
Dua bulan telah berlalu, namun sakitnya Mas Susan bukan membaik malah semakin parah. Diagnosa laboratorium telah keluar juga .
Diagnosa lab itu menunjukkan bahwa sakit yang diderita Mas Susan adalah Malaria yang bermutasi. Jadi gejala gejala yang di timbulkan juga berbeda dengan yang dulu dulu. Virus yang dinyatakan negatif ternyata masih tersisa dan malah berkembang biak makin ganas. Itu yang menyebabkan trombosit dan hematrokitnya dalam tubuhnya kian berkurang dari hari ke hari.
Perjuangan untuk mendapatkan diagnosa itu panjang, harus sewa lab secara khusus, sewa dokter spesialis dari luar rumah sakit.
Dan semua itu di hitung dengan biaya per hari.
Tabungan Anes terkikis habis untuk itu semua, Anes pun mulai mengeluarkan jurus terkahirnya yaitu Utang.
Meminjam uang pada sahabat lamanya, ya bersyukur lah bisa mendapatkan 10.000.000 daripada tidak sama sekali.
Cukup untuk biaya rumah sakit barang 1.5 bulan.
Tanpa Anes sadari Anes mulai stress, mulai sering marah marah. Mulai berani minum Amer,dan ngerokok.
Didukung dari Amer yang dia ga harus beli, karena di dalam rumah selalu tersedia . Biasa di buka untuk acara acara pesta atau sekedar perayaan ulang tahun.
Tyap gaji bulanan yang dikirimkannya hanya cukup digunakan untuk 10 hari.
Anes sudah pasrah , ga tau lagi mau ngapain. Ga tau lagi mau melakukan apa.
Sama ketika di telpon orang rumah, maka dia akan langsung marah seperti yang terjadi sekarang.
"Mbak, minggu depan jadwal kunjungan dokter awal bulan mbak." Kata Andra di seberang telpon.
"Terus ?" Tanya Anes .
"Ya kan aku ngomong dulu ma mbak Anes, Awal bulan kan biasanya sekalian sama kuitansi pembayaran mbak." Kata Andra lagi.
"Kenapa laporan ke aku?" tanya Anes mulai kesal.
"Kan sekalian nanya Uangnya gimana?" Jawab Andra.
"Ndra ! aku kasih tau ya, pusing ni kepalaku Ndra, pusing ! sumpah dah. Mau nyari uang kemana lagi Ndra . Gua bingung. Masak gua sendiri sih yang mikirin duit Ndra . Ga ada yang bantuin gitu ? Hutangku yang kemarin juga belum gua bayar Ndra . Jujur ya... aku ga bisa kalau di suruh hutang sana sini. Berat nanggungnya." Kata Anes kasar.
"Terserah elu dah, mau gimana terserah dah. Jangan apa apa laporan ke gua. Pusing gua." Tambah anes lagi.
"Ya udah kalau gitu. Yang penting aku dah ngomong kan. Okelah, aku tutup dulu mbak." Kata Andra sembari menutup telponnya.
"Rese bener ni anak, kenapa apa apa minta ke gua. Bisa edan gua lama lama." Gerutu Anes dalam hatinya.
...........
Malam jam 23.30
"Eh... Tadi apa gua keterlaluan ya ma Andra ? Gua juga ga tau gimana susahnya dia di rumah. Astagaaa... jahat banget aku ya?" Batin Anes dalam hatinya.
"Dihhh ini gara gara Mas Susan sih. Kalau Mas Susan ga sakit, ga gini gini amat hidup gua dah." Lanjut Anes dengan gerutuannya.
__ADS_1
"Ma,,,, " Panggil Anes pada Mama.
"iya An, ada apa ? tumben malem malem nyariin. Papa baik baik aja kan?" Tanya Mama.
"Papa baik kok ma, cuma aku mau ngomong sesuatu ma." Kata Anes sedikit ragu ragu.
"Ada apa An?"
"eemmm gini Ma, boleh ga kalau gajiku 6 bulan kedepan Aku minta lebih dulu ? Sisakan 500.000 aja ma perbulannya, buat beli pulsa." Kata Anes sambil harap harap cemas.
"Kamu ada masalah ?" Tanya Mama.
"Iya Ma, aku di rumah butuh duit, kalau bisa besok sih Ma, atau lusa. Boleh ga ma?" Tanya Anes lagi.
"Yakin kamu cuma mau nyisain 500.000 ?cukup ?" Tanya Mama meyakinkan.
"Ga pa apa Ma, segitu aja. cukup kok." Kata Anes lagi.
"Ya udah okelah. 6 bulan ya. Besok sore aku kasih. Udah itu aja ? ada yang lain?"
"Ga ada Ma , cuma itu aja kok. Ya udah ma, makasih." Kata Anes menahan haru.
