Pacar Galak

Pacar Galak
Berkenalan


__ADS_3

Jam pulang sekolah telah tiba, Putri bersama ketiga sahabatnya keluar dari kelas mereka dan melangkahkan kaki menuju gerbang utama.


''Put, main ke rumah gue yuk!'' ajak Raysa kepada Putri.


''Orang tua gue keluar kota, jadi gue sendirian di rumah,'' ujar ia lagi.


''Lu ngajak Putri doang? nggak niat ngajak gue gitu?'' sela Riko.


''Yaudah yuk, kalian ikut juga ke rumah gue, gue ada game baru loh!'' ucap Raysa antusias.


''Beneran.? ayo gas keuun,'' balas Riko yang tak kalah antusiasnya dari Raysa


''Tumben lu Rik, biasanya kalau gue ajak selalu aja ada alasan inilah, itulah, kaya orang bener aja lu,'' sewot Raysa.


''Yaelah Ray, emang bener kok gue sibuk, kalau nggak sibuk mah gue yo ayo aja, kaya sekarang ini,'' balas Riko dengan sedikit ketus.


Raysa hanya terdiam mendengar ucapan Riko. ''Berarti gue boncengan sama Rendi aja deh, lu sama Riko ya Put, ntar kalo gue bareng dia, yang terjadi malah perang dunia, berantem mulu.'' ucap Raysa memohon kepada Putri.


''Yaudah ayo..!'' ucap Putri. Mereka melangkahkan kaki menuju parkiran motor.


Putri begitu terkesiap beradu pandang dengan Victor.


Victor yang menunggu kedatangannya sejak tadi di parkiran motor, menatapnya dengan tajam.


Sungguh, ia begitu cemburu melihat Putri dan Rendi masih saja jalan beriringan, membuat emosinya memuncak melihat Rendi yang sudah menatapnya dengan tatapan tidak suka.


''Put, itu kan kak Victor, kenapa tatapannya menyeramkan sepeti itu?'' bisik Raysa.


Putri berusaha untuk terlihat baik-baik saja, ia menatap Victor yang sepertinya sudah terbakar api cemburu. Putri mendekati Victor dengan hati-hati.


''Aku sudah bilang, kalau aku menunggumu di sini..! kenapa lama sekali.?'' ucap Victor dengan tatapan dingin, rahangnya mengeras terlihat ia saat ini sedang menahan emosi.


''Maaf..!'' balas Putri.


''Tapi, gue nggak bisa pulang bareng lu, gue mau main ke rumah Raysa bersama yang lain,'' jelas Putri.


''Aku tidak mengijinkannya!'' Victor turun dari motor dan menghampiri ketiga sahabat Putri.


''Untuk saat ini Putri tidak bisa ikut, karena ia ada keperluan, kalian pergi saja..!'' perintah Victor dengan tatapan dingin, membuat semua sahabat Putri menciut, termasuk Rendi yang masih menatapnya masih dengan tatapan penuh kebencian.


''Baik kak..!'' balas Raysa dengan gugup kemudian mereka pun berlalu dari sana.

__ADS_1


Putri yang melihat sikap Victor yang sudah sangat keterlaluan, menatap Victor dengan emosi.


''Lu ada masalah apa sih sama gue? inget ya...! Gue dan elu udah nggak ada hubungan apa-apa lagi, jadi, jangan seenak jidat lu ngatur-ngatur hidup gue..!!'' Putri yang sudah begitu kesal dan emosi berusaha mengejar sahabatnya, tapi Victor menghentikan langkah Putri dengan menarik tangannya.


''Lepasin..! gue benci..!''


''Terserah..! kamu mau benci mau kesal, yang pasti kamu akan tetap milikku..!'' siapa yang berani mendekatimu akan ku patahkan tulangnya..!''


''Ikut gue..!'' Victor menarik tangan Putri dengan paksa, walaupun Putri sudah memberi penolakan, tetapi ia tidak peduli.


Victor memaksa Putri menaiki motornya, dan Putri terpaksa menuruti keinginan Victor karena sudah banyak pasang mata yang melihat keributan diantara mereka membuat Putri menjadi malu sendiri.


''Dasar kurang ajar..! dasar pemaksa..!'' geram Putri yang sudah duduk di belakang Victor.


Victor hanya tersenyum menanggapi semua umpatan Putri.


*


''Lu mau bawa gue kemana sih? ini rumah siapa?'' tanya Putri setelah mereka sampai di depan sebuah rumah yang terlihat mewah.


