Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Kabar ibuk


__ADS_3

Sekian bulan sekian hari matahari melewati cakrawala ini, memberikan kehangatan kehidupan pada seluruh makhluk penghuni Alam semesta .


Cuaca telah berubah, musim dingin berganti ke musim semi, yang jomblo pun sudah berpasangan seperti sandal jepit karet yang nempel di kaki para pejuang subuh.


Embun masih menempel di dedaunan, udara yang sejuk masih terasa sisa sisa dari musim dingin yang mulai berlalu.


Tiba tiba....


...*@#....Jjjjddddddaarrrrrrr...... !!!!


Petir tiba tiba menyambar telinga Anes.


"Buuuukkk,,," Teriaknya lirih.


Andra :


"Sudahlah Mbak, jangan dipikirkan, santai saja menghadapinya, entah kenapa tiba tiba kondisi ibuk nge drop, sekarang masih di ICU. Kita berdoa yang baik baik, kita harus tabah, kasian Bapak." Andra dengan sikap tenangnya sebagai laki laki menenangkan saudara perempuaannya yang ia tahu sebenarnya dia sangatlah lemah, tak sekuat yang ia perlihatkan di depan umum.


Anes : "Yahhh.... aku masih sedikit takut Ndra."


Andra : "Sama Mbak, cuma kalau bisa jangan sampai membebani Bapak. Kita harus jadi suport Bapak yang paling kuat."


Anes : Menghembuskan nafas panjang. Fiiiuuuuhhhhhhhhhhh....


Anes : "Yakin kita bisa Ndra?"


Andra :"Bisa Mbak !. Pasti Bisa.!"


Andra : "Mbak, di sana jaga kesehatan , biar cari duitnya gampang." Sambil terkikik geli.


Anes : "Dasar kurang ajar, duit aja yang lu tau Ndra. Monyet."


Andra : "Heheheheheehe Monyet nya ganteng dan Alim kaya saya keren ga sih Mbak, bisa masuk rekor MURI lo, monyet ter keren se indonesia, xixixixixi."


Anes : "Ada ada aja lu Ndra."


Andra : "Ya... biar ga tegang Mbak, kita pernah mengalami ini lo, jadi kepanikan yang dulu ga usah di pake sekarang. Udah kuno. TENANG IS KING."


Anes : "Peribahasa darimana Tuh?"


Andra : "Dari mulut saya donk, iya donk, jelas donk, xixixixxixixi."


Anes : "Haiiissss ada ada saja kau Nak."


Andra : "Jangan panggil Nak dong Mbak, jangan gantikan posisi ibuk."


Anes : "Lah,, sewoooott..... Dasar bocil."


Andra : "Saya udah sunat Mbak."


Anes : "Ga Nanya !"


Tap tap tap tap tap tap tap... Suara sandal jepit bergesekan dengan lantai, terdengan samar samar di telinga Anes.


"Siapa Ndra ?" Tanya seseorang itu di seberang telepon.


Anes : "Bapak Ndra ?"


Andra : "Iya."


Andra : "Bapak mau ngomong sama Mbak ?"


Bapak : " Akkhh ga usah, mau ngomong apa saya, kamu aja Ndra." Lalu duduk di kursi beton di taman kecil samping ICU.


Andra : "Ya udah kalau gitu."


Anes : "Kenapa Ndra ?"


Andra : "Ga apa apa Mbak, Bapak masih kacau, kalau di ajak diskusi dia masih suka bingung gitu, makanya tadi aku bilang, "Kita jangan menambah beban Bapak, kasian."


Anes : "Mudah mudahan cepet membaik."


"Aamiin" Mereka menjawab serempak.


***Bunda

__ADS_1


Engkaulah muara kasih dan sayang


Apapun pasti kau lakukan


Demi anakmu yang tersayang***


 


Andra :"Mbak jangan muter lagu itu Mbak, bikin sedih aja sih akh."


Sambil mematikan volume .


"Kirain kamu suka Ndra, sorry dech."


Jawab Anes dengan rasa bersalah.


Andra : "Jangan mendramatisir suasana donk."


Anes : "Iya deh , iya. Maap."


Andra : "Sudahlah."


Anes : "Btw ibuk belum sadar Ndra ?"


Andra : "Belum. Dari kemarin di bawa masih begitu begitu saja, tapi detak jantungya udah mulai stabil, ga se kenceng kemarin."


Anes : "Syukurlah kalau begitu, kamu yang sabar di rumah. Kalau caoek istirahat."


Andra : "Iya , saya tau itu mbak, ingat kan kalau saya udah sunat."


Anes : "Apa hubungannya coba?"


Andra : "itu artinya Andra sudah dewasa Mbak ku sayang."


Anes : "Heleh, berarti Hasan anaknya Tante Atim dia sudah dewasa donk?."


Andra : "Dia pengecualian."


