Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Bahagia yang di ciptakan


__ADS_3

Bila cinta menggugah rasa


Begitu indah mengukir hatiku


Menyentuh jiwaku


Hapuskan semua gelisah


Duhai cintaku, duhai pujaanku


Datang padaku, dekat di sampingku


Kuingin hidupku selalu dalam peluknya


Terang saja aku menantinya


Terang saja aku mendambanya


Terang saja aku merindunya


Karena dia, karena dia


Begitu indah


Duhai cintaku, pujaan hatiku


Peluk diriku, dekaplah jiwaku


Bawa ragaku melayang memeluk bintang


Terang saja aku menantinya


Terang saja aku mendambanya


Terang saja aku…


Mengalun lirik lagu "begitu indah" milik padi.


Menggambarkan suasana hati yang di penuhi dengan bunga bunga asmara.


Candaan yang di selipkan di setiap pembahasan, menjadikan hari hari mereka makin berwarna.


"Aku kasih satu tebakan Yah." Kata Anes pada suatu waktu.


"Apaan ?" Tanya Didim.


"Ada berapa huruf dalam Alfabet?" Tanya Anes sambil cengar cengir di ujung telepon.


"26 lah. Gitu aja pake nanya." Jawab Didim bangga .


"Salah lah. Hahahahaha."


"Lha terus?"


"Ada 7 donk..... hahahahahaha bingung yak?"


jawab Anes masih sambil tertawa tawa.


"Bentar... Al... Fa... .. Iya dink.. ada 7 haahahaa... ini mah namanya ngerjain Dek. Ada ada saja." Kata Didim ikutan tertawa.


"Tebakannya bener donk. ga salah kan."


"Iya sih. bener, cuma butuh logika aja sih."


"Nahh itu ngerti. hahahaha." Jawab Anes masih dengan tertawa bahagia karena Ayah nya ga bisa menebak.


"Oke sekarang gantian ya." kata Didim balik.


"Satu tambah satu berapa?"


"Dua donk Yah, mau berapa lagi emang?." Jawab Anes.


"Salah lah, yang bener adalah tiga atau empat, bisa juga lebih." Jawab Didim membenarkan.

__ADS_1


"Kok bisa?" Tanya Anes.


"Kan aku tambah kamu jadinya 3 atau 4 bisa juga lebih , menjadi anak anak kita. Hahahahahahahahahahahahahaa." Jawab Didim sambil tertawa puas.


"Diihhh..... Norak." Kata Anes mencibir meskipun itu ga bisa dilihat oleh Didim.


"Lah daripada jadi nya Candi Hambalang, ntar kamu malah pingsan karena kaget donk . ya ga sih? iya donk ? Hahahahaha." Jawab Didim membela diri masih dengan tertawa terbahak bahak.


"Ya kalau jadinya Candi Borobudur mah oke ya,,, bisa buat wisata, kan auto kaya tuh, jika ga di akuisisi Sultan. Lha kalau hambalang cuma jadi markas iblis." Sambung Anes menaggapi hal yang ga penting itu.


"Bukannya iblis adalah temenmu ya Dek?" Tanya Didim sekenanya.


Anes : "Akkk... dah reinkarnasi jadi manusia saya mah."


Didim : "Sejak kapan?"


"Barusan. hehehehe" Kata Anes terkekeh.


"Jadi yang kemaren kamaren aku temui bukan manusia gitu?" Tanya Didim.


"Tau tak ape." Jawab Anes menirukan gaya kak ros di serial upin dan ipin.


Didim : "Btw upin dan ipin kapan dewasa yak?"


Anes : "Nanti nungguin kamu jadi bapak tirinya."


Didim : "Kenapa mesti bapak tiri pulak?"


Anes : "Kan orang tuanya upin dan ipin udah meninggal otong. hahahahahaha."


Didim : "uuppsss kena lagi."


Anes : " Kapan kamu menang Yah? hahahaa apa perlu KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) ? "


Didim : "Ga. lain kali aja."


Anes : "Diihhh ngambek. hahahahahaa. kalah kok ngambek. ada ada saja. Ayah mau minum cucu Yah ? dilebusin telol juga mau ga?" (Kata Anes sambil menirukan balita yang cadel)


Didim : "Hahahahahahahhaa.... ehh beneran deh, dulu ketika aku sakit di gituin bener sama ibuk. Hahahahahahahahhaa. lucu banget sumpah dah. "


Didim : "mana bisa aku marah denganmu Dek."


Anes : "Emang ga bisa ? kalau gitu lain kali kubikin marah aja deh. ya ? ya ? ya?"


Didim : "Mau ngetes nih ? ngajakin berapa lama?" (kata Didim menjawab tantangan Anes)


Anes : "Eh. ga jadi aja dech. "


Didim : "kenapa ?"


Anes : "Ga ada ."


Didim : "Nah, takut sendiri kan pada akhirnya. Hahaha."


Anes : " Biarin."


Didim : "Ya udah . ya udah, ga usah di terusin. Berantem ntar."


Tiada hari tanpa bercakap cakap di telepon, sambil bekerja sambil ngobrol.


Inipun sudah dilakukan sejak dahulu, dan selama ini aman aman saja, tak sedikitpun mengganggu aktifitas mereka sama sekali.


Mereka sadar kewajiban dan tanggung jawab mereka adalah pada pekerjaan mereka masing masing, soal urusan pribadi itu mereka betkomitmen ga boleh di campur dengan pekerjaan.


