
Ghanes plot
Kupejamkan mataku dan kuhirup oksigen yang di berikan Tuhan gratis padaku. Tak lagi kunikmati hisapan tembakau yang biasanya menemani gundahku. Aku melihat jejeran tangga menuju cahaya yang sangat hangat meresap melalui pori-poriku.
Kupenuhi seluruh aliran darahku dengan cahaya itu, kurasakan energi Tuhan yang sangat dekat denganku. Aku percaya bahwa Tuhan itu sangat dekat. dan aku juga percaya bahwa "aku" adalah bentuk dari micro cosmos Tuhan.
"Tuhan,,,,,, terangkanlah jalanku kini, maafkanku atas semua ke goblokanku yang dulu. Tampar aku jika aku salah lagi. Aku serahkan jiwa ragaku pada Mu Tuhan. Aku mengaku salah. Dan tolong terima jiwa Rahma Damasya di tempatmu yang paling nyaman, sampaikan maafku padanya, karena menolak melahirkannya."
Sumber : Google
"Mas Danu, aku pulang, hehehehheehehe,, terimaksihku untukmu yang telah sangat mengertiku, mengerti sakitku, dan meluaskan hatimu akanku. I come back to you."
Bayangan masa lalu yang busuk itu terus menari di kepalaku, namun kini aku tak sakit lagi, aku tak sesak lagi, aku sudah bisa merasakan kembali kehangatan Ilahi di kepalaku. Aku yakin Tuhan akan memberikan solusi buatku.
...................................................................................................
Dengan tanpa memberitahu Danu, Ghanes diam-diam packing barang-barangnya ke dalam koper dan persiapan untuk kembali pulang. Karena ia juga telah mem boking tiket pesawatnya nanti malam jam 20:23. Dengan senyum sumrigah dia mengerjakan pekerjaan yang sepele ini dengan perlahan dan teliti. Karena memang barang bawaannya hanyalah sebuah koper 24 inch saja, tanpa tambahan barang belanjaan yang baru.
Hari yang cerah dengan udara yang lumayan pengap. Ghanes sebelum pulang ga akan kemana-mana selain cari makan untuk yang terakhir kalinya, yaitu makan makanan khas negara ini (ayam goreng crispy tanpa tulang).
Koper warna hijau tuanya sudah tertata rapi dengan isi barang yang sama persis seperti waktu berangkat kemarin.
Ghanes tersenyum lebar bangga dengan dirinya sendiri yang telah merasa bisa memperbaiki diri tanpa bantuan orang lain.
"Mmmmmm,,,, tidur bentar dech, baru nyari ayam goreng take away dan makan di dalam kamar sambil nonton HBO. Perfect. Xixixixixi."
16:34
Langit cerah sore dan suhu udara yang masih panas serta kering menemani langkah kaki Ghanes yang menenteng plastik berisi ayam goreng crispy di tangannya dengan bau harum yang khas, yang mampu membuat Ghanes meneteskan air liurnya. Rasa yang sudah lama tak di kecap lidahnya.
"Sungguh nikmat anugerahmu Tuhan,,,,,, enak sekali. Hehehhehehe" Oceh Ghanes sambil nonton Avatar film kegemarannya.
__ADS_1
Karena Ghanes sudah berkali kali nonton film ini, namun masih saja ia menyukainya. Editingnya yang begitu sempurna, dan peran para aktornya yang sangat memukaunya. Film yang luar biasa.
Tepat jam 19:00 Ghanes cek out dari hotel yang mulai menyeret kopernya menuju stasiun MRT yang akan membawanya ke Bandara International untuk kembali pulang ke negara asal usulnya. Terlihat guratan senyum di sudut bibir Ghanes yang menandakan ia dalam kondisi baik.
"Mbak, pulang juga mbak? Finish kontrak?" Sapa seorang wanita seumuran Ghanes yang juga sedang antri menimbang koper bawaannya di depan petugas APSA (Airlines Passengers Service Agent).
"Heheheehe iya mbak, alhamdulilah." Jawab Ghanes singkat tanpa penjelasan. Karena terkadang memang tidak perlu menjelaskan apapun pada mereka yang telah melontarkan pernyataan pada kita. Itu ga akan menambah apapun juga.
