Pacar Galak

Pacar Galak
Kembali Sekolah


__ADS_3

Hari ini Putri sudah bisa masuk sekolah karena sudah beristirahat selama 3 hari di rumah, membuat badannya lebih segar kembali.


Putri diantarkan oleh Putra ke sekolahnya, di atas mobil, Putra tidak berhentinya mengingatkan Putri agar tidak telat makan, karena ia tidak ingin adiknya sakit seperti kemaren.


''Iya bang, Putri tidak akan telat makan lagi,'' itulah jawaban Putri agar abangnya tidak khawatir lagi terhadap dirinya.


''Kalau gitu, biar nanti abang yang ingetin kamu makan deh, lagian kamu kan jomblo, ngga bakalan ada jugakan yang ingetin kamu makan,'' ledek Putra menggoda adiknya sambil mengusap kepala Putri dengan sayang.


Putri memanyunkan bibirnya ke depan, membuat Putri sangat menggemaskan bagi Putra.


''Sesama jomblo tidak boleh menghina, bang!'' ucap Putri dengan ketusnya.


Mendengar ucapan adiknya membuat Putra tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya.


''Nanti kalau abang udah punya pacar, abang pasti ngga bakalan antar jemput kamu lagi, ngga akan nganterin kamu kemana-mana lagi, karna abang udah fokus sama pacar baru abang, kamu mau seperti itu?'' tanya Putra sambil menatap adiknya yang langsung terdiam mendengar ucapan Putra.


Ada kekhawatiran diraut wajah Putri setelah mendengarkan ucapan abangnya tersebut.


''Ya sudah, berarti abang ngga boleh pacaran dulu, sebelum aku menikah, biar aku ada yang jagain,'' ucap Putri percaya diri.


''Nanti kalau aku udah menikah, gantian dong suami aku yang jagain, baru abang boleh menikah, ucap Putri lagi.


''Hahaha...! nggaklah dek, abang akan selalu jagain kamu kok, walaupun nantinya abang udah punya pacar, kamu tetaplah tanggung jawab abang, siapapun nanti lelaki yang akan menikahi kamu, abang harus bicara dulu empat mata dengan lelaki itu, agar mereka paham dan mengerti kalau adik abang ini sangat cerewet sekali,'' Putra berucap sambil tersenyum dan mengacak-acak rambut adik kesayangannya itu.

__ADS_1


Setelah puas menggoda adiknya, Putra menurunkan Putri tepat di depan sekolahnya.


Setelah itu ia melajukan mobilnya menuju kantor.


*


Putri memasuki kelasnya, ternyata ia telah ditunggu oleh para sahabatnya, Raysa langsung memeluk Putri dengan sangat erat, karena ia sudah rindu dengan sahabatnya itu.


Sedangkan Rendi dan Riko hanya tersenyum melihat dua sahabatnya yang agak lebay seperti adegan sinetron.


Bel istirahat pun telah berbunyi, semua siswa dan siswi berhamburan keluar kelas untuk mengisi cacing-cacing di perut mereka yang sudah bernyanyi riang.


Putri dengan terburu-buru berjalan ke kantin, karena ketiga sahabatnya sudah duluan ke kantin, tadi sebelum mau ke kantin, Putri terlebih dahulu mengumpulkan tugas yang dari tiga hari sudah menumpuk karena ia tidak masuk sekolah.


Yang tidak lain, laki-laki itu adalah Victor.


''Ckk...! kerjaan lu bisanya nabrak orang doang ya? punya mata ga sih lu?'' bentak Victor sambil menatap tajam ke arah Putri.


Putri terkejut mendengar bentakan Victor tersebut, ia sangat heran kenapa cowok itu sangat mengerikan, padahal tiga hari yang lalu, dia sangat lembut memperlakukan Putri.


''Iya maaf, gue mau buru-buru ke kantin, perut gue udah laper banget,'' jawab Putri dengan muka sedikit memelas.


Setelah minta maaf, Putri melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Victor, namun Victor menarik tangan Putri dengan kencang.

__ADS_1


''Lu sekarang ikut gue...! perintah Victor sambil menarik tangan Putri.


''Hei...! lepasin tangan gue, brengsek...!'' teriak Putri dengan sangat emosi, karena ia tidak suka tangannya di tarik-tarik seperti itu,apalagi dengan orang yang ia rasa sangat menyebalkan seperti laki-laki yang ada di hadapannya sekarang ini.


Putri merasakan kepalanya pusing dan berputar, mungkin karena ia telat makan dan menahan lapar, tetapi Putri masih berusaha kuat untuk melawan ocehan Victor.


''Lu bisa nggak, kalau ngomong ke gue itu bicara sopan dan lemah lembut? gue paling ga suka ada cewek ngomong kasar ke gue!'' ucap Victor masih dengan emosinya sambil menggenggam tangan Putri dengan kasar.


Putri meringis kesakitan, ia merasakan sakit karena tangannya yang di tarik oleh Victor dan kepalanya yang serasa berputar-putar.


Tiba-tiba Putri merasakan kepalanya terasa pusing dan penglihatan di sekelilingnya menjadi gelap, Putri jatuh ke lantai, untung ada Victor yang langsung menyambutnya.


Victor sangat panik, ia menepuk pipi Putri dengan lembut, tetapi tidak ada jawaban dari Putri.


Tanpa menunggu lama Victor menggendong Putri yang pingsan dan membawanya ke UKS, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa like, coment dan votenya ya, terima kasih🙏


__ADS_2