
Seminggu, Dua minggu telah berlalu pergi.
Anes asyik sendiri dengan rutinitasnya. Tak ada hal yang baru selain hari harinya dengan Triyono, Namun frekuensi komunikasinya tak setebal dengan Dimas dulu, mereka hanya berbincang bincang setelah malam waktunya istirahat kerja.
Jadi, ketika siang hari Anes pun sedikit teralihkan dengan teman temannya di taman, Ada Mami juga ada Bali yang masih saja naksir dirinya meskipun ia tau Anes punya pacar dan ia sendiri pun di rumah punya dua orang anak dan suami.
Aneh memang mengatasi orang yang menyukai sesama jenis nya padahal dia sendiri adalah normal , bukan termasuk punya kelainan hormon.
Anes juga sudah lelah menghindar darinya, karena pada kenyataannya dia setiap hari berjumpa dengannya di taman ketika membawa Papa jalan jalan .
Ketika ia membuka beranda facebook yang pertama ia lihat adalah Ariz meng upload photo bersama dengan sahabat sahabatnya Dimas, Dan Ariz hapal betul jika Orang yang memakai Topi itu adalah Dimas, meskipun hanya terlihat separo (Mungkin di sengaja).
Kembali dadanya terasa sangat sesak, nafasnya mulai tak beraturan, kenapa ini yang harus ia lihat ketika ia mulai maju satu langkah?
"Akkhhh shiittt !" Umpatnya jengkel dengan dirinya sendiri yang ternyata masih tak bisa melupakan sakitnya begitu saja.
Juga jengkel kenapa Ariz dengan bangga nya meng upload photo beginian. Padahal Anes tau, bahwa Ariz telah mengetahui kondisinya dengan Dimas sedang tidak baik baik saja.
Anes tau, dari beberapa teman Anes yang lain ketika mereka menanyakan "Apakah kamu ga pernah libur bareng dengan Ariz ? Kemaren katanya dia kamu dah putus dari Dimas."
Anes ga tau darimana Ariz tau tentang ini, atau mungkin Dimas sendiri yang laporan pada Ariz, karena Anes juga tau selama ini Ariz dan Dimas juga dekat.
Dan waktu itu pernah juga Anes protes pada Dimas karena terlalu dekat dengan Ariz, karena kalau ada apa apa Ariz bahkan tau lebih dulu daripada Anes, padahal Anes lah yang setiap hari telponan dengan Dimas. Dan juga statusnya adalah Pacar.
...15:35...
Entar malem call me ya. √
...18:46...
^^^Kamu siapa ?√√^^^
"What ?? Kamu siapa ? maksudnya ?" Tanya Anes kebingungan ketika membaca balasan chat dari Triyono.
maksudnya ? √√
^^^iya, kamu itu lo siapa ?^^^
^^^kok chat ke ponselnya mas Tri. √√^^^
Lha ini siapa ?√√
^^^Aku bojo(istri)nya.√√^^^
Hahahahhaha.... bojo yang gimana nih, bojo resmi atau pinjeman ?√√
^^^Apa urusan kamu^^^
^^^dengan hubungan kita? √√^^^
Dimana Triyono ?√√
^^^Dia lagi tidur √√^^^
Hotel ?√√
sepi .. Tak di jawab ....
Woooeeee . !!!
Triyono mana ?
Gua ga mau tau.
Gua ada urusan ma Triyono.√√
^^^Mas Tri ga mau.√√^^^
"Sialan !!! gua capek capek beliin dia Sim card baru, katanya besok malem minta ketemu, nyatanya malah sama wanita lain *** ***. Dasar Babi." Umpat Anes sendirian dengan amat sangat kesal.
"Brengsek, tau gitu kaga sudi gua nolongin dia, kenapa ga minta tolong aja ma simpenannya njing."
Maki Anes dengan sangat kesal.
