Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Pindahan


__ADS_3

Hari ini lumayan sibuk, suasana rumah Danu begitu ramai dengan orang yang lalu lalang mengangkuti barang yang mau di bawa ke rumah baru. Juga rumah di jalan Rahmat No.2 di sibukkan dengan kegiatan memasak dari anggota catering yang di pesan Danu beberapa waktu yang lalu. Malam ini akan di adakan acara tasyakuran menempati rumah baru.


    Namun ada sedikit yang kurang, yaitu tidak hadirnya orang tua Ghanes di sini. Ya mau gimana lagi , Bu Santi ibuknya Ghanes tidak bisa di rumah sendirian, sedangkan kalau untuk perjalanan jauh kakinya masih suka kebas dan ngilu. Jadi... kemungkinan besar yang datang hanyalah Candra sebagai perwakilannya.


"Apa aku nyuruh orang buat jemput ibuk dek?" Tanya Danu pada istrinya yang terlihat kurang bersemangat.


"Akh, ga usah mas, nanti malah kalau nyampe sini ibuk sakit, aku juga yang bingung nanti, merasa bersalah itu ga enak lo mas." jawab Ghanes menolak.


"Oh,,oke kalau begitu. Kalau ingin sesuatu katakan saja. lagian ini kan rumah kamu sendiri kan. Kamu tuan rumah di sini."


"Iya, aku tau mas."


Ghanes dan Danu sebenarnya hanya mengawasi penataan barang saja, sedangkan soal urusan makan kan sudah di urusi sama yang di beri tanggung jawab. Jadi mereka berdua tidak mau lancang ikut campur. Dan undangan tasyakuran pun semua sudah di sebar pada mereka yang akan di undang.


"Buk, ini bibit tanaman mau di taruh mana Buk?" Tanya seorang pekerja pada Ghanes.


"Oh,,, itu taruh aja di teras samping pak, pastikan ga kena sinar matahari aja dulu, besok biar saya sendiri yang ngurusin. Terima kasih ya." Jawab Ghanes sopan.


"Oke buk, mari."


"Ya pak, silahkan."


...................................................................


18:35


        Rumah baru Danu sudah di penuhi dengan semua undangan. Candra pun sudah datang dan berdiri paling depan untuk menyalami tamu bersama dengan Danu dan Ayahnya(ayah Danu).


Sedangkan Ghanes duduk di pintu belakang ruang tamu untuk menemani petugas catering ngobrol saja. Karena dalam tasyakuran ini yang di undang hanyalah dari Jamaah Yasin laki-laki dari beberapa lingkungan.


Tak menunggu waktu lama, ketua dari salah satu jamaah memulai acaranya.


"Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuhu."


"Walaikumsalam,, warahmatullahi Wabarokatuhu."Serentak jamaah menjawab.


"Bapak-bapak ,saudara-saudara serta para hadirin undangan yang berbahagia,


         Pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita semua memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat serta hidayat-Nya kita semua dapat berkumpul di majlis ini dalam rangka memenuhi undanngan bapak shohibul hajat, yaitu bapak Danu Arjadi. Selanjutnya sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Junjungan Nabi Muhammad saw. Keluarganya, para sahabatnya dan semua orang yang mengikuti ajaran-ajarannya."


"Hadirin sekalian yang berbahagia,


         Perlu kami informasikan kepada bapak sekalian, bahwa bapak Danu pada malam ini bersyukur kehadiran Allah karena apa yang ia beserta keluarga cita-citakan telah tercapai, yaitu mempunyai rumah baru. Oleh karena itu bapak Danu sekeluarga bersyukur kehadirat Allah SWT. Dihadapan para bapak sekalian untuk menikmati sebagian rezeki yang telah dianugerahkan kepadanya."


        "Untuk itu pada malam ini kami atas nama keluarga bapak Danu sekeluarga mohon do’a restu dari bapak sekalian, mudah-mudahan nikmat yang kami terima ini benar-benar barokah, membawa manfaat, dan dapat mendekatkan diri kehadirat Allah, dengan bertambahnya nikmat itu pula dapat meningkatkan amal-amal sholeh, menambah semaraknya nilai-nilai keislaman di tengah-tengah rumah tangganya berikut di tengah-tengah masyarakat sekitarnya."


        "Kami atas nama keluarga Bapak Danu mohon maaf sebesar-besarnya apabila disana-sini dijumpai kekurangan atau kurang berkenan di hati para bapak sekalian, apakah itu berupa penerimaan tamu, penyediaan tempat ataupun hidangan. Mudah-mudahan atas partisipasinya dibalas oleh Allah SWT."


"Hadirin sekalian yang berbahagia,

__ADS_1


         Manusia itu sudah semestinya berterima kasih atau bersyukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan nikmat yang diberikan kepada kita. Dan seandainya kalau kita menghitung nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kita itu tidak mungkin bisa untuk menghitungnya, karena saking banyaknya. Misalnya saja nikmat diberikan kedua telinga, diberi mata, diberi alat perasa, diberi kaki, diberi kelancaran dalam berbahasa, kelancaran dalam buang air besar dan lain sebagainya. Belum nikmat-nikmat yang bersifat materi, apakah itu berupa kekayaan kenaikan pangkat, diselamatkan dari bencana kelaparan dan lain sebagainya."


   " Dalam Al-Qur'an surat an 'Nahl ayat 114, Allah menyuruh kepada kita sekalian untuk tetap bersyukur kehadirat Allah SWT."


فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ


"Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah."