"Majikan baik mbak?" Tanyanya lagi.
"Alhamdulillah baik mbak, sejauh ini ga ada kendala apapun." Jawab Ghanes lagi
"Kalau majikan baik, kenapa pulang mbak?"
(Biasa wanita selalu kepo)
"Ya.... ga kenapa napa mbak, udah kangen sama makanan Indonesia. Soalnya kalau di sini ga ada yang benar-benar enak di lidah." Jawab Ghanes sekenanya.
"Iya juga sih mbak, selain itu juga kangen sama anak di rumah kan?!" Tanyanya lagi lebih ke sebuah pernyataan.
Setelah selesai dengan urusan bagasinya, Ghanes bergegas naik ke lantai dua menuju GATE E5 seperti yang tertera pada tiketnya. Tak lupa ia belok sebentar ke toko minuman untuk membasahi tenggorokannya yang sangat kering karena udara ber-AC. Namun jangan salah, kalau harga barang di bandara yang sudah free pajak begini biasanya 5x lebih mahal jika dibandingkan dengan pertokoan yang ada di bawah (Diluar yang sudah bebas pajak).
Tiinngg tuuunnggg tiiinngggg.......
"Penumpang pesawat China Airlines dengan nomor penerbangan CI 297 tujuan Singapore dimohon untuk segera masuk ke ruang tunggu."
Tiinngg tuuunnggg tiiinngggg......
Terdengar suara di pengeras suara dari PIC (Public Information Service) yang menandakan bahwa sebentar lagi pesawat akan take off membawa passenger ke tempat tujuan masing-masing dengan selamat.
"Bahagia ya mbak. Bentar lagi ketemu anak dan suami." Tiba-tiba mbak mbak yang tadi nyeletuk di sebelah Ghanes.
Ghanes tersenyum, "Wah tentu saja donk mbak, masak ketemu keluarga ga bahagia sih, kan lucu jadinya. Ya ga ?"
__ADS_1
"Ya mbak bener."
Ghanes lalu menatap mbak mbak itu dan berucap, " Jangan lupa siapin paspor dan boarding pass untun\k di tujukkan pada petugas yang itu, boarding pass nya letakkan di halaman paspormu biar ga ribet." Kata Ghanes memberi saran sambil memberi kode mata ke arah petugas APSA bagian GATE.
"Oh,,, gitu ya mbak? Kok mbaknya tahu?"
"Cxcxcxcxcxcx...." Ghanes bercedak kesal dalam hatinya.
"Iya, aku tahu. Tau aja sih." Jawab Ghanes berusaha menutupi kekesalannya.
"Ooo... Udah sering naik pesawat ya. Kirain baru sekali."
"Akh,,, ga juga. Cuma saya sudah bisa belajar hanya dari sekali pengalaman saja." Jawab Ghanes memberikan sindiran halus.
Ghanes kemudian beranjak dari duduknya ditemani tas slempang kecil berwarna orange bertuliskan ELLITE menuju GATE yang sudah di buka petugas.
Setelah proses cek in yang lancar, Ghanes berjalan santai mencari kursi miliknya di barisan G34 bagian ekonomi tentu saja. Hahahhahaha. Ghanes tak peduli lagi wanita yang tadi mengajak dia bicara. Ghanes juga ga berharap bisa berteman dengan wanita tersebut. Karena Ghanes pikir, pola pikir wanita tadi pasti akan membuatnya pusing di kemudian hari jika ia berteman dengannya.
Perjalanan udara masih sama, akan di tempuh dalam waktu hampir 8 jam, karena pesawatnya transit Singapore terlebih dahulu sebelum akhirnya ke Indonesia. Harga tiket pesawat transit biasanya akan sedikit lebih murah daripada yang langsung, namun ya..... risiko dengan perjalanan yang memakan waktu lebih lama dari yang seharusnya. But, Ghanes pikir ga papa lah ya... lagian kan perjalanan ini bukan merupakan perjalanan bisnis yang harus di kejar deadline.
16:08
Pesawat CI 297 yang di tumpangi Ghanes telah landing dengan selamat. Artinya Ghanes akan segera menjalani kehidupannya yang baru dengan jiwa yang baru pula.
.
.
.
.
..
__ADS_1
..
.