Pacar Galak

Pacar Galak
Tidak Ada Malam Pertama


__ADS_3

Semua acara berjalan dengan lancar, semua tamu undangan sudah pulang beserta dengan keluarga masing-masing.


Sedangkan Victor dan Putri langsung diantarkan oleh pak Nanang ke apartement yang telah disediakan oleh pak Heru setelah acara itu selesai.


Hanya hening yang menemani suasana mobil saat ini, Victor terlihat gugup dengan tatapan tajam Putri yang sedari tadi tidak bisa ia artikan.


''Kenapa menyembunyikan hal sebesar ini dari gue?'' Kata-kata itu berhasil lolos dari mulut cantik itu yang sudah tidak sabar ingin memaki suaminya.


''Sayang..!'' Lirih Victor dengan menggelengkan kepalanya.


''Nanti kita bahas setelah sampai di apartement ya, kamu tenang dulu.'' Ujar Victor dengan sabar. Karena ia tidak ingin membahas ini di depan sopir pribadinya.


Putri pun menarik nafas pelan, ia berusaha mengontrol emosinya. Ia juga tidak ingin kelepasan di depan pak Nanang.


Lebih kurang setengah jam perjalanan, mereka pun sampai di apartment yang ingin mereka tuju.


Pak Nanang membawa dua koper yang berisikan baju pasutri baru tersebut, ia mengantarkan sampai pintu apartement.


''Ini kamarnya tuan muda, silahkan masuk, kalau tuan butuh bantuan tinggal telfon saya, karena saya menginap di kamar yang tidak jauh dari anda. Semoga tuan dan nona suka dengan kamarnya.'' Pak Nanang pun menunduk pamit dan pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.


''Terima kasih pak, ujar mereka bersamaan.


Dengan bergegas Victor membukakan pintu untuk istri tercinta, dan menarik dua buah koper yang dibawa pak Nanang tadi.


''Kamu mandi dulu gih, setelah itu kita baru cerita biar kamu rileks.''


Putri hanya diam tidak membalas perkataan Victor, ia sibuk dengan membuka resleting gaun yang terasa sulit untuk dibuka.


''Susah banget sih bukanya, gue pengen pipis,'' gumam Putri yang terdengar sayup oleh Victor.


''Sini aku bukain,'' dengan secepat kilat Victor meraih resleting itu, karena ia tau pasti Putri akan menolaknya.


''Nggak..! Lepasin..! Gue bisa sendiri.'' Balas Putri dingin, ia berusaha menjauh dari Victor.


Victor tidak tinggal diam, dengan sekali gerakan ia bisa membuka resleting itu hingga gaun itu jatuh ke lantai.


''Aaa..!'' Teriak Putri. Ia menutup tubuhnya dengan kedua tangannya.


Victor menelan salivanya dengan kasar, sungguh yang ada di depannya saat ini begitu menggodanya.


''Tutup mata...! Jangan mesum..!'' Teriak Putri dengan geram.


Victor pun mengulum senyuman dengan geli.


''Kita sudah sah, kenapa harus malu, nanti aku juga akan melihat semuanya,'' goda Victor mengerlingkan matanya dan berusaha mendekat ke arah Putri.


''Blush..!''


Pipi chubynya merona merah, ia hampir lupa kalau sekarang ia sudah menjadi istri orang.


Victor dengan cepat memeluk Putri sebelum istrinya itu menolaknya.

__ADS_1


“Panggil aku abang, panggil aku kamu, tidak dengan gue elu, paham.?” Titah Victor yang berusaha menahan gejolak rasa ketika menatap Putri apalagi bersentuhan dengan tubuh polos istrinya.


Putri pun mengangguk pasrah, walaupun ia sangat kesal.


“Sekarang bersih-bersih dulu, jangan lupa pakai baju, karena aku tidak tau sampai kapan bisa menahan untuk tidak memakan mu kalau kamu menggoda seperti ini,” goda Victor lagi.


Putri memukul dada bidang Victor dengan kuat.


“Dasar mesum..!” teriak Putri, ia pun berlari berlenggak-lenggok tanpa busana kedalam kamar mandi, ia menghiraukan tatapan buas Victor yang ingin memakannya disaat seperti itu.


Victor menggaruk kepalanya dengan frustasi, “sampai kapan aku bisa menahannya kalau ia benar-benar menggoda,” batin Victor.


Ia pun merapikan gaun Putri yang tergeletak di lantai, dan memasukkannya ke dalam pakaian kotor.


Ia pun duduk di kasur membuka jasnya sambil memainkan benda pipih yang sedari tadi bergetar.


Sudah lebih dari setengah jam berlalu, Putri tak kunjung keluar dari kamar mandi, membuat Victor sedikit gelisah takut terjadi apa-apa dengan istrinya. Karena ia juga tidak mendengar bunyi air atau apapun pertanda ada yang mandi.