Tidak kesal gimana , jika waktu itu Triyono minta tolong pada Anes untuk di belikan sim card baru, karena katanya ketiga card nya terblokir dan belum bisa di buka karena masa aktif paspornya tinggal 5 bulan lagi.
__ADS_1
Sedangkan persyaratan punya Sim card baru adalah ketika masa aktif Paspor dan Residence Card lebih dari Enam bulan.
Maka ketika itu dengan bahagia dan rasa balas budi yang tinggi , Anes pun meng IYA kan permintaan tolong dari Triyono. Tentu saja dengan menggunakan identitas nya sebagai pengajuan sim card baru.
Pada akhirnya Anes baru tau , ternyata ia lagi lagi di permainkan, hanya di manfaatkan saja.
"Tuhaannnn..... apakah aku tercipta menjadi orang yang terlampau baik, atau terlampau bego sih ?" Gumamnya sembari menengadahkan kepala ke langit sore yang tak lagi menyengat kulit .
Dengan hati yang masih kacau dan tak ada tempat bercerita, akhirnya Anes memutuskan untuk menghubungi Ariz via inbok, karena WA nya tak kunjung di buka.
Riz,,, lu abis darimana Riz ? kok photomu bareng anak anak Riz ? √√
^^^Oh . ... itu,, ^^^
^^^I****ya aku ga sengaja ketemu mereka di taman, terus kita photo photo.^^^
^^^Ada apa Crit ? √√^^^
Ga ada sih, cuma nanya doank. Yang cuma kelihatan topinya itu Didim kan? √√
^^^iya. maaf ya crit.√√^^^
ohh ya udah. ga pa pa kok. Gua cuma pingin tau aja.√√
Anes tersenyum kecut, menyeringai seperti pedofil yang sedang tergiur ketika menyiksa mangsanya.
Hatinya sakit, bagaimana tidak sakit ketika ia tahu Ariz membohonginya.
Ketika sedang chat tadi, Anes sedang men secroll linimasa nya Ariz, dan photo photo kebersamaan mereka bukan cuma satu, dua namun banyak .
Dan sudah di upload beberapa dari minggu minggu yang lalu. Dengan pakaian yang berbeda beda.
Artinya apa ? pertemuan yang katanya ga sengaja itu bukan cuma sekali dua kali.
Sesakit itu Anes ketika semua orang membohonginya, ia merasa di bodohi, di manfaatin seperti kambing congek.
Fiiuuuhhhhhhh.....
"Memang gua yang terlalu bego kali ya." Ucapnya tersenyum kecut.
Dengan hatinya yang sangat gondok, Anes menggila, setelah maghrib dan menyelesaikan tugasnya , ia malah pergi ke salon melakukan smoothing sekaligus maskeran rambut.
Ia ingin merelaksasi otak dan tubuhnya dari penatnya dunia.
Empat jam telah berlalu. Anes keluar dari salon dengan kepala yang segar dan rambut berkibar kibar, Anes tersenyum karena tiba tiba ia punya ide gila .
Ia bangga karena di karuniai otak yang genius, hingga bisa cepat mengambil keputusan untuk mengeluarkan dirinya sendiri dari sebuah masalah.
Ide gilanya itu apalagi selain pergi traveling, jalan jalan, menghabiskan gaji untuk menyenangkan hati.
"Cari mangsa baru akh..." Gumamnya sambil terus mengayuhkan sepeda menuju Night Market.
Anes tahu di Night Market ini Banyak sekali imigran imigran kulineran malam. Mereka yang pulang dari lelahnya pekerjaan , biasa menghabiskan waktu malam mereka dengan kulineran.
"Xixixixi semoga malam ini dapet ikan yang bagus." Kata Anes terkikik geli sembari memarkir sepeda silvernya di antara celah celah sepeda motor.
Untung saja,,, di negara ini sangat jarang ada Maling seperti di indonesia. Jadi sepeda mau di taruh manapun, ga di kunci juga ga akan ada yang ambil.
