Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Penjara 7 hari


__ADS_3

Perjalanan yang di tempuh Anes seperti biasa memakan waktu kurang lebih 4 jam dari kota T ke kota S.


Jam 10 pagi Anes sudah kembali berdiri di pintu gerbang , tapi kali ini lain, Anes sudah tau tombol Bel nya. 🤣🤣🤣


Dan karena ini siang hari Pak Satpamnya juga ga resex seperti ketika malam hari.


Langsung mempersilahkan Anes memasuki pintu pagar ketika Anes menyebutkan nomor induknya.


Suasana riuh adalah hal yang biasa terjadi di aula ketika siang hari jam dan hari kerja.


Karena banyak juga para anggota keluarga yang datang menjenguk ataupun mengantarkan keberangkatan anggota keluarga lainnya.


Hanya Anes saja yang kemana mana selalu sendirian , jarang sekali di temani seseorang yang memang di rasa Anes ga perlu. Karena anggota keluarganya juga sibuk dengan urusannya sendiri sendiri.


Hanya bulan kemarin saja Anes dikunjungi kakak dan adik tercintanya waktu tanda tangan notaris. Selebihnya tidak pernah. Ya karena Anes orangnya cuex dan ga suka dengan retorika tersebut.


"Mbak Anessss haiiii !" Teriak seseorang dengan sangat bahagianya. Siapa lagi kalau bukan Calista.


"Lu lagi lu lagi... hadeeewww kaya ga ada orang lain saja di PT ini Lis"


"Hehehehe kan aku padamu mbak" Ucap lista dengan di centil centilkan.


"Mbak kapan terbang?" Tanya Lista.


"Katanya 10 hari lagi tapi entahlah entar aku nanya lagi ma mbak Anggun. Kemarin 3 hari yang lalu cuma dibilangin harus datang hari itu, tapi aku tolak karena kan pas hari 1 lebaran. Lha gila apa suruh kesini." Jawab Anes menjelaskan.


"Kita aja kemarin cuma di kasih libur setengah hari mbak mbak, parah sumpah". Terang Lista menjelaskan lagi.


"Ooohh pantesan orang kantor bisa telpon pake nomor kantor" Ucap Anes menjawab keheranannya sendiri.


"Iya mbak, orang kantor tuh ga libur lo. Mereka ganti SIP aja". Jelas Lista.


"Ya udah , kita kebelakang yuk, taroh koper dulu, setelah itu aku mau nyari mbak Anggun nanyain tanggal tepatnya kapan. Selanjutnya kita makan, lu gua traktir dah Lis. wxwxwxwxw" Ucap Anes sambil menyeret koper kecilnya.


"Waahhhh traktiran nih... mbakku emang the best. Sumpah". Btw makasih lo mbak" Sahut Lista bahagia.


"Asal lu bahagia aja dach. Btw Aya belum kesini ya? Aku lupa nanya sih. Kemarin cuma minal aidzin wal faidzin lewat WA aja sih. Ga ada waktu gua."


"Belum tuh mbak, masih betah di rumah kali. Lagian masih lebaran juga. Mbak Anes aja yang berangkatnya kecepetan, padahal aku kan masih ingin di marah marahin mbak, pingin di bego begoin biar semangat belajarnya gitu". Cerocos Lista tanpa jeda.


"Lu itu ada ada aja Lis . Kok ada orang yang suka di kata katain . Dasar aneh".


"Kan biar terpacu mbak. aku sih gitu ya. Ga tau anak yang lain. Hahahaha"


Tak lupa Anes sai Hai pada anak anak yang kebetulan berpapasan denganya ketika menyeret koper.


Setelah meletakkan kopernya , Anes segera menuju kantor ruangan Mbak Anggun untuk menanyakan jadwalnya serta melaporkan kehadirannya. Karena setelah ini Anes sudah ga bisa ijin pulang lagi.

__ADS_1


Thok ....thok ....thok... (Anes mengetuk pintu)


"Masuk". Jawab suara dari dalam.


Ssrrrkkkhhh........ (Suara pintu di geser)


"Siang Mbak Anggun". Sapa Anes pada wanita yang menunduk menulis sesuatu di depan komputer.


Wanita itupun mendongakkan kepalanya pelan.


"Pagi.... eh.. kamu Nes. Duduk. Datang jam berapa Nes?" Tanya nya.


"Barusan Mbak. Saya duduk ya mbak". Kata Anes.


"Iya silahkan. Oh iya sini kamu tanda tangan kehadiran ya. Ingat setelah ini ga boleh pulang lagi. Besok kamu medical akhir." Jelasnya Pada Anes.


"Oke mbak, oh iya Mbak, saya mau tanya jadwal tiket saya kapan ya?" Tanya Anes.


"Bentar saya lihat dulu ya... Hening sejenak, ya kira kira 5 detik lah. Ini tangal 15 pagi Nes. Pagi ya... subuh harus sudah standby di depan. Pesawat jam 8 ". Jelasnya lagi.


"oke Mbak, siap dech kalau gitu. Hanya itu aja yang saya mau tanyakan kok mbak. Selebihnya ga ada lagi." Jawab Anes tersenyum.


