
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam 40 menit, Ghanes sampai pada terminal kota S. Dia segera mencari ojek di pangkalan terminal.
"Pak, anterin ko jl.Melati 47 ya. Ongkos seperti biasa kan pak?"
"Ohhh ke PT AJ ya mbak? Iya mbak, tarif masih sama kok mbak, 15.000 rupiah esperti biasa. mbak sendirian aja mbak? temennya mana mbak? kan anak anak biasanya bareng bareng mbak.Ini kok sendirian?"
"Saya sendirian aja pak, saya ga tidur di PT pak, jadi saya ke sini cuma kalau ada perlu aja."
"Oh gitu, ya udah naik mbak, jangan lupa helmya harus di pake, polisinya sini galak galak mbak, selain itu takutnya kalau senggolan sama kendaraan lain kan bahaya mbak kalau ga pake helm."
"Tentu pak, saya pasti pake kok, saya masih sayang ma nyawa pak."
"Pak, jangan ngebut ngebut ya, saya ga bawa jaket pak, ga kuat kena angin malam saya pak."
"Siap mbak,,, berangkaatttttt......"
Lampu lampu kota yang berjajar rapi menghipotis mata yang melintasi sepanjang jalan kota ini, trotoar yang mulai tertata rapi pun memudahkan orang orang yang padat kesibukan di siang hari untuk melakukan joging malam.
Walaupun ada beberapa tempat yang mengeluarkan aroma busuk dari selokan yang mampat airnya, namun tak menyurutkan semangat orang orang untuk melakukan aktifitasnya. Ada yang membawa anjing peliharaannya jalan jalan di taman kota, ada yang berdua dua dengan pasangannya, ada pula yang bahkan masih dengan pakaian rapi sedang menyantap soto di pinggir trotoar.
Air mancur yang menjadi ikon taman di kota ini begitu menarik untuk di nikmati suara gemericiknya sekedar melepas penat. Ya begitulah suasanya di perkotaan dengan segala kesibukannya. Meskipun kota ini bukan kota kota besar, namun penduduknya lumayan padat.
"Udah sampai mbak, silahkan turun."
"Terimakasih pak, ini ongkosnya 15.000 kan?"
"Iya mbak, makasih. EH mbak, itu gerbangnya tertutup lo mbak, gimana mbak masuk?"
"Lah,,, kan ada satpamnya pak, tadi saya juga sudah telpon kantor, kalau saya nyampek malem kok, tenang aja, pasti di bukain, sekali lagi makasih ya pak."
"Iya mbak. Sama sama."
Abang ojek itupun memutar balik motornya untuk kembali ke pangkalan ojeknya, meninggalkan Ghanes di depan pintu gerbang.
Setelah abang ojek itu pergi, Ghanes pun melangkah mendekati pos satpam tepat di sebelah pintu masuk. Sambil meniliti dari atas sampai bawah mencari tombol bel yang biasanya dia pencet ketika datang ke kantor PT ini, namun nihil.
"Eh, ******, nih Bel pintu lari kemana yak? kok ilang gitu aja, padahal baru 2 minggu gua pulang, cxcxcxcxcxcx,,,,,, " Ghanes mengoceh sendirian sambil celingak celinguk kaya maling.
"Cari apaan mbak, malem malem begini di sini, celingak celinguk kaya mau maling!" Teriak seseorang dari balik pintu pagar.
"Wanjiirrrr !!!!! bikin kaget aja, orangnya mana? ada suaranya kok ga ada orangnya sih?"
"Mbaakkkk!!!! Halooooo...." Teriak orang itu lagi.
"Astaghfirullahhaladziim !!!!! Pak ! ga usah ngagetin begitu napa." Teriak Ghanes karena ternyata ada sepasang mata melotot di lubang pagar yang masih tertutup itu.
"Makanya kalau di tanya itu jawab dulu, mau ngapain malem malem begini di sini mbaakkk?
Kenapa ga pencet bel pintu?" Tanya mata melotot itu lagi.
"Bel pintunya mana? Saya ga liat pak, kalau liat juga ga perlu say akaya maling kan." Jawab Ghanes.
"Tuuuhh di depan kepala anda mbak, tombol coklat yang nemplok di tembok segede batu bata itu apaan? Mau segede apalagi biar mbak bisa liat?"
