Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Mencoba


__ADS_3

Tepat seminggu setelah Anes menguburkan kotak perhiasannya itu, bertepatan pula dengan berhentinya darah nifas nya.


Malam harinya Anes pergi sendirian menemui dokter untuk melakukan cek up pada kandungannya .


Dokter tersenyum puas setelah melihat hasilnya memuaskan dan rahimnya Anes sudah bersih dari kotoran.


Setelahnya Anes pulang dengan perasaan lega, meskipun menahan sakit dalam lubuk hatinya karena harus mengorbankan buah hatinya untuk nyawa yang lain, dan merasa sangat bersalah karena di posisikan pada posisi yang tak punya pilihan yang lebih baik.


Kata orang ini bagai makan buah simalakama, yang bahkan bentuk buahnya Anes belum pernah tau seperti apa.


Namun bagi Anes sendiri saat ini seperti berjalan di atas Tai.


Dilanjut kotor, ga di lanjut ya makin kotor.


Besok sore Anes mau menyedekahkan separo dari gajinya buat anak anak di taman.Dia ingin makan bersama dengan kawan kawannya itu. Bukan syukuran, namun sebagai bentuk sedekahnya pada Tuhan, permintaan maafnya pada Tuhannya.


Anes tak lagi buka buka ponselnya untuk sekedar menghubungi kawan kawannya yang jauh, termasuk Ariz dan Dyaz. Fokusnya berusaha di belokkan dengan menyibukkan diri dengan orang orang sekitarnya saja.


Ada mami yang selalu menghiburnya dengan membuatnya tertawa melalui lelucon lelucon basinya itu.


Ada pula Papa pasien yang ia rawat, yang Anes ajak bercakap cakap setiap hari, meskipun papa tak pernah bisa menjawab setiap kata yang Anes keluarkan dari mulutnya.


Agak gila sih orang bilang, namun Anes mencoba menyalurkan kasih sayangnya pada orang orang sekitarnya terlebih dahulu.


Skip Dimas yang lenyap bagai di telan bumi, tanpa kabar tanpa informasi. Bahkan dengan Anes tak aktif di facebook , maka otomatis Anes tak tau kegiatan Dikas sama sekali. Dan kali ini memang Anes sengaja tak pingin tau. Biarlah.


"Jika ia masih punya otak buat berfikir, biarkan ia berfikir, namun jika batok kepalanya ternyata kosong, maka anggap saja, gua bisa bikin anak sendiri tanpa tidur dengan laki laki. Atau iya bener anggep aja gua lonthe, karena terlalu goblok dan percaya pada kata yang ku sebut Cinta." Gumamnya sendirian sambil mengerjakan kewajiban kewajiban kerjanya.


"Ibuk sehat Ndra?" Tanya Anes ketika otaknya sedikit adem.


"Sehat mbak, tapi ya masih sama seperti sebelum masuk ICU."


"Oke lah tak apa Ndra, baik baik dirumah ya. "


"Eh ? Tumben mbak Anes otaknya sehat ?" Batin Candra dalam hatinya.


Tak biasanya Anes berkata dengan halus, biasanya juga thas thes thas thes, meskipun bukan kasar, namun gaya bicara Anes terbilang memiliki ritme yang sangat cepat jika di bandingkan dengan orang orang kebanyakan.


Karena Anes ini anak yang bisa di bilang hiper aktif pada dasarnya, yaitu otaknya bekerja lebih cepat dari ototnya. Jadi butuh lebih banyak kerja atau banyak bicara untuk menyalurkan kata kata yang ada dalam sistem sarafnya itu.


Jika Anes diam dalam beberapa waktu saja, maka dia akan stress, atau malah merasa sangat capek jika dibandingkan ketika ia sibuk beraktivitas.


,,,, ,,, ,,,,,,,,,


"Wuiiih, makan besar kita hari ini." Kata salah seorang temen Anes yang dia fans beratnya Anes atau lebih tepatnya naksir sesama wanita.


Anes hanya menjawab dengan senyuman, setelah semua pesenan makanannya di letakkan di atas bangunan beton memanjang, dan di gunakan sebagai tempat duduk duduk oleh penghuni taman.


"Ada acara apa beb?" Tanya nya lagi pada Anes.

__ADS_1


"Ga ada. Lagi banyak duit aja sih."


Jawab Anes cengengesan dan agak menjauh dari anak ini.


Karena sejujurnya Qnes risi dengan dia yang seringkali berlebihan memperlakukannya.


Lha ga risi gimana, kalau dia bisa dengan tiba tiba nyium bibirnya Anes di depan teman temannya.


Meskipun agak tomboy, Anes ini normal, buktinya bisa hamil kan.