Dengan pelan Victor mendekatkan daun telinganya di balik pintu kamar mandi, tetap tidak ada bunyi apapun, membuat ia semakin cemas.


''Sayaang..!'' Teriak Victor dengan kencang sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Tetap tidak ada jawaban, membuat Victor semakin kalang kabut.


''Kalau kamu tidak bersuara aku dobrak pintunya,'' teriak Victor lagi.


''Jangan...!'' Teriak Putri dari dalam.


''Ta..tapi aku ingin sesuatu, boleh tolong ambilkan.?'' Lirih Putri.


''Apa..?'' Tanya Victor yang sudah tidak sabar.


''Aku lupa bawa handuk dan baju ganti, tidak mungkin aku keluar dengan keadaan seperti ini,'' balas Putri.


Seketika Victor tersenyum mendengarkan ucapan Putri, pikiran kotornya sudah melalang buana entah kemana, membuat ia tersenyum geli membayangkannya.


''Tunggulah sebentar, aku akan kembali.'' Victor sedikit berlari ke arah koper yang ia bawa masuk tadi, ia mengambil handuk untuk Putri yang sudah disediakan.


''Ini sayang..!'' Victor memberikan handuk itu kepada Putri.


''Bajunya mana?'' Tanya Putri dengan ketus.


''Ambil aja sendiri,'' jawab Victor yang tak kalah ketusnya, membuat Putri berdecak kesal.


''Baiklah, aku akan memasang handuknya, tetapi ketika aku akan keluar kamu harus tutup mata.'' Ujar Putri dengan tatapan tajamnya.


''Oke.!'' Victor mengacungkan jempolnya, membuat Putri seketika gemas melihat Victor, pasalnya Victor yang selalu kaku, menjadi lucu ketika ia bertingkah seperti itu.


Putri pun melilitkan handuk itu ke badannya, membuat ia terlihat tampak seksi dan semakin menggoda.


“Harusnya pakai kimono, biar gak minim seperti ini” batinnya.

__ADS_1


Padahal sangat jelas kimono itu ada, tetapi Victor ingin selalu menggoda istrinya dengan menyembunyikan kimono itu di lemari pakaian yang ada di sana.


“Udah belum? Aku kebelet nih..!” Teriak Victor dari luar.


“Iya tunggu sebentar,” jawab Putri dengan sedikit kesal.


Putri pun keluar dengan memakai handuk yang melilit di tubuhnya.


“Tutup matanya..!” Perintah Putri dengan tegas.


Victor pun menutup mata dengan polos, sedangkan Putri berlari ke arah koper dengan tergesa-gesa.


Setelah Putri membelakanginya ia membuka matanya dengan perlahan.


Sungguh pandangan yang sangat menggoda iman, entah sudah berapa kali Victor meneguk salivanya dengan kasar, istrinya nampak terlihat seksi, sejak kapan ia menjadi buaya lapar saat melihat istrinya.


“Sampai kapan aku bisa menahan hasrat ini batinnya.”


Setelah memperhatikan lekukan indah tubuh istrinya, ia pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, karena ia juga ingin membersihkan badannya yang terasa lengket.


Putri yang sibuk mencari baju gantinya di dalam koper, berdecak kesal dan ngomel-ngomel, karena baju tidurnya bukanlah baju yang biasa ia pakai sehari-hari di rumahnya, tetapi baju yang begitu minim dan transparan, membayangkannya saja Putri sudah begitu geli melihat baju ini, apa lagi untuk memakainya.


Setelah berpikir beberapa saat, ia membuka koper suaminya, ia berniat untuk memakai kaos suaminya yang langsung ia temukan.


Ia memakai baju yang terlihat kebesaran di badannya, membuat ia terlihat imut.


Setelah drama mencari baju, ia membersihkan mukanya dan memakai skin care kesayangannya sebelum tidur, tidak lupa ia memolesi bibirnya dengan lip balm rasa stroberi dan menyemprot sedikit parfum pada baju yang ia pakai seperti kebiasaan ia sebelum tidur.


Victor yang susah selesai mandi, melilitkan handuknya di pinggang, ia pun keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


“Brukh..!”


Seketika bantal itu tepat mengenai kepala Victor, hingga membuat empunya kaget.


“Apaan sih, Put?” Ujar Victor sedikit geram.


“Kamu yang apaan, Dasar mesum..!” Teriak Putri dengan kesal. Ia membalikkan badannya agar ia tidak bisa melihat dada telanjang Victor.


“Ganteng banget sih kalau nggak pakai baju,” batin Putri yang pikirannya sudah melalang buana entah kemana.


“Kamu kenapa? baru mau malam pertama aja udah ngambek kaya gitu, aku salah apa?” Tanya Victor yang berusaha membujuk istrinya itu.


“Tidak ada malam pertama...!'' bantah Putri dengan tegas.


Victor pun mendesah frustasi.


.


.


.

__ADS_1


Selamat membaca guys,


__ADS_2