Setelah memarkirkan motornya di tempat yang telah disediakan, ia turun dari motor dan menggandeng tangan Putri dengan lembut.


Putri berusaha melepaskan tangan Victor kembali, ia terlihat risih di saat Victor menggenggam tangannya.


''Udah..! nurut..!'' bentak Victor lagi yang membuat Putri terdiam dan terpaksa menuruti semua kehendak Victor, dari pada urusannya jadi panjang, pikirnya.


Victor dengan bangganya menggandeng tangan Putri melangkahkan kakinya menuju pintu masuk rumah itu.


Sebelum Victor masuk, pintu sudah terbuka lebar. Ia langsung memeluk wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu di depan Putri.


''Kamu sudah pulang, nak.?''


Victor mengangguk mengiyakan pertanyaan mamanya.


''Ma, perkenalkan ini pacar aku, namanya Putri,'' ucap Victor menjelaskan kepada mamanya.


Sukma tersenyum melihat gadis belia yang membuat anaknya tergila-gila kepada wanita itu.


Putri yang begitu terkesiap mendengarkan pengakuan Victor, membelalakkan matanya, ia begitu kesal terhadap Victor yang selalu saja seenaknya.


Putri yang sudah mati kutu, memilih untuk memperkenalkan diri dan menyalami bu Sukma walaupun sedikit malu-malu.

__ADS_1


Bu Sukma mempersilahkan Putri untuk masuk dan duduk di ruang tamu, sambil menunggu minuman datang, bu Sukma mengajak Putri berbicara agar suasana tidak canggung. Sambil menunggu Victor yang minta ijin terlebih dahulu untuk ganti baju ke kamarnya.


''Nak, sudah berapa bulan kamu menjalin hubungan dengan anak tante, tanya bu Sukma membuka pembicaraan.


''Baru beberapa bulan tante,'' balas Putri sambil tersenyum gugup dan malu-malu, membuat pipi chuby itu memerah seperti udang rebus yang sangat menggemaskan.


Sukma tersenyum gemas melihat tingkah anak gadis di depannya ini.


"Bagaimana anakku tidak tergila-gila dengan anakmu yang sangat menggemaskan ini Ningrum.


Benar, ia sederhana tetapi tetap cantik, sama seperti dirimu, sumpah..! aku secepatnya akan menjodohkan anakku dengan anakmu," batin Sukma.


"Nak...!'' ucap Sukma lagi dan menggenggam tangan Putri dengan lembut, membuat Putri begitu kaget.


"Tante tau kok, hubungan kalian sedang tidak baik-baik saja, Victor sudah menceritakan semua tentang kamu kepada tante, maafkan anak tante yang telah mengecewakanmu, tante berharap kamu memberikan satu kesempatan lagi kepada anak tante ya!"


"Kamu adalah wanita pertama yang menginjakkan kaki di rumah ini, sebelumnya dia belum pernah membawa perempuan ke rumah ini, berarti kamu adalah orang yang spesial di dalam hidupnya,'' goda bu Sukma lagi.


Membuat Putri menjadi salah tingkah, digoda oleh calon ibu mertuanya itu.


Setelah minumannya datang, bu Sukma mempersilahkan Putri terlebih dahulu untuk minum sambil menunggu Victor ganti baju.


Tidak berapa lama, pak Heru yang sudah pulang dari kantornya memasuki rumah utama mereka. Bu Sukma yang mendengar kedatangan mobil suaminya itu, menyambut suaminya dengan sumringah.


Pak Heru yang memang tidak bisa berlama-lama marah kepada istrinya, menyapa istrinya duluan pagi ini, dan ia berucap kalau masalah kemaren jangan dibahas lagi karena ia tidak ingin berlama-lama marah kepada istri tercintanya.


''Mas, kenalin ini temannya Victor,'' ucap bu Sukma kepada suaminya yang sudah menatap Putri dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Putri menyalami pak Heru yang tidak melepaskan tatapannya sedari tadi dari wajah cantik Putri. Membuat Putri menjadi semakin salah tingkah.


''Tumben Victor bawa teman cewek ke rumah, siapa mah? pacarnya?'' tanya pak Heru kepada istrinya.


Bu Sukma mengangguk pelan sambil tersenyum. Sedangkan Putri berusaha bersikap tenang walaupun detak jantungnya sudah tidak karuan, menghadapi calon mertuanya.


''Papa mandi dulu mah, setelah ini kita makan bersama!'' perintah pak Heru yang sudah berlalu ke kamarnya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2