
Setelah terbang kurang lebih 5 jam.
Akhirnya pesawat mendarat di negara tujuan .
Sampai di pintu keluar , mereka di jemput oleh pihak imigrasi dan di pisah pisah sesuai dengan nama Agen masing masing. Lalu berkumpul di sebuah ruangan sambil di briefing tentang adat istiadat dan kantor serta nomor telepon pusat pengaduan TKI.
Setelah itu mereka mengisi data diri masing masing tanda bahwa mereka Telah memasuki negara setempat dan telah menerima briefing.
Anes bersama beberapa orang lainnya lengannya di tempeli stiker dengan huruf S besar , lalu di arahkan unutk memisahkan diri dari rombongan yang lain. Mereka di suruh menunggu di aula bandara dengan kursi berderet deret.
Beberapa saat kemudian datanglah seseorang dengan setumpuk nasi kotak di tangannya
Lalu di bagikannya nasi kotak tersebut satu persatu.
"Ruguo nimen Xiang he sui te hua shi zai nabian, nali you bei zhi ke yi yong de". Kata orang itu sambil menunjuk arah depan.
"Oke lah, xie xie".
Jawab Anes tanda mengerti, dan hanya Anes seorang yang menjawabnya. Anak anak lainnya yang kebanyakan laki laki hanya terdiam dan memandang Anes tanda ingi bertanya "dia" ngomong apa?
"hehehhehehehehe..."Anes terkekeh sendirian.
"Dia ngomong apa mbak barusan?" tanya seorang cowok yang duduk di sebelah Anes.
"Dia bilang, Kalau mau minum, di sana, di sana ada gelas yang bisa dipakai. gitu katanya. Tuh di sana ada dispenser kan, biasanya gelasnya tuh kertas yang di lipat gitu lo, sedikit berbeda dengan gelas kertas yang di indonesia." Jelas Anes pada teman barunya itu sambil menunjuk dispenser besar di samping sebuah patung besi.
"oh,,, oke oke, ngerti aku mbak, btw mbaknya udah berapa kali ke negara ini mbak?" Tanya Anak itu lagi.
"Aku? Baru juga sekali. Dan itupun ga di kota ini lo, di kota bagian selatan, sepi di sana mah." jawab Anes.
"Oohh pantesan udah paham banget bahasanya". Ucap masnya itu lagi pada Anes.
"Akhh itu sebenarnya bahasa yang simple mas, Cuma karena mungkin masnya baru datang jadi belum terbiasa aja mendengarnya. Ga sesusah yang di bayangkan mas jika hanya percakapan sehari hari seperti tadi, Nanti masnya juga terbiasa kok." Jelas Anes lagi .
"Berapa lama mbak bisa mengerti bahasa dengan baik mbak?"
"Ya sebenranya tergantung dari masnya aja sih, terutama kecepatan dalam beradaptasi saja, soal makanan, soal pergaulan dan kebiasaan mendengar, kalau masnya susah beradaptasi dengan makanan, jarang jarang bergaul dengan penduduk setempat pasti juga lambat bisa bahasa dengan benar."
Jelas Anes dengan panjang lebar.
__ADS_1
"Eh kamu cepetan makannya, orang sini biasanya suka buru buru, mereka disiplin sekali ma waktu, jangan kaget ntar ya, pasti sebentar lagi orang tadi balik lagi tuh, liat aja kalau ga percaya." Tambah Anes menjelaskan.
Benar saja, tak selang berapa lama, orang itu sudah kembali sambil geleng geleng kepala.
"Ni men jhe dong si na me jio o? guai yi tien la..." Kata orang itu setengah berteriak.
"xixixixixixiix,,,, pppssttt buang aja kalau ga habis, sini aku buangin, kamu ga tau kan tempat sampahnya di mana? " Tanya Anes setengah berbisik dan cekikikan sendiri.
"iya nitip aja kalau begitu mbak ya, btw galak juga ni botak." Gumam masnya sambil tersenyum pada Anes.
