Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Tanpa kata


__ADS_3

Semua barang sudah di packing dengan bantuan Andra dan Susan . Tertata rapi dalam sebuah koper 20 inch. Wajah murung terlihat dari wajah kedua bersaudara laki laki itu. Entah mengapa perpisahan kali ini terasa begitu berat, terutama bagi Susan. Perasaan bersalah terus menghantuinya. Dia seakan ga ingin berpisah dari saudaranya ini. Selain itu seperti yang sudah sudah, Rumah akan terasa sangat sepi tanpa kehadiran Ciblek nya ini.


"Eh kalian berdua ini kenapa pulak, loyo amat, kayak baru main ma janda aja dach. Hahahhahahahahahahhaa" ucap Anes menoleh pada kedua saudara laki lakinya yang terlihat lemah lesu gemulai kaya ****** basah.


"Diam lu blek" Gertak Susan pada adiknya dengan nada jengkel masih dengan muka yang di tekuk kaya uang 500 perak bergambar orangutan di dalam dompet. Lecek bookkkk.


"Abisnya muka kalian jelek bnaget sumpah dah" Kasih doa kek yang baik baik daripada begitu ya kan yak?" Jelas Anes lagi.


"Akhhh mbak kau ini ga tau bagaiman kami berat melepasmu mbak mbak, cuma Bapak sama Ibuk aja yang santai kelihatannya, iya kelihatannya doank sih. Coba tanya aja sama mereka apa yang mereka rasakan." Sahut Andra menjelaskan.


"Akkhhh sudah akh,,,, jangan di bahas lagi napa? Lagian gua kan udah mau bernagkat kenapa mesti kaya gitu? Bukankah kemarin kemarin udah di bicarain bareng bareng kan? Kenapa gua nekat berangkat lagi, dan kenapa gua mesti pergi lagi, bukankah semua nya sudah gua jelaskan dengan detail semua harapan harapan gua kedepannya, Gua cuma minta doa restu aja kok dari kalian, ga berharap yang lain kok." Terang Anes membela diri.


"oke lah.... oke Blek. Kali ini elu menang lagi dech" Jawan Susan.


"Abis ini Elu santai santai aja deh ya, tidur atau ngapa gitu, biar rilex tubuhmu itu. Nanti di PT lu ga bisa kan santai santai, dah apal gua mah. Ntar malem nyate kita, beli aja dagingnya, biar ga ribet. Tinggal bakar doank kok" Pinta Susan pada Adeknya.


"Punya duit mas?" Tanya Anes pada kakaknya.


"Ada lah kalau cuma menuhin perutmu aja." Sombong Susan.


"Okelah,,,,, gua jadi Bos hari ini jahhahahahahhaha, bahagia dikit ga pa pa kan yak, wxwxxwxwxwxw" Sahut Anes bahagia.


Suasana makin lama makin sepi, masing masing makin terdiam dengan pikirannya sendiri sendiri. Susan yang merasa bersalah dan ga tega, Andra yang merasa kasian sama kakaknya, dan Anes yang ga tau keputusan yang di ambilnya ini benar atau salah, yang Anes tau hanyalah harapannya yang begitu besar . Berharap semoga dia bisa membangun dirinya lebih baik lebih baik dan lebih baik dari kemarin kemarin. Berharap dapat membuat hari hari orang tua nya lebih cerah, Ga di hina hina lagi . Ga di rendahkan lagi sebagai orang bawah. Meskipun umurnya saat ini tak muda lagi sudah memasuki 23 tahun, yaitu Waktunya nikah Kata orang orang.


Rumah makin sore makin terasa sepi. Tak banyak yang membuka mulutnya untuk bersuara. Pak Alan juga lebih banyak mengaji. Entah kenapa Anes seperti merasa kepergiaannya kali ini tak di restui.


"Aakkkkhhhhh guaaaa bosaaaaannnnn......!" Teriak Anes dari dalam hatinya.


Hingga menjelang malam tak ada satu katapun terlontar dari keluarga ini . Semua saling diam. Andra yang biasanya nempel ke Anes juga asyik dengan handphonenya. Susan yang biasa suka manggil manggil dan bully juga diam, asyik dengan tusuk satenya.


SEPI.....


SEPI.....


dan


SEPI.....


"Blek.. sini.. bikinin bumbunya blek, cabenya sendiriin aja blek, besok pagi lu sakit lagi kalau makan cabe." Panggil Susan pada Ciblek di kamarnya.


"Akkhhh Akhirnya. ... " Jawab Anes menghembuskan nafas lega.


"Haaah ?? Apaan blek? " Tanya Susan heran merasa ada yang aneh dengan adiknya.


"Ga.. ga ada apa apa kok mas. hehehehe" Jawab Anes bergelayut pada lengan kakaknya.


"iihhhh Sono sono, manja amat lu blek.. ini bajuku kotor blek, bau amis, bukannya lu udah mandi tadi ? Dasar jorok lu." Jawab Susan sambil menggoyang goyangkan lengannya.


"Udah sih... hehehehehe" Jawab Anes lagi

__ADS_1


"Ndraaaaaaaaa!!!!! Teriak Anes sekencang kencangnya .


"iihhh kumat tu nenek sihir" gerutu Andra bangkit dari kuburnya, uuppss😁 bangkit dari duduknya , kesal karena game nya hampir menang.


