuk menikahkan gue dengan anak temannya, agar gue tidak salah dalam mengambil langkah, dan yang lebih gilanya lagi gue nggak dibolehin sekolah, kalau sampai gue ketahuan seperti ini lagi.” Putri terlihat frustasi dengan semua ini apalagi kedua sahabatnya yang begitu serius mendengarkannya.


“Put, nggak bisa kaya gitu dong, kan lu nggak salah, lu jelasin dong sama ayah lu,” ujar Raysa tidak terima.


“Ray, gue udah berusaha menjelaskan semua yang terjadi sama bokap gue, tapi sepertinya ia tidak terima dengan semua penjelasan gue, karena seumur-umur baru kali ini orang tua gue dipanggil ke sekolah atas kesalahan gue.” Jelas Putri lagi.


Raysa dan Riko hanya menghembuskan nafas dengan kasar, ia tidak menyangka sahabat mereka yang sangat mereka sayangi, yang sangat mereka banggakan harus melewati kisah hidup seperti ini. Padahal perjalanan hidup mereka masih panjang, mereka harus mengejar cita-cita mereka masing-masing untuk menuju jenjang karir yang lebih bagus.


“Put, gue nggak tau harus berbuat apa untuk membantu lu, tapi gue yakin lu kuat menghadapi semua ini.” Ujar Riko yang terlihat kasihan melihat sahabatnya itu.


Sedangkan Raysa memeluk Putri dengan erat untuk bisa menguatkan Putri, ia tau kalau saat ini sahabatnya begitu rapuh, walaupun Putri terlihat kuat.


“Put, lu harus kuat, pasti lu kuat, kalau memang ini jalannya, gue yakin inilah yang terbaik buat lu,”


“Gue tau kalau gue cuman bisa ngomong doang, kalau gue diposisi lu, gue pasti tidak akan sekuat dan setegar elu menghadapi semua ini.”


“Tetapi gue meyakini satu hal Put, Allah tidak pernah tidur, Allah tidak akan pernah memberikan cobaan kepada hambanya diluar batas kemampuannya, gue yakin lu mampu melewati semua ini Put, lu harus kuat ya! kalau lu butuh bantuan, dengan tangan terbuka gue siap untuk membantu lu.” Raysa menyunggingkan senyuman tulusnya untuk menguatkan sahabatnya itu


“Gue juga akan membantu lu Put, kalau sampai pria itu berani macam-macam sama lu, gue yang akan turun tangan, panggil gue..!” Ujar Riko dengan gaya sombong membusungkan dadanya, membuat Raysa tertawa begitupun Putri yang sudah sedikit lebih tenang karena mempunyai sahabat yang pengertian dan saling menguatkan.


“Terima kasih kalian sudah mau mendengarkan cerita gue, gue bersyukur mempunyai sahabat seperti kalian,” Putri kembali merangkul Raysa dengan erat.


“Gue nggak dipeluk nih? Curang banget lu pada,” oceh Riko dengan malas.


Raysa dan Putri kembali tertawa melihat tingkah lucu Riko.


“Noh..! Lu meluk tembok aja sana..!” Balas Raysa dengan geli.


.


.


.


Bersambung


Selamat membaca😍

__ADS_1


__ADS_2