Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Indonesia


__ADS_3

"Welcome indonesia." Anes merentangkan tangannya sembari tersenyum menatap ke arah luar jendela kaca di runag tunggu bandara.


Di hirupnya lagi udara segar setelah seminggu penuh ia harus mencium aroma aroma menjijikkan. Aroma alkohol, dahak, kencing, berak, dan obat yang berbaur menjadi satu di dalam kamar rumah sakit veteran tersebut.


Tersenyum ia membayangkan betapa indahnya indonesia, betapa segarnya udara pegunungan yang akan segera ia hirup.


Dibayangkannya perjalanannya pulang nanti, yang melewati deretan hutan pinus dengan pohon yamg berjejer di tepi jalan dengan aroma khas nya di pagi hari ketika pucuk pucuk daun runcingnya masih di ciumi titik titik embun.


"Aakkhhh nikmatnya.... " Katanya masih dengan senyum lebar yang belum putus dari bibir tipisnya yang teramat manis.


"Hooe. ...Cepat masuk,,, mau pulang atau ga ?!" Kata salah seorang TKI laki laki juga sedikit berteriak setelah pintu gate di buka.


Pria ini mengenakan jaket semi kulit warna coklat dengan resleting terbuka, dipadukan dengan kaos warna hijau armi dan postur tubuh yang lumayan atletis meskipun tinggi badan standart sekitar 174cm an.


Ya standart bagi Anes yng mendewakan tinggi laki laki di atas 180cm.


"Ehh... iya, maaf,, hehehehe.." Kata Anes terkekeh malu sembari menggaruk nggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu meraih tas slempang laptop nya sembari membenarkan letak kardigan yang di pakainya.


Ini bulan November yang tak begitu dingin, dengan suhu udara yang hanya 18°C, bukanlah udara yang extreem seperti ketika musim dingin melanda.


Kardingan abu hitam dengan dalaman putih krem dan Celana gombrong yang senada dengan cardigan menemani jilbab orange pucat penutup kepalanya.


Ya.... sejak 12 Desember tahun lalu, ketika Anes berikrar berhenti bermain main di depan mantan kawan kawannya, Anes benar benar membalikkan haluan kapalnya.


Ia tak lagi mencari,, mencari sesuatu yang ga ada. Namun yang ia lakukan adalah membenahi diri dan hatinya yang sempat porak poranda.


Meskipun pada kenyataannya saat ini, hatinya masih saja sakit menerima kenyataan bahwa anaknya sudah ada di dalam kotak perhiasan coklat itu. Yang ia tata rapi di dalam kopernya.


Bahkan Anes sudah mempersiapkan tempat di TPU sebuah kota untuk kotak perhiasannya. Tentu saja bukan di daerah kelahirannya. Namun di luar Kabupaten. Kebetulan Anes punya kenalan di sana. Anaknya perangkat desa, yang ia kenal ketika Anes masih menjadi karyawan sebuah pusat pertokoan dulu.


Dengan perantara temannya itu, Anes membeli tanah makam yang harusnya gratis buat warga setempat, namun Anes melakukan ini agar orang tua dan keluarganya tak curiga.


Mungkin langkah ini kurang tepat, ketika melakukan suap pada perangkat , namun hanya itu satu satunya cara yang bisa ia lakukan untuk tetap bisa membawa kotak perhiasan itu ikut serta pulang bersamanya.


Karena ia tak mau membebani hati Ayah serta Ibunya dengan kelakuan busuknya ini.


Jadi tujuannya pulang kali ini, tidaklah langsung menuju rumahnya, namun ke rumah temannya di kabupaten sebelah. Dan ia sudah mengabari ayahnya tentang ini.


Dia bilang ada perlu sehari saja dengan teman lamanya. Ke esokan harinya baru ia menuju rumahnya sendiri. Dan Ayahnya menyetujuinya.


Temannya sendiri juga tak banyak tanya dengan yang dilakukan Anes, karena menurutnya ia tak perlu mengorek ngorek keterangan apapun jika yang bersangkutan tak ingin memberitahunya.


