Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Tolong Diamlah


__ADS_3

Drrrttttt dddrrttttt dddrrrttttttt dddrrttttt


"Ariz ?"


"Ada apa Riz ?"


"Eh Crit, gua masukin Awan juga ya Crit."


"Awan siapa?"


"Gebetan barumu lah..."


?????? Maksudnya apaan sih ?


Darimana Ariz tau pulak, kan gua ga pernah kasih tau dia .


Batin Anes bingung tak mengerti bagaimana Ariz bisa tau tentang Wawan, selama ini Anes sepertinya tak pernah ngobrol dengan Wawan di publik.


"Beeb,,, temenmu tuh gilak, kenapa jadi nge grub gini sih beb ?" Tanya Wawan ketika dia sudah berhasil masuk.


"Eh gimana hubungan kalian asyik ga nih ? Lanjut ampe nanti ga rencananya?"


Tanya Ariz antusias.


"Apa sih?!" Jawab Anes sinis.


"Eh, Wan, lu harus sabar kalau sama Anes, tapi tenang dia tuh orangnya menyenagkan loh , juga cerdas, jadi kalau di ajak ngomong gampang nyambung, asalkan lu ga main perintah aja ma dia, lu pasti aman kok." Lanjut Ariz masih dengan semangat yang menggebu nggebu.


"Eh iya bener Riz , dia tuh cantik sih cantik, manis mulutnya namun juga pedes, btw gua tetep suka kok."


Sahut Wawan cengengesan.


"Eh tau ga lu Wan, kalau Anes tuh barusan aja putus dengan pacarnya, ga bisa move on dia, tolong ya lu bantuin, biar dia ga nangis nangis terus kalau di rumah."


"Akh,, masak ? kan tyap malam gua selalu telpon dia, hibur dia , masak masih ga bisa move on sih ?"


"Yahh... lu belum tau aja Wan, seperti yang gua bilang kemaren di inbok lo, dan kiat kiat apa yang musti lu lakuin agar bisa menarik hatinya dia, masak lu lupa sih Wan.?"


"Hehehehehe Ga sih Riz." Jawab Wawan cengengesan.


Wawan dan Farizdha sangat antusias membahas hubungan Anes dan Wawan, namun Anes hanya diam.


Satu ,


karena menahan dongkol, menurutnya Ariz selama ini terlalu ikut campur urusan pribadinya. Padahal Anes sendiri tak pernah ikut, atau bahkan tau masalah privasinya Ariz meskipun ia adalah sahabatnya.


Menurut Anes juga, Sahabat ya sahabat, namun ada beberapa hal yang itu adalah privasi, dan tak boleh di langkahi(menurut Anes sih).


Ke Dua,


Anes tak suka jika Ariz terus terusan membicarakan hubungannya dengan Dimas, karena hal itu sangat sangat melukainya, ia harus kehilangan anaknya, apa Ariz tak tau jika itu sangatlah menyakitkan untuk di ingat?


Mereka berdua heboh sendiri, Anes jadi pendengar ? Tentu tidak.


Meskipun dia diam, namun dia juga tak peduli dengan apa yang mereka bicarakan .


Muak. Lelah.


Kenapa ketika dia ingin sekedar istirahat, refresing selalu ada Ariz yang merecokinya, Apa dia tak merasa, kelakuaannya akhir akhir ini menyayat nyayat hatinya.


"Akhhh apa ini hanya karena aku saja yang terlalu jahat, hingga tak suka jika urusanku terlalu di campuri oleh sahabatku sendiri? aku kah yang terlalu jahat di sini?" Gumam Anes sendiri secara sangat perlahan.


"Eh crit kok lu diem aja sih crit, ngomong apa gitu kek, ya ga Wan?"


"Tau tuh, padahal biasanya dia juga banyak mulut banget orangnya, kan pada dasarnya Anes orangnya berisik kan ya Riz." Kata Wawan membenarkan kata kata Ariz barusan.

__ADS_1


"Akhhh kalian ngomonglah, gua mau ngomong apaan juga, selain capek, gua juga sibuk, gua jadi pendengar yang baik aja buat kalian , gua ikhlas kok, 100% ikhlas gua." Sahut Anes menimpali komentar Ariz.


"Akhhh biarin aja Anes Wan, nanti malem inbok gua aja yah kalau lu di marahin Anes, Anes dah biasa begitu orangnya mah. Ga usah heran apalagi kagat yah. hhahhahahaa" Lanjut Ariz masih dengan gaya hebohnya.


"Lah kenapa heboh sendiri sih dia? ni yang lagi gebetanyya siapa sih, aneh banget dech perasaan." Batin Anes.


