Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Tanah Air


__ADS_3

"Tui pu ji, cu rou fan, ci rou fan?" ****(maaf, nasi babi ,nasi ayam?")**


Suara pramugari membangunkan Anes dari tidur pulasnya yang di temani music favoritnya.


"emmm tui pu ji, ci ru fan jiu hao le. xie xie." ****(mmmmm maaf nasi ayam sudah, terima kasih)**


Satu kotak aluminium foil dengan wangi khas nasi ayam tersaji di hadapan Anes pada meja kecil di depannya.


Juga di sediakan minum dua rasa air putih dan minuman warna kuning yang biasanya itu adalah minuman rasa jeruk.


"Nyet, kenapa elu ga bangunin gua nyet?" Tanya Anes pada laki laki yang duduk di sebelahnya.


"Lah.... kan elu tadi bilang jangan ganggu gua, ya gua diem dong, apa peduli gua coba, siapa elu siapa gua, apa urusannya sama gua, diiihhhhh. Dasar wanita." Jawab laki laki itu tak peduli sambil terus menikmati hidangannya.


"Ya ya ya,,,, oke, saya terima dengan ikhlas pembalasan anda ferguso." Jawab Anes ikut menikmati makanan yang sudah tersaji.


Tanpa banyak bicara lagi Anes menikmati perjalanan panjangnya ini yang biasanya akan berakhir dengan pantatnya yang panas karena terlalu lama duduk. Apalagi kalau pesawat tidak transit seperti pesawat yang di tumpanginya kali ini. Memang perjalanan akan lebih cepat jika pesawat tanpa transit, namun ya itu tadi pantat bro pantat,,, panas sekali terasa.


Jalan satu satunya adalah dengan menikmatinya dengan molor.


5 jam 10 menit sudah berlalu, lampu pesawat sudah dihidupkan dari 5 menit yang lalu, tandanya pesawat akan segera landing.


"Hhmmnnnnghhhhh....." Anes menghembuskan kembali nafas panjangnya namun dengan harapan baru serta ucapan syukur karena penjalanannya berjalan dnegan sangat lancar tanpa ada gangguan apapun. Jika mengingat ada bebrapa kecelakaan pesawat yang bahkan bangkai pesawatnya saja tidak bisa di ketemukan. Anes hanya ingat bagaimana jika itu terjadi, maka ia hanya akan semakin menyakiti hati ayah dan ibunya saja bukan?


Anes tak dapat membayangkan bagaimana hati ayah dan ibunya akna semakin terluka jika musibah ini terjadi lagi di kehidupan mereka. Yaitu kehilangan anaknya.


"Elu sepertinya kebanyakan masalah deh mbak bray. Dari tadi hembusan nafasmu sepertinya berat banget ya?"


Tanya lelaki di sampingnya kembali ingin tahu.


"Elu ganteng sih, keren, tapi ke kepoan lu udah keg emak emak komplek sayang. Berisik ! !"


Jawab Anes kembali dengan nada ketusnya meskipun di kasih embel embel kata sayang dengan tujuan menjatuhkan mental lawan.


"Dih, elu tu emang ga bisa di baikin orang ya neng, kok ada sih wanita keg elu. Astagaa...." Gerutu laki laki itu kesal.


"Weeekkkkkk...." Anes menjulurkan lidahnya ke arah laki laki tersebut yang malah membuat laki laki tersebut geleng geleng kepala sambil tersenyum senyum geli.


"Udah yuk, jangan lupa tu tas di bawah kursimu, isinya laptop kan ya? Kalau lupa mampus lu. Hahahahaa." Ajak laki laki tersebut sembari mulai berdiri ketika pesawat sudah benar benar berhenti dan pintu pesawat sudah di buka.


"Makasih lo sudah di ingetin, hehehehe."


"Haaahh????? Elu bisa juga ternyata bilang makasih sama orang, kirain engga." Seloroh laki laki itu masih nungguin Anes.


"Ayo. lu ngapain berdiri di situ? Ngalangin jalan tau." Kata Anes mulai ketus lagi ketika melihat laki laki itu malah berdiri di jalan di atara jejeran kursi kursi pesawat.

__ADS_1


"Ya elah, barusan di puji dah kumat lagi ni anak." Jawab laki laki itu lalu berjalan ke depan dan Anes mengekor di belakangnya.


"Hmmmhhhh udara indonesia seger ya." Gumam Anes masih terus berjalan menuju tempat pengambilan bagasi.


Buuuggghhhhh !!!. Anes menabrak tubuh laki laki yang dari tadi dia ikuti. Karena laki laki tersebut berhenti mendadak.


