Pacar Galak

Pacar Galak
Memulai Rencana


__ADS_3

'Vic..!'' Victor pun menoleh ke belakang karena mendengar namanya dipanggil seseorang.


''Terima kasih ya.!'' ucap Putri masih dengan sendunya.


Victor tersenyum, ia begitu sangat yakin, masih ada sisi kelembutan Putri untuk dirinya, dan ia akan lebih bersemangat lagi untuk mendapatkan hati


Putri kembali, mengingat tingkah Putri yang mulai lembut kepada dirinya.


''Iya, sama-sama! dimakan ya! jangan lupa surat cintanya dibaca! semoga kamu mengerti dengan isi surat itu!'' begitulah harapan Victor kali ini.


Putri mengangguk mengiyakannya.


''Nanti sepulang sekolah lu sibuk nggak?'' tanya Putri.


''Nggak..!'' jawab Victor singkat.


''Lu mau pulang bareng gue lagi?'' tanya Putri takut akan di tolak.


''Haah....!'' balas Victor kaget. Ia tidak menyangka Putri akan mengajaknya untuk pulang bersama setelah perbuatan keji yang ia lakukan kemaren kepada Putri.


Melihat ekspresi Victor seperti itu, Putri mengira kalau Victor tidak menyetujuinya dan ia pun berucap, ''Yasudah, kalau lu nggak mau!'' ujar Putri dengan ketus. Ia berbalik arah untuk meninggalkan Victor.


Belum sempat ia melangkahkan kakinya, Victor menarik lengannya dengan lembut.


''Siapa bilang aku nggak mau, tanpa kamu minta pun, akan aku pastikan kita akan tetap pulang bersama hari ini!''


''Memangnya ada apa? kamu mengajak aku untuk pulang bersama?''


''Kemaren ibu marah, karena gue pulangnya kesorean tanpa minta ijin dulu kepada ibu, kan elu yang maksa gue kemaren, sampe gue nggak inget mau ngabarin ibu, alhasil ibu menyuruh gue buat lu singgah ke rumah gue, agar ia bisa bertanya langsung.''


''Lagian tumben banget ibu nggak percaya sama gue, biasanya mah nggak pernah kaya gini, tapi emang gue juga sih yang salah!'' oceh Putri sambil mengerucutkan bibirnya.


Victor tersenyum lucu melihat sikap Putri, membuat ia semakin bertambah sayang kepada wanitanya itu, tidak salah ia memilih wanitanya itu, pikirnya.


''Ini pasti akal-akalan tante Ningrum nih, agar gue selalu dekat dengan Putri, terima kasih calon ibu mertua, gumam Victor di dalam hati sambil tersenyum-senyum kecil.


"Yasudah, nanti biar aku jelasin sama ibu yah, kamu nggak usah panik, setelah ini, ibu pasti nggak bakalan marah lagi kok!" jelas Victor yang sudah mengacak-ngacak rambut Putri dengan sayang. Putri mengangguk kemudian ia berlalu dari hadapan Victor.

__ADS_1


Rendi yang hanya menatap kedua insan itu, merasa kecewa, hatinya begitu sakit melihat orang yang ia cintai bisa tersenyum dengan lelaki lain, tetapi dirinya tidak boleh egois, karena yang ia tau, Putri juga sangat mencintai Victor dibalik sikap dan prilakunya yang cuek dan galak kepada Victor.


...****************...


Jam pulang sekolah telah tiba, Victor menunggu Putri di parkiran sekolah, sedangkan Putri terlihat baru keluar kelas bersama Rendi dan Riko, karena Raysa sudah pulang duluan dengan terburu-buru.


''Pulang bareng gue aja Put!'' ajak Rendi.


''Lain kali aja ya, Rend! kayanya gue udah ditungguin Victor di parkiran sekolah,'' jawab Putri sambil tersenyum senang. Tidak tau kenapa ia begitu senang mengingat akan pulang bersama Victor.


''Oke deh Put, lu udah balikan lagi sama dia ya?'' tanya Rendi dengan raut muka sedikit kecewa.


''Nggak Rend! ini karena ada urusan penting aja!" jawab Putri.


Victor yang melihat kedatangan Putri bersama dengan kedua lelaki itu, mendesahkan nafasnya dengan pelan. Tidak tau kenapa ia benar-benar tidak suka melihat wanita yang ia cintai didekati oleh pria lain.