"Eh,, hhahhahaha maaf pak, saya ga nyangka kalau benda sialan ini ternyata bel pintu, hahhahhahahhahaa" jawab Ghanes sambil tertawa.
"Ya udah, keperluan mbak apaan malam malam begini?"
"Saya Ghanes Anjani pak, nomor induk 1887, mau interview besok, sama mbak Anggun di suruh datang, dan katanya sudah ngomong sama bapak kan?"
__ADS_1
"Nomor induknya mana? Saya periksa dulu."
"NIiihhh," Sodor Ghanes masih dari lubang pagar.
"Oke oke silahkan masuk mbak, saya bukakan pintu dulu, absennya besok pagi saja di kantor, di sini cuma mengisi daftar kedatangan saja."
"iya iya saya udah tau, biasanya juga begitu pak." Sahut Ghanes sedikit kesal karena terlalu lama menunggu diluar. Karena Anes tau bahwa tubuhnya ga tahan dengan angin malam. Mana dia lupa bawa jaket karena buru buru, hanya ambil baju ganti saja seadanya.
"Ya udah pak, makasih sudah dibukakan pintunya, saya masuk ke dalam dulu."
Ghanes pun berjalan melewati kantor satpam tersebut langsung menuju belakang ke barak penginapan para calon TKI. Suasana sedikit lengang karena mungkin anak anak lain biasanya pada belajar bahasa sesuai dengan tujuan negaranya masing masing , sehingga ga ada yang kelayapan di luar kelas.
Tanpa menghiraukan sekitarnya Ghanes langsung mencari tempat tidur kosong untuk meletakkan tas ranselnya. Ghanes memang begitu , cuex dengan sekelilingnya, apalagi jika dia fokus pada sesuatu, maka jin iblis mengganggunya pun dia ga akan sadar.
Tiba tiba,
"Mbaaakkkkkk Aneesss !!!! " Teriak seseorang sambil memeluknya dari pintu samping.
"icchh apaan sih bikin kaget aja. Sakit telinga gua tau !" Sahut Anes sambil melihat siapa yang teriak teriak di dekat gendang telinganya.
"Mbaakkk, kangen.... " Rengek seorang cewek imut sambil terus memeluk Anes dengan kuat.
"Iihhhh jangan jangan kamu lesbian ya Lis?"
Sahut Anes sambil ketawa tawa memperlihatkan deretan gigi gingsulnya.
"Akkhh,, mbak Anes selalu begitu, kalau ga ketus, judes, ya galak." Sahut Calista memonyongkan bibirnya.
"Bukannya itu sama aja ya Lis? Hahahahhahaa"
"Iya sih.. " Sahut Calista lagi.
"Mbak Anes yang jorok bukan saya!" Elak Lista.
"Lah kamu nemplok nemplok apa namanya tuh?" Sahut Anes tersenyum smirkh
"Kan ga tau mbak." Elak Lista dengan bibir yang makin monyong.
"jahahahhaha... ya udah aku mandi dulu ya. "
"Eh mbak, ga takut apa mbak ke belakang sendirian? Aku temenin aja ya mbak, pake sabunku aja dulu, daripada mbak Anes bongkar bongkarin isi tas ."
"Ya udah, kalau mau nemenin, Ayok. Asal jangan ikut masuk aja, tau ndiri kan gua paling benci kalau mandi ada orang lain di sebelah gua, meskipun itu sama sama perempuan."
"iya mbak, saya tau kok. Tau banget malah. hehehe"
"Ya udah, yok. Sekalian tunjukin yang mana sabunmu." Ajak Anes meraih tangan calista untuk jalan bareng .
Calista,,,
Dia adalah cewek imut asal kota K, baru pertama kali mendaftar jadi calon TKI. Dia adalah salah satu anak yang sering minta bimbingan belajar pada Anes, ketika Anes datang ke PT. Karena penjelasan Anes dianggap gampang dimengerti oleh anak anak.
Meskipun Anes dinilai sedikit disiplin dan galak dalam belajar, tapi penjelasan dan perumpamaan yang diberikan sangat mudah dipahami.
Itulah mengapa seringkali Anes diminta menginap lebih lama di tempat ini.
