
Sebulan berlalu, dunia perghibahan semakin sepi tanpa kehadiran duo setan Anes dan Ariz.
Namun siapa yang berani mempertanyakan keberadaan mereka ? Siapa yang berani mepertanyakan alasan mereka tak lagi bersama sama dalam keributan di dunia maya?
Masing masing tenggelam dengan kehidupan mereka sendiri sendiri. Anes yang bahkan tak terlihat dia masih bernafas dengan sempurna atau tidak, karena meskipun akunnya masih aktif, namun manusia bernyawa nya seakan hilang di hisap elien.
Ariz, terlihat sangat aktif meskipun sama sekali tak ada pergerakan satu milimeterpun sedang berinteraksi dengan Anes.
Tiga serangkai Yandro, Huda dan Kohan menundukkan kepalanya tak sedikitpun berani mengangakat pandangannya untuk sekedar menanyakan yang terjadi pada ke dua setan betina ini.
Setan betina, Iblis betina Adalah julukan yang berikan mereka bertiga pada pasangan sejoli Ariz dan Anes karena mereka hobi sekali membuat keributan di room chat.
Mereka tak menyangka jika kebersamaan mereka ternyata akan menjadi abu vulkanik yang menyesakkan dada. Entah api darimana yang menyebabkan gunung api meletus tanpa aba aba, mereka bertiga tak ada yang tahu.
Ke dua setan ini sama sama membisu jika di tanya apa alasan mereka saling melepaskan satu sama lain.
Selalu di jawab "Ga ada apa apa."
Jawaban singkat yang tak mewakili apapun.
"Sudahlah Yan, simpan perhatianmu buat yang lain aja Yan, biarkan mereka tenggelam dalam hari harinya sendiri. Mungkin kita memang tak berhak tau atas masalah mereka." Nasehat Huda pada Yandro yang kelihatan paling bersedih telah kehilangan Duo betina ini.
"Akkhhh apa karena kita yang Salah ya ?"
"Ga mungkinlah Yan,,, secara kita ga pernah ngapa ngapain kan ? Apalgi mengusik urisan pribadi, Anes pacaran ma Dimas aja kita ga pernah usik kan, padahal Dimas kan temen kita. "
Huda dengan jiwa patriotnya (e lah,,, keg pahlawan 45 ajaπ ) menenangkan jiwa Yandro yang tetiba jadi lembek keg Biskuit Sun (Biskuit bayi ) yang baru di ****.
"Hhmmmgghhh Sepi Da,,, "
"Kan dari kemaren lu bilang begitu Yan, lembek amat lu keg tai sapi." Ejek Huda mencibir.
"Lu pernah pegang Da?"
"Ga sih . Pernah nginjek doank Hahahahahahaa."
Jawab Huda tertawa hingga kelihatan gigi giginya yang berderet tak beraturan.
"Jiihhhh gaya lu keg orang kuat aja Da ....Huda... Belom petnah jatuh cinta lu ya... jjiihhh.."
"Emang belom, ga ada yang doyan sih ma gua. Hahahahhaahaha..."
"Babi." Umpat Yandro kesal.
......................................
Di belahan kota lain.
Dyaz juga sedang membicarakan Anes bersama Indah.
Mereka juga merasa aneh , kenapa tiba tiba saja Anes menghilang tanpa ada kabar, tak bisa di hubungi, Bukan tak bisa,,, akan tetapi semua akses yang datang padanya tak ada satupun yang dibrespon, padahal WA dan semuanya masih aktif. Di tandai dengan chat yang masih centang dua. Namun centang tak kunjung membiru. Di biarkan begitu saja tak ada perubahan .
"Gua diblokir ma Anes kali Yaz." Kata Indah mengira ngira.
__ADS_1
"Akhhh lu tolil pa gimana ? Mana ada di blokir tapi namanya maaih bisa lu cari Ndah, Gua ini dah bego, tapi kok masih ada yang lebih bego dari gua, yaitu elu Ndah."
"Emang gitu ya ?" Tanya Indah cengo.
"Liat aja semuanya masih normal tapi ga ada pergerakan sama sekali. Nomor ponsel juga masih aktif namun seperti di tinggal mati pemiliknya."
"Eh mulut lu tuh Yaz,,, jangan ngomong mati mati akh. Pamali."
"Heleh, biasa aja kali Ndah, gitu doank. Kan cuma perumpamaan Indaaahhhh..."
"hehehehehe iya sih, beneran asli kaget gua ketika biasanya liat Anes aktif , tapi tiba tiba ngilang, gua udah parno duluan, perasaan gua ga punya masalah apa apa deh ma dia."
"Tau lah tu anak, lagi banyak masalah kali dia. Tapi harusnya ga kita kita juga yang kena getahnya , kita kan ga tau apa apa ye kan? bener ga sih Ndah?"
"Punya masalah ma siapa emang ?" Tanya Indah kepo.
"Siapa lagi kalau bukan ma Dimas dan Ariz."
"Katanya dah putus...?"
