
Cuiiitt....ciitt....cuuiitt...ciittt...
Ramai , damai dan indahnya kicau burung jauh berbeda dengan suasana hati makhluk yang sedang duduk di samping gundukan kecil tanah bertabur bunga itu.
Mengenakan kaos putih,celana gombrong dan sepatu kets warna putih serta rambut ikal yang tergerai dia terdiam di sana sendirian.
Tak ada air mata yang jatuh dari kelopak matanya. Hanya tatapan mata kosong dan mulut terkunci rapat.
Setiap hari jumat sore inilah rutinitas yang dilakukannya.
Wanita itu adalah Ghanes Anjani. Wanita yang terlahir dari keluarga petani miskin tapi terjebak dalam cinta toxic.
"Maafkan ibu nak, ibu salah,ibu ga kuasa memilih,semoga kamu ga membeci ibu, jangan adukan ibu pada Tuhan sebagai ibu yang buruk, ibu minta maaf.... maaf... maaf..."
Sambil perlahan lahan di bacakannya ayat Al-Quran ,di tuangkannya air dan di taburi bunga pelan pelan.
Hampir 5 jam dia duduk di sana, menyesali ketidakberdayaannya, menyesali kebodohannya.
"Mohon maaf mbak, ini sudah hampir gelap, apa mbak ga pingin pulang mbak ?"
(sapa seorang bapak dari belakang)
"Eh... maaf pak, iya,,, ini mau pulang. Terimakasih sudah di ingatkan pak"
(Sambil beranjak dari duduknya)
"Apa mbak ga bawa kendaraan mbak?"
__ADS_1
"Ga pak, saya naik ojek. Terimakasih pak, selamat sore"
"Sore mbak, hati2 ya mbak"
sambil bergumam :
("Haiiyyhhh Ada ada saja ni orang, kalau dikira kuntilanak bagaimana ntar ? cxcxcxcx dasar orang jaman sekarang ya.")
Dipinggir jalan Ghanes masih berdiri menunggu ojol jemputannya. Tak memperdulikan tatapan orang-orang bahwa dia sedang berdiri di gerbang pemakaman.
Suasana yang mulai temarampun membuat orang-orang yang berkendara melaju dengan kencang ketika melihat Ghanes berdiri di depan makam.
Hampir 15 menit dia menunggu,
"Maaf , dengan mbak Ghanes ya ?" (sambil mendelik dan tolah toleh gugup)
"Eh maaf mbak, habis mbaknya aneh dech, jam segini berdiri di depan kuburan lagi, saya kan jadi parno mbak."
"Jadi nganterin saya ga nih?"
"iya mbak, iya, ini mbak helmnya, maaf mbak ya . hehehehe. Tapi mbak nginjek tanah kan ya ? "
"Astagaaaaa !!! mas ! Sekali lagi saya ini manusia mas, manusia. Ga percaya amat jadi orang, lagian mana ada setan cantik kaya gua?"
"Biasanya setan juga cantik mbak, hehehe "
"jadi ga ? !!"
__ADS_1
"iya mbak, ayo naik. Sesuai aplikasi kan ? ke jalan rahmat no 2 ? "
"iya,,, cepet . Perut saya laper. Di kuburan mana ada makanan."
"Btw, jalan rahmat kan perum elit mbak, kok mbaknya ga punya mobil?"
"eh ni tukang ojek kok kepo ya dg urusan orang?"
"iya mbak, maaf."
"ya sudah cepetan"
"hehehehehe"
Perjalanan ini ga butuh waktu lama karena jalanan lagi sepi , banyak orang yang beristirahat untuk sholat maghrib bagi yang muslim. Ini juga bukan kota besar, sebesar jakarta yang selalu padat kendaraan.
"Sudah sampai mbak"
"iya makasih, nih ambil kembaliannya. Inget, itu uang ya, bukan daon"
"iya mbak, makasih ya"
Salam dari Author, ini masih awal awal, mungkin kurang menarik atau banyak typo, so di maklumi saja. ini perintah 🤣🤣🤣
oh ya.. jika nanti ada yang minta gambar yang berbau bau orang (manusia) saya blm tentu bisa ngasih, karena sekali lagi ini adalah kisah nyata dari seseorang.
__ADS_1
menuliskannya sudah agak berat. Apalagi menggambarkannya.