Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Syurgaku


__ADS_3

piip...piiip...


Terbukalah pintu gerbang hitam sebuah rumah di perum elit itu. Sepi. Hanya ada Satpam yang menyunggingkan senyum lebarnya sambil menganggukkan kepala.


"Malem mbak"


"malem pak, oh ya pak Hendra mana ?"


"masih sholat mbak, ada yang bisa di bantu mbak?"


"akh... ga pa, cuma nanya aja, kan kalian dua sejoli, kirain lagi berantem, hehehehehe"


"mbak ini, emang kita pasangan artis yg berantem mulu, lagian saya punya istri mbak"


"bahahhahahahhahahaahaa,,,,,, udah ya saya masuk"


"oh ya mbak silahkan, mas Danu juga barusan pulang kok mbak"


"makasih pak"


***


"maaasssssss .....aku pulang..."


"hei kenceng amat , pita suaramu pencah nanti, kebiasaan ! bilang salam kalau masuk rumah"


"eh . asalamualaikum masku sayang... " (sambil cium tangan)


"walaikum salam pesek"


"iiii...iiihhh selalu, gini2 fansku banyak lo mas"


"biarin. kan yang ganteng cuma aku, ya kan ya kan. . hahhahaha"


"ihhh dasar , B aja kali"


"lahh buktinya kamu mau kan"


"Terpaksa. jgn Ge Er dulu kamu mas"


"hhhggmmff kita lihat ntar malem ya, kuhabisin kamu dek" (sambil tersenyum smirk)


"coba aja kalau bisa. hahahha. udah akh aku mau mandi dulu. awas ! jangan ikut"


"Pelit !"


"Biarin . hahhahaa "


Tak sampai 20 menit di habiskannya untuk membersihkan diri, segar sudah. Dengan rambut basah yang digulung handuk, Ghanes keluar kamar mandi sambil melirik suaminya yang masih di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


Ya ... dia adalah Danu Arjadi, Duda yang menikahinya 2 tahun lalu. Danu adalah anak tunggal dari seorang kontraktor yang di tinggal selingkuh istrinya di pernikahannya yang ke 6 tahun. Di pernikahan mereka belum di karuniai anak. Danu tipe orang yang sangat penyayang, meskipun dia bukan orang yang pandai merayu. Dia juga suami yang sangat toleransi terhadap pasangannya, tidak pernah menuntut, dan sedikit cuek terhadap sekelilingnya.


Beruntung sekali Ghanes menemukannya dari ketidaksengajaan.

__ADS_1


"Dek, kamu mau menggodaku apa gimana nih, awas kondisikan itu baju, nih dedekku dan kode kode nih"


"akhhh kamu aja yang mesum mas, orang ini biasa aja kok. lagian aku laper"


"lah, emang kamu tadi belum makan?"


"ya belumlah, mau makan apa di sana? rumput?"


"haiisshh kamu itu kebiasaan, dah tau asam lambung, masih juga telat makan, lain kali bawa bekal apa kek , ya udah ... aku bikinin makanan ya ,,, mie rebus mau ? biar anget "


"ga ahhh,, q mau bubur ayam aja"


"siapp bosss ..! tambah segelas susu kan? "


"diihh kenapa suamiku pinter ya? heeehehe"


"kan aku pinter dari lahir. Ganteng pulak"


"iihhhh. ... udah sono... keburu pingsan aku ntar"


"iya iya... cium dulu donk dek, sini "(sambil nunjuk bibir)


cuuup..


"aawww... kok gigit sih mas ! "


"hahahhahaha"


"jahahhahahahaaa"


Setelah aksi kejar kejaran akhirnya sampai di dapur .


hoosshhhh hossshhh hossshhhh


"mass kamu iseng bener sih jadi orang, bibirku sakit nih " (memberenggut kesal)


"hehehe coba lihat, mana yang sakit?"


"niih" (memonyongkan bibirnya"


cuuupp. cuupppp.


"udah kan .....? "


"iissshhh. Eh Btw kamu dah makan mas?"


"belum juga sih, kan aku pingin makan bareng kamu ,tadi cuma ngopi sama Alex"


"lah,,, kirain dah makan, ya udah sini masak bareng-bareng"


"tau ga dek, kalau aku tuh suka lihat kamu senyum begitu, tambah pesek soalnya hahahaha"


"awas kamu mas hiiisshh"

__ADS_1


Setelah setengah jam lebih akhirnya jadilah bubur ayam dan mie rebus karya mereka sendiri. Mereka lalu duduk dan makan bersama tanpa ada yang bicara sampai makanannya tandas tanpa sisa.


"wuuahhhh begah nih mas perutku. Kenyang bener. Kalau begini trs bisa tambah gendut nih"


"Biarin aja gendut, biar tambah semok, kan enak dipeluknya"


"ihhh kamu mas, mesum mulu sih, gemuk itu g sehat tau"


"iya iya, suka suka kamu aja dech, asal jangan diet, nutrisimu harus cukup, jangan terlalu kurus juga ntar dikirain ga dikasih makan ma suami. Intinya harus tetep sehat"


"iya mas, habis ini langsung istirahat aja ya mas, capek aku"


"ga main dulu nih, ga kangen sama otong?"


"besok aja decch"


"ya udah, sini sini" (meraih tangannya Ghanes)


Merekapun naik dan duduk bersandar di atas ranjang.


"dek, sini tak peluk, capek kan hari ini?"


"eemmhh iya mas, capek"


"gimana ? ada yang mau di ceritain ga?"


"akhh ga ada sih... cuma tyap kali aku pergi kesana selalu kebayang, mungkin sekarang dia dah besar ya,, jika saja ga aku.... bu...."


"sssttt.... sudah sudah ...tu kan kamu sedih lagi pasti,,, sini peluk.Tenang aja mas ada di sini kok. Ga akan kemana mana"


"hiikkksss.... hiksss... hiiikksss... Aku bodoh ya mas,,,


waktu itu....."


.


.


.


.


.


Author :


cieeee nungguin lanjutannya ya,,,, 😀😀😀


sabar sabar...


ini lagi mikir kata kata yang tepat agar ga terlalu gemoy...


happy reading ges

__ADS_1


__ADS_2