Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Jumpa Pertama setelah Pertama


__ADS_3

"Besok jangan lupa ya,


kalau keluar pintu rumah kabari,


sampai tempat juga kabari." √√


...(Didim)...


^^^"Iiiiihhhh berisik ! iya iya.^^^


^^^jangan g3 dulu.^^^


^^^Masih seru nih'" √√ ^^^


...(Anes)...


"Lagi ngapain sih?" √√


^^^"Main poker" √√ ^^^


"Diihhh... ya udah, besok


jangan lupa kabari" √√


^^^"Siap Ayah...... "√√ ^^^


"Dasar makhluk aneh." √√


^^^"Biarin."√√ ^^^


"Diiihhh."√√


^^^"Ayahh... ! berisik....!"√√ ^^^


😛🤗 √√


Hari yang di sepakati pun tiba. Yaitu hari dimana mereka akan liburan bersama.


Pertama akan bertemu lagi setelah pertemuan pertaman mereka di atas bus, setahun yang lalu.


Anes yang mempunyai keperluan akan berbelanja di kota T tempatnya Didim bekerja, maka Anes memutuskan untuk pergi ke kota itu sekalian berbelanja, karena barang yang ia cari cari tak ia dapatkan di kota Y tempatnya bekerja.


Menempuh perjalanan 2 jam naik kereta Cepat.


Stelah membeli tiket di peron tiket, Anes pun segera masuk ke dalam stasiun dan menunggu keretanya tiba.


^^^"OTW" √√ ^^^


"Dimana?" √√


^^^"Stasiun Y" √√ ^^^


"Oke. siap buk." √√


😘 √√


"Kalau udah sampai kabarin lagi ya" √√


^^^"ok" √√ ^^^


Kereta yang di nantikannya pun tiba. Antrian para penumpang kereta antri dengan rapi. Hal ini yang Anes sukai dari negara ini, kesadaran diri penduduknya tinggi, antri, buang sampah , mereka lakukan dengan rapi dan teratur.


Orang orang dengan tingkat sadar lingkungan yang tinggi, sadar kesehatan, sangat memprioritaskan kepentingan umum.


Anes masuk ke dalam kereta dan mencari kursi 43D di gerbong 3 seperti yang tertera pada tiket di tangannya.


"Ahhhh,,, duduk." Gumam Anes seperti orang yang barusan berdiri berhari hari.



Menikmati pemandangan dari dalam kereta adalah sangat menyenangkan bagi Anes, apalagi di tambah penumpang yang ga berisik, anteng dengan dirinya masing masing, membuat Anes semakin mendapatkan Feel dari apa yang dia lihat. Bersyukur sekali dia bisa menikmati ini sendirian. Menenangkan.


"***Nyampek mana ?"√√


^^^"Berisik." √√ ^^^


"Jiihhh..."√√***


...............................................................


2 jam 13 menit perjalanan telah sampai pada stasiun kota T.


Kota yang telah lama tak di kunjungi Anes. Kota yang riuh , Kota terpadat ke 3 di negara ini. Di sini banyak sekali warga negara Asing, termasuk warga negara indonesia. Yang merupakan imigran terbesar saat ini , mengalahkan Thailand, Vietnam dan Philippines.


Juga beberapa warga India , serta Eropa.

__ADS_1


Di negara inilah Anes belajar toleransi dan menghargai orang lain.


Terlepas dari indonesia yang berbagai macam Ras, namun selama ini Anes berinteraksi dengan orang orang dari satu negara saja.


Di sini dia mendapatkan pengalaman yang sangat berbeda.


"Mmmmmm.... jauh lebih indah ya sekarang." Gumam Anes sendirian sambil menuju toilet.


"Dimana?" √√


^^^"Toilet"√√ ^^^


"Kok ga bilang kalau udah nyampek?"√√


^^^"Hehehehe"√√ ^^^


"Apa ????"√√


^^^"Belum sempet Ayahhhhhh..."√√ ^^^


"Ya udah Gua tungguin di luar.


Depan 7.11" √√


^^^"Oke."√√ ^^^


^^^ ^^^


Tak sampai 10 menit Anes pun keluar dari toilet dengan mengembangkan senyumnya. Entah


mengapa ada rasa bahagia, bertemu dengan orang yang selama ini menemaninya dalam duka.


Tolah toleh kekanan kiri......


"Naahh itu dia curut. xixixi." Gumamnya terkikik ketika melihat Dimas duduk di pojokkan 7.11 memakai kaos merah, yang ternyata sama warnanya drngan kaos yang dia pakai saat ini.


"Waduuhhh, kenapa kaosnya sama pulak, kayak seragam penjara aja." Gumam Anes menggerutu.


Ya... Anes menggerutu karena sejatinya ia tak suka dengan kaos couple seperti anak anak kebanyakan.


"Heii... sini" Panggil Didim melambaikan tangannya.


"Asalamualaikum Ayahh,,, anaknya ga di bawa yah?" Sapa Anes menggoda Didim.


Didim menjitak kepala Anes karena gemas.


"Sakit! bego." Teriak Anes sambil memegangi kepalanya.


"Sapa suruh ?" Kata Didim cuex.


"Makan dulu yuk, laper nih." Kata Didim.


"Belum makan?" Tanya Anes heran.


"Ya belum lah, kan nungguin elu. Ntar lu kelaparan lagi." Kata Didim sambil mendelikkan matanya.


"Oke lah, yuk kalau gitu, Lu google maps nya, gua dah lama ga ke sini soalnya, takut tersesat." Kata Anes mulai bersiap mengekor Didim.