"Apaan sih mbak? Kenceng bener teriaknya, ganggu aja dech perasaan" Tanya Andra jengkel.


"Sini. Bikin bumbu . Aku males." Kata Anes dengan nada perintah.


"Akkhh kurain apaan. Udah siniin bahannya."


"Nih.. bikin yang enak ya sayang" Pinta Anes dengan mata genitnya.


"Diihh mbak, geli mbak, jijik sumpah. hhhiiiiiiiihhh." Ucap Andra sambil bergidik ngeri melihat tingkah kakak perempuan satu satunya itu.


Malam acara baka bakar pun berlangsung sesuai rencana . Kenyang.


Tak lupa Pak Alan memberikan wejangan wejangan buat Putri satu satunya itu.


Bu Santi pesannya hanya satu yautu :


"Awas Nes, ga usah pecicilan di negri orang, yang paling penting 1, jangan pacaran. Kalau mau nikah, pulang ! "


Begitu bunyi wejangan dari Bu Santi.


Sedangkan Anes hanya ber Oh ria dengan gaya cengo nya seperti biasa.


Meskipun begitu Anes sangat menghormati wejangan kedua orang tuanya itu.


Anes juga tau Bapak dan Ibu nya berjuang keras menyekolahkan anak anaknya hingga kakaknya lulys SMK. meskipun setelah itu kakaknyalah yang akhirnya membiayai sekolahnya Anes hingga lulus SMK juga.


Nah,, itu sebabnya kenapa Anes bertekad merantau karena ingin meringankan beban, terutama beban kakanya.


Anes kasian melihat kakaknya yang buat mengenal cewek saja dia ga punya waktu.


Akhirnya apa yang di harapkan Anes pun tercapai, mampu membiayai Andra lulus sampai SMK, namun ketika di tawari Kuliah Andra menolak dengan keras, katanya Kasihan.


Kepergian Anes tahun lalu berbuah pada kelulusan Andra, membangun rumah irang tuanya serta Memberi modal kakanya buat mendirikan bengkel.


So kepergiaannya kali ini dengab tujuan yang lain. Berharap mampu membuat hidupnya sendiri lebih baik dari yang sekarang.


. ........


Waktu menunjukkan jam 11 malam tepat.


Mereka masih duduk di depan tungku setelah kekenyangan.


"Nes,, tidur wooeee.... besoj subuh lu harus sudah bangun. Sholat. Terus gua anterin ke terminal" Seeu Susan sambil menepuk bahu Anes.


"Oh . Okelah kalau gitu. gua tidur dulu ya." Sahut Anes beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Ya udah , mending tidur aja semuanya kan ya,," Sahut Pak Alan juga beranjak dari duduknya.


"Nes, barang nya udah packing kan? ga ada yang ketinggalan kan?" Tanya Bu Santi khawatir.


"Ga buk, udah beres, kan di bantuin ma curut curut berdua itu" Jawab Anes sambil nunjuk kedua saudaranya.


"Yaahhh Kumat" Sahut Andra cuek sambil terus berlalu menuju kamarnya.


Malampun semakun larut, masing masing mata tak segera terpejam, tenggelam dalam pikirannya masing masing.


Jauh berbeda dengan Anes yang cuex bebek karena dia memang sudah mengantuk sekali.


Kepala taruh bantal dia langsung terbang.


Pulas tanpa kata. Tenang tanpa bermimpi. Sudut bibirnya bahkan menyunggingkan sedikit senyum karena bahagia, cita citanya segera terwujud dalam beberapa tahun ke depan.


Di dalam kamar Bu Santi termenung menatap langit langit kamar, menoleh ke pak Arlan yang ternyata melakukan hal yang sama seperti dirinya .


"Belum tidur Pak?" Tanya Bu Santi.


"Belum" Jawab Pak Arlan singkat.


"Mikirin apa Pak?" Tanya Bu Santi lagi.


"Ga ada, cuma Bapak sedikit khawatir pada Anes, takutnya kalau dia terlalu terbuai dengan luar negeri hingga nanti ga kerasan lagi di indonesia. Kasian Susan dan Andra kalau ga ada Anes, mereka seperti mati separuh.


Ntah kenapa Anes itu Auranya sangat kuat menopang dua saudara laki lakinya itu." Jawab Pak Arlan menerawang.


"Sudahlah Pak, lebih baik berdoa yang baik baik saja. Aku yakin Anes ga akan begitu saja melupakan tanah kelahirannya, lagian di sana kan dia cuma sistem kontrak. Habis kontrak juga pasti pulang kok." Terang Bu Santi menenangkan.


"Kan kontrak bisa di renew buk." Sanggah Pak Arlan.


"Iya sih, tapi ibuk tetep yakin kalau Anes ga akan seperti yang bapak pikirkan itu." Jawab Bu Santi dengan penuh keyakinan.


"Oke lah... tidur aja ya bu, kasian Anes kalau besok pagi kita telat bangun" Sahut Pak Arlan membenarkan bu Santi.


"Nahhh gitu donk pak..." Jawab bu Santi senang.


.


.


*Bintang di langit kerlip engkau di sana memberi cahayanya di setiap insan.


malam yang dingin kuharap engkau datang memberi kerinduan di sela mimpi mimpinya*....


.


.

__ADS_1


.


Author lagi nyanyi 😀


__ADS_2