Pacar Galak

Pacar Galak
Tanda Kepemilikan


__ADS_3

Setelah dua hari meliburkan diri untuk tidak berangkat ke sekolah, dengan langkah gontai Putri berjalan menyusuri kelasnya, setelah diantar oleh abangnya sampai di depan gerbang sekolah.


Pagi ini ia telah diijinkan oleh ayahnya untuk masuk sekolah hari ini dengan syarat, ia harus menerima perjodohan itu, tanpa mengganggu aktifitas sekolahnya dan ia masih diberi kesempatan untuk berjuang menggapai cita-citanya.


Atas kesepakatan itu, Putri akhirnya bisa menapakkan kaki di sekolah yang begitu ia rindukan walaupun dengan keadaan murung.


''Puut..!'' Teriak Raysa yang sudah histeris melihat kedatangan Putri di depan pintu kelasnya.


''Lu sakit apa?? Udah sembuh? Duuh kok masih pucat aja tuh muka, ngga ada semangat-semangatnya.'' Ketus Raysa panjang lebar sambil menarik Putri ke tempat yang biasa ia duduki.


Putri hanya diam menatap ketiga sahabat yang sudah merindukannya, ia menopang kepalanya di atas meja, dan kembali tidur tanpa menghiraukan Raysa yang sedang mengomel.


''Puut..! Jangan diam gini dong, gue kan jadi bingung, padahal gue kangen banget tau,'' oceh Raysa lagi.


''Kalau masih sakit kenapa lu masuk hari ini, kenapa nggak istirahat dulu sampai bener pulih.'' ocehan Raysa benar-benar membuat Putri pusing.


''Duuuh..! Brisik banget sih lu, gue nggak sakit..!'' Ketus Putri dan kembali membuang muka ke arah lain.


Rendi, Raysa dan Riko saling menatap satu sama lain dengan tatapan bingung.


Bagaimana tidak, mereka mendapatkan informasi dari guru yang mengajar hari itu, kalau Putri tidak masuk sekolah karena sakit, bahkan mereka sudah menjenguk Putri ke rumahnya, dan ibu Putri pun bilang kalau Putri memang sedang sakit, Putri lagi istirahat dan tidak bisa diganggu, hingga mereka pulang dengan perasaaan kecewa.


''Lu nggak sakit?'' Tapi bu Rani bilang lu ijin sakit,'' bantah Riko.


''Iya, bahkan kita udah ke rumah lu dan ibu lu bilang kalau lu emang sakit, sedang istirahat dan tidak bisa diganggu, kita pun pulang lagi dah,'' balas Rendi dengan yakin.


''Jadi lu lu pada udah ke rumah gue? Kapan?''


''Kok ibu nggak ngasih tau yah,'' batin Putri.


“Iya..!!” Jawab mereka serempak.


“Ketika bu Rani mendapatkan informasi dari abang lu, kalau elu sakit, hari itu juga kita ke rumah lu Put.”


“Tapi gue heran loh Put, di depan rumah lu terparkir mobil kak Victor, gue hapal banget tuh mobil pujaan hati lu, apa bener dia ada di dalem? Ada apa sih sama kalian? Kaya ada yang ditutup-tutupin dari kita.”


“Apalagi nggak biasanya ibu lu nolak kita kayak gitu, biasanya ia senang banget kalau kita ke sana, tapi kemaren itu, ibu lu keliatan gugup."


"Ada apa sih sebenarnya Put?” Tanya Raysa yang begitu penasaran.


Putri menghela nafasnya dengan kasar, ia sungguh malas menceritakannya kepada sahabatnya. Tetapi kalau tidak ia ceritakan, pasti Raysa akan selalu mengomel dan mengoceh, yang akan membuat kepalanya serasa pecah.


“Nanti gue ceritain deh, kalau udah jam istirahat, sekarang gue lagi males dan mulut lu harus diam jangan mengoceh terus, paham..!” Ujar Putri dengan sedikit penekanan membuat Raysa hanya mengangguk tanpa ada perlawanan.


----------------

__ADS_1


Jam istirahat pun telah tiba, semua siswa-siswi SMA Satu Nusa berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.


Begitupun dengan Putri dan ketiga sahabatnya.


“Kuy kantin yuk..! Gue udah laper banget nih,” ajak Riko kepada ketiga sahabatnya.


''Ntar dulu napa, gue belum kelar ini!!” Sungut Raysa yang masih mengerjakan soal latihan yang diberikan guru.


''Yaelah bambang, dari tadi lu ngapain aja sih,? Makanya kalau guru nerangin itu diperhatiin jangan main kutek mulu,'' geram Riko.


“Yang mana lagi.? Sini gue bantuin..!” Ujar Riko lagi dengan kesal.


Raysa memberikan buku latihannya kepada Riko, ada dua soal lagi yang belum ia kerjakan, karena ia sibuk mengurus kutek-kutek di kukunya yang sempat berantakan, alhasil ia ketinggalan berapa langkah dari teman-temannya.