"Lha iya emang dah putus. Terus gua juga ga terlalu paham dengan Ariz, mereka diem dieman gitu, ya katanya juga gara gara Dimas juga sih."
"Akhh tau lah Ndah, lagian Anes lebay juga sih menurut gua, masak cuma gara gara laki laki terus jadi begitu sih." Lanjut Dyaz dengan penuh semangat perghibahan.
,,, ,,,,,,,
Di sisi lain,,,,
Anes mengantongi ponselnya, telingan kanan kiri di sumpal pake busa headset, Dia seperti tak ingin lagi mendengarkan hiruk pikuk dunia di sekitarnya.
Jangan salah, di negara inipun pengepul rongsokan itu ada.
Namun rongsokan yang di maksud ga bercampur dengan sampah basah seperti di negara tercinta kita indonesia.
Di sini, pemilahan sampahnya sangat teratur dan rapi.
Sampah sampah kering harus di pisahkan dengan sampah basah.
Tujuannya tak lain adalah untuk memudahkan daur ulang dan mencegah bau.
Rakyatnya juga sangat sangat disiplin dan mudah diatur. Kesadaran mereka terhadap sampah sangatlah tinggi.
"Astagaaaaa Bajingan... !" Teriak Anes keras ketika tiba tiba ada yang menepok punggungnya dari belakang.
Mama dari belakang menunjuk telinga Anes memberi kode agar melepas headset nya.
"Hehehehehe maaf Ma, ada apa ?" Tanya Anes cengengesan karena sadar akan ke budegkan telinganya yang di sumpal pake headset.
"Kamu itu An An,,, di panggil panggil ga kedengeran, aku mau ngomong, ni rongsokan besok aja nganter ke pengepulnya, soalnya saya tiba tiba di suruh gantiin ngajar guru Lie."
"Hehehehe iya Ma , ga pa pa kok Ma, lagian ini juga masih banyak, mungkin sebelum nanti Papa mandi ini belum selesai, jadi besok lebih baik." Kata anes senang menimpali pernyataan Mama padanya.
Biasanya setelah rongsokan terkumpul banyak, Mama lah yang menyopiri Anes mengantar ke pengepul , Uang hasil penjualan rongsokan juga langsung sepenuhnya di kasihkan ma Anes. Jadi itung itung buat tambahan beli steak ayam krispi. (Master piece jajanan di negara ini)
__ADS_1
Mama , di usianya yang menginjak 73 tahun, juga masih aktif mengajar Dansa, dan tahun ini dia juga menambah satu kelas lagi , yaitu kelas bahasa isyarat. Keren ga sih ? tentu keren donk. Masa engga.
Anes sibuk. Lebih tepatnya adalah menyibukkan diri. Ia tak lagi mengurusi dunia maya yang makin lama membuatnya makin muak, karena seiring berkembangnya dunia tekhnologi, Anes merasa manusia menggunakan sosial media hanya sebagai akuisisi saja.
Pemenang adalah yang terkenal, tak lagi yang bermanfaat.
Yang bermanfaat semakin tenggelam dan tak di dengar suaranya.
Entahlah ,,, ini sekedar melarikan diri dari kenyataan atau selangkah lebih maju atau bahkan hanya pelampiasan saja.
"Hiihhh,,,, bodo amat gua. Serah lu lu kalian kalian mau nggibahin gua apaan, gua BUDEG. catet tu, Gua BUDEG."
Umpat Anes sekilas ketika mensecroll inbox serta chat chat nya di WA dan teman temannya.(Ada spring, nimboo, tango, wechat, line,kakao talk, &Viber)
( author :
kalian ga ada yang tau kan aplikasi iniπ . kasian bener π )
Sebenarnya Anes sengaja tak menghapus semua aplikasinya , karena Anes ingat di rumah masih ada Andra, jadi Anes tak mau melibatkan keluarganya dalam hal ini.
Lagi lagi dalam otak Anes , Anes tak mau menjadi sumber beban baru bagi keluarganya.
Cukuplah ia membuat dosa, biar ia dan Tuhan aja yang tau, keluarganya jangan. Biar ini jadi rahasia langit saja.
"Ndra,,, Andra,,, peyank,,, ntar malem telpon gua Ndra ya... heheheheheehe.." (Bunyi pesan suara Anes pada bocil manisnya yaitu Aditya Candra)
Send βΆ
Siap nyonya. π€§ββ
Anes geleng geleng kepala sambil tersenyum ,
"Dasar tikus sawah.. Cxcxcx ada ada aja tuh bocil."
Anes menarik nafas panjang , sebentar menikmati helaan nafasnya, tersenyum,,
"Hhhmmggghhh....... "
Anes bahagia, setidaknya masih ada tiga orang yang menyayangi dan memperhatikannya yaitu Bapak, Ibuk dan Adik tengilnya itu.
.
.
.
.
*Author :
Keluarga nomor satu.
Hargai kehadiran mereka selagi ada.
__ADS_1
Jangan sampai berujung pada meratapi penyesalan ketika mereka tiba tiba pulang dan kamu belum melakukan apa yang membuat mereka bahagia.
Di sana ada darahmu yang mengalir sama*.