"Ya udah Mbak kalau gitu, saya boleh keluar kan ?" Tanya Anes lagi.


"Oh iya. silahkan. ingat besok medical . Seperti biasa jam 10 an . Udah tau kan apa yang harus dilakukan?" Tanya nya sebelum Anes membuka pintu.


"Bagus kalau gitu."


"Permisis Mbak." Ucap Anes lalu membuka pintu keluar.


"Astaghfirullahhaladziim... Setan!" Teriak Naes kencang karena dikejutkan oleh Lista yang mengendap endap di samping pintu.


"Lu Gila Lis. Bengek." Umpat Anes gemes.


"Hahahahaa mbak mbak, masak gitu aja kaget. Xixixixi" Tawa Lista bahagia berhasil mengagetkan Anes.


"Lagian lu Ga sekolah Lis, kok dari gua dateng tadi Lu mondar mandir aja sih?" Tanya Anes.


"Lha kan belum sekolah mbak, selama lebaran sekolahnya cuma sore. Ga tau ya. hahahaha."


"Ga. emang ga tau. weee. Ya udah, lu jadi makan ga? boleh kan kita keluar kali ini?" Tanya nya pada Lista.


"Boleh mbak, kalau mbak Lista yang keluar. Kan mbak baru datang, belum terhitung absen kan." Jelas Lista.


"Oh iya ya. Berarti Lu di dalem aja ya?. Gua yang keluar di warung depan itu?" Tanya Anes lagi.


"Nahhh itu pinter." Jawab Lista.

__ADS_1


"Shiit lah. But oke.. ga pa pa , Asal lu bahagia aja . wxwxwxwxwx.. ya udah gua keluar dulu. Tungguin di dalem ya." Ujar Anes sambil berjalan menuju pos satpam.


Sebenarnya warung yang di tuju hanyalah di seberang jalan raya saja. Ga sampai 2 menit juga sampek. Akan tetapi peraturan sebuah PT biasanya memang begitu. Ga boleh ke mana mana. Ga boleh keluar. Itu udah aturan wajib yang biasa di terapkan di dalam PJTKI.


So wajar saja jika banyak orang bilang, merantau itu yang paling berat adalah ketika berada dalam PJTKI nya . Harus kuat mental. Dengan makan yang Seadanya. Sungguh sungguh seadanya. Dan banyaknya peraturan yang harus dipatuhi. Dan jika dilanggar tentu akan mendapatkan hukuman yang kadang ga masuk akal, atau hukuman yang mengada ngada.


Wajar juga jika PJTKI seting mendapat julukan penjara mini oleh sebagian orang. Hahahahaha.


Tapi memang begitu adanya.


Selang 10 menit Anes sudah kembali sambil menenteng 5 bungkus makanan beserta minumannya. Membawanya ke tempat Lista.


"Loh Mbak kok banyak banget, buat siapa aja mbak.?" Tanya Lista melongo.


"Tau. Bagikan aja pada temen temenmu. Aku mau makan. Laper ."Jawab Anes cuex.


"Kebiasaan. Ujung ujungnya gua juga yang harus kerja" sungut Lista meakipun dalam hatinya Salut dengan kedermawanan Anes panutannya ini.


Galak, cuex, tapi Baik hati dan satu lagi Disiplinnya setengah mati, ga bisa di tawar tawar.


Lista yakin Mbak Anesnya ini suatu saat nanti bisa jadi pemimpin wanita yang baik jika dia sukses kelak.


Itulah sebabnya Lista lebih suka mengikuti Anes kemana mana daripada mengikuti senior senior yang lain.


Anes ini sederhana. Ga pernah berpakaian yang aneh aneh, meskipun dia Ex Luar negeri. Ga seperti kebanyakan orang yang seakan lupa dengan jati dirinya.


Lista banyak belajar dari kepribadian Anes, meskipun ada beberapa orang yang bilang Anes itu judes, cuex,galak, tapi menurut Lista sikapnya Anes ini keras nya mendidik, bukan semena mena.


........


Hari demi hari di lalui Anes di tempat ini menjelang keberangkatannya.


Dari medical akhir , suntik vaksin mers dan ritual ritual lain.


Di sisi lain Anes membantu anak anak lain yang masih Pemula sebutannya, (bagi anak anak yang baru pertama kali ke luar negeri.) belajar bahasa sesuai dengan yang Anes bisa.


Menjelaskan nada nada bahasa yang biasa dipakai dalam kehidupan sehari hari.


Di penjara mini ini kita Anes selalu bisa mendapatkan kawan kawan baru, berbagi semangat, berbagi kehangatan. Ya meskipun hari hari cuma di dalam lingkup yang sama ga kemana mana, akan tetapi waktu 7 hari sebelum Anes berangkat ini bisa di gunakan semaksimal mungkin . Bisa memberi manfaat buat orang lain.


.


.


.


.

__ADS_1


Quote Author : Sebaik baiknya manusia adalah dia yang memberi manfaat buat orang lain.


__ADS_2