"Oke bu bos. Siap laksanakan Buk." Kata Didim menggandeng tangan Anes.


"Eh, yah, nanti anterin ya ke tempat yang gua bilang kemaren. ya... ? ya..? ya..?" Kata Anes mengedip ngedipkan matanya merajuk.


"Diihhh kamu kaya gitu... lucu bener sumpah. hahahhahahaha .... oke oke itu soal gampang, btw, bisa ga kalau panggilnya jangan elu gua gitu?"


"Lah, ada masalah apa emang?" Tanya Anes cengo.


"Ga ada sih, cuma .... " Kata Didim menggangtung.


"Cuma apa ?" Tanya Anes kepo dan penuh dengan penasaran .


"Akhhh sudahlah, sesukanya kamu aja dech, ga pa pa kok." Kata Didim berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Eh, kamu beda ya dari 1 th yang lalu." Kata Didim lagi.


"apanya yang beda?" Tanya Anes .


"Mmmm kelihatan lebih ceria aja sih, waktu pertama ketemu itu kaya lusuh gitu, banyak masalah, atau menanggung banyak beban mungkin, padahal kamu bukan menteri keuangan, tapi segitunya melasi. Xixixixixi." Kata Didim panjang lebar menggoda Anes.


"Diiihhh emang iya sih, waktu itu lagi emosi aja." jawab Anes.


"Kenapa?" Tanya Didim heran.


"Habis putus?" Tebak Didim.


"Tepat sekali ! Anda cerdas Bambang." Jawab Anes.

__ADS_1


Fiiuuuhhhhhhhhh


Anes membuang nafas kasar.


"Seriusan ?" Tanya Didim sambil memegangi kedua pipi Anes.


"Akkhhh lepasin." Jawab Anes sambil menepiskan tangan Didim.


"Serius?" Tanya Didim lagi.


"Iya." Jawab Anes mengibaskan tangannya Didim.


"Yaaaa.... pacarmu bego itu, kenapa mutusin kamu pulak... hahahahaha dasar goblok." Kata Didim tertawa lalu meraih tangan nya Anes kembali dan melanjutkan berjalan.


"Alasan dia karena aku terlalu kurus katanya. Edan ga sih ? Emang ada ya laki laki yang melihat wanita cuma dari fisiknya gitu?"


"Berarti dia napsuan doank, hahhahahaha kalau soal tubuh kan bisa di gedein atau dikurusin kan, kenapa pula itu meati jadi alasan. Terlalu ga masuk akal buatku sih." Kata Didim menjelaskan.


"Terus kamu diputusin cowok macam begitu, sampek segitunya bersedih ya ? Hahahahahaha ,,,, ternyata kamu wanita lemah . hahahahaha." Sahut Didim meledek Anes .


"Bahahahahahahaha" Lanjut tertawa melihat Anes memonyongkan bibirnya.


"Sekarang udah enggak." Jawab Anes ketus.


"Ya kan karena ada aku kan. ya kan? ya kan?" Jawab Didim menggerak nggerakkan alisnya.


"Diiihhhh Ge er."


"Lha emang enggak ?" Kata Didim lagi sambil tersenyum bangga.


"Ga." Kata Anes.


"Bilang Belum jangan Enggak. Hahahaha" Jawab Difim terus tertawa bahagia.


"Liat aja ntar." Kata Anes cuex.


"Ya udah,,,, makan dulu.... saat makan jangan banyak bicara, ga baik itu." Kata Didim mengusap kepala Anes lembut.


Merekapun mrnikmati sarapan mereka tanpa banyak perdebatan lagi.


Cita rasa indonesia yang sudah lama tak dinikmati Anes, membuat Anes tersenyum senyum sendiri, sambil membayangkan indonesianya.


Ya... ternyata apapun nikmatnya negeri orang, tetap saja masih merindukan kampung halamannya, dengan orang orang keponya, dengan emak emak tukang ghibahnya dan dengan udara segarnya yang bisa dia hirup gratis setiap hari.


ssllluuurrrppppppppppp


Mereka meminum es cendolnya bersama sama setelah menyelesaikan sarapannya masing masing.


"Abis ini belanja dulu apa jalan jalan dulu?" Tanya Didim.


"mmmmm..... Belanja dulu aja, ntar kalau capek tinggal istirahat." Kata Anes


"Oke deh, kalau gitu sekalian temenin aku beli hape ya, hape lamaku dah rusak, mau ganti baru." Kata Didim.


"Yang kemarin kenapa?" Tanya Anes.


"Ga tau, di cash lama, terus, kalau udah penuh gampang habis, jadi mesti di tancepin ke cash terus, masak sehari aku ngecash ampe 5 , 6 kali. Kan capek mbok." Kata Didim.


"Iya juga sih, lagian hape model itu kan udah jadul, saat ini udah pada menggunakan 3G, 2G begitu udah lelet sekarang." Kata Anes membenarkan.


"Nahhh itu kamu juga tau. Yuk akhh berangkat." Kata Didim beranjak dari tempat duduknya.


Tangan Anes yang masih berada pada genggaman Didim membuatnya menahan senyum tanda bahagia dan mulai nyaman.


Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan , merekapun berjalan ke arah taman kota untuk beristirahat sejenak sambil ngobrol bertukar pikiran.


Banyak anak anak imigran yang duduk duduk menikmati alam di sana. Bercengkerama dengan sahabat sahabatnya, juga ada yang bersama pasangannya masing masing.


Begitu pula dengan Ghane dan Dimas, begitu menikmati pertemuan pertama mereka setelah pertemuan pertama tahun lalu.



.


.


.


.


.


.


^^^ ^^^

__ADS_1


__ADS_2