Pacar Galak

Pacar Galak
Pemaksa


__ADS_3

Pagi ini mentari begitu ceria menampakkan dirinya, dan membuat kicauan burung terdengar nyaring ditelinga manusia yang sudah melakukan aktifitas untuk mencari untung hidupnya.


Semua orang sibuk dengan kepentingan mereka masing-masing. Tetapi tidak dengan sepasang suami istri yang masih terlelap, mereka terlihat sangat lelah karena acara kemaren.


Flashback on


''Aku tidak tau kenapa baju-baju itu ada di koper kamu sayang,'' ujar Victor membuntuti Putri yang melangkah mengambil minuman di dalam kulkas.''


Putri memutar bola matanya dengan malas, ''Siapa lagi kalau bukan kamu?'' bantah Putri dengan nada tidak sukanya.


''Sumpah sayang..! Aku tidak melakukan itu, sepertinya ini ulah mereka,'' geram Victor yang langsung kembali ke kamarnya untuk mengambil handphonenya.


''Mereka siapa?'' Teriak Putri yang sudah mengikuti langkah Victor menuju kamar mereka.


Victor ingin rasanya mengumpat karena perbuatan kedua sahabatnya itu, karena ulah mereka membuat wanita yang baru beberapa jam ini menjadi istrinya terlihat kesal kepada dirinya. Padahal malam ini ia berharap bisa berbicara dengan serius perihal perjodohan ini agar di antara mereka tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut.


''Eh ada bosku, mau malam pertama kok masih nelfon kita aja? Kangen sama kita ya?'' Cicit doni dari seberang sana setelah Victor berhasil menyambungkan telfon kepada salah satu sahabatnya.


Ternyata hari ini Doni menginap di rumah Wiliam, alhasil sekarang mereka bisa membuly Victor secara bersamaan di balik telfon itu.


''Kenapa kalian mengganti isi koper istri gue dengan baju kurang bahan kaya gini?'' Tanya Victor yang terlihat geram.


Seketika tawa Doni dan Wiliam pecah, mereka terlihat begitu senang bisa menjahili sahabat mereka.


''Yaelah bos, biar dikata kurang bahan tapi lu doyankan,'' oceh Doni dengan tertawa geli.


''Gue doyan tapi bini gue ngomel mulu dari tadi, bikin gue pusing.'' Balas Victor dengan suara lantangnya, Putri yang mendengarnya langsung memukul dada Victor dengan cukup kuat membuat Victor mengaduh kesakitan.


''Auh..! Sakit sayang..!'' Ujar Victor.


''Somplak lu bos, pake mendesah segala, udah ah gue matiin.!'' Doni pun mematikan telfon itu secara sepihak. Ia terlihat kesal karena ia berpikir kalau Victor sedang bercumbu dengan istrinya.


''Aku kenapa lagi sih put? Kenapa kamu marah-marah terus?'' Lirih Victor sambil meletakkan handphonenya di atas nakas.


''Habisnya kamu malah bikin malu aku di depan teman-teman kamu,'' kesal Putri dengan wajah cemberutnya. Melihat Putri yang masih kekanak-kanakan membuat Victor menggelengkan kepala.


''Yaudah aku minta maaf, sekarang kita istirahat ya, kamu jangan marah-marah lagi.'' Victor merebahkan tubuhnya di spring bed king size yang ada di apartment itu.


Sedangkan Putri merebahkan tubuhnya di atas sofa empuk yang terletak di seberang spring bed ituu

__ADS_1


Victor yang sudah merasa capek hanya menghembuskan nafas kasar ketika melihat Putri tidur di sofa itu.


Ia bingung harus berbuat apa, kalau ia cegah Putri tidur di sana pasti perdebatannya akan panjang, disisi lain ia sudah lelah dengan mengikuti acara tadi. Ia pun memilih diam dan memejamkan matanya.


Sedangkan Putri sudah uring-uringan di atas sofa itu, ia benar-benar tidak nyaman untuk tidur. Karena kebiasaannya yang selalu minum susu coklat panas sebelum tidur. Tetapi sekarang tidak ada lagi yang akan membuatkan susu untuknya, karena ia telah sah menjadi istri orang.


Setelah 10 menit melihat Putri uring-uringan seperti itu, Victor langsung bangun dari tempat tidur karena ia melupakan tugas barunya sebagai suami.


Sebelumnya ibu mertuanya sudah mengingatkannya kalau Putri harus minum susu coklat panas sebelum tidur agar ia tidur nyenyak, hampir saja ia melupakan itu.


Ia menghampiri Putri di atas sofa empuk itu, ''Ayo tidur di sana, aku tidak mau kamu jadi sakit tidur di sini,'' ujar Victor dengan lembut.