Sesekali Anes menghubungi Andra untuk menanyakan kondisi ibunya. Namun selama ini selalu jawaban yang sama yang di dapatkannya.


"Ga ada yang bisa di bicarakan mbak, ibuk ya masih tetap seperti itu, ga ada perubahan sama sekali. Sudahlah Mbak, kita pasrah saja ya, kita selama ini sudah melakukan semampu kita mbak, jangan memaksakan diri. Jangan karena keadaan ini menjadikan kita juga yang drop. Serahkan saja sama yang di atas mbak."


Kata Andra suatu ketika Anes menghubunginya.


"Ya udah deh Ndra, kalau ada perkembangan apapun jangan lupa kabari mbak ya." Pinta Anes ikut pasrah.


"Wah kalau itu sudah pasti mbak. jangan khawatir." Jawab Andra meyakinkan.

__ADS_1


..........................


"Ibuk gimana Dek?" Tanya Didim di sela sela percakapan mereka.


"belum ada perkembangan apapun Yah." Jawab Anes pelan. Setiap di tanya tentang ibunya, maka seketika ia pun ingat akan kakanya.


"Jangan menangis lagi. Yang terpenting sekarang kita lakukan dan persiapkan untuk besok. Yang kemarin jadikan kenangan dan pengalaman saja. Itu semua adalah takdir."


Kata Didim memberi semangat.


"Aku sekarang semangat kok, tenang aja. Aku ga selemah yang terlihat. Asal ga di Php in aja." Jawab Anes meyakinkan dirinya sendiri.


"Lah, buktinya aku selalu ada kan?!"


"Iya, makasih untuk itu." Jawab Anes.


"Ga perlu berterimakasih. Aku melakukannya dengan ikhlas, bukankah itu keluargaku juga." Kata Didim lagi.


"Aku ga suka liat kamu nangis, nangismu jelek. sumpah." Kata Didim lagi berusaha bercanda.


"Akkhhh jelek jelek gini kamu mau gitu."


"Aku kemarin kena pelet mungkin . hahahaha." Jawab Didim tertawa bahagia .


"Untung yang melet cantik kaya aku, kalau yang melet kunti , emang kamu mau juga Yah ?"


"Mau lah asal dia keren dan unik kaya kamu . Hahahhahaha" Jawab Didim masih dengan nada bahagia mendengar suara pujaan hatinya sudah kembali normal ga lemes lagi.


"Dasar pemburu wanita !" Gerutu Anes.


"Tapi kamu bahagia kan?!" Jawab Didim.


"iya sih." Jawab Anes sambil senyum senyum . Yang tentu saja senyum itu ga terlihat oleh Didim.


"Btw, itu temenmu Si Friescarez, siapa itu panggilannya ?" Tanya Didim.


"Ariz. Ada apa dengannya?" Tanya Anes penasaran.


"Ga ada. Kalian kelihatan kompak banget ya kalau di sosmed, apalagi kalau di Facebook, waaooo menurutku kalian pasangan tergila." Kata Didim lagi.


"Hahahhaha iya. kami emang begitu dari dulu." Jawab Anes.


"Udah lama?"


"apanya?" tanya Anes.


"kegilaan kalian dan kenalnya juga." Jawab Didim minta penjelasan.


"Mmmmm belum sih. Namun sejak pertama kenal aku tuh antusias banget ngata ngatain dia. Abis dia dulu akrab bener dengan sponsorku, aku pikir dia simpenannya sponsorku gitu. Hahahahahaha. Akhirnya dari situlah kami akrab. Dan ternyata sama sama tolilnya. hehehehehe." Jawab anea memberi penjelasan.


"Hahahahaha pantesan aja, dia Ariz itu kalau ngatain kamu juga kayaknya semangat bener, namun ujung ujungnya ketawa ketawa bareng. Lucu sumpah." Lanjut didim.


"Kami asyik kan ? kan? kan ?."


"Iya, dan darimana kalian kenal teman temanku kaya Kohan, Yandro Huda dll ? Darimana ? kok tiba tiba kalian dah akrab aja." Tanya Didim lebih lanjut.


"Oh itu dulu , aku lebih dulu mainan Nimbo, nge room di nimbo, jadi kenalnya dari situ, lalu minta Facebook masing masing, karena waktu itu kita ngerjain anak anak dari India bareng bareng gitu. Lalu setelah kenal Ari, maka aku kenalkan juga dengan Ariz bir tambah seru. Hahahahahahaa lucu banget sih kalau ngingat waktu itu. " Jelas Anes panjang kali lebar kali tinggi .


"Hahahahaahaha kalian ada ada saja. Aku ga pernah main nimboo sih, dulu mainku di Miig3." Jelas Didim.


"Kapan kapan kalau ada sesuatu yang bagus di grup, kita serang bareng yuk, aku ikut komplotan kalian aja, biar seru. boleh kan?"


"Ya boleh lah Yah, kan mereka temen temenmu juga kan, aku aja kaget ketika tahu ternyata merekA temen temenmu, dunia sempit sekali ternyata." Jawab Anes.


"Kita beneran jodoh kali. xixixi." Jawab Didim


"Di aamiinkan ga nih?" Tanya Anes.


"Iya donk. harus donk. " Jawab Didim cepat.


"AAMIIN........" jawab mereka serentak.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2