Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Pecah !


__ADS_3

^^^*M**mmmm iya, bahagia sih*,^^^


^^^meskipun gua belum sepenuhnya percaya juga.√√^^^


Lalu pacarmu ?√√


^^^Ya kan gua masih baik baik aja ma dia, iseng ga pa pa kan?!√√^^^


Tapi jujur ya Riz, gua serah lu mau ngapain aja, namun gua ga bisa kalau tiap hari harus lu pamerin photo lu ma anak anak, gua ga kuat Riz, Gimana gua bisa lepas jika tyap hari gua terus terusan melihat mereka di beranda. Lu bisa ga ga usah upload gambar gambar mereka lagi ?√√


^^^Akkhh.. menurut gua sih, kebahagiaan itu kita sendiri yang menentukan Crit,^^^


^^^bukan orang lain.√√^^^


Oohh ya udah , jika itu pilihan lu, itu artinya lu udah siap kehilangan gua, karena Jujur gua ga bisa.√√


^^^Ya masak cuma gara gara photo,^^^


^^^lu lebay ga sih ?√√^^^


Anes hanya membaca pesan terakhir tersebut, entah dia yang terlalu lebay atau egois, jika pada kenyataannya dia ga bisa di hadapkan dengan photo photo kebahagiaan itu, rasa tak terima di dalam hatinya masih terlalu kuat, Anes masih ga rela jika Dimas dengan begitu saja bisa bahagia bersama kawan kawannya, sedangkan di sini, dia sendiri merasakan sakit pada ulu hatinya yang tak kunjung sembuh.


Anes yang sangat lelah, lelah dengan kondisinya sendiri yang makin lama makin buruk ia rasa, ketik Ia ingin mulai bangkit dan menikmati harinya ada Ariz lagi yang merecokinya , ikut campur urusan pribadinya.


Ketika ia ingin sembuh, tiap hari ia di suguhkan hal hal menyakitkan itu oleh sahabatnya sendiri.


Lalu apakah ia harus menghapus sosmednya ?


Anes rasa Anes belum mampu, karena selama ini sosmed lah yang menjadi tempat hiburan satu satunya,tempatnya mencari mangsa baru , Eh.! kok mangsa sih ... 😁


,,,,,,,,,,,,


Seminggu kemudian


"Nes, Ariz sama Cokro pacaran ya?"


Tanya Dyaz suatu ketika.


"Eh ? iya kah ?"


"Liat aja tuh Fb nya Ariz, tyap hari posting photo mereka, juga temen temennya Dimas. Tempat kerja mereka deket apa?"


"Tau dech deket apa ga. Yang kutahu mereka kerja di satu kota, Tapi kalau soal pacaran sumpah gua ga tau. Emang Ariz posting apaan ? kok gua ga pernah liat sih?"


"Coba buka dech Nes."


"heh,,,, kok ga ada postingan baru ? adanya juga postingan postingan lama , bahkan ini udah 2 bulan yang lalu kan." Tanda tanya Anes di dalam hatinya.


"Yaz, postingan Ariz terbaru tangal kapan Yaz?" Tanya Anes.


"Lah,, kok nanya ? Emang lu ga bisa liat ? Di blokir ?"


"Bukan di blokir, tapi kok postingannya ga ada, di tempatku sini yang terlihat cuma beberapa dan itupun postingan lama, kemarin kupikir postingannya di hapus hapusin ma Ariz."


"Mana ada di hapus, ni juga barusan tadi pagi kok, jam 10 pagi tadi."


"Waahhhh,,,, berarti gua di restric nih, fix yakin gua." Kata Anes mendehem .


"Restric itu apaan Nes ?"


"Lu ga tau ? restric itu di tandai bintang lalu di batasi, jadi kita tetep temenan, cuma ga bisa liat postingannya dia , dia yang bisa ngeliat kita, kita nya ga."


"Waahhh kalau gitu curang donk."


"Ya gitu." Ucap Anes lalu dia meng klik tombol restric untuk nama Ariz di friendlistnya.


"Udah." Ucap Anes lagi.


"Udah apaan?" Tanya Dyaz tak mengernyitkan dahinya.


"Gua restric balik. Biar imbang, Cjjiiihhh,,,"


"Kalian ada masalah apa emang ?"


"Sebenarnya ga ada, cuma kan kemarin gua sempet minta dia untuk tak lagi memposting kebersamaan mereka dengan temen temennya Dimas.


Gua belum kuat Yaz, gua itu masih kaya ga rela gitu lo kalau Dimas bahagia di atas penderitaan gua.


Gua kira kemarin dia kasian ma gua, lalu menghapus postingan postingannya dia, namun nyatanya dia malah nge restric gua kan.

__ADS_1


Ya udah,, jika ini yang Ariz mau, ya gua ladenin sih. Padahal gua itu ga pernah nyuruh dia ngejauhin anak anak lo, gua cuman mintak untuk photonya ga di posting.


Emang sesusah apa sih, ga mosting photo di sosmed ?" Gerutu Anes panjang lebar dengan nada yang sangat kesal.


