
Hari ini meamasuki hari ke 12 bulan Ramadhan.
Suasana di rumah Ghanes yang ramai masih seperti yang dulu.
Bu Santi dan pak Alan Sutoro memiliki tiga orang anak .
Anak pertama laki laki yaitu Susandhatna Adiknya perempuan Ghanes Anjani ,
Adiknya lagi laki laki yaitu Adit Candra.
Masing masing anak terpaut umurnya 3 dan 2 tahun saja. Jadi mereka kecil bersama dan dewasa bersama sama. Bisa di bayangkan betapa kedekatan mereka seperti anak kembar yang sulit dipisahkan . Apalagi kalau sudah aksi saling olok,,, presiden pun pasti akan menutup gendang telinganya pakai awan kinton nya sun go ku .
Meskipun begitu mereka bertiga sangatlah saling menyayangi satu sama lain, terlepas dari adu mulut tyap hari.
Sama seperti waktu menjelang berbuka puasa hari ini, rumah seperti pasar ikan, berisik kaya emak emak komplek sedang nggibahin tetangga sebelah .
"Mas, mas pergi mas, jauh jauh sono. Eneng manis lagi sibuk nih. Kelaperan lu ntar."
Usir Ablnes pada kakaknya yang terus menerus menjahilinya.
"Ndra sini ndra, pegangin buntutnya ndra."
Panggil mas Susan ke Adiknya Candra untuk megangin ujung baju gombrongnya Anes.
"Masss....!! Pergi wooeee !! Ndra jangan mau ndra, ga takut kualat lu ndra?" Cegah Anes pada adik laki laki satu satunya itu.
"Aku tidak dengar... Aku tidak dengar." Sahut Candra sambil pura pura budeg.
"Eh ******, lepasin ga?" Teriak Anes pada kedua saudaranya sambil berontak berusaha melepaskan diri dari mereka .
"Hahahhaahaa lepasin aja kalau bisa Ciblek ku sayang.. hahahahahaa." Seru Mas Susan sambil terus mengaitkan ujung baju Susan pada rak piring.
Tali pengait ini di hubungkan pada sebuah botol air minum yang diletakkan pada rak piring bagian atas. Jika bergerak terlalu kuat, otomatis botol air ini akan jatuh membasahi Anes.
"Akkhhh resex kalian berdua, awas gua balas nanti abis taraweh ya. Liat aja. Dasar makhluk ga guna!" Gerutu Anes sendirian yang ternyata langsung di tinggal pergi oleh kedua saudaranya itu.
..........
"Eh Eh ada apa ini Nes?" tiba tiba saja Bu Santi datang membawa rantang makanan. Kaget ketika mendapati Anes dengan baju terikat.
"Abis darimana sih buk ? tuh anak laki laki mu kurang ajar bener. kerjaan mereka ini. Buk tolong dong buang botol di atas itu buk, tuuuuhhh... " Omel Anes sambil ujung matanya nunjuk atas rak.
"Oohhhh ini. Hahhahahaha pantrsan kamu ga berani gerak. hahahahahaa.. ada ada saja kalian." Sahut Bu Santi sambil tepot jidat.
"Ibuk dulu bikinnya pake apa sih buk, kok bisa keluar manusia manusia macam begitu. kesel banget aku jadinya. Perasaan Aku terus yang dianiaya tiap hari. " Sungut Anes sambil menghembuskan nafasnya kesal.
"Sudahlah,,, mereka itu sebenarnya sayang sama kamu Nes, cuma bercandanya yang kelewatan. Hahahhahaha."
"Lha untung kompornya udah aku matiin buk, kalau ga.... gosong itu ikan. Btw Bapak mana buk? Dan ibuk darimana kok bawa rantang?"
"Nanyanya satu satu Nes. Expres amat ga ada rem nya." Jawab bu Santi.
__ADS_1
"Hehehehehe.... kan dari lahir dah begitu buk."
sahut Anes membela diri.