Setelah berpamitan dengan kedua sahabatnya, Putri melangkahkan kaki ke arah Victor yang sepertinya sudah lama menunggu dirinya.


''Maaf, gue lama ya?'' basa-basi Putri setelah menghentikan langkanya dihadapan Victor.


''Nggak kok, aku juga baru nyampe, coklatnya udah dimakan?''


''Suratnya udah dibaca?'' tanya Victor lagi.


''Belum, nanti kalau sudah nyampe rumah, gue akan makan coklat itu, dan membaca isi surat tersebut!'' jelas Putri masih kaku.


"Ooh, belum dia baca, pantesan dia belum mengindahkan permintaan gue," batin Victor.


''Yasudah, ayo naik!!'' perintah Victor yang bersiap akan melajukan motornya menuju rumah Putri.


Di dalam perjalanan pulang, mereka hanya saling diam, tanpa ada yang memulai pembicaraan.


Victor yang selalu mengarahkan kaca spion motornya ke arah Putri, selalu tersenyum senang melihat wajah Putri yang begitu ceria, ia sangat yakin kalau Putri saat ini sedang menikmati perjalanan ini bersamanya.


Tidak tau kenapa Putri lebih senang pulang dengan motor ketimbang menaiki mobil, karena dengan sepeda motor ia lebih leluasa melihat pemandangan indah kota, membuat suasana nyaman di hatinya, apalagi bersama seseorang yang sangat ia cintai.


Setelah beberapa lama menghabiskan waktu di jalan, merekapun akhirnya sampai di depan rumah Putri.

__ADS_1


Putri mempersilahkan Victor untuk masuk dan duduk terlebih dahulu di ruang tamu, setelah itu ia berlalu ke dapur untuk meminta tolong kepada bi inem membuatkan minum untuk Victor.


Setelah itu, ia berlari ke kamar ibunya dan memberitahukan kepada ibunya, bahwa ia telah berhasil membawa Victor untuk datang ke rumah, sesuai dengan permintaan ibunya.


Ningrum dan Putri melangkahkan kaki menuju ruang tamu secara bersamaan. Victor yang melihat kedatangan bu Ningrum, mengembangkan senyuman tampannya.


''Putri sudah bawa Victor ke sini bu, ibu tanya aja sama dia kalau memang ibu tidak percaya sama Putri, Putri nggak bohong kok!'' ucap Putri ketus dengan mengerucutkan bibirnya.


''Putri ke kamar ya bu, pengen mandi dulu, gerah banget soalnya,'' Putri berlalu dari sana tanpa menghiraukan ibunya dan Victor.


''Gimana nak? Putri sudah bisa ditaklukkan?'' goda Ningrum kepada Victor yang menatap kepergian Putri dengan sendu.


''Sedikit sih tante, susah banget dapetin dia tante, lebih susah lagi dari pada perkenalan kita awal dulu tanpa ada masalah sebelumnya!'' ujar Victor.


Ningrum menghembuskan nafasnya dengan pelan, ''Maafkan anak tante ya, ia memang keras kepala seperti ayahnya!''


''Iya, tidak apa-apa tante, aku akan terus berjuang kok!''


''Gimana rencana kita tante?'' tanya Victor dengan serius dan sedikit pelan, agar percakapan mereka tidak didengar oleh orang lain.


''Tergantung kamu, kamu mau mempertemukan tante dan orang tua kamu dimana?''


''Besok setelah aku pulang sekolah, tante bisa ke rumah? aku akan kirim alamat rumah ku ke tante, aku akan menunggu tante di rumah, dan aku pastiin papa dan mama akan ada di rumah pada saat itu.''


''Baiklah, besok tante akan mengabarimu!''


Tanpa mereka ketahui, ada sepasang mata yang melihat mereka tampak dalam pembicaraan serius, ia mendengarkan semua pembicaraan Ningrum dan Victor karena ia merasa curiga melihat tingkah aneh kedua orang itu.


''Ibu dan Victor sedang membicarakan apa?'' rahasia apa yang kalian sembunyikan??'' begitulah pertanyaan yang dilontarkannya


Tatapan dingin dan membunuh itu mengarah ke arah Victor dan Ningrum, membuat mereka menjadi gugup dan salah tingkah.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2