“Mmm.. ayang beb gue kok baik banget sih, jadi terharu deh,”


“Idiih..! Amit-amit.!” Ketus Riko.


Tanpa menghiraukan ocehan Raysa, Riko mengambil alih buku Raysa dan mengerjakan beberapa soal yang belum dikerjakan olehnya, dengan sigap ia mengerjakan soal itu karena perutnya sudah terasa sangat lapar.


“Cieee... kok kalian jadi so sweet gini sih?” Ati-ati loh ntar beneran cinlok,” goda Putri yang melihat kedekatan Riko dan Raysa.


“Apaan sih Put, jangan mulai deh, mana mau gue sama yang kaya beginian, makan ati gue, teriak mulu kayak tarzan, tinggal di hutan dong gue,'' elak Riko yang sudah selesai mengerjakan soal latihan itu.


“Eeh tiang listrik, siapa juga yang mau sama elu, kaku kaya tiang listrik, ngga ada belokannya.” Kesal Raysa.


“Sudahlah, jangan saling menghujat, nanti benci jadi cinta loh..!” Goda Rendi.


Membuat Riko dan Raysa kesal dan serempak berteriak.


“Rendiii..!”


Orang yang diteriaki berhasil kabur dengan membawa Putri sedikit berlari, mereka pun tertawa puas karena berhasil mengerjai sahabatnya yang telah menyusul mereka dari belakang.


“Nah, gitu dong..! Kan cantik kalau tertawa kaya gitu,” Rendi memberhentikan langkahnya dan mengacak rambut Putri, membuat Putri sedikit kesal karena rambutnya berantakan.


Rendi pun merapikan rambut Putri yang berantakan karena ulahnya, “Kalau ada masalah jangan dipendam, apa gunanya lu punya sahabat Put.!” Ujarnya.


“Makasih Rend,!!” Putri tersenyum senang, karena mempunyai sahabat-sahabat yang begitu pengertian kepadanya.


Tanpa mereka ketahui, Victor menepis tangan Rendi yang sudah berani menyentuh wanitanya dengan kasar.


Tatapan dingin itu menatap Rendi dengan tajam, Rendi dan Putri terlihat kaget akan kedatangan Victor secara tiba-tiba.


“Nggak bosan-bosan lu cari masalah sama gue,” Victor menggenggam kerah baju Rendi dan bersiap untuk memberi bogeman di perut Rendi.

__ADS_1


Putri yang terlihat panik berusaha menenangkan Victor dan berusaha melepaskan pegangan Victor pada Rendi.


“Vic..! Lu ingin gue dalam masalah lagi? Udah..! Lepasin...!” Bentak Putri yang membuat ia berhasil menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana.


“Ini karena perintah cewek gue, hari ini lu bebas.!” Umpat Victor. Ia melepaskan genggaman tangannya.


“Lu punya gue..!” Jangan pernah lagi membiarkan siapa pun menyentuh elu,” ujar Victor kepada Putri dengan penuh penekanan.


“Termasuk dia..!” Tunjuk Victor ke arah Rendi, tatapan tajamnya membuat semua yang menatapnya bergidik ngeri.


“Apaan sih lu, nggak jelas banget, lu kan udah tau gimana nasib gue, kenapa masih beragumen kalau gue ini punya lu, dasar gila...!'' Umpat Putri dan memutar bola matanya dengan malas, ia melangkahkan kaki meninggalkan Victor.


Dengan sigap Victor meraih pergelangan tangan Putri untuk mengikuti langkahnya.


Baru beberapa langkah, Putri berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Victor.


“Lepasin..!” Bentak Putri, namun Victor tidak mengindahkan permintaan Putri.


Putri pun kembali memberontak hingga langkah Victor pun terhenti.


Ia melepaskan genggaman tangan Putri dengan lembut.


“Apapun yang terjadi, lu tetap punya gue.!” Ucapan yang keluar dari mulut Victor terdengar dengan sangat lantang hingga siswa-siswi yang ada di sana menatap ke arahnya.


“Semua yang ada pada diri lu, itu semua punya gue.”


Cup!!


Victor mencium pucuk kepala Putri dengan tulus, semua orang begitu terkejut menatap adegan di depan mereka, karena mereka tidak menyangka, Victor pria yang sangat dingin akan melakukan hal itu di depan umum.


Begitupun dengan Putri, ia terlihat shock dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.


“Itu sebagai tanda kepemilikan gue, jangan pernah lagi membiarkan laki-laki lain menyentuh apapun yang ada pada diri elu, paham..!”ujar Victor setelah melepaskan kecupannya itu.


“Gue pergi dulu, nanti gue tunggu di parkiran saat pulang sekolah.'' Ucap Victor, kemudian ia meninggalkan Putri yang sudah terlihat seperti kepiting rebus karena wajahnya sudah memerah menahan malu.


“Aaa so sweet banget sih, pamer kemesraan di depan jomblo kaya gue,” teriak Raysa yang membuat Putri semakin malu.


Ia pun membekap mulut Rasya dengan sigap, agar Raysa tidak membulynya terus menerus di depan umum seperti ini.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2