Bahkan jika ada dompet atau ponsel yang jatuh, mentok mentok larinya ya ke kantor polisi, bukan ke kantong pribadi.
Tiba tiba dari belakang.
Pletaakkkk !!!
"Duh.. njingan ! Siapa sih?" Teriak Anes kesakitan sambil meraba kepalanya yang di jitak orang.
"Mau mancing ikan mbak? emang di sini ada kolam pemancingan apa?"
Tanya seorang laki laki sebayanya dengan tubuh tinggi tegap berkulit bersih.
"Apaan sih lu !?" Jawab Anes ketus.
"Diihh.. judes amat Mbak, ntar ga laku lo."
"Emang ! Gua jomblo. Puas lo."
__ADS_1
"Hahahahaha..... ternyata bener ges.. Dia jomblo. hahaha."
Dikira Anes cuma satu , namun ternyata makhluk nya ada banyak membawa bala tentaranya , sekitar ada 6 orang.
"hehehehehehehe..." Jawab Anes kelimpungan malu sambil garuk garuk kepala.
"Bareng ma kita aja mbak, daripada kaya orang bego sendirian, kita belum makan, kalau mau, kita makan bareng bareng aja yuk."
"emang boleh ?" Tanya Anes basa basi.
"Boleh. Pake banget. Ya ga ges ?"
"yoi." Jawab mereka ber lima serempak.
"ya udah deh, gua ikutan." Kata Anes pura pura polos.
"Xixixixixixixixi, ternyata ga perlu umpan, ikannya dah makan duluan. xixixixixi." Gumam Anes sangat perlahan sambil berjalan.
"Ngomong apa mbak ?" Tanya Anak itu memperjelas karena Anes hanya berbisik.
"Eh ga. Gua hanya ngiler steak aja sih, takut kalau kalian ga mau. hehehehe."
Jawab Anes mengelak.
"Lah,, kok kebetulan banget sih. Kita juga lagi mau makan steak semua nih, maklum reward diri habis gajian . Jangan jangan kita jodoh nih." Godanya.
"Aamiin." Jawab ke lima temannya serempak lagi.
"Diih,, di aamiinkan lagi." Kata Anes cengengesan.
"Diihh kenapa bisa kebetulan banget sih, padahal tadi gua kan cuma asal njeplak aja ngomong mau makan steak." Perseteruan dalam hati Anes sambil geleng geleng kepala.
"Emang kamu ga mau mbak ?"
Tanyanya menghoyang nggoyangkan alisnya.
"Aku wedi karo bojomu." (aku takut ma istrimu)
"hahahahhahahahhaa... mampus lu Ded." Tawa meledak dari teman di sebelahnya.
"Dia jomblo akut mbak, di tinggal nikah, trauma ampe tua . hahahaa." Ulangnya memberi tahu Anes.
"ooohh..." Sahut Anes hanya ber Oh ria saja.
Karena tiba tiba saja Anes teringat dengan kisah tragisnya sendiri yang sedang ia alami sekarang.
Lantas kenapa ia harus simpati dengan orang lain, jika hidupnya sendiri sangatlah mengenaskan ???
"I dont care, kenal juga engga." Batinnya sambil mengedikkan bahunya sendiri.
"Makan sini aja ges." Teriak anak itu pada kawan kawannya.
"Mbak duduk sini, oh ya namaku Dedik." Sambik mengulurkan tangan pada Anes.
"Anes."
"Pesen yang bagaimana?"
"70 %" Jawab Anes singkat.
"ya udah, tunggu sini ya, karena aku dah tau pesanan anak anak, biar aku aja sekalian yang pesen . Tapi bayarnya sendiri sendiri. hehehehehe." Katanya terkekeh.
"Dah tau." Jawab Anes masih judes.
"Diihhhhh judesnya... " Sahutnya sambil melangkahkan kaki memesan steak mereka.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.