''Nggak mau!'' Ketus Putri yang sudah membalikkan badannya membelakangi Victor.


''Mau jalan sendiri atau aku gendong?'' Tegas Victor.


''Apaan sih, aku ga mau.!'' Jawab Putri yang masih bersikukuh.


Dengan sigap Victor langsung menggendong tubuh Putri yang membuat Putri langsung menjerit.


''Aaa..! Lepasin..! Aku ngga mau tidur di sana, lepasiiin..'' teriak Putri.


''Jangan membantah..! Aku tidak suka dibantah, tunggu disini jangan kemana-mana, lima menit lagi aku akan kembali,'' dengan langkah cepat Victor melangkahkan kaki keluar kamar


Benar saja, lima menit berlalu Victor pun kembali dengan membawa segelas susu coklat panas, yang membuat mata Putri berbinar bahagia.


Ia tidak menyangka suami pemaksanya cukup tau apa yang dia inginkan. Tetapi Putri berusaha tidak tertarik dengan apa yang dibawa Victor.


''Ayo diminum, kamu menunggu ini kan dari tadi, makanya tidak bisa tidur.''


''Nggak..! Jangan sok tau deh,'' ketus Putri.


''Ayolah Put diminum biar kita bisa istirahat, apa kamu nggak capek ngajak aku berantem terus dari tadi.'' Ujar Victor yang sudah pasrah.


''Yaudah deh kalau kamu maksa aku minum,'' Putri dengan lahap meminum susu itu dengan sekali tegukan, sudah seperti bocah yang disuruh ibunya meminum susu sebelum tidur saja, membuat Victor semakin gemas melihat tingkah laku istrinya.


Setelah meletakkan gelas di atas nakas, Victor pun menyuruh Putri untuk merebahkan tubuhnya di atas kasur itu dan menutupi tubuh Putri dengan selimut.


Kemudian ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Putri yang membuat gadis itu menghindar.

__ADS_1


''Kamu jangan dekat-dekat,!'' Putri menarik selimut itu dan memegangnya dengan erat, membuat Victor selalu ingin menjahili gadis itu.


''Emangnya kenapa? Kita kan sudah sah, berarti kamu sudah milik aku seutuhnya,'' ujar Victor dengan menahan tawanya.


''Dasar kamu emang mesum, masih kecil pikirannya udah kemana-mana.'' Putri membuang mukanya yang terlihat kesal.


Sedangkan Victor mengulum senyumnya karena berhasil menggoda Putri hingga membuatnya kesal, entah sejak kapan Victor selalu suka melihat wajah Putri sedang kesal, wanitanya sangat menggemaskan ketika terlihat kesal seperti itu.


''Kecil-kecil gini udah bisa bikin anak kecil, jadi jangan remehin aku,'' balas Victor sambil memeluk Putri yang sedang membelakanginya.


''Ich..! Lepasin..! Aku masih ingin sekolah Vic, aku belum ingin punya anak, ayo lepasin..! Dengan bersusah payah Putri melepaskan tangan kekar Victor yang melilit di pinggangnya hingga ia sampai sesak nafas karena menahan tangan Victor.


''Biarkan seperti ini dulu sayang, aku janji tidak akan melakukan lebih dari ini, aku akan melakukannya kalau nanti kamu sudah siap, tolong percaya sama aku,'' ujar Victor yang sedang nyaman memeluk tubuh istrinya.


Putri pun terdiam dan hanya menikmati hangatnya pelukan Victor yang membuat ia nyaman dan tertidur pulas.


Melihat Putri yang tertidur pulas membuat Victor tersenyum senang.


''Akhirnya pacar galak ku bisa ditaklukkan juga,'' batin Victor


''Eh bukan pacar dong, udah jadi istri seksiku,'' batin Victor lagi dengan senyum mesumnya, ia pun tertidur dengan pikirannya yang sudah entah kemana.


Flashback off


Drrrrt drrrt


Tiba-tiba handphone Putri berdering membuat Victor yang masih enaknya bertarung di dalam mimpi pun terbangun, sedangkan Putri masih tertidur dengan pulasnya.


Dengan rasa malasnya Victor mengangkat telfon itu tanpa melihat siapa yang menelfon.


''Halo..!'' Ujar Victor dengan suara seraknya bangun tidur.


''Halo Put? Kenapa cowok yang mengangkat telfon kamu? Kamu ada dimana? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan,'' ujarnya dari seberang sana.


Victor pun membulatkan matanya dengan sempurna, dengan sadar ia melihat nama yang tercantum di layar itu yang membuat suasana hatinya memburuk dan ia mematikan panggilan itu secara sepihak.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2