Hasan adalah anak laki laki tetangga sebelah, putranya Tante Atim. Umurnya sekarang masih 6 th kurang lebih. Dia di sunat sejak usia 5 th. Ketika masih di PAUD.


Andra : "Sebenarnya sudah dua hari ibuk itu tidur terus, tapi ga panas ga apa, normal, terus siang jam istirahat aku di telpon Bapak di surih pulang , katanya tiba tiba tubuh ibuk dingin."


Anes : "Terus?"


Andra : "Nahh, aku pulang kan, sampek rumah bener donk, tubuh ibuk dingin dan lemes, tapi detak jantungnya kenceng kaya abis lari lari, kaya ga punya tulang gitu. Terus aku telpon Paman Iyon buat pinjem mobil nganterin ke rumah sakit."


Anes : "Ibuk mikir apa sih kok bisa gitu?"


Andra : "Ga tau. Kata Bapak sih beberapa hari ini ibuk selalu ngomong gini "Jika Susan masih ada, pasti sekarang aku bisa ngecengin dia buat cepet cepet nikah ya pak" . "


Andra : "Gitu kata Bapak."


Anes : "Oh... kirain ada orang yang mancing mancing."


Andra : " Ga ada lah Mbak, mana berani, kalau ada tetangga yang dateng pun mereka ga berani ngobrol yang aneh aneh, seandainya ada yang berani pun, udah pasti bocor kepalanya, gua hantam pake batu bata."


Anes : "Jangan gitu lah, kriminal itu."


Andra : "Makanya itu, ga ada yang berani."


Anes : "Duit masih cukup?"


Andra : "Tenang, kali ini kantong masih sehat Mbak, bulan depan kalau kirim ga usah semua ga pa pa kok, bisa di simpen dulu di situ, kirim kalau mendesak, biar mbak Anes ga kelabakan ngutang ngutang lagi."


Anes : "Akhhh sama aja sih Ndra, aku kirim sekarang atau nanti, toh juga di rekening kan, ga di dompet. Ada ada saja kau."


Andra : "Takutnya Mbak Anes ga percaya gitu."


Anes : "Sialan lu, lu pikir gua siapa nya kalian?"


Andra : "Kan takutnya."


Anes : "Ngaco lu."


"Mas,, Aditya Candra." Panggil seseorang di seberang sana.

__ADS_1


Andra : "Iya Sus."


"Penanggung jawab ibuk Santi?"


Andra : "Iya benar."


"silahkan masuk ke dalam sebentar Mas, Dokter menunggu di dalam."


Andra : "Baik sus."


Anes : "ada apa Ndra ?"


Andra : "belum tau, ya udah mbak, ntar aku telpon lagi ya. Aku mau masuk dulu."


Anes : "Oke . oke."


Andra : "Walaikumsalam."


Anes : "Asaalamu....." Tuuuuuttt....tuuutttt......


" lah,,,, kenapa dia menirukan gua.... kurang ajar tuh bocah.... haaiiisss.... Walaikumsalam...."


"Semoga bukan kabar buruk. AAMIIN." Gumam Anes perlahan menangkupkan kedua telapak tangannya pada mukanya.


..........................


Kuncriiittttttt....***√√


^^^Diem ! jangan ganggu gua. √√ ^^^


??? √√***


Susunan kalimat Chat WhatsApp Di layar Handphone Anes dengan nama yang tercatat Ariz Boriz.


"Dia kenapa ? jangan jangan udah tau berita yang Simpang siur ini ya ? kenapa dia ga cerita ma gua dah. Astagaaa ni anak. Kalau ada apa apa ga pernah mau cerita sih, semua di simpan sendiri. Kurang apa gua selama ini jadi temen." Gerutu Ariz dengan perasaan menerka nerka apa yang sedang terjadi dengan sahabat nya yang satu ini.


"Ni anak kalau sedang gila kelewatan, tapi kalau lagi diem, juga kelewat diem, haiisshhhh.... cxcxcxcxcx" Gumam Ariz masih melanjutkan episode gerutuannya.


^^^Wooe monyet ! Anes kenapa nyet ?√√ ^^^


Ga tau √√


^^^Lah , kan situ pacarnya √√ ^^^


Iya. tapi gua bukan bapaknya √√


^^^Waahhh ga bener lu nyet !√√ ^^^


Apaan sih . berisik. √√


^^^Awas lu !√√^^^


^^^ ^^^


Ariz makin curiga dengan Didim dengan jaeaban yang seperti tak menampakan sedikitpun kekhawatiran.


"*Ga bener ni anak. Yakin dah. " Gumam Ariz pelan. .


.


.


.


.


.


.


Author : Bonus Pict ya.... biar ga bored. Jangan serius serius. Baca dengan santuy. Posisikan rebahan ternyaman dan*..........



.

__ADS_1


.


__ADS_2