"ibuk dari rumah tante Ami. nih dikasih soto. Terus bapakmu masih di sana , bantuin ngecat rumah belum selesai. Sekalian katanya mau taraweh di masjid sana. Jadi ibuk pulang duluan, takut kalian nyariin, soalnya kan ibuk ga pamitan tadi." Jelas Bu Santi pada anak perempuan satu satunya ini.
"Ya udah selesaiin yang udah di bumbuin itu aja dulu, lainnya lanjutin setelah taraweh aja, kemakan ga kemakan ya bisa di makan sahur kan. Sudah ada soto ini , 15 menit lagi Adzan . Ga keburu kalau selesaiin semuanya."
"Siaapp buk bos."
.......
"Abis taraweh liat aja Habis kalian nanti." Ultimatum Anes pada kedua saudaranya sambil menikmati buka puasanya.
"Kita habis taraweh kan ga pulang. weeee...! ya kan mas?" Jawab Andra yang nama aslinya adalah Candra menoleh ke kaka laki lakinya minta persetujuan.
"Yoi blek." Jawab Mas Susan Cuex.
"Ya udah , kalau gitu waktu sahur ga akan gua bukain pintu. Enak bener hidup kalian." Jawab Anes bersungut sungut.
"Lha kan ada ibuk, ya ga Ndra ?" Sahut mas Susan senyum senyum penuh ejekan.
"Ibuk ga ikut campur urusan kalian. Capek ibuk. Tiap hari ribut terus. Liat aja ntar kalau salah satu ga di rumah, pasti kalian pada bingung nyariin kan." Ejek bu Santi pada anak anaknya sambil terus menikmati menu buka puasanya.
Bu Susan sangat hapal dengan tingkah laku ke tiga anaknya yang selalu bikin rusuh sejak kecil. Maklum karena jarak mereka di lahirkan hanya terpaut 3 dan 2 tahun saja. Bu Santi sudah terbiasanya dengan suasana seperti ini, sekaligus bangga, karena di lingkungannya hanya ketiga anaknyalah yang sangat akrab dan rukun satu sama lain dibandingkan dengan anak anak nya orang lain.
Ketiga anaknya ini meskipun sering bertingkah tapi saling Care. Akan seperti orang buta sebelah jika salah satu ga ada. Bahkan mereka sering makan sepiring bertiga. Saling suap suapan ketika makan. Tapi ya.... kalau lagi kumat ga ada yang bisa melerai. Biarin aja toh nanti mereka rukun dengan sendirinya.
"Ga sudi. Ngapain kluyuran di sungai malem malem. Kaya besok ga ada matahari saja."
Tolak Anes.
"Lu ikut Ndra?" Tanya Anes pada Candra adiknya.
"kayaknya ikut dech mbak, sekalian mau nyari udang. Bukannya mbak Anes udah lama ga makan udang sungai ya?" Jawab Andra sambil tanya balik ke Anes.
"Eh mau nyari udang juga? Kalau gitu ikutlah. hehehehe." Jawab Anes terkekeh .
"Tuuhh kan... baru berapa menit , dah sayang sayangan lagi.... Dasar ." Omel Bu Santi .
"cxcxcxcxcx" (tepuk jidat).
"Ga ada gua ga rame buk." Bela Anes menyombongkan diri.
"Emang lu kan Ciblek. Hahahaha." Sahut susan sambil terbahak bahak.
"Aiihhhhh cepetan makannya,,,, di tungguin Kipli tuh,,, tuuuhhh... " Jawab Anes sambil menunjuk ke depan dengan mata nya.
Kipli adalah sebutan untuk sahabat Mas Susan dan Adiknya Candra . Nama aslinya adalah Ahmad Suryani.
Dipanggil Kipli karena rambutnya yang jabrik mirip "Kipli" Di sinetron kiamat sudah dekat.
__ADS_1
(Author pov :Anak milenial pasti ga tau ini . ye kan ye kan. ? xixixixixi)
"Pli masuk pli, buka bareng sini." Lambai mas Susan pada sahabatnya ini.