"Xien xeng ching wen yi sia, le she tong cai nali ?" Tanya Anes pada Si botak.
"Na bien lah,,, ni mei yo khan dao ma?" Jawabnya sambil menujuk pojokkan pada benda aluminium bulat tinggi yang tertutup.
"Xie xie." Jawab Anes cuax meskipun di galakin.
"Edan nih orang, mana gua tau kalau benda ini tong sampah, lha ga ada tulisannya pun, papan petunjuk juga ga ada. Mana bentuknya mirip kursi taman pulak. Jiihhh " gerutu Anes sambil berjalan balik setelah membuang sampah pada tempatnya.
Merekapun akhirnya di giring ke tempat parkir mini bus mirip kawanan bebek di sawah, lalu di antar ke tempat medical ulang. Di salah satu medical centre.
Tempat medikal ini bersih , namun kamar mandinya yang terkenal jorok, ya karena kelakuan para TKA TKA dari berbagai macam negara yang datang ke negara ini kadang kadang memang ga tau adat.
Sebagai perbandingan, jika di indonesia dalam 10 menit bisa menangani 3 orang, maka di sini mereka bisa menangani 8 orang dalam 10 menit.
Mereka bekerja seperti mesin.
Ya kira kira begitulah etos kerja negara maju yang super kilat.
Mungkin mereka ga mau di gantikan dengan robot jika mereka kerja dengan lelet dan tidak bisa memenuhi target. wxwxwxwx
Setelah semua selesai dengan segala macam drama yang ada, merekapun untungnya niihh untungnya di suruh istirahat sehari di tempat penampungan lain, baru setelah itu mereka akan di antarkan ke kantor agennya msing masing baru kemudian di antar ke rumah Bos perekrut.
Sebuah proses yang amat panjang, ga seperti yang di bayangkan orang orang awam kebanyakan.
So.. dari sini Anes bersemangat kembali untuk memulai hidup yang baru dengan lingkungan yang baru, orang orang baru, dan tentu dengan masalah yang baru.
Karena selama manusia hidup , maka di situlah Tuhan memberi kita masalah, untuk di selesaikan. Layaknya guru yang memberi ujian pada anak didiknya , tentu saja agar menjadi lebih baik dan mengambil hikmah dari semua yang telah terjadi.
....
__ADS_1
Di ruangan penampungan ini ga ada sekat sama sekali.
Semua orang tidur bersama dalam satu karpet. Karpet ya bukan kasur.
Namun tak apalah. Selama masih bisa tidur sebelum melakukan perang yang sesungguhnya.
Karena masuk dalam dunia baru yang kita belum paham bahasanya itu bukan suatu hal yang mudah.
Meskipun waktu di PT di ajari bahasa, namun itu hanya bahasa basic untuk sekedar perkenalan diri saja.
Akkhhh dalam baringnya Anes berdoa :
"Ya Rabbku lancarkan semua jalanku. dan mudahkanlah. Jangan berikan ujian yang hambamu ini ga mampu untuk menanggungnya. Jagalah keluargaku di indonesia agar senantiasa sehat. Aamiin."
Tak lupa Anes membaca shalawat nabi seperti rutinitasnya sebelum tidur .
Malam ini di lalui Anes tanpa banyak bicara, tanpa ada perdebatan, dan semua berlalu dengan sangat lancar sekali.
Anes bersyukur Tuhan memudahkan prosesnya hari ini.
Di sekeliling Anes pun semua hampir hampir terlelap, hanya ada satu dua orang vietnam yang nada bicaranya agak tinggi. Tapi memang begitulah selama yang Anes tau, bahwa orang vietnam itu nada bicara nya agak tinggi ketika mengobrol. Ya mirip lah kaya emak emak komplek yang lagi nggibahin tetangga. wxwxwxwx
.
.
.
Jika ada tulisan bahasa yang salah silahkan di cari benarnya sendiri . hahahaha.
salam hormat author.
.
.
.
.
__ADS_1