Ada 4 basket ayam MCD beserta Pepsinya , Pizza serta urap urap yang ia masak sendiri dari rumah.


Ga nyambung banget ya... hahaha.


Namanya juga orang indonesia, makan Mie aja pake nasi, suka suka mereka lah ya. Aneh ya tetep aja aneh, biarkan mereka memelihara ke unikan itu sebagai ciri khas nya mereka.


"Eh kalian semua duduk ! (Perintah Anes pada temen2 nya) Biar gua yang jadi pelayan hari ini."


"Eh ! Jangan beb." Kata Anak yang tadi.


"Bab beb Bab beb, minggir lu Bal." Jawab Anes mulai judes karena risi dengan tingkah temannya itu.


Anes memanggilnya dengan "Bali" Karena dia mahir berbahasa Bali, padahal dia anak asli Sulawesi.


"Kita makan bareng Yuk Beb."


"Ogah njirr. Lu biasa aja kenapa sih Bal ? Ga bisa gitu kaya anak anak yang lain ?" Tanya Anes mulai bersungut sungut.


Mereka sama sama tahu bahwa Bali ini Lesbian, dan dia cinta mati dengan Anes. Katanya Bali , Anes ini manis dan tipe tipe pemimpin yang cerdas.


"Mampus lu An. Hahahaha." Ejek seseorang yang lain.


"Heh, apaaan lu?!" Pelotot Bali pada anak yang ngejek Anes tadi . Padahal Anesnya biasa biasa saja dengan gurauan temennya itu.


"Lah kenapa lu yang marah Bal ? Anes aja selow kok. Ya ga An ? Hahahaha Makanya ga usah gangguin Anes kalau ga mau di sembur. Hahaha."


"Haaiisshh.... cxcxcxcxcx" Anes geleng geleng kepala tak habis mengerti, kok bisa dirinya sangat begitu menarik di hadapan wanita lainnya.


"An, ga beli vodca An?" Tanya anak yang sedari tadi mencari cari minuman selain pepsi,dan soda apel .


"Vodca apaan ?" Tanya balik Anes padanya , karena Anes tau jenis minuman Vodca di sini banyak sekali dari yang free alcohol sampai yang 35%.


"Yang 3%itu lo."


"Heleh, cuma bikin ngantuk." Elak Anes kemudian.


"Ayolah..... " Rengeknya lagi.


"Siapa yang mau minum emang ?"

__ADS_1


Ada 4 orang tangan yang angkat tangan , tandanya mereka mau.


"Nih, beli sendiri. Gua capek, sekalian beliin gua Pringles rasa udang." Kata Anes sambil melempar beberapa koin dan uang kertas pada si perengek tadi.


"Makasih Cantiikk.." Katanya sambil mengedip ngedipkan mata genit menggoda Anes.


"Diihh Najis lu, mau ngikutin Bali lu? Awas aja lu ya." Ancam Anes dengan memelotokan kedua bola matanya.


"Hahhahhahahahahaha" Tawa serempak terdengar dari mereka lagi mentertawakan Anes dan teman nya.


"Nimen hao cao o... khe yi an zing yi dian ma?" (Kalian berisik sekali. tak bisakah kalian tenang sedikit?)


Protes seorang emak emak produksi lokal dengan kedua tangan berada di atas pinggangnya sendiri .


"Eh maaf bi, kami sedang gembira ada acara ulang tahun di sini." Tiba tiba mami berdiri dan menjawab Emak emak itu.


Tentu saja mami berbohong, karena itu hanya akal bulusnya saja.


"Benarkah ? siapa yang ulang tahun?" Tanya emak emak itu krmudian.


"Tuh...." Tunjuk mami pada Anes.


"Badjingan" Batin Anes geli.


"Selamat ulang tahun ya." Emak emak itu balik memberi salam pada Anes.


"Mana kue tart nya?" tanya nya kemudian.


"Saya ga suka kue tart bi, makanya ga ada yang beli tadi."


"Oh gitu ya. kenapa ?"


"Bau mentega nya bikin saya mual pingin muntah." Jelas Anes lagi.


"Pantes aja tubuhmu langsing ya, lha kamu ga suka kue."


"Mau ikut makan Bi?" Tanya mami yang mulai kesal pada emak emak itu karena mengganggu acara mereka.


"Oh.. tidak . Terima kasih. " Katanya, menolak. Lalu melangkahkan kaki meninggalkan mereka yang kembali tertawa melihat akal bulus mami yang pintar mencari alasan.


"Komandan kita cerdas bukan?" Kata Anes sambil melirik mami.


"Yoi. Hahahahaha." Jawab mereka serempak dan kembali riuh tertawa..


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2