
Di UKS, Victor menunggu Putri yang belum juga sadar, ia pun merasa bersalah karena sudah bertingkah kasar terhadap Putri.
Tidak lama kemudian Putri terbangun, ia merasa kepalanya masih sedikit pusing, ia berusaha untuk duduk dan Victor dengan sigap membantu Putri.
''Lu jangan banyak gerak dulu,'' ucap Victor dengan muka sendunya, ia merasa sangat bersalah atas apa yang terjadi dengan Putri.
Putri hanya memilih diam, ia masih kesal dengan tingkah Victor tadi. Dengan sigap Victor mengambil makanan yang sudah ia beli melalui temannya karena ia tidak mau meninggalkan Putri seorang diri di UKS.
''Ayo! buka dulu mulut lu, biar gue suapin!'' perintah Victor.
Tadi sebelum dokter jaga UKS pergi, ia menitipkan pesan kepada Victor agar menyuruh Putri untuk makan,
''Ngga usah pura-pura baik deh lu, gue kaya gini kan karna lu juga, gue udah bilang kalau gue tadi lapar bangat, tapi lu masih aja nyerang gue, emang dasar lu nya aja cowok brengsek! ucap Putri dengan wajah kesalnya.
Victor menghela nafas kasar mendengarkan ucapan Putri,
''Iya, maka dari itu gue mau minta maaf, ucap Victor dengan datarnya.
''Tadi abang lu telfon, langsung gue angkat, gue bilang aja kalau lu pingsan di sekolah!'' ucap Victor lagi.
''Abang gue bilang apa?'' tanya Putri ketus.
''Abang lu kayanya panik bangat deh, ia kasih tau gue kalau lu baru sembuh, dan dia nyuruh gue buat jagain lu sampai dia datang kesini,'' ucap Victor menjelaskan.
Putri hanya terdiam mendengarkan penjelasan Victor, pasti abang sangat panik saat ini, pikirnya
''Sebagai permintaan maaf, bolehkan gue jagain lu di sini, dan suapin lu makan?'' tanya Victor masih dengan tampang datarnya.
__ADS_1
Putri terpaksa mengiyakan permintaan Victor, karena bagaimanapun, sekarang ini dia sudah sangat lapar sekali, dan dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk berdebat dengan Victor,
Victor menyuapi Putri sambil menahan senyum karena ia tidak mau kalau Putri mengetahui kalau ia sangat mengagumi Putri, dan ia tidak menyangka akan sedekat ini dengan Putri, ia sangat senang, karena bisa lebih leluasa melihat kecantikan wanita yang selalu mengganggu pikirannya ini.
Disela menyuapi Putri makan, Victor pun berucap, ''Lu kok galak amat sih ama gue? coba kalo sama cowok lu itu, manis banget kaya biji salak,'' ucap Victor sambil cemberut.
Putri bingung dengan pernyataan yang diucapkan Victor.
''Kenapa pria tampan di depannya ini mengatakan kalau ia sudah mempunyai cowok, siapa sih cowok yang dia maksud, apa mungkin Rendi? gumam Putri di dalam hati.
''Maksud lu apaan? cowok yang mana? jangan sok tau deh lu," ucap Putri dengan jutek.
Victor tersenyum tipis mendengarkan jawaban jutek dari Putri, entah kenapa ia merasa, wajah Putri semakin menggemaskan apabila sedang marah ataupun jutek seperti tadi kepadanya.
"Tuh...kan! baru juga gue ngomong udah galak aja kaya monster, ucap Victor sambil mencubit hidung Putri.
Victor tertawa melihat wajah kesal Putri, tidak tau kenapa, dari awal pertemuannya dengan Putri dia selalu mengagumi muka galak cewek itu.
Bahkan, ia sengaja menabrak Putri dan seolah-olah Putri lah yang bersalah sehingga ia bisa mengeluarkan umpatan yang membuat Putri menjadi marah mendengarkannya, seperti yang ia lakukan hari ini sampai membuat Putri pingsan.
Ada kesenangan tersendiri bagi Victor melihat wajah marah dan kesal wanita yang selalu mengganggu pikirannya itu.
''Lagian siapa sih yang lu maksud cowok gue? jangan mengada-ada deh lu, gue masih jomblo, jangan bikin gosip murahan kaya gitu deh,'' ucap Putri dengan ketus.
Mendengar pernyataan Putri barusan Victor merasa sangat bahagia, ingin sekali ia berteriak mendengarkan wanita yang ia sukai masih jomblo, tetapi ia berusaha tenang dengan memperlihatkan tampang datarnya ketika mendengarkan ucapan Putri.
''Lah, cowok yang jemput dan nganter lu pulang itu siapa? masa cuma teman? kalau emang teman kenapa sedekat itu? lu suka ya ama dia??'' tanya Victor dengan penuh selidik.
__ADS_1
''Shit ....pertanyaan konyol apa yang gue lontarkan, duh bego banget sih gue, dia ilfil ga yah ama gue,'' ucap Victor bergumam dalam hati.
Sebenarnya Victor sudah tau kalau Putri masih jomblo, karena ia tau dari salah satu junior basketnya yang kebetulan satu kelas dengan Putri.
Tetapi, perihal pertanyaan ia hanya ingin memastikan dari wanita ini dan hanya ingin berlama-lama menatapnya.
''Maksud lu siapa? Rendi? lah..! dia mah temen gue, sahabat gue dari SMP, lu nya aja yang baperan, liat cowok ama cewek boncengan langsung dibilang pacaran."
"Ya kali itu temennya, kakaknya, atau sepupunya, berpikiran positif dong, singkat banget pemikiran lu, menang ditampang doang," celetuk Putri.
Tanpa di sadari, Victor mendekatkan wajahnya ke arah Putri, hanya menyisakan jarak sejengkal, sehingga deru nafas mereka beradu, Putri merasakan jantungnya ingin copot karena saking deg-degkan dengan ulah Victor,
''Duh perasaan apa ini, kok gue deg-degkan begini," umpat Putri dalam hati.
''Lu cantik kalau lagi ngomel," ucap Victor sambil mengusap rambut Putri.
''Nanti kalau lu punya gue, gue nggak suka lu boncengan sama cowok lain, mengerti?" ucap Victor lagi.
Putri tersipu malu mendengarkan ucapan Victor, membuat pipinya merah merona, ia tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah seperti udang rebus karena Victor masih menatap matanya lebih dekat lagi.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1