Pacar Galak

Pacar Galak
Jangan Galak, Nanti Bucin!


__ADS_3

Tepat pukul 7 malam, Victor pun telah tiba di rumah Putri, ia menunggu Putri di ruang tamu, setelah bu Ningrum mempersilahkan dirinya untuk memasuki ruangan keluarga permana.


Tatkala bu Ningrum melangkahkan kaki ke kamar Putri, terlihat Putra yang keluar dari kamarnya menuju ruang tamu, karena ia mengetahui kalau yang datang itu adalah Victor.


''Bang!!'' seru Victor sambil berdiri dan merangkul Putra yang tepat berada di depannya.


''Bang, sebenarnya gue butuh bantuan lu,'' ucap Victor dengan tampang datarnya.


''Bantuan apa? Damar lagi? bukannya dia sudah di DO?'' tanya Putra bingung.


''Bukan bang!''


''Bantuin gue buat deketin Putri lagi, masa dia masih marah sama gue bang,'' keluh Victor dengan sedikit memelas.


''Yaelah...! lemah banget sih lu jadi cowok, segitu doang perjuangan lu buat dapetin hati adek gue?'' remeh Putra dengan tersenyum jahil.


Victor pun hanya mendengus kasar dan menekuk wajahnya dengan malas, mendengarkan ia yang diremehkan oleh kakak iparnya sendiri, membuat jiwa semangatnya meronta-ronta seketika.


''Baiklah, gue nggak butuh bantuan lu, gue pasti bisa dapetin Putri dengan cara gue sendiri, gue akan pastikan itu,'' ujar Victor dengan semangat yang menggebu-gebu.


''Nah..! gitu dong, kalau benar lu mencintai adik gue dengan tulus, lu akan mendapatkan hati adek gue dengan cara lu sendiri tanpa bantuan orang lain,'' balas Putra sambil menepuk pelan bahu Victor untuk memberi semangat.


''Tapi ingat satu hal, jangan pernah mempermainkan adek gue, kalau sampai itu terjadi, lu taukan? harus berurusan sama siapa,'' ucap Putra dengan menatap tajam ke arah Victor, membuat nyali Victor sedikit menciut.


Victor hanya membalas dengan anggukan, pertanda kalau ia menyetujui semua hal yang diucapkan oleh abang iparnya itu.


*


''Put, kamu kok belum siap-siap nak? Victor sudah menunggu tuh di bawah,'' ujar bu Ningrum kepada anak gadis semata wayangnya itu. Putri yang berkutat dengan laptopnya, sedang sibuk mengetik novel-novel onlinenya itu menatap ke arah bu Ningrum.


''Dia beneran datang bu? suruh pulang aja bu, Putri ngga mau ketemu sama dia,'' ucap Putri cemberut.

__ADS_1


Bu Ningrum yang melihat tingkah anaknya seperti anak kecil itu, hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


''Kamu nggak boleh seperti itu sayang, kalau memang ada masalah, kamu harus selesaikan dengan baik-baik, jangan menghindar seperti ini,'' nasehat bu Ningrum dengan sabar.


''Masalah Putri sudah selesai kok bu sama dia,'' balas Putri dengan sedikit kesal.


''Nak...!'' sela bu Ningrum sambil menghela nafasnya dengan pelan.


''Masalah kamu belum selesai dengan dia, kamu salah paham nak. Ibu sudah tau semua ceritanya dari abang kamu, jadi kamu harus dengarkan dulu penjelasan dia, biar kamu ga salah paham lagi,'' ujar bu Ningrum dengan tenang, karena memang sehabis pulang bekerja tadi, Putra menceritakan semua yang terjadi kepada ibunya.


''Abang?'' tanya Putri dengan memperlihatkan muka bingungnya.


''Iya, abang kamu sudah berbicara kepada ibu tentang semuanya, Victor hanya ingin melindungi kamu nak, karena ia tidak ingin kamu terluka, bahkan dalam masalah ini, abang kamu juga ikut turun tangan menyelamatkan salah satu teman Victor yang disekap oleh preman itu,''


''Kamu dengarkan dulu penjelasan Victor yah, biar nantinya kamu nggak menyesal, dan ibu yakin kamu pasti bingung dengan semua pembicaraan ibu barusan, makanya kamu harus ketemu Victor dulu biar kamu tau bagaimana cerita yang sebenarnya,'' ucap bu Ningrum panjang lebar, sambil mengelus pipi Putri dengan lembut, berharap anaknya paham dengan apa yang ia bicarakan.


