Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Now


__ADS_3

Flasback Of.


        Danu dan Ghanes merupakan pasangan yang sukses dan bahagia jika dilihat dari sudut pandang mereka yang tak pernah tahu proses perjalanan hidupnya.


Pasangan yang belum di karuniai keturunan tapi selalu mampu menghidupi suasana dan saling membangun satu sama lain. Hidup di rumah yang ga terlalu besar di kawasan perumahan elit. Rumah modern simple dengan warna abu-abu putih. Rumah dengan halaman luas dan kebun belakang yang di tanami sayuran hijau dan pohon buah-buahan. Rumah yang sangat asri dan damai tanpa punya garasi. Hanya kanopi di halaman samping untuk melindungi kendaraan dari hujan. Ya karena memang Ghanes suka seperti itu. terkesan longgar dan luas , serta udara yang begitu segar dapat ia hirup setiap harinya.


        Danu yang sukses bekerja di konstruksi sebagai kontraktor mengikuti bidang ayahnya, dan istrinya yang sukses juga menjalani butiknya seperti skill yang telah ia dapatkan dari SMK dulu. Ghanes yang merintis butiknya dari seorang diri hingga kini mampu punya 11 karyawan yang ikut membantunya. Itu sudah mampu membuat danu standing applause buat istri gigihnya ini.


Bersyukur ia mampu menemukan wanita unik dan cerdas ini menjadi pendamping hidupnya kini. Meskipun dulu sempat ia khawatir jika ia tak mampu mempertahankan Ghanes di sisinya.


Ghanes yang bahkan kini sudah mulai melirik kuliner untuk di kelola dan di kembangkan sebagai pelampaiasan atas hobinya yang lain. Danu sungguh bersyukur punya istri yang multi talenta seperti Ghanes. Meskipun ya tantangannya adalah bahwa wanita seperti Ghanes bukanlah tipe wanita penurut dan wanita rumahan yang bisa di larang ini itu, bisa di perintah ono ene.


Di atas tempat tidur,


Ghanes masih berada dalam pelukan suaminya tanpa mengeluarkan suara. Suaranya telah hilang oleh isak tangisnya. Sedangkan Danu hanya mampu mengelus rambut panjangnya untuk menenangkannya. Karena Danu begitu paham suasana hati istrinya saat ini. Dia tak butuh nasihat setebal bukunya Benjamin Graham, hanya butuh di temani agar ia tak merasa hidup seorang diri.


Telah 1,5 jam lebih Ghanes menangis dalam pelukan suaminya. Merasa kelelahan dia mendongakkan kepalanya kepada suaminya.


"Kenapa? Laper lagi?" tanya Danu sambil tersenyum.


"Iiiihhhh,,, kamu mas, ga . Aku cuma haus."


"Ya udah aku buatin teh hangat ya."


"Ga akh,, aku mau air putih aja, suhu normal satu gelas besar yang 1000 ml itu." Kata Ghanes merengek manja pada suaminya.


"Hehehheehe siap tuan putriku, sebenarnya kamu kalau manja gitu tiap hari tambah cantik lo sek."


"Haisshhh,,,,,, cepetan, keburu kering nih badanku."


"Hahhahahahaa oke oke bos. Siap." Jawab Danu sigap turun dari ranjang dan mengambil gelas jumbo milik Ghanes yang memang sengaja di beli karena Ghanes sangat candu dengan minum air. Kalau ga mau inveksi kantung kencingnya kambuh lagi.

__ADS_1


Danu menuruni tangga tanpa ekspresi. Dalam hati ia hanya mampu terus berdoa, agar istrinya makin lam makin membaik, terhindar dari stress dan bisa menjalani kehidupannya seperti orang-orang pada umumnya.


"Hmmmmm aku kalau jadi dia mungkin juga sudah bunuh diri. Aku ga tau gimana rasanya dengan sengaja menghilangkan anak. Dan aku ga tau sesakit apa rasanya. Mungkin seperti kata orang bahwa lebih sakit kehilangan anak daripada kehilangan orang tua. Sama seperti yang terjadi pada ibuk mertuaku." Gumam Danu sambil menuangkan air putih dalam gelas hingga 1/9 penuh.


Takk, taak,,, tak... taakk.... suara kaki Danu menapaki tangga meuju lantai-2.


Danu menyodorkan gelas jumbo pada Ghanes yang masih memeluk guling.


"Dek, jadi minum ga?"


"Jadi!" Teriak Ghanes dengan keras membuat danu kaget dan hampir menumpahkan isi gelasnya.


"Astagfirullah.... dek dekkkk... sehaus apa sih kamu, ampe ngagetin begitu."


"Hehehehehe.....


glek glek glek glek glek.  Ghanes meminum air dalam gelas hingga tandas tanpa tersisa.


"Siniin gelasnya, lalu tidur. Oke?!" Kata Danu meraih gelas kosong di tangan Ghanes lalu meletakkannya di atas meja samping tempat tidur.


Danu segera meraih selimut dan merengkuh tubuh Ghanes kembali ke dalam pelukannya. Mengecup pelan puncak kepalanya, yang mengelus elus rambut panjangnya.


Tanpa berkata sepatah kata lagi, mereka berdua akhirnya terlelap tanpa mimpi untuk melepaskan sejenak segala penat kehidupan yang telah di jalaninya.


THE END______________________________________________________________________________


Pesan Author :


Jadilah manusia yang BIJAK, agar tidak menjadi judging di masyarakat. Karena seringkali apa yang menurutmu SALAH itu merupakan sebuah penyesalan dan traumatik yang di alami seseorang.


Jaga mulutmu untuk tak mudah melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat PRIVASI yang rentan MELUKAI.

__ADS_1


Contoh :


1. Kapan Nikah ?


2. Kapan punya anak?


3. Anakmu berapa? Anakmu mana?


4. Suami atau istrimu di mana?


Ini semua adalah PRIVASI, yang kamu ga berhak menanyakannya terkecuali DIA yang bercerita.


Jadilah manusia bijak yang saling menjaga, dan terus berproses menjadi manusia yang lebih baik hari ke hari.


Jangan merasa menjadi manusia yang PALING, karena kamu tidak pernah tahu kemauan dari TUHAN.


Salam hangat dari saya, author yang begitu menyebalkan karena menulis tanpa timing yang bagus. Hehehehehe


(aku ga peduli). 


Saya masih mau mengangkat satu cerita lagi yaitu "Tanpa ayah." True story juga, karena sekali lagi saya adalah  dokumenter writer.


Cerita yang judulnya "Sahabat dari dunia lain," itu kenapa terhenti, karena saya ga fokus menuliskannya, ga tau kenapa. Mungkin pelan-pelan akan saya mulai lagi, tentunya kuat kuatin BERDOA. heheheehe


Kalian percaya ga sih energi ghaib itu ada?


Thank You and Love you.



Created by : Ning_Wiesna

__ADS_1


__ADS_2