"Bersyukur atas nikmat Allah itu tidak cukup untuk diucapkan dengan lisan saja misalnya dengan mengucapkan Alhamdulillah, akan tetapi bersyukur kehadirat Allah itu di samping dengan lisan juga diikuti dengan hati dan anggota tubuh. Dengan demikian bapak Danu pada malam ini bersyukur kepada Allah tidak hanya dengan lisan/ucapan saja tetapi di ikuti dengan perbuatan yaitu dengan menghadirkan bapak-bapak sekalian untuk menikmati sebagian rezeki yang diberikan kepada kita. Mudah-mudahan amal ibadah bapak Danu dan keluarga diterima di sisi Allah SWT Amin."


"Hadirin sekalian yang berbahagia,"


        "Demikian sepatah dua kata yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini. Dan marilah kita semua berdoa kepada Allah bersama-sama."


اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِى مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُكَمَا يَنْبَغِى لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.


"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dengan pujian yang sesuai (sebanding) dengan nikmatnya dan menjamin ditambah nikmatnya. Ya Tuhan kami,  bagi-Mu  segala  puji  dan  segala apa yang patut atas keluhuran Dzat-Mu dan kemuliaan serta keagungan  kekuasaan-Mu."


اَللهم صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللهم إِنَّا نَسْئَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلىٰ رَبِّنِا تَوَكَّلْنَا. اَللهم اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَوَسِّعْ لَنَا فِى دَارِنَا هٰذَا


“Ya Allah limpahkanlah rahmat ta’dhim atas junjungan kami, yaitu Nabi Muhammad dan juga keluarga junjungan kami, yaitu Nabi Muhammad. Ya Allah sesungguhnya  kami memohon kepada-Mu sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar, dengan nama Allah kami masuk dan dengan nama Allah kami keluar dan kepada Tuhan kami, kami bersesah diri. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan lapangkanlah bagi kami di rumah-rumah kami ini."


اَللهم بَارِكْ لَنَا فِى أَرْزَقِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِى مَعِيْشَتِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِى بُيُوْتِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِى عُمْرِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِى أُمُوْرِنَا.


"Ya Allah berkahilah rizki-rizki kami, berkahilah kehidupan kami, berkahilah rumah-rumah kami, berkahilah umur kami, dan berkahilah urusan-urusan kami."


اَللهم سَلِّمْنَا وَسَلِّمْ دِيْنَنَا وَسَلِّمْ أَجْسَادَنَا وَسَلِّمْ أَمْوَالَنَا مِنْ بَلآءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ. رَبَّنَا أَدْخِلْنَا مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنَا مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا


وَصَلىَّ اللهُ عَلىٰ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ


"Semoga rahmat ta’dhim Allah selalu dilimpah-kan kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarganya serta para sahabatnya dan semoga Allah memberi keselamatan."


رَبِّ أَنْزِلْنِى مُنْزَلاً مُبَارَكاً وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ


"Ya Tuhan kami, berilah aku tempat yang diberkahi, dan engkau adalah sebaik-baiknya yang memberi tempat."


سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ .. اَلْفَاتِحَهْ ....


"Maha Suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan, Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."


Serentak semua orang mengusapkan kedua telapak tangannya ke muka.


"Aamiin."


"Terima kasih atas segala perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekurangannya dan kekhilafannya. Akhirul kalam, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuhu."


Penutupan salam kemudian langsung di lanjutkan dengan makan bersama, dan tentu saja bingkisan makanan dan kue-kue untuk di bawa pulang kepada keluarga mereka masing-masing.


......................................................

__ADS_1


Lelah tak terasa karena di penuhi dengan rasa bahagia yang amat sangat. Ghanes tak menyangka jika suaminya menghadiahi dengan rumah baru setelah ia pulang dari healing.


"Mas, makasih ya." Kata Ghanes tersenyum pada Danu setelah semua orang pergi dari rumahnya, tinggal Candra sendirian yang masih di sana. Karena ia malas pulang terlalu larut katanya.


"Ciiee,,,, kaya pengantin baru aja kelen ini." Sapa Candra meledek.


"Diam lu bocil." Sahut Ghanes memberenggut.


"Hahhahahaha, pesex gitu aja dah sewot Ndra." Sambung Danu membela Candra.


Ghanes melengos pergi, karena merasa tak akan ada gunanya jika ia sendirian dan harus melawan dua orang laki-laki yang sama rusuh dan resexnya kalau udah ngumpul bareng.


"Syiiiuuhhh,,,,,, syiiuuuhhhhh...."Ghanes mengibaskan tangannya dan melangkah naik ke lantai 2.


"Deeekk,, boleh ya kita nonton bola." Teriak Danu bertanya.


"Serah kalian. Bodo amat. Aku mau tidur." Jawab Ghanes cuex.


"Ga apa apa mas?" Tanya Candra sedikit khawatir.


"Akh,,, ga papa, bukannya mbakmu memang begitu ya orangnya. Cuek?"


"Ya emang iya sih mas, tapi kan mbak Anes baru pulang dari sono kan."


"Akh,,, palingan dia juga dah ngorok. Dia kalau capek kan gampang banget meremnya. Sedangkan aku masih ingin melek."


"Oke kalau begitu. Asal ga ada masalah aja sih." Lanjut Candra,


"Tenaaangg tenaaang ga perlu khawatir. Eh btw, semua sisa makanan udah dimasukin kulkas kan?"


"Oh udah semua kok mas, kan tadi kita mberesinnya bareng-bareng, sayang kalau ga di masukin kulkas bisa rusak. Kan aku masih pingin makan mas, hahahahhaahaa."


"Huuu dasar lu Ndra."


"Ya mumpung gratis. Xixiixixi."


"Ya udah yok."


Danu dan Candra berjalan depan dan belakang menuju ruang tengah untuk menyaksikan permainan ke sukaan para laki-laki.


.


.


.


.


.

__ADS_1


..


.


__ADS_2