Kurang dari 15 menit Anes sudah menyelesaikan ritual mandi malamnya, karena memang tidak di sediakan air hangat di tempat ini. Barak PT bukanlah hotel yang segala sesuatu tersedia. Tempat ini adalah tempat menempa diri bagi calon calon TKI. Di wajibkan menginap atau tidur di tempat selama pembelajaran bagi calon calon yang belum pernah ke luar negeri sama sekali.
Akan tetapi karena Anes sudah yang kedua kalinya, ke penempatan negara yang sama , maka dia tidak perlu menginap untuk belajar, hanya cukup datang ketika ada keperluan, seperti interview, medical cek up dll.
__ADS_1
"Mbak, mbak Anes,, yang di bawa Mbak Aya minggu kemarin siapa sih mbak?"
cerocos Lista ketika Anes baru saja buka pintu.
"Haahh ? Siapa emang? Aya sama siapa kemaren? Cewek pa cowok?"
"Cowok mbak, cowoknya itu bilang katanya temennya mbak Anes juga. Masa mbak Anes ga tau?" Selidik Lista.
"Akhh mana tau gua cowok itu siapa. Emang boleh cowok menginap di sini Lis? Bukannya ga boleh ya?" Tanya Anes balik.
"Bukan menginap mbak, tapi pagi pagi jam 6 udah ketok-ketok pagar, dianterin cowok itu, terus di tungguin ampe kelar sekitar jam 1 siang lah, maksud saya,, kok jam 6 pagi udah nyampek sini, apa mbak Aya punya saudara di daerah sini mbak ? Atau mbak Aya ikut bus malem ?"
"Kalau ikut Bus malem kayaknya ga mungkin dech, soalnya kemarin Aya sempet WA gua, ketika mau berangkat, sambil nanyain, Apa gua ga dipanggil, begitu. Lagian Aya kan paling takut kalau perjalanan malam. Akkhh ngapain diurusin sih Lis, biarin aja . Dia udah dewasa kan." Jelas Anes menenangkan.
"Sebenarnya aku kasian aja ma mbak Anes, bukannya kemarin ibuknya mbak Aya nitipin mbak Aya ma mbak Anes ya ? nanti kalau ada ala apa yang di salahin mbak Anes gimana coba? hayookk ?"
"Iya juga sih. Cuma ya sudahlah ya ...gua bukan neneknya yang harus jadi cctv tyap waktu. Biarin dia nikmatin hidupnya ya kan?
Gua penasaran aja sih, siapa kok bilang temen gua."
"Nahhh itu dia mbak. Pasti ada sesuatu kan."
Sahut Lista menegaskan.
"Sudah akh.. malem malem jangan kebanyakan ghibahin orang . Ntar mbah yut marah lo." Ucap Anes sambil mengerlingkan bola matanya ke kanan dan ke kiri.
"Mbaakkk !!!! Jangan ngomong aneh aneh akh mbak. Udah tau Lista penakut, masih aja di takutin."
"Bahahahahahahahahhaaa....."
Tawa Anes sambil berlari meninggalkan Lista yang ketakutan.
"Mbakk!!!! Tungguin .... !!"
Teriak Lista berlari mengejar Anes yang sudah beberapa meter di depan.
"Belakangmu awas Lis... Hahahahhaa"
"Hiiiiiiii...... " Calista bergidik ngeri.
Memang di barak ini bagian belakang banyak anak anak yang "katanya" sering melihat aki aki beserta keluarganya mondar mandir .
Katanya orang sekitar, mereka dulu adalah penghuni rumah ini. Meninggal karena kebakaran. Bangunan ini dulu adalah sebuah rumah mewah punya seorang Haji dan Hadjah dan 3 orang anaknya. Akan tetapi karena kebakaran mereka sekeluarga meninggal di tempat, tidak mampu di selamatkan karena kobaran api yang terlalu besar.
Percaya jika Jin itu ada, tapi... manusia meninggal dan menjadi Jin itu belum ada ceritanya. Karena pada dasarnya manusia dan Jin itu adalah dua makhluk yang berbeda.
so.... apa pendapat kalian tentang Jin ???
apa kalian takut dengan mereka ??
atau kalian pernah melihat mereka??
atau pernah kerasukan??
Author sih ngebayangin kalau kerasukan Doraemon lalu punya "pintu kemana saja" kayaknya bisa traveling gratis ke seluruh dunia tanpa paspor dech.
🤣🤣🤣
🤣🤣🤣
__ADS_1
😀