Lalu karena rasa muaknya yang semakin tinggi, Anes pun mematikan ponselnya, bukan hanya call nya yang dimatikan namun tombol powernya yag dipencet.


Mengambil nafas panjang hhh...mmhghgggg,,,,,,,,


" Tuhan,,, capek."


Kali ini ia meraih ponselnya yang lain, namun ponsel ini tak ada sim cardnya , hanya di sambungkan dengan wi-fi milik mama, juga tak di simpan apapun di dalamnya. Aplikasi pun hanya ada game dan youtube sebagai alat untuk hiburannya Anes ketika Anes mulai muak dengan orang orang sekitarnya seperti saat ini.


Jalan ninja ini di lakukan ketika Anes


merasa privasinya mulai terganggu, refresing atau sekedar mencari inspirasi baru.


Bayangan bayangan kejadian kemarin masih saja santer menghantuinya .


Menguras kembali air matanya.


Apakah kehilangan anak memang sesakit ini ?


Apakah kehilangan kepercayaan memang sesesak ini ?


Anes ingat betapa beratnya ia kehilangan Susan, belum usai duka itu ia harus menerima kenyataan bahwa ibu nya tidak baik baik saja, lalu dengan kebodohanny pun akhirnya ia harus merelakan calon anaknya , dan ia sendirilah pelakunya.


Saat ini , semakin lama, ia semakin merasa bahwa tangannya sangat kotor, ia merasa ia seorang pembunuh.


Lantas apakah pilihannya itu salah ?


Jika ia harus memilih untuk tak menyakiti ibunya meskipun ia harus mengorbankan anaknya ?


Lagu Muara kasih Bunda Erie Susan yang kini menemani hari harinya, Yang sengaja ia tekan agar otaknya sendiri semakin sadar akan kesalahannya itu.


Maafkan diriku bunda


Kadang tak sengaja ku membuat


Relung hatimu terluka


Kuingin kau tau bunda


Betapa kumencintaimu lebih dari segalanya


Kumohon restu dalam langkahku


Bahagiaku seiring doamu


Keluarganya, ibu , bapak, dan adiknya yang tersisa kini.


Dan Anes berjanji, bersumpah untul dirinya sendiri bahwa ia tak akan main main lagi.


"Hukum Aku Tuhan, jika aku memang sangat pantas untuk di hukum atas ke goblokanku yang kemarin, namun jangan Kau ijinkan hati ibu bapakku terluka. Jaga mereka, sayangi mereka Tuhan, Jika Kau menghukumku jangan Kau ijinkan Bapak Ibuku Tahu akan hukumanmu itu."


Ia menunduk, mengusap lagi air matanya yang tak terasa telah membasahi sebagian kaos oblongnya yang ia pakai.


hhmmmgghhhhhggggg


...........


"Uang dan kerja.... ingat .... kerja."


Gumamnya, kemudian bangkit dari duduknya, melangakh menuju masa depan ?

__ADS_1


Tentu Tidak !


Anes tak segampang itu melepaskan kondisi nya saat ini, hatinya masih saja terombang ambing, meskipun banyak cara telah ia lakukan untuk mulai melepas segala isi hatinya, namun sepertinya masih saja sia sia.


,,,,,,,,


Malam harinya di waktu ia sudah merebahkan badannya di atad ranjang kecilnya di samping papa,


Riz, lu sepertinya bahagia banget dech bisa ketemu ma anak anak. √√


Anak anak yang di maksud adalah teman temannya yaitu sahabat sahabatnya Dimas.


^^^Akh iya sih, bersyukur banget gua bisa ketemu ma mereka crit,^^^


^^^mereka itu menyenangkan lo.√√^^^


^^^Tau ga Crit, Cokro,^^^


^^^temen terdekatnya Dimas tuh^^^


^^^yang biasanya main poker ma lu tuh, dia manggil gua Sayang lo. xixxixixixixi... √√^^^


Terus lu ceritanya di sini


bangga apa bahagia nih ?√√


.


.


.


.


.


.


.🤤🤒🤕 Sengaja saya bikin begini biar penasaran 🤣


*Author :


mungkin setelah ini tgl 14 , akan ada beberapa hari kosong uploadtan ya.


bukan kehabisan ide.


Namun kerjaan yang tak bisa di tinggalkan.


stay health semuanya, meskipun masih ada yang berdebat Kopit adalah konspirasi, namun menjaga diri dan melindungi diri itu adalah solusi terbaik.


Jangan nanti menyesal setelah kalian kehilangan orang orang tersayang kalian.


Patuhi protokol kesehatan.


Dan pikirkan cara terbaik untuk survive dari suanana Gila ini.


Tetap bertahan Di Bumi dari Elien Covid . 😇😇😇*


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2