''Yaudah aku ke bawah dulu bu. Tetapi, apapun alasannya, aku paling nggak suka kalau dia bermesraan dengan wanita lain,'' sela Putri sambil melangkahkan kakinya keluar kamar menuju dimana tempat Victor berada.


Melihat Putri berjalan ke arahnya, seketika senyum Victor mengembang di wajah tampannya.


''Kamu kok belum siap-siap?'' tanya Victor menatap ke arah Putri.


''Ngapain lu ke sini?'' tanya balik Putri dengan jutek.


''Jangan galak-galak, nanti bucin baru tau rasa,'' goda Putra yang berlalu menuju kamarnya, karena ia yakin, setelah mengeluarkan kata-kata seperti itu, pasti akan diomeli oleh adik cerewetnya itu.


''Abaang!!'' geram Putri sambil menatap tajam kepergian Putra yang berlalu ke kamarnya.


''Nanti kalau kamu bucin, aku temenin bucin juga deh, biar kamu malunya ngga sendiri,'' goda Victor yang membuat pipi Putri kembali memerah.


''Apaan sih! sono pulang! gue nggak mau keluar sama lu.''

__ADS_1


Putri berlalu meninggalkan Victor, namun Victor dengan cepat mengejar Putri dan menarik tangan Putri dengan lembut.


''Nggak ada kata-kata penolakan, sana ganti baju! aku tungguin.''


''Nggak!!'' jutek Putri.


''Ganti baju atau aku gendong ke mobil?'' ancam Victor dengan menatap tajam ke arah Putri hingga menyisakan sedikit jarak di antara mereka.


Putri pun panik dengan tingkah Victor yang mulai mendekatinya, ia menjauhkan wajahnya dari Victor, karena ia takut Victor akan melakukan tindakan yang lebih nekat lagi.


''Yaudah iya, gue ganti baju dulu,'' ucap Putri dengan ketus kemudian ia berlalu ke kamarnya.


Setelah 15 menit berlalu, Putri telah siap dengan pakaian mini dress berwarna peach, rambut yang ia biarkan tergerai dengan hiasan pita bunga-bunga di rambutnya menambahkan aura kecantikan pada dirinya. Wajah yang hanya diolesi dengan bedak tabur, ditambah lipstik yang sedikit berwarna agar tampak terlihat lebih segar membuat kecantikan pada dirinya memang terlihat natural.


Victor yang melihat Putri dari kejauhan sungguh terpukau dengan penampilan Putri malam ini, ia tersenyum geli ketika melihat Putri yang menatap cemberut kepadanya.


''Senyum, jangan cemberut!'' ucap Victor dengan tampang yang berusaha sedatar mungkin, sedangkan Putri hanya memasang wajah tidak suka menatap ke arah Victor.


Setelah pamit kepada Bu Ningrum, mereka pun berangkat dengan mobil Victor ke cafe yang ingin mereka tuju.


Lebih kurang setengah jam, mereka pun sampai di cafe itu, Victor memilih tempat yang agak sepi dilalui orang, agar ia bisa lebih leluasa menjelaskan semua kesalahpahaman itu kepada Putri.


Setelah dirasa memilih tempat yang cocok, mereka pun memesan makanan. Sambil menunggu pesanan datang, Victor memulai pembicaraan, karena dari awal naik mobil tadi, tidak ada satupun yang berbicara baik itu Putri maupun Victor.


Victor yang sibuk dengan pemikirannya sendiri, memikirkan bagaimana cara menjelaskannya kepada Putri, hanya terdiam membisu, Putri pun juga memilih untuk diam karena ia sangat malas untuk berdebat dengan Victor.


''Put!'' ucap Victor dengan lembut sambil memegang tangan Putri dengan sayang.


''Nggak usah pegang-pegang, kalau lu emang mau jelasin, ayo jelasin sekarang! gue nggak punya banyak waktu untuk mendengar semua penjelasan lu!'' bentak Putri menepis tangan Victor.


Victor yang diperlakukan seperti itu, hanya melepaskan nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


__ADS_2