Dia hanya memberi pertolongan saja asalkan apa yang di katakannya dapat dipertanggungjawabkan kemudian hari.


Bahkan ayahnya temennya ini sudah membantu membuatkan surat kematian atas nama Rahma Damasya sesuai permintaan Anes namun dengan identitas dan alamat tinggal sama dengan KTP Anes.


"Antri!!" Teriak seorang cowok yang berdiri di belakang Anes meneriaki wanita yang menyerobotnya.


Anes terlonjak kaget...


"Kenapa mbak ?" Tanya laki laki tersebut pada Anes.

__ADS_1


"mbaknya ngelamun pasti hehehe."


"wxwxwxwx iya mas ganteng se indonesia. Tau aja lu."


"Mulutmu manis bener." Sahut mas mas itu yang baru saja meneriaki cewek tadi sembari geleng geleng kepalanya yang di tutupi topi abu abu dengan huruf "F" kecil warna merah dan biru di tengahnya .


"Wuuiihhh topi mahal tuh." Gumam Anes tersenyum.


Cowok itu pura pura ga dengar.


"Kamu ngajak saya bicara ?" Tanya nya .


"Akhh ga.... bukan dengan anda. Hehehehe." Jawab Anes santuy.


Lalu Sekerlingan matanya ia melihat wanita yang berada di barisan depannya yang memakai rok mini, dan kaos kerah "V" warna merah menyala.


Sepasang telinganya di hiasi anting bulat sebesar hulahop, wajahnya sangat familiar, namun dasarnya Anes gampang melupakan gambar, Anes tak tau namanya siapa, hingga wanita itu berbalik menoleh padanya.(Mungkin krn merasa di perhatikan).


"Mbak Anes ?" Sapanya mempertegas.


"Iya." Jawab Anes singkat.


"Aku Rika. Ingat ga ? Yang dulu nangis waktu mau berangkat."


"Halahhh Elu Rik, makin cantik aja lu."


Kata Anes tersenyum.


Ia tersenyum melihat perubahan yang begitu besar pada Rika yang dulu culun dengan rambut pendeknya, namun sekarang di suhu 17°C ia berani pakai rok mini.


Padahal Anes sendiri pakai celana panjang gombrong berbahan dasar polar biar hangat, serta kardigannya yang lumayan tebal. Agar ia terhindar dari suhu dingin yang bisa membuat orang demam. Atau bahasanya Leng tao (demam karena kedinginan).


Akkhh begitulah kura kura, manusia banyak maunya. Padahal dunia ini cukuplah indah , dan cukuplah apa yang di berikan Tuhan pada kita.


Namun seringkali manusia seakan mengingkari anugerah hidupnya, hingga rela melakukan sesuatu hanya untuk di pandang orang, membahayakan sekalipun. Lucu ga sih ? Atau goblok ?


,,,,,, ,,,,,,


Akhirnya Anes menemukan nomor kursinya tepat di samping jendela, setelah melewati antrian antrian yang menyebalkan karena berurusan dengan makhluk makhluk indonesia yang kadang tingkahnya bikin malu (Contohnya : ga bisa tertib).


"Cerdas !" Serunya gembira sembari menepuk nepuk kursinya dan meletakkan tas slempangnya di bawah kursi di depan tempat duduknya.


Beberapa orang menoleh ke arahnya merasa heran ada orang yang berbicara sendirian.


Tapi Anes pura pura goblok aja.


"Loh ? kita sebelahan ?" Tanya suara berat seorang laki laki tiba tiba ,yang sedikit familiar buat Anes.


"Eh ? loh elu ? Kok tadi lu kebelakang ? kemana ? nyari kursi ga ketemu ?" Tanya Anes sedikit meledek.


"Mana ada. Gua tuh ke toilet. Ga nahan. Tadi di ruang tunggu mau ke toilet takut ketinggalan pesawat . hehehehhe."