"Emang lu putus ma Dimas kemarin masalahnya selain Dia selingkuh lagi apa ?" Tanya Dyaz.


"Ga ada sih." Jawab Anes berbohong.


Anes mengurut dadanya perlahan, bersyukur . Hampir saja dia kelepasan bicara. Ya karena Anes tak pernah membicarakan ini sama Dyaz. Anes tau Dyaz orang yang bagaimana. Mereka berteman sudah cukup lama, jika Anes adalah orang yang cuek dan pandai jaga rahasia, maka Dyaz kebalikannya, Dyaz adalah orang yang sangat ramah, bahkan terlalu ramah, hingga ia sangat mudah membicarakan masalah orang lain dengan orang lain, bisa di bilang Dyaz ini orang yang ember.


Jadi Anes lebih memilih jalan aman, untuk tak terlalu bercerita privasi dengan Dyaz ini. Meskipun Dyaz orangnya baik juga.


"Lagian Ariz tuh , kenapa sih ga bisa sedikit mengerti tentang sahabatnya ? lu sahabatnya kan ? masak seorang sahabat begitu?" imbuh Dyaz mulai julid.


"Udahlah Yaz, lagian kemarin Ariz juga dah bilang kalau Kebahagiaan itu dia yang nentuin , bukan orang lain. So,, dari situlah gua berfikir emang ada benarnya gua ga ikut campur urusan dia lagi, ya biar gua aja yang mundur. Namun gua cuma ga nyangka aja jika akhirnya Ariz lebih memilih nge restric facebook gua daripada menghapus postingan postingannya, padaha dia baru aja kenal dengan teman temannya Dimas itu. Hahahahahahahaa."


Dan lagi lagi kali ini tawa Anes kembali terdengar begitu mengerikan .


Seperti tawa pedofil yang sedang menikmati kesakitan mangsanya.


"Diihhh tawa lu Nes, menjijikkan. Ngeri gua dengernya." Protes Dyaz.


"Masa sih?" Tanya Anes ga menyadarinya.


Lagi lagi ,,,, hatinya terlalu sakit menerima kenyataan bahwa sahabatnya juga menghianatinya.


"Hahahhahahaha lengkaplah sudah hidup gua ."


Tawanya kembali meledak dengan suara yang serak, bukan lagi menangis, tapi menahan amarah.


"Setelah ini lu mau apa Nes ?"


"Ga ada, paling menikmati hidup aja sih, untung aja Ariz dah gua restric kan, jadi dia juga ga bakal tau gua ngapain aja di sosmed bukan ? Sekalian aja, semua sosmed nya gua batasi, nomernya gua hapus."


Lanjut Anes dengan nada Sadis nya.


"Lah,, nomer lu hapus kan dia masih bisa hubungin lu An."


"Ya ga bisa donk, kan ponsel gua ada setingannya nomor asing ga bisa menghubungi. weee...."


"Emang bisa begitu ?"


"Ya bisa lah Tolil. Gitu aja ga tau. Hahahahahhaa."


"Hahahhaha entahlah, itu adalah keahlian gua yang tersembunyi." Lanjut Anes masih dengan tertawa.


"Buruuukk buurruuukkk cxcxcxcx." Ejek Dyaz mencebikkan bibirnya.


Tanpa ada pemberitahuan tanpa ada komunikasi, akhirnya begitu saja Anes mengundurkan diri dari jalinan pertemanan yang sudah sekian lama terikat.


Ada rasa tak percaya jika ternyata sahabatnya memilih jalan itu, yah,, tapi apa mau di kata, itu semua pilihan hidup masing masing.


Anes yang masih terlalu sakit dan terpuruk dengan rasa yang belum bisa di obatinya sendiri, jadi siapa yang mau di salahkan ?


Presiden ? tentu tidak bukan ?! 😁


............


Ariz Pov


"Eh cuy,, lu ga tau Anes kemana ya ? kok lama banget gua ga liat dia aktif di fb ya ?" Tanya nya pada kawannya yang lain . Ketika ada beberapa hari dia tak melihat tanda tanda Anes aktif di sosmednya yang biasanya ramai seperti kebun satwa.


"Lah.. mana gua tau njing, dia kan temenmu, malah tanya ma gua. Ada ada aja lu. Kenapa ga lu hubungi lewat inbok aja sih ?"


"Ga akh,,, gua ga mau ganggu dia, biarin dia sendiri dulu, soalnya kemarin fb nya dia gua restric , jadi gua merasa ga enak aja sih."


"Nah , itu lu dulu yang mulai kan ? Kenapa sih?"


"Ga ada apa apa, cuma gua ga tega aja liat dia yang masih sakit dengan putusnya hubungannya dengan Dimas. Biar dia ga bisa liat postingan postingan gua di Fb dengan kawan kawannya Dimas." Lanjut ariz menjelaskan.


"Lah , kenapa juga mesti lu restric ? bukannya harusnya lu yang menjaga perasaan temen lu dengan tak posting atau menghapus postingan yang sudah ada ? Manfaatnya lu posting gituan apaan sih ? Ada ?"