"Ga mas, aku sini aja, mau main gitar bentar." Jawab Kipli menolak.
"Ya udah, tungguin kita bentar ya, 5 menit lagi. Lagian Adzan isyak paling masih setengah jam lebih kok." Sahut Andra kemudian.
"Yoi Broooo." Jawab kipli sok gaul.
"Mbak Anes kapan berangkat mbak?" Tanya Kipli pada Anes.
"Abis lebaran Pli. Doain selamat sampai pulang lagi ya." Pinta Anes.
"Siap mbak, Doaku menyertaimu mbak. Tapi kayaknya ada yang ga suka tuh mbak, makhluk makhluk di depanmu iti tuh. hehehehe." Tunjuk kipli setengah mengejek pada Susan dan Andra.
"Biarin aja Pli. Mereka dan biasa begitu. Kalau gua ada aja resexnya minta ampun. Bisa mati lama lama kalau hidup am mereka terus Pli." Jawab Anes.
Setelah perbincangan ga penting yang panjang, 35 menit kemudian terdengar Adzan Isya dari masjid. Mereka berempat bergegas berangkat ke Masjid. Tak lupa Bu Santi jadi satpam , mengekor dari belakang langkah mereka. Dalam hati timbul selalu kebanggaan atas ke akraban anak anaknya itu. Meskipun Bu Santi sadar jika dirinya dan suaminya bukanlah orang kaya yang sanggup memberi anak anaknya kehidupan yang layak.
Seringkali timbul sedih hatinya mengingat anak perempuannya akan segera berangkat lagi keluar negeri setelah keberangkatannya yang pertama berhasil mendirikan sebuah bangunan rumah yang yang kini ia tempati beserta keluarga kecilnya. Dan untuk membantu biaya sekolah anak bungsunya yaitu Aditya Candra hingga lulus SMK. Bu Santi merasa berdosa kepada anak perempuannya, berdosa telah merelakannya berjuang jauh di negara orang.
Bu Santi beserta suaminya pak Alan merasa tak berdaya . Karena pak Alan pun hanyalah sesekali menjadi kuli bangunan . Karena kemampuan mata nya yang menurun disebabkan faktor usia, hingga ia tak bisa meneruskan pekerjaanya sebagai tukang kayu, meskipun sebagai tukang kayupun tak memberi hasil yang cukup buat semua kebutuhannya.
Ya karena Pak Alan hanya mengandalkan tenaga manual tanpa alat alat yang lebih modern untuk menunjang pekerjaanya, hingga banyak orang yang beralih ke orang lain yang bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dengan peralatan yang lebih lengkap tentunya.
Anak sulungnya Susandhatna dulu juga berjuang membiayai sekolahnya Ghanes hingga lulus SMK. Kesehatannya yang sekarang menurun karena terserang Malaria.
Susan masih dalam proses penyumbuhan tahap akhir setelah pengobatan selama 2 tahun di jalaninya rutin. Keadaannya berangsur pulih, meskipun virus ini belum sepenuhnya bersih dari tubuhnya.
Pil Kina yang setiap hari di telan Susan terkadang membuat hati Bu Santi sakit .
Hati ibu mana yang tega melihat anak anaknya menderita karena ketidak berdayaannya.
Pasrah pada Tuhan, hanya itulah yang selalu dilakukannya di setiap doa doanya.
Setiap waktu.
Mengharapkan kesehatan buat semua keluarganya.
.
.
.
author : *Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan bagi umat muslim yang menjalankannya. Semoga Ramadhan ini menjadikan kita manusia yang lebih baik dari tahun kemarin. Aamiin.
Jangan lupa bersyukur. Syukuri setiap nikmat dan nafas yang di berikan Tuhan pada kita.
Hargai setiap kehadiran yang di berikan pada kita sebagai anugerah Tuhan yang terindah.
__ADS_1
*Jangan lupa bahagia. 😇*