__ADS_1


"Oh... kirain Cengo. Xixixixi." Jawab Anes lalu kembali membalikkan badannya tak peduli untuk kembali mengamati aktivitas di luar jendela.


Lalu lalang para petugas berseragam orange yang hanya bisa di lihat di bandara.


Ada petugas kargo yang berjasa menata koper koper ke dalam lambung pesawat, yang pada kenyataannya koper di banting banting seenak jidat, atau bahkan di injak . hahahahaha


Dan juga petugas parkir pesawat yang gajinya bahkan di atas UMR Ibukota.


Ya tentu saja hanya bisa dilihat di bandara lha mereka petugas bandara kok, masak bisa di lihat di tambak Buaya hahahha...


Tambak buaya kan ada di rumahnya mantan kamu. ya kan ?! 😅


ssrrhhh.... ssrrrhhhhhh Tiba tiba Anes merasakan hembusan nafas yang sangat dekat di belakang kepalanya.


"Eh monyet, rese' lu ya, ngapain coba ? syyuuhhh syyuuhhh."


Kata Anes setengah membentak ketika kepalanya menoleh di dapatinya laki laki yang duduk di sebelahnya ikutan mengamati kegiatan luar jendela. Mana kepalanya deket banget dengan kepalanya Anes. Bukan nafsu tapi merinding kirain ada makhluk halus yang jalan jalan di dalam pesawat.


"Akkhh lagian elu asyik amat , apa yang asyik di luar sana sih ?" Tanya laki laki itu.


"Lah kenapa elu ikutan kalo ga penting. Duduk yang bener , pasang tuh sit belt, telinga lu budeg apa?" Perintah Anes dengan ketus ketika telinganya mendengar suara pramugari lewat speaker.


Dear passengers, welcome to the China Airlines MD-90 flight to Jakarta. The flight to Jakarta will take approximately 5 hour and 20 minutes, with a cruising altitude of 32,000 feet above sea level. We need to inform you that this China Airlines flight is smoke-free, before taking off we invite you to straighten the back of your seat, close and lock the small tables that are still open in front of you, fasten your seat belt, and open the window shutters. On behalf of China Airlines, captain Crist and all the crew on duty wish you a happy flight, and thank you for your choice to fly with China Airlines.


Suara pramugari yang tertata rapi terdengar begitu memikat para kaum laki laki tentunya.


Tentu tidak bagi Anes bukan ?!


"mmmm pantesan banyak perselingkuhan oleh kru pesawat ya... hehehehe." Gumam Anes dalam hatinya sembari tersenyum.


"Dasar wanita gila." Kata laki laki di sebelahnya melihat Anes tersenyum sendirian.


"Apa lu ?!" Jawab Anes ketus.


"Elu GILA." Jawab laki laki itu lalu memalingkan wajahnya ke arah monitor di kursi depannya.


"ccccsshhhh." Anes berdesis mencibirkan bibirnya ke samping tempat duduknya ke arah laki laki yang bahkan ia tak ada niat untuk tahu nama dan daerah asalnya darimana.


Deru mesin pesawat terdengar semakin keras dan wusssssss....... pesawat terangkat secara perlahan ke angkasa. Meninggalkan segala asa yang sangat menyakitkan. Juga akan menjadi pelajaran bagi Anes sendiri bahwa suatu saat nanti jangan sampai terbutakan mata hatinya hanya karena yang di sebut "cinta" sesama manusia.


"Hhhhmmmmggghhhh...." Anes menghembuskan nafas panjang dan seperti kebiasaannya ketika naik pesawat memasang headset di telinganya agar tidak pengang karena kadar oksigen yang menipis dan suara bising mesin.


"Jangan ganggu gua ya bro, gua mau tidur." Kata Anes dengan mata terpejam tanpa menolehkan kepalanya ke samping dan tidak berharap jawaban apapun dari si empunya kepala. Karena Anes tidak peduli, lebih tepatnya ga butuh jawaban.



sumber :google 😁


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2