"iya ga pa pa. sama sama. kirain ada apa."
.............
Tuuuttt...tuuuttt...tuuuutt....
"Besok sore gua transfer. Udah cuma mau ngomong itu aja kok. Biar lu ga panic." Kata Anes to the point.
"Dapet uang darimana mbak?" Tanya Andra.
"Udahlah, jangan urusin duit darimana. Yang penting ada kan ?!. Ya udah. Gua mau tidur dulu. Bye ya."
Tuuuuuttt.
"Yahhh.... dimatiin. .....Hhk....hhk...hhk.....hhhk sudahlah, aku tau kamu stress mbak, tapi aku juga bingung di sini. Bingung juga mau ngapain. Kita udah habis habisan juga." Kata Andra pelan sambil memandangi handphone yang di tangannya.
"Brengsek ! Duit ! duit ! duit trs tyap hari. Dikira gaji gua berapa di sini. Gila bener. Gaji sebulan habis dalam 10 hari. Astagaaa.... kapan ini berakhir?" Keluh Anes sambil merebahkan tubuhnya di atas pembaringan kecilnya.
"Ndra ! Kenapa kamu membunuh Mas Susan Ndra ?" Teriak Anes pada Adiknya yang menggenggam pisau di tangannya dan Susan yang bersimbah darah di atas ranjang rumah sakit.
"Akkkhhhh !! Astagaa... ! mimpi ! cuma mimpi ! mimpi Nes! " Teriak Anes pada dirinya sendiri dengan nafas yang masih tersenggal senggal.
Anes langsung duduk sambil mengatur nafasnya perlahan lahan, mengumpulkan nyawanya kembali sambil mengingat ingat mimpi buruknya tersebut.
"Mimpi yang aneh." Kata Anes perlahan.
Sejenak menoleh pada ranjang Papa, dan bersyukur karena Anes masih mendengar suara Dengkur halus khas milik Papa.
__ADS_1
"hhkk... Syukur... " Kata Naes mengelus dadanya pelan.
Anes lalu mengangkat pergelangan tangan kirinya untuk melihat jam hitam kotak yang selalu nangkring di tangan kirinya.
Ya Anes adalah orang yang disiplin waktu. Maka dari itu perhiasan yang selalu di pakainya hanyalah Jam tangan. Dia selalu memilih jam jam tangan yang water resist paling tidak 10M.
Meskipun dia sering di bilang gesrek , cewek ga tau malu dll, namun soal waktu Anes sangatlah disiplin.
"Akkhhh jam 2.45 , pertanda ga baik sepertinya." Anes bergumam dengan sedikit ga yakin dengan apa yang di yakininya.
Yaitu , jika mimpi di lalui sepertiga malam, maka itu benar terjadi, artinya itu bukan mimpi, melainkan ruh kita yang benar benar mengalami kejadian itu, atau bisa di bilang pertanda dari Tuhan.
"Lebih baik sholat aja dulu. Siapa tau hatiku lebih tenang."
Batin Anes sambil terus melangkahkan kakinya menuju balkon rumah lantai 1. Tepat di tempat jemuran. Karena di sana ada keran Air dan karena posisinya di luar ruangan, maka suara gemericik air tak akan mengganggu orang tidur di dalam rumah.
Ga butuh waktu 5 menit untuk Anes menyelesaikan Wudhlu nya.
Anespun melakukan tahajud di lantai samping ranjang.
Selesai salam, dia mengingat Tuhannya.
"Ya Rabbku, sembuhkanlah Mas Susan, Saya capek, kasian ibuk, kasian Andra, juga Bapak.
Aamiin."
Satu detik setelah mengusapkan kedua tangan pada wajahnya....
"Astagaa... !!! Darimana hewan hewan ini ?" Dalam hati Anes kaget ketika ternyata di keempat ujung ujung sajadahnya ada kelabang masing masing 1 ekor, menempel erat di sana.
Masih dengan rasa penasaran, Anes langsung menarik kuat Sajadahnya lalu mengibas ngibaskannya. Terus langsung naik ke atas ranjang.
Di peluknya sajadah itu, dengan mata nanar memandang ke lantai, kelabang kelabang itu entah oergi kemana.
Masih dengan perasaan yang Aneh, darimana kelabang bisa masuk, sedangkan rumah ini rumah yang tertutup. Semua celah celah di tutupi dengan kasa besi halus, ga mungkin ada hewan bisa masuk, bahkan badan semut pun ga bisa masuk, karena kawat kasanya sangatlah halus.
Mukena yang belum sempat ia lepas, dengan masih memeluk sajadah, akhirnya Anes tertidur kembali dengan posisi setengah duduk.
Matanya terpejam, namun bola matanya terus bergerak gerak ,tanda tidurnya ga jenak dan atau bermimpi lagi. .
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.