"Kan gua sekedar posting kebahagian gua , masak ga boleh ? salahnya di mana?" Kata Ariz membela diri.


"Ga salah Riz, ga ada yang salah, cuma ya akhirnya gini kan, lu harus kehilangan temen lu sendiri demi mendapatkan temen temen lu yang baru, kalau gua yang jadi Anes ya pasti gua lebih sakit hati lagi karena merasa di hianati temen.


Lu ga berusaha berada di posisi Anes ya ? Lu ga berusaha mengerti apa yang di rasakan Anes ya ?"


"Lalu apa yang harus gua lakukan sekarang ? kan udah terlanjur ?"

__ADS_1


"Ya rasain aja sendiri, itu akibat dari ke egoisan lu kan. Lu rela kehilangan temen lama, hanya untuk mendapatkan temen yang baru aja lu kenal. Gila lu emang. "


"Yah,, pak,,, kok jadi salah gua sih ? "


"Lha terus salah siapa ? Salah pak Lurah gitu ? Harusnya lu itu bisa menjaga apa yang sudah ada, bukan malah mencari sesuatu yang belum tentu baik buatmu. Cobalah dewasa sedikit. Hidup itu bukan hanya tentang mu, tentang hatimu, tapi tentang iarng lain juga.


Lu ga merasa bersalah apa jika ternyata lu adalah penyebab patah hatinya seseorang ? Lu ga merasa berdosa gitu ?"


"Akhhh gua ga tau pak." Jawab Ariz .


"Lu tau kan, Anes kalau udah DIAM, berarti hatinya sudah rusak. Dia sudah mencapai kecewa tahap akhir. Masak lu temen deketnya ga tau ?"


"Tau sih pak, dari itu gua ga bisa ngapa ngapain kan sekarang."


"Ya itu salah lu ! Apa apa ga lu pikirkan baik baik lebih dulu !."


Teriaknya dengan nada sedikit keras karena jengkel juga mengetahui Anes dan Ariz yang biasanya bisa menjadi pasangan yang paling menyenangkan, malah mereka bubar hanya gara gara ke egoisan dan ketidak pahaman.


"Sudahlah........" Kata Ariz lemas.


.................


"Dunia sepi ya tanpa ke dua setan betina itu." Kata Huda ketika lama makin lama beranda mereka , ponsel mereka makin sepi tak ada teriakan teriakan iblis dari ke dua betina itu, yaitu Anes dan ariz.


"Akkhh gua ga tau apa yang terjadi, setelah Anes putus dari Dimas kenapa jadi begini, padahal baru putus kemarin Anes masih bisa nafas kan ?" Kata Yandro.


"Maksud lu napas apaan Yan?"Tanya Kohan cengo.


"Ya maksudnya , Anes tuh meskipun putus dari Dimas masih bisa bercanda meskipun dengan nada yang sedikit lemas, bukan keg sekarang yang Diam ga ada omongan, ga aktif di sosmed, di hubungin juga ga bisa, chat ga di baca. Gitu pe Ak." Jawab Yandro sedikit kesal.


"Darimana lu tau Yan ?"


Tanya Huda mengedip ngedipkan matanya.


"Lha kan gua telpon dia , emang kalian yang ga peduli dengan teman sendiri?"


"Ciieeee yang peduli dengan pacar temen... xixixixxixixixi." Lanjut Kohan terkikik geli.


"Jiihhh apaan sih."


"Lu masih tetep aja Yan, naksir ma Anes. Ada ada aja lu, Anes kan sahabatan ma kita, jangan di rusak donk." Protes Huda ga terima jika persahabatan mereka harus di ganti status.


"Akh.. buktinya Anes ga ada rasa ma gua ampe sekarang kan. Dan gua juga ga pernah ngomong suka ma dia kok." Yandro membela diri.


"Jahahahhahahahahaa." Tawa Kohan dan huda serempak mentertawakan teman bodohnya ini.


"Ya begitulah cinta, deritanya sungguh tiada akhir . hahahahahha." Sahut Kohan kemudian.


"Lu kira gua Cu Pat Kai." umpat Yandro kesal.


"Lah, emang bukan ? Hahahahaa." Lanjut Kohan lagi masih dengan tertawa.


Cinta,,,,, segala macam hal di dunia ini tak pernah bergeset dari kata Cinta.


Tentang cinta antar sahabat, cinta antar keluarga, antar sepasang kekasih , juga Cinta manusia pada Tuhannya.


Namun cinta itu bukan memberi dan menerima, Akan tetapi Memberi, memberi dan memberi.


Seperti Ibu yang memberi Pada anak anaknya, Tuhan yang memberi pada makhluk makhluknya.


Namun , apakah jiwa jiwa manusia mampu menjadi seperti jiwa ibu dan jiwa Tuhan ? Itu sangatlah berat.


Manusia sangatlah susah menyeimbangkan RASA.


Manusia sangat sulit untuk mengendap seperti ampas kopi , membiarkan dengan senyuman manusia bahagia dengan sari sarinya dan aroma harumnya.


.


.


.


Manusia........


itu rumit 😁.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2