"Adaawww... " Teriak Anes spontan.


"Apa sih !!!!? Dari tadi gua perhatikan sepertinya elu ada sesuatu yang mengganjal gitu di dalam otak lu neng. Ngedumel sendirian terus, nafas panjangmu seakan akan ingin melepaskan sesuatu gitu. Ada apa sih ? Berat banget ya hidup lu ?" Tanya laki laki itu menatap tajam sambil memegang kedua pundaknya Anes.


"Eh.. masih ada elu nyet. Hehehe ga pa pa kok, anggap aja gua gila ya. Hehehehe." Jawab Anes mengelak.


"Heleh, ga usah pura pura dach lu , mata lu merah tuh nahan tangis. Tapi ya udahlah kalau elu ga bisa nhomong jangan di paksaian. Yuk jalan, daripada antriannya tambah penuh. Liat tuh."


Sambil nunjuk tempat pengambilan bagasi yang mulai di padati oleh manusia.


Anes tak menjawab, hanya menunduk dan membiarkan langkah kakinya bergerak mengikuti jemari tangannya yang di tarik ke arah pengambilan bagasi.


"Akkhhh apa sih gua ini. Lebay amat. Dasar lemah !" Batin Anes menggerutu.


....... ......... ..........


Tak selang berapa lama, koper koper mereka pun bermunculan dan mulai di tarik satu persatu oleh pemiliknya.


Namun bagi TKI seperti Anes tak serta merta bisa langsung keluar dari bandara. Karena harus laporan dulu ke bagian ke imigrasian untuk pendataan kewarganegaraan.


Ya begitulah ASN yang di gaji pake duit rakyat tapi banyak oknum yang kelakuannya keg babi.


"Abis ini lu mau kemana ?" Tanya laki laki itu pada Anes.


"Ya pulanglah tolil, masak mau ke rumah elu. Hahahahaha ngarep." Jawab Anes seenak udelnya seperti biasa.


"Tau kalau elu mau pulang. Tapi rumah elu di mana bego. Kode gitu aja ga ngerti sih."


"Oh nanya alamat ? Ngajak kenalan? Hahahaha . Ngomong donk to the point aja napa sih. Ribet idup lu bang."


Jawab Anes cengengesan dan malah memperlihatkan KTP indonesia nya ke laki laki itu.


"Tuh.... udah jelas ? Photo aja kalau mau, NIK nya gua tutupin tapi. Kalau mau gua kasih Fb aja. Soalnya Fb gua ga pernah ganti dari jaman nenek lu belum lahir." Kata Anes lagi sambil nyengir.


"Ya udah kapan kapan gua main ya ke rumah lu. Boleh donk." Tanya laki laki itu setelah meng capture KTP nya Anes dan meng Add Fb tercinta nya Anes .


"Silahkan saja. Saya selalu wellcome kok. " Jawab Anes balik lalu mulai berjalan ke depan pintu masuk buat nyari travel.


"Naik travel ? Ga di jemput ?"

__ADS_1


"Iya. dan Engga." Jawab Anes singkat.


"Ya udah kita pisah di sini ya..." Kata Anes.


"Btw makasih lo di temenin hehehheee."


"Iya pesek. Seneng deh ketemu wanita unik kaya elu. Kapan kapan gua main dah."


"Oke oke siap."


"Bye bye..... ".


....... ........ ........ .......


Dari bandara ke Rumah sahabatnya perlu waktu 4.5 jam lagi. Lumayan juga untuk membuat blusher pada sepasang pantat.


Capek. Lengket karena perbedaan udara yang jauh antara negara itu dengan indonesia.


Biasanya 2 atau 3 hari setelah kedatangan kebanyakan orang akan mengalami serangan influenza karena ga kuat dengan perubahan udara yang tiba tiba.


Di sana udara nya kering , sedangkan di indonesia panas dan juga tingkat kelembapan hingga 70%. Kalau orang luar negeri bilang itu seperti hidup dalam dandang atau sedang di steam.


Tapi ya... inilah Indonesia, negeri yang begitu penuh warna, dengan udara yang masih relatif segar dan bersih, tapi tidak untuk jakarta kwaakkss 😁. Negeri yang di impikan sebagai rumah pensiun bagi banyak orang. Hanya saja jiwa jiwa kolonial penduduknya masih sangat kental. Tinggal tebalin telinga ratain muka ,Iya ga sih? iya donk,, masa enggak 🤣😅.


.


.


.


.


.


.


.


Doa :


Semoga kita senantiasa